• Tidak ada hasil yang ditemukan

(1)KAJIAN STILISTIKA LIRIK LAGU EBIET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "(1)KAJIAN STILISTIKA LIRIK LAGU EBIET"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Gaya bahasa adalah bahasa yang digunakan secara khusus untuk menimbulkan efek tertentu, terutama efek estetis. Gaya bahasa adalah cara bahasa digunakan dalam suatu karangan atau cara pengarang mengungkapkan sesuatu yang akan dikemukakan. Dalam karya estetis, khususnya puisi, gaya bahasa memegang peranan penting dalam menciptakan efek puisi atau efek estetis (keindahan).

Menelaah gaya kebahasaan lirik lagu dapat mengungkap bagaimana pengarang menggali potensi bahasa dalam menciptakan estetika bahasa yang diungkapkan dalam lagu. Di kelas sastra, lirik puisi dapat digunakan sebagai pengganti teks yang digunakan sebagai bahan analisis dalam studi sastra mengenai isi puisi dan penggunaan gaya bahasa. Tanpa itu semua, sulit memahami pentingnya gaya bahasa, khususnya gaya bahasa dalam lirik lagu Ebiet G.

Permasalahan yang dibahas adalah bagaimana penggunaan diksi dan gaya bahasa dalam antologi gerugitan meditasi alang-alang karya Widodo Basuki. Penelitian lainnya dilakukan oleh Vinna Reindah Sowikromo dalam tesisnya “Gaya Bahasa dalam Puisi Lery Herman Hesse” 2007.

Rumusan Masalah

Penelitian mengenai stilistika dilakukan oleh Diana Yusuf dalam disertasinya yang berjudul “Diksi dan Gaya Bahasa dalam Antologi Meditasi Geguritan Alang-alang Karya Widodo Basuki (Studi Stilistika) 2005. Penelitian dalam disertasi “Analisis Wacana Kumpulan Lirik Lagu Nasyid Taqwa Karya Hawari (Ulasan Aspek Tata Bahasa )” 2006 oleh Achmat Fauzi. Berdasarkan dua penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, menjelaskan gaya bahasa yang digunakan pengarang dalam lagu-lagu tersebut tentang kondisi yang muncul disekitar masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dan mulai memudar atau matinya bahasa dan tradisi daerah yang ada. di masyarakat. .

Beberapa peneliti diatas membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul Kajian Stilistika Lirik Lagu Ebiet G.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PIKIR

Kajian Pustaka

Gaya bahasa adalah cara khas mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Untuk dapat menciptakan atau menciptakan gaya bahasa yang baik, kita perlu mengetahui unsur-unsur yang mendukungnya, yaitu kejujuran, kesantunan, dan daya tarik (Keraf: 1991). Dalam puisi, gaya bahasa sangatlah penting, yaitu konstruksi fokus dan intensifikasi sebuah puisi.

Gaya bahasa merupakan bagian pilihan kata atau diksi yang mempertanyakan pantas atau tidaknya penggunaan kata. Gaya linguistik adalah susunan kata atau kalimat yang muncul karena perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Gaya linguistik merupakan suatu bentuk retorika yang digunakan antara lain untuk menimbulkan kesan imajinatif pada pendengar atau pembacanya.

Gaya bahasa dibagi menjadi empat kelompok, yaitu gaya komparatif, kontradiktif, ikat, dan tegas/berulang. Gaya bahasa perbandingan dibedakan menjadi lima, yaitu gaya bahasa simile yaitu gaya bahasa yang membandingkan dua hal yang berbeda. Gaya bahasa metaforis merupakan jenis analogi yang membandingkan dua hal secara langsung, namun dalam bentuk yang singkat.

Gaya bahasa antitesis adalah gaya bahasa yang mengandung gagasan yang bertentangan, dengan menggunakan kata-kata atau lawan kata. Gaya bahasa ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Untuk lebih jelasnya, Anda dapat melihat masing-masing gaya bahasa yang dikelompokkan berdasarkan Taringan sebagai berikut.

Gaya bahasa metaforis adalah gaya bahasa yang menggunakan kiasan dengan perbandingan yang sesuai dengan maknanya (perbandingan langsung). Gaya bahasa menghubungkan adalah salah satu jenis gaya bahasa yang didasarkan pada keterkaitan makna atau persamaan asosiasi antara satu hal dengan hal lainnya. Selanjutnya (Keraf mengelompokkan bahasa dari sudut yang berbeda, terdiri atas aspek nonbahasa dan aspek kebahasaan.

Gaya bahasa semantik ini terbagi menjadi dua kelompok, yaitu gaya bahasa retoris dan gaya bahasa kiasan. Gaya bahasa repetitif terdiri dari pleonisme, klimaks, antiklimaks, retorika, aliterasi, anteklasisisme, repetisi, paralelisme, dan metafora.

Kerangka Pikir

METODE PENELITIAN

  • Defenisi dan Penelitian
  • Definisi Istilah
  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data

G Ade dalam album Camellia 1 gaya bahasa perbandingannya dibagi menjadi empat kelompok, yaitu: (1) simile (2) personifikasi (3) Allegory (4) Simbolik (5) Similitude. Untuk menyajikan hasil analisis data tersebut secara sistematis dan konkrit, maka diuraikan indikator penelitian yaitu jenis gaya bahasa yang digunakan Ebiet. Pada lirik lagu diatas “Nasihat Pengemis Untuk Istri dan Doanya Agar Hari Esoknya” perasaan iri dan dengki merupakan dua sifat yang sering dimiliki oleh seseorang.

Gaya bahasa personifikasi adalah gaya bahasa yang merupakan perwujudan perbandingan hewan, tumbuhan, dan benda alam lainnya yang mengandung ruh manusia. Lirik lagu di atas menyamakan keadaan Jakarta yang tidak bersahabat dengan sifat manusia yang sadis dan kejam. Gaya personifikasi bahasa seperti yang terlihat pada teks di atas /Bibirmu, dan rambutmu yang tergerai/Jatuh longgar di dahi/Makin membuatku terpana.

G Ade, Oktober. 1976) pada lirik lagu diatas terdapat pada lirik Aku Ingin Berlari Setelah Seribu Bayangan. Camellia menggambarkan situasi kerinduan yang mendalam terhadap gadis yang dicintainya (Camellia). G Ade paling sering menggunakan gaya bahasa, yaitu gaya bahasa komparatif, yaitu jenis gaya bahasa yang membandingkan suatu hal dengan hal lain (Tarigan. Gaya bahasa adalah kekuatan progresif dalam teks sastra atau gambar artistik apa pun yang melampaui narasi manusia untuk dicermati secara semakin mendalam. pola hidup dan perilaku yang tabu.

Gaya bahasa menjadi salah satu kekuatan yang kemudian memunculkan aspek kebahasaan lainnya dalam Camellia Album 1. Gaya bahasa yang digunakan bukan sekadar cara bertutur, melainkan bangunan atau semangat dalam lagunya. Gaya bahasa yang digunakan tidak hanya berupa kata-kata, tetapi juga berupa bagian-bagian kalimat, frasa, atau teks.

Gaya bahasa perbandingan yang digunakan dalam Camellia Album 1 adalah kiasan, personifikasi, alegori, simbolik, dan simile. 2005. “Diksi dan Gaya Bahasa dalam Antologi Meditasi Geguritan Alang-alang Karya Widodo Basuki (Stilistika Kajian)”. Khusus. La la la la la la la dengarkan lagu La la la la la la dari seberang jalan La la la la la la la la tak perlu menangis La la la la la la la takdir kita hari ini Tuhan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Penyajian Hasil Analisis

Dalam lirik puisi di atas, Jakarta sebagai kota metropolitan memang sulit menjanjikan kedamaian dan ketenangan yang lahir dari panorama alam layaknya pedesaan. Teks di atas dapat dibaca sebagai pesan bahwa hendaknya manusia mempunyai sikap pantang menyerah (ikhlas) dan tawakala (berusaha) dalam segala keadaan, baik saat masih dalam keadaan kaya maupun miskin. Ada perbedaan makna antara Jakarta sebagai simile dan majikan (orang) sebagai simile, namun dalam teks di atas sebenarnya mereka diperlakukan sama melalui simile.

Dengan demikian, lirik-lirik tersebut dapat diartikan sebagai kerasnya kehidupan di kota Jakarta yang penuh dengan tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang tinggi, sehingga masyarakat merasa terpaksa harus bekerja meski seharian penuh. Kamu sejuk bagai titik embun, basah di atas daun jambu biji. Di tepi sungai yang jernih. Sayapmu kecil. Dalam teks tersebut, penggunaan kata daun jambu biji menunjukkan bahwa laki-laki mempunyai materi yang cukup melimpah, namun kurang kasih sayang.

Justeru, lirik tersebut boleh diertikan sebagai seorang lelaki yang mempunyai harta yang melimpah ruah yang mendambakan cinta sehinggalah dia bertemu dengan seorang wanita yang menyejukkan hatinya. -sayapmu kecil (kelakuan) lincah mengepak Seperti burung camar terbang mencari tiang sampan Pijakan yang pasti. Liriknya mempunyai makna yang istimewa jika dibandingkan dengan mencari tiang sampan dan mengikut arus air yang mengalir.

Jadi, lirik tersebut bisa berarti seorang gadis yang menawan namun sebenarnya bimbang dan tidak memiliki kendali atas kehidupan terkait dengan masalah. Dengan demikian, teks tersebut dapat diartikan bahwa sosok Camellia 1tu sangat inspiratif dan membawa kesegaran hidup bagi penciptanya. G Ade, 20 Okt 1978) Teks di atas menceritakan tentang perbedaan suasana kehidupan antara kota dan desa, yang dilambangkan dengan ungkapan debu jalanan, hampa cinta.

Dengan asumsi motifnya adalah kedamaian, maka teks di atas menjelaskan bahwa wajah kekasih yang penuh cinta sangat menenangkan dan menyejukkan. Kamu sejuk bagai titik embun, basah di atas daun jambu biji. Di tepi sungai yang jernih. Sayap kecilmu mengepak dengan cepat. bagaikan burung camar terbang Mencari tongkat sampan. Motifnya hidup, teks ini dapat diartikan sepenuhnya, seorang gadis bernama Camellia memiliki paras cantik dan tingkah laku yang menarik perhatian setiap pria yang melihatnya.

Pembahasan

Kalimat-kalimat pada lirik “Camellia” di atas dipilih untuk menunjukkan bagaimana penciptanya menggunakan simile sebagai kiasan, simile merupakan landasan utama bahkan semangat dari lagu yang dibawakannya. Ratna (dalam ungkapan Al-Ma'ruf, stilistika adalah ilmu yang menyelidiki penggunaan bahasa dalam karya sastra, dengan memperhatikan aspek keindahannya. Berjalan di hutan pinus pencipta yang lantang dan tekun dengan menggunakan bahasa yang sangat sastra, menampakkan garis-garis wajahmu yang berbayang dan cinta menjelaskan bahwa wajah seorang kekasih yang penuh cinta memang seperti itu.

Jakarta 1''Pembuatnya menyatakan bahwa kehidupan di kota Jakarta bersifat individualistis dan beberapa kali berbicara tentang kekerasan kehidupan di kota Jakarta. Gaya pencipta (lagunya) tentu saja menjadi alasan mengapa lirik setiap lirik lagunya ditulis untuk ruang seni musik yang sedang hits fase musik nasional. Mahasiswa khususnya mahasiswa jurusan bahasa dan sastra Indonesia diharapkan dapat lebih meningkatkan penelitiannya pada karya sastra yang lebih baik, khususnya pada kajian stilistika pada karya sastra.

Peneliti, apabila hendak meneliti karya sastra tersebut diharapkan mampu meneliti dan mengkaji hal-hal yang sangat penting dalam karya sastra tersebut. Kamu sejuk bagai titik embun, basah di atas daun jambu biji, di tepi sungai yang jernih, sayap kecilmu terbang kencang. Riwayat pendidikan penulis adalah bersekolah di SD Pa’ladingan pada tahun 2009, kemudian melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Bontolempangan dan kemudian SMA Negeri 1 Bontolempangan pada tahun 2009-2012.

Selanjutnya penulis melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), mata kuliah Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 2012. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas pada tahun yang sama yaitu tahun 2012, penulis lulus berhasil melanjutkan pendidikannya dan terdaftar sebagai mahasiswa dan terdaftar sebagai mahasiswa di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar. Perjuangan panjang penulis yang penuh suka dan duka dalam menempuh pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar hingga dapat menyelesaikan disertasinya yang berjudul “Kajian Stilistika Lirik Ebiet”.

SIMPULAN DAN SARAN

Simpulan

Saran

Gambar

Gambar 1. Bagan kerangka pikir Gaya bahasa    lirik lagu Ebiet  G.

Referensi

Dokumen terkait

Kata Ku mohon kembalilah dalam pelukanku termasuk majas personifikasi karena kata kembalilah dan pelukanku disamakan seperti tempat tinggal (rumah) untuk kembali..