• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH: Teori Charles Sanders Peirce

N/A
N/A
Yessa Yuliana

Academic year: 2023

Membagikan "MAKALAH: Teori Charles Sanders Peirce"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

Teori Charles Sanders Peirce Tugas Mata Kuliah Semiotika

Dosen Pengampu:

Ulil Amri, S.S, M.Hum.

Oleh Kelompok V : Rika Ambarita (A1J221004)

Yessa Yuliana (A1J221019) Ninik Diana Lestari (A1J221022)

PROGRAM STUDI SASTRA INDONESIA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS JAMBI 2023

(2)

BAB 1 PENDAHULUAN

Semiotika adalah ilmu yang berhubungan tanda-tanda didalam bahasa, yang mana tanda- tanda tersebut terdiri dari bunyi atau pola pikir manusia yang menghasilkan sistem tanda. Dalam ilmu semiotika berbagai argumen dilakukan, seperti Ferdinand de Saussure yang merupakan pakar semiotika dalam ilmu linguitik. Tetapi bukan hanya beliau yang memahami konsep dari semiotika, salah satunya adalah Charles Sanders Peirce. Ia menjelaskan perihal ranah semiotika, bahwa semiotika merupakan ilmu tanda yang diperoleh dari pola pikir yang logis dan dipengaruhi dalam situasi tertentu. Menurut Peirce tanda merupakan gambaran yang mewakilkan sesuatu yang diinterpresntasikan, dalam jumlah tertentu (Eco, 2000). Contoh: Representament merupakan konsep pohon gersang, lalu objek merupakan foto dari pohon tersebut, sedangkan interprentannya adalah pohon gersang.

Peirce berpendapat bahwa, ilmu tanda terbentuk dari proses yang disebutnya segitiga tanda terdiri atas representemen, objek dan interprestasi ketiga aspek ini mempengaruhi dalam pembentukan tanda yang dibuat oleh manusia dalam aspek tertentu. Sebab manusia menciptakan suatu bahasa atau tanda, terjadi dari suatu peristiwa yang terjadi atau suatu kebutuhan dalam berkomunikasi dengan baik dengan konteks bahasa tersebut telah disepakti didalam wialayah tersebut. Sehingga penulisan makalah ini, akan menjelaskan sekaligus memaparkan konsep semiotika yang dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce, dengan menfokuskan pada aspek pengertian semiotika, tahap proses semiosis dalam pemerolehan tanda dan kategori tanda.

(3)

BAB II KAJIAN TEORI

Menurut Charles Sanders Peirce (dalam Yuwita, 2010:216)

Semiotika didasarkan pada logika, karena logika mempelajari bagaimana orang bernalar, sedangkan penalaran menurut Peirce dilakukan melalui tanda- tanda.

Menurut Charles Sanders Peirce (dalam Eco, 2000, hlm 67-68)

Menurut Peirce tanda merupakan gambaran yang mewakilkan sesuatu yang diinterpresntasikan, dalam jumlah tertentu.

(4)

BAB III HASIL DISKUSI A. PENGERTIAN SEMIOTIKA

Menurut Cahrles, semiotika didsarkan pada logika, sebab logika yang mempelajari bagaimana manusia bernalar, dan aspek ini dilakukan melalui tanda (Yuwita, 2018, hlm 3-4). Dari penejlasan tersebut dapat diartikan bahwa, tanda-tanda yang dipikirkan dan dibuat oleh manusia memiliki representasi dari sistem kebudayaan secara sosial. Sehingga jika suatu daerah memiliki suatu tanda-tanda yang berbeda hal ini disebabkan suatu latar belakang yang berbeda juga, pola pikir dan kesepakatan yang dibuat oleh setiap pengguna tanda bahaa tersebut (Pol et al., 2018).

Menurut Peirce tanda merupakan gambaran yang mewakilkan sesuatu yang diinterpresntasikan, dalam jumlah tertentu (Eco, 2000). Contoh: Representament merupakan konsep pohon gersang, lalu objek merupakan foto dari pohon tersebut, sedangkan interprentannya adalah pohon gersang.

B. TAHAP SEMIOSIS

Menurut Benny H. Hoed( 2014:8) menjelaskan bahwasannya bagi seorang Pierce tanda dan juga pemaknaanya bukanlah suatu struktur namun merupakan suatu proses kognitif yang disebut dengan istilah semiosis. Semiosis merupakan suatu proses pemberian makna dan penafsiaran suatu tanda melalui tiga tahapan:

(5)

 Tahap dimana penyerapan aspek respresentamen tanda atau penyerapan makna tanda melalui panca indra.

 Mengaitkan secara spontan representamen dengan pengalaman kognisi manusia yang menggunakan objek

 Tahap yang terakhir ini disebut dengan tahap interpretant.

Pada manusia rangkaian akn terus berkembang terus bersamaan antara rangkain semiosis yang tidak ada habisnya. Maka hal yang akan terjadi selanjutnya adalah memasuki tahap rangkaian semiosis. Pada tahapan interprentant maka akan berlanjut pada tahapan yang kedua yaitu tahap dimana interpretant akan menjadi sebuah dasar untuk mengarah atau mengacu pada objek yang baru, pada tahapan ini akan menjadi rangkaian semiosis kedua. Maka dapat disimpulkan apa yang menjadi tanda pada tahap pertama maka akan menjadi fungsi sebagai penanda untuk tahapan yang kedua dan hal tersebut akan terjadi demikian selanjutnya. Indiwan Seto Wahyu Wibowo ( 2011:40).

Ada tiga macam unsur interpestasi, sebagai berikut:

 Rheme, unsur denotatum (unsur kenyataan yang ditunjuk oleh tanda.

 Desicign, menawarkan keterhubungan yang benar.

 Argument, berkaitan dengan suatu hal yang faktual.

Dikutip dari Amalina Shomami, Menurut C.S Peirce, tanda dan pemaknaan merupakan suatu proses kognitif yang disebut dengan proses semiosis. Proses semiosis ini adalah suatu bentuk proses dalam pembentukan tanda yang berawal dari hadirnya representamen yang berkaitan dengan kognisi manusia sebagai objek, dan ditafsirkan sebagai interpretasi. Proses semiosis ini akan terus berlanjut mengikuti waktu pengalaman seseorang, kelompok, atau masyarakat. Contoh-contoh semiosis di bawah merupakan semiosis dari sudut pandang orang dewasa. Berdasarkan penafsiran semiosis tersebut, setidaknya dapat sedikit mewakili interpretasi pengarang yang merupakan orang dewasa dalam menciptakan komik untuk anak usia remaja. Apabila semiosis itu dilanjutkan hingga menemukan bagaimana interpretasi anak usia remaja terhadap komik tersebut, maka kita dapat menemukan interpretasi orang dewasa dalam membuat cerita untuk kalangan anak remaja

(6)

Proses Semiosis Berlanjut Komik Hai Miiko

Dalam teori Peirce, tanda diklasifikasikan juga ke dalam 3 bentuk yaitu, sinsign, qualisign, dan legisign. Sinsign adalah keberadaan benda beserta peristiwa yang terjadi secara aktual yang terdapat dalam sebuah tanda (Sobur, 2004). Dan pada majalah ini yang melatarbelakangi sinsign adalah Peristiwa pada September 2019, ketika DPR melakukan pengesahan revisi UU KPK, dan Jokowi justru tidak memberikan respon berupa penggunaan haknya dalam merancang Peraturan Presiden, yang dianggap dapat menjadi harapan untuk menyelamatkan independensi dan kredibilitas lembaga anti rasuah tersebut dalam memberantas korupsi.

Qualisgn adalah kualitas yang ada lada tanda atau sesuatu yang tampak nyata terlihat. Yaitu, 1) ilustrasi sosok yang menyerupai Jokowi dengan menggunakan kemeja putih, mata terpejam yang terlihat lelah, serta bibir yang merengut. 2) bayangan tokoh Pinokio di belakang ilustrasi Jokowi menunjukkan janji yang diingkari. 3) latar belakang sampul bewarna abu-abu yang melambangkan kesedihan, kelemahan, dan ketidakjelasan (Kompas.com, 2008

Legisign adalah norma yang ada di dalam tanda, terkait apa hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Dan dalam majalah ini, menampilkan ilustrasi sarat akan pelanggaran terhadap norma kejujuran atau konsistensi.

Selanjutnya berdasarkan perspektif objektif, yaitu:

• Indeks: sebuah ilustrasi menyerupai Jokowi beserta bayangan tokoh Pinokio, yang diartikan sebagai bentuk kritik atas sikap ingkar janji presiden

(7)

• Ikon: Jokowi dengan satu sisi wajah

• Simbol: Ilustrasi Jokowi dengan bayangan hidung panjang.

C. KATEGORI TANDA

Penelitian ini dilakukan oleh Sovia Wulandari dan Erik D Siregar, keduanya berasal dari Sastra Indonesia Universitas Jambi. Metode penelitian yang dipilih ialah metode pustaka dengan menerapkan metode kualitatif. Teknik penulisan adalah deskriptif kualitatif, yang memaparkan pembahasan berdasarkan karya sastra. Data-data yang terdapat dalam penelitian ini diambil dari cerpen Anak Mercusuar karya Mashdar Zainal.

Hasil analisis data beserta temuan penelitian dalam cerpen yang berjudul Anak Mercusuar Karya Masdhar Zainal mencakup beberapa hal yaitu:

1. Ikon, terdapat beberapa ikon seperti: Ikon dermaga sebagai penanda tempat, Ikon mercusuar sebagai penanda kebaikan, Ikon laut sebagai penanda kesengsaraan, dan Sekoci sebagai penanda keselamatan

2. Indeks, cerpen yang berjudul Anak Mercusuar karya Masdhar Zainal memiliki beberapa tanda indeks berdasarkan penelitian penulis, yaitu sebagai berikut:

• Namun ayah tak pernah tertawa, alih-alih beranjak dari tempatnya. Karena ayah adalah sebuah mercusuar.

• Sebuah mercusuar harus menyepakati dua sumpah, yang pertama ia harus teguh berdiri di tempat yang ditentukan, dan kedua ia tak boleh memejamkan mata di waktu malam.

• Sorot mata ayah yang berkedip- kedip itulah yang kemudian menyelamatkan ibu dari rengkuhan malam dan udara dingin penuh garam.

• Karena ibu tak mau menuruti kata- kata mereka, hantu-hantu itu pun marah besar dan ingin menghukum ibu dengan melempar ibu ke laut.

• Namun sepertinya, sosok hantu laki- laki yang sangat ibu benci itu adalah ketua dari para hantu, maka hantu-hantu lain pun menurut perintahnya.

• Selanjutnya, ibu tinggal dan tidur dimana saja, di sekitar dermaga. Orang- orang menyebut ibu sebagai gelandangan gila yang hamil tua di dermaga.

(8)

3. Simbol, berikut adalah analisis simbol dalam cerpen Anak Mercusuar karya Masdhar Zainal: Simbol garam sebagai penanda kematian, Simbol segerombolan hantu penanda orang-orang jahat, dan Simbol kapal hantu penanda kapal besar pencari ikan.

(9)

BAB VI KSEIMPULAN

Segala pembahasan mengenai tanda tidak akan lepas dengan semiotika, salah satu teori semiotika yang kita ketahui adalah teori Semiotika Peirce. Charles Sander Pierce atau yang kita ketahui dengan nama Pierce memposisikan tanda sebagai suatu alat komunikasi yang amat penting dalam berbagai kondisi. Semiotika menurut Pierce terdiri dari tiga elemen utama yaitu representement , object dan interpretatif yang disebut Peirce dengan nama konsep triadik dan trikotominya (triangle meaning).

(10)

BAB V

DAFTAR PUSTAKA

Shomami, A. (n.d.). Analisis Semiotik Trikotomi Peirce Terhadap Manga Hai Miiko!

Seri 14 Belajar itu Berat. ilmu linguistik.

Wulandari, Sovia, and Erik D. Siregar. "Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce: Relasi Trikotomi (Ikon, Indeks dan Simbol) dalam Cerpen Anak Mercusuar Karya Mashdar Zainal." Titian: Jurnal Ilmu Humaniora 4.1 (2020): 29-41.

Maning, Joji. 2022. Pengertian Semiotika: Konsep Dasar, Macam, dan Tokoh Pencetusnya. Diakses pada 05 Maret 2023

https://www.gramedia.com/literasi/semotika/

Dwi Endah Ciswati. (2020). Seni Semiotika. Jakarta: PT Obor Jaya.

Yuwita. (2010). Semiotika Tipologis. Yogyakarta: Erlangga.

Eco, U. (2000). Teori Semiotika, Signifikasi Komunikasi, Teori Kode, Serta Teori Produksi Tanda. terjemahan Inyiak Ridwan Muzir. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Pol, J., Vacchelli, E., Aranda, F., Castoldi, F., Eggermont, A., Cremer, I., Saut, C., Zitvogel, L., & Kroemer, G. (2018). Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Karya Seni.

April, 1–13.

Yuwita, N. (2018). Representasi Nasionalisme Dalam Film Rudy Habibie (Study Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce). Universitas Yudharta Pasuruan, 6(1), Hlm. 40- 48.

Referensi

Dokumen terkait