• Tidak ada hasil yang ditemukan

1-6 PROPER RUMAH SAKIT

N/A
N/A
david Arrahman

Academic year: 2025

Membagikan "1-6 PROPER RUMAH SAKIT"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

PROPER

PROPER MARS 09

UNIVERSITAS HASANUDDIN

Penilaian Kinerja Pengelolaan Lingkungan Suatu Rumah Sakit Dosen Mata Kuliah Kesehatan Masyarakat Lanjut :

Dr. Hasnawati Amqam, SKM., M.Sc

JUMLENI (K022241001) MUH. AKHRAM (K022241002)

HUMAIRAH FAHMI MA’RUF (K022241003) SANNY YANISYAH CUTFRIANA (K022241005)

AHMAD ASY’ ARIE (K022241006) ARWAENA (K022241007)

Disusun Oleh :

(2)

PROPER

01

PENDAHULUAN

PROPER merupakan Program pelatihan yang memberikan wawasan kepada penanggung jawab rumah sakit tentang kebijakan, pengelolaan limbah B3, dan teknik penyusunan dokumen PROPER. Materi pelatihan mencakup kebijakan nasional, instrumen pengelolaan lingkungan, serta teknik pengelolaan limbah medis

(3)

PROPER merupakan perwujudan transparansi dan demokratis dalam Pengelolaan lingkungan di Indonesia serta upaya dalam menerapkan sebagian dari prinsip-prinsip Good Governance dalam pengelolaan lingkungan.

PROPER

02

DEFINISI

PROPER dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit berfungsi sebagai instrumen untuk menilai dan meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan

(4)

PROPER

03

01 02 03

TUJUAN

untuk mendorong rumah sakit mematuhi peraturan lingkungan dan mencapai keunggulan dalam pengelolaan limbah, efisiensi energi, serta konservasi sumber daya

membantu meningkatkan reputasi rumah sakit di mata masyarakat dan pemangku kepentingan

Mendorong inovasi dan penerapan teknologi ramah lingkungan serta penghematan sumber daya.

(5)

PROPER

04

01 02 03

MANFAAT

Mendorong transparansi dalam pengelolaan lingkungan rumah sakit, karena hasil penilaian PROPER diumumkan kepada public, memberikan insentif reputasi kepada rumah sakit yang berkinerja baik

Mengurangi dampak negative lingkungan dari kegiatan industry melalui peningkatan ketaatan dan adopsi teknologi ramah lingkungan

Memperkuat pengawasan pemerintah terhadap kegiatan rumah sakit yang memiliki potensi pencemaran lingkungan

(6)

KRITERIA PENILAIAN PROPER

1. KRITERIA PENILAIAN KETAATAN

2. KRITERIA PENILAIAN LEBIH DARI YANG DIPERSYARATKAN (BEYOND COMPLIANCE)

PROPER

05

(7)

KRITERIA PENILAIAN KETAATAN

1. PERSYARATAN DOKUMEN LINGKUNGAN DAN PELAPORAN 2. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR

3. PENGENDALIAN PENCEMARAN UDARA

4. PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)

5. PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR LAUT

6. PENGENDALIAN POTENSI KERUSAKAN LAHAN

PROPER

06

(8)

KRITERIA PENILAIAN LEBIH DARI YANG DIPERSYARATKAN ( BEYOND COMPLIANCE

)

1. PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN 2. UPAYA EFISIENSI ENERGI

3. UPAYA PENURUNAN EMISI

4. IMPLEMENTASI 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) PADA LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN (B3)

5. IMPLEMENTASI 3R (REDUCE, REUSE, RECYCLE) PADA LIMBAH NON B3

6. KONSERVASI AIR DAN PENURUNAN BEBAN PENCEMARAN AIR LIMBAH

7. PERLINDUNGAN KEANEKARAGAMAN HAYATI 8. PROGRAM PENGEMBANGAN MASYARAKAT

PROPER

07

(9)

PROPER

08

MEKANISME

PENILAIAN PROPER

Pengelolaan limbah cair dan limbah padat.

Pengendalian pencemaran udara.

Pengelolaan bahan berbahaya & beracun (B3)

Konservasi energi dan air.

Keanekaragaman hayati serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam

konteks lingkungan.

(10)

PROPER

09

PERINGKAT DALAM PROPER

EMAS HIJAU BIRU MERAH

HITAM

Peringkat tertinggi yang menunjukkan perusahaan tidak hanya taat regulasi, tetapi juga telah menerapkan praktik terbaik dalam pengelolaan lingkungan dan menunjukkan inovasi luar biasa.

Menunjukkan perusahaan lebih dari sekadar memenuhi ketaatan dan melakukan inovasi signifikan dalam pengelolaan lingkungan.

Mengindikasikan perusahaan telah memenuhi standar regulasi yang diwajibkan.

Menunjukkan bahwa perusahaan tidak sepenuhnya mematuhi peraturan lingkungan.

Menandakan bahwa perusahaan telah melakukan pelanggaran serius terhadap peraturan lingkungan dan menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan.

(11)

PROPER

10

PENILAIAN KINERJA

Rumah sakit dinilai berdasarkan kriteria seperti pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengendalian pencemaran air

dan udara, serta penerapan sistem manajemen lingkungan yang baik. Hasil penilaian ini

dikategorikan dalam peringkat (Emas, Hijau, Biru, Merah, Hitam) yang mencerminkan tingkat

kepatuhan

(12)

PROPER

11

Kepersertaan PROPER di rumah sakit wajib

dilakukan untuk memastikan kepatuhan terhadap peraturan lingkungan. Rumah sakit harus

memenuhi standar pengelolaan limbah, terutama limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta

limbah medis.

KEPESERTAAN PROPER

(13)

PROPER

12

KEBERHASILAN RUMAH SAKIT DALAM PROPER

RSUD Achmad Mochtar (Kota Bukittinggi) Menerima peringkat Biru, menunjukkan bahwa rumah sakit ini telah melakukan upaya

pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Rumah Sakit Advent (Bandung)

Meningkat dari peringkat Merah pada tahun 2015 menjadi peringkat Biru pada tahun 2016, menunjukkan

kemajuan signifikan dalam penerapan sistem manajemen lingkungan

RSIA Permata Bunda (Kota Solok) Menerima peringkat Biru, menandakan

bahwa mereka memenuhi kriteria pengelolaan lingkungan yang ditetapkan

Siloam Hospitals Balikpapan

Menerima Predikat Biru, Keberhasilan ini dicapai berkat upaya rumah sakit dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup

sesuai dengan regulasi pemerintah.

(14)

PROPER

13

Keberhasilan rumah sakit dalam program PROPER menunjukkan komitmen mereka terhadap pengelolaan lingkungan yang baik. Melalui upaya ini, rumah sakit tidak hanya memenuhi regulasi tetapi juga berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan hidup. Penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi rumah sakit lain untuk meningkatkan kinerja lingkungan mereka dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan masyarakat dan lingkungan.

KESIMPULAN

(15)

TERIMA KASIH

PROPER MARS 09

Referensi

Dokumen terkait

Nama Paket Pekerjaan : Kegiatan Pengadaan Obat-obatan rumah Sakit RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.. Lingkup Pekerjaan : Pengadaan Obat-obatan

Di daerah Kabupaten Semarang terdapat 5 Rumah Sakit diantaranya RSUD Ambarawa, RSUD Ungaran, RSU Bina Kasih, RSU Ken Saras, dan RSU Kusuma Ungaran, dari kelima Rumah Sakit

❑ Badan Wakaf Indonesia dan Rumah Sakit Mata Achmad Wardi berinisiatif untuk membeli lahan tersebut sebagai perluasan area rumah sakit, dengan rencana peruntukan akan digunakan

Hasil penelitian tentang proses berdasarkan wawancara terhadap informan di Ruang rawat Inap Cendrawasih Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad didapatkan

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pelayanan Kesehatan bagi Peserta Asuransi Kesehatan (ASKES) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau yaitu

Pada peneli an ini untuk manajemen perencanaan di instalasi gizi RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau sudah berjalan dengan baik karena telah sesuai pedoman pelayanan gizi Rumah Sakit yang

Walaupun Rumah Sakit Palang Biru Kutoarjo sudah melaksanakan aktivitas-aktivitas pengelolaan lingkungan, akan tetapi penilaian terhadap efektivitas dari pengendalian biaya-biaya yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi penggunaan Building Information Modelling (BIM) dalam pelaksanaan audit probity pada proyek konstruksi, dengan studi kasus pada pembangunan Rumah Sakit Achmad Mochtar di Kota