BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pembahasan
Sebagai unsur pembanding. Dengan mengamsuikan motinya berupa kedamaian, maka lirik di atas menjelaskan bahwa wajah kekasih yang penuh cinta kasih begitu menentramkan dan menyejukan.
Dia Camellia Puisi dan pelitaku,
Kau sejuk seperti titik embun Membasah didaun jambu Di pinggir kali yang bening Sayap-sayapmu kecil Lincah berkepak,
seperti burung camar terbang Mencari tiang sampan
Tempat berpijak kaki dengan pasti
(Camellia 1, Ebiet. G Ade,Okt. 1976) Sayap-sayapmu kecil Lincah berkepak merupakan pembanding. Sayap- sayap dalam lirik ini dapat diartikan tingka laku.burung camar terbang mencari taing sampan merupakan pembanding. Motifnya yaitu lincah, lirik tersebut dapat diartikan secara penuh, seseorang gadis yang bernama camellia memiliki wajah yang cantik serta memiliki tingka lakunya yang menarik setiap lelaki yang melihatnya.
sendiri, benda-benda alam, lingkungan sekitar, atau peristiwa-peristiwa yang terjadi sehari-hari, dan sebagainya.
Kalimat-kalimat dalam lirik ”Camellia ” di atas dipilih untuk menunjukkan bagaimana pencipta memakai simile sebagai majas simile sebagai bangunan utama bahkan roh dari lagu yang ia nyanyikan. Pencipta membimbing kita perlahan mengikuti atau menelusuri makna yang hendak ia tawarkan lewat majas simile yang ia gunakan dan sekaligus yang ia ciptakan. sayap-sayap kecil merupakan contoh- contoh yang cukup jelas bagaimana pencipta membangun similenya dan mengajak pendengar untuk masuk lebih dalam akan makna cinta yang ada dalam hatinya.
Ratna (dalam Al-Ma’ruf, 2009: 10) menyatakan, stilistika merupakan ilmu yang menyelidiki pemakaian bahasa dalam karya sastra, dengan mempertimbangkan aspek-aspek keindahannya. Berdasarkan paparan data di atas semua lirik lagu Ebeit. G Ade mempunyai aspek-aspek keindahan yang paling menonjol sebagai berikut. Lirik lagu“Untuk Sebuah Nama”/Lentik bulu matamu/
/Bibirmu dan rambutmu yang kau biarkan/Jatuh berderai di keningmu/ /Makin mengajakku terpana/. Lima baris tersebut digunakan untuk menggambarkan kecantikan si gadis yang dalam komunikasi biasa dapat digunakan kalimat “Kamu cantik”. Pemanjangan kalimat tersebut untuk mendukung penciptaan imajinasi pembaca atau pendengar tentang kecantikan si gadis. Sehingga seolah-olah pendengar lagu tersebut melihat si gadis dan menikmati kecantikannya.
Berjalan di Hutan cemara pencipta dengan keras dan tegas dengan memakai bahasa-bahasa yang sangat sastraistik,menyatakan Garis wajahMu teduh dan kasih menjelaskan bahwa wajah kekasih yang penuh cinta kasih begitu
menentramkan dan menyejukan. Hutan cemara sebagai perhentian sejenak dalam kejenuhan hidup ini.
“Jakarta 1’’Pencipta menyatakan tentang kehidupan di kota Jakarta yang individualis sampai beberapa kali menceritakan tentang kekerasan hidup di kota Jakarta.
“Nasehat Pengemis untuk Istri dan Doa untuk Hari Esok Mereka’’pencipta menyatakan sang pengemis berdoa agar keluarganya dihindarkan dari perasaan iri dan dengki kepada mereka yang berhasil dalam segi materi dan kekuasaan dalam kehidupan realitas ini.
Gaya penciptanya (lagu) tentunya menjadi alasan teks dari setiap lirik lagu ditulis sampai ke ruang seni musik yang menghentak sebuah fase musik nasional.
Gaya bahasa menjadi kekuatan pendobrak setiap teks sastra maupun imaji seni yang menggeliat meyeruak ke luar dari narasi manusia untuk meneropong pola hidup dan pola tingkah laku yang semakin tabu. Gaya bahasa merupakan salah satu kekuatan yang kemudian memunculkan aspek-aspek bahasa lainnya dalam Album Camellia 1.
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Ebiet G. Ade banyak menggunakan gaya bahasa dalam lirik lagu Album“Camellia 1”. Gaya bahasa yang digunakan bukan sekedar sebagai majas, melainkan suatu bangunan atau roh lagu tersebut. Pengungkapan tenor dan vehicle dalam penciptaan gaya bahasa menjadi kekuatan lagu-lagunya. Gaya bahasa yang digunakan tidak hanya berupa kata, tetapi juga berupa bagian kalimat, kalimat, atau teks. Gaya bahasa perbandingan yang digunakan dalam Album Camellia 1, yaitu perumpamaan, personifikasi, alegori, simbolik, dan simile.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran dan usulan sebagai berikut:
1. Mahasiswa, khususnya mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia diharapkan dapat lebih meningkatkan penelitian karya sastra yang lebih baik, khususnya dalam kajian stilistika dalam karya sastra.
2. Pembaca, agar dapat mengambil suatu pelajaran dalam kehidupan, karena kehidupan ini penuh dengan cobaan, ujian, dan godaan yang harus kita atasi agar terhindar dari kehidupan yang sia-sia.
3. Diharapkan juga, pembaca memperoleh manfaat dari hasil penelitian ini.
4. Peneliti, bila ada yang ingin meneliti karya sastra ini, diharapkan dapat meneliti dan mengkaji hal-hal yang sangat penting dalam karya sastra.
DAFTAR PUSTAKA
Aminuddin. 1995. Stilistika Pengantar Memahami Bahasa dalam Karya Sastra Semarang: IKIP Semarang Press.
Al-Ma’ruf, Ali Imron. 2009. Stilistika: Teori, Metode, dan Aplikasi Pengkajian Estetika Bahasa. Surakarta: Cakra Books Solo.
Azis, Abdul, Dkk, 2012. Pedoman Umum Tata Bahasa Indonesia. Jakarta :Bee Media Indonesia.
Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta:
Balai Pustaka.
Fausi, Achmat. 2006. “Analisis Wacana Kumpulan Lirik Lagu Nasyid Taqwa karya Hawari (Tinjauan Aspek Gramatikal)” Skripsi. Makassar : Fkip Unismuh.
Keraf, Gorys 1991. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Muljana, 2008. Kesadaran Nasional: dari Kolonialisme sampai Kemerdekaan.
Yogyakarta: PT LKiS Pelangi Aksara.
Pradopo, Rachmat Djoko. 1987. Kritik Sastra. Jogjakarta. Program Studi Sastra Pasca sarjana: Universitas Gadjah Mada.
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Stilistika Kajian Puitika, Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Satoto, Soediro. 1995. Stilistika. Surakarta: STSI Press.
Sunarno, Siswanto. 2003. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Departemen Pekerjaan Umum. Jakarta: PT Raja Grafindo.
Sharan, Shlomo. 2009. Handbook of Cooperative Learning Inovasi Pengajaran dan Pembelajaran untuk memicu Keberhasilan Siswa di Kelas.
Yogyakarta: Imperium.
Sowikromo, Vinna Reindah. 2007.“Gaya Bahasa dalam Puisi Lery Herman Hesse”. Skripsi. Makassar: Fakultas Bahasa dan Seni.UNM.
Tarigan, Hendry Guntur. 1985. Pengajaran Gaya Bahasa. Bandung: Angkasa.
Wellek, Rene dan Austin Warren, 2010. Metode penelitian sastra Wikipedia.
“Ebiet G. Ade” dalam http://id.wikipedia.org(online di akses tanggal 13 Maret 2016)Diposkan oleh: Umar Khalid, Sukrisno Santosoat 9:24 PM Email This Blog This! Share to Twitter Share to Facebook Labels:
ANALISIS
Yusuf, Diana. 2005.“Diksi dan Gaya Bahasa dalam Antologi Geguritan Medhitasi Alang-alang karya Widodo Basuki (Kajian Stilistika)”.Skripsi.
Makassar: Fakultas Bahasa dan Seni.UNM.
Lampiran
Lirik lagu
Ebiet. G Ade
Album Camellia
1. Lagu Untuk Sebuah Nama
lagu: Ebiet G.Ade Mengapa jiwaku mesti bergetar
Sedang musikpun manis kudengar Mungkin,
Karna kulihat lagi
Lentik bulu matamu, bibirmu Dan rambutmu yang kau biarkan Jatuh berderai di keningmu Makin mengajakku terpana Kau goreskan gita cinta
Mengapa aku mesti duduk disini Sedang engkau tepat di depanku Mestinya aku berdiri,
Berjalan kedepanmu
Kusapa, dan kunikmati wajahmu Atau kuisyaratkan cinta
Tapi, semua tak ku lakukan
Kata orang : Cinta mesti berkorban Mengapa dadaku mesti berguncang Bila kusebutkan namamu
Sedang kau
Diciptakan bukanlah untukku, itu pasti Tapi aku tak mau perduli
Sebab,
Cinta bukan mesti bersatu Biar kucumbui bayangmu
Dan kusandarkan harapanku. Yk. Nop 1972
2. Camellia 1
lagu: Ebiet G.ADe Dia Camellia
Puisi dan pelitaku,
Kau sejuk seperti titik embun Membasah didaun jambu Di pinggir kali yang bening Sayap-sayapmu kecil Lincah berkepak,
seperti burung camar terbang Mencari tiang sampan
Tempat berpijak kaki dengan pasti Mengarungi nasibmu
Mengikuti arus air berlari Dia Camellia
Engkaukah gadis itu?
Yang selalu hadir dalam mimpi-mimpi Di setiap tidurku
Datang , untuk hati yang kering Dan sepi
Agar bersemi lagi ( hem bersemi lagi) Kini datang mengisi hidup
Ulurkan mesra tanganmu Bergetaran rasa jiwaku Menerima karuniaMu
Camellia oh Camellia 3x Okt. 1976
3. Nasihat Pengemis untuk istri dan do'a untuk hari esok mereka lagu : Ebiet G. Ade Istriku...
Marilah kita tidur Hari telah larut malam Lagi,
Sehari kita lewati
Meskipun nasib semakin tak pasti Lihat,
Anak kita tertidur menahankan lapar Erat memeluk bantal dingin
Pinggiran jalan
Wajahnya kurus, pucat matanya dalam Istriku,
Marilah kita berdoa
Sementara biarkan lapar terlupa Seperti,
Yang pernah ibu ajarkan Tuhan bagi siapa saja
Meskipun kita pengemis pinggiran jalan Doa kitapun pasti ia dengarkan
Bila kita pasrah diri, tawakal Esok hari perjalanan kita Masih sangatlah panjang Mari tidurlah, lupakan sejenak Beban derita, lepaskan
La la la la la la la dengarkanlah nyanyi La la la la la la la dari seberang jalan La la la la la la la usah kau tangisi La la la la la la la nasib kita hari ini Tuhan
Selamatkanlah istri dan anakku
Hindarkan hati mereka dari iri dan dengki
Kepada yang berkuasa dan kenyang Di tengah kelaparan
Oh hindarkanlah mereka dari iri dan dengki Kuatkanlah jiwa mereka bimbinglah di jalanMu
Bimbinglah di jalanMu ` Yk.1997
4. Jakarta I
lagu: Ebiet G.ADe Selamat pagi padamu Jakarta
Dipintumu kau tak sambut tanganku
Hanya suara tawamu kudengar parau Jakarta Dan nafasmu, gemuruh gemerlapan
Seperti sengaja kau ciptakan untukku Sementara,
Masih tersisa gema doa di mulutku Inilah Jakarta
Hanya beginikah sikapmu Jakarta
Atau aku yang salah, bila kukatakan kau tak ramah Debu-debu panas di jalanan
Nampak sepi dari cinta dan kasih sayang Tidak seperti kampungku yang hijau Disini,
Tak kan kutemui lagi suara seruling Yang ditiup lelaki kecil sambil berbaring Dipunggung kerbau yang digembalakannya Atau nyanyian bambu-bambu
seperti musik simphoni
Mengiringi anak-anak telanjang bermain Berkejaran di pematang, basah
Selamat malam padamu jakarta
Dimanakah kau sembunyikan kekasihku
Atau mataku yang tak mampu lagi mengenali wajahnya Sebab,
Tak ada bau lumpur dan rumput di rambutnya Seperti ketika dia masih tinggal di kampung Suka bercanda berdua di bawah malam purnama Inikah Jakarta
Hanya beginikah kiranya Jakarta Kau cambuk punggung siapa saja Yang kalah atau yang tetap bertahan
Bahkan disini Matahari seperti Enggan terbit dari timur lagi
Tidak seperti kampungku yang damai Matahari selalu terbit dari sela bukit biru Dengan warna kuning kemerahan
Di atas hijau dedaunan
Di bawah burung-burung mulai berterbangan Disini aku makin rindu kampungku
Disini aku makin cinta kampungku Bersabarlah akan kutundukan Jakarta
Untukmu. 20 okt 1978
5. Berjalan Di Hutan Cemara lagu: Ebiet G.ADe Berjalan di hutan cemara
langkahku,
terasa kecil dan lelah Makin dalam lagi Ku ditelan fatamorgana Tebing tanah basah Dipinggir jalan setapak Seperti,
Garis wajahMu teduh dan kasih Makin dalam lagi
Ku dicekam kerinduan
kabut putih melintas di jalanku Jarak pandangku
Dua langkah ke depan
Ada seberkas cahaya menembus Rimbun dedaunan
Sanggupkah menerangi jalanku?
Dan,
Aku berharap kapankah kiranya Sampai di puncak sana ?
Aku'kan bertanya, siapa diriku?
Aku'kan bertanya, siapakah Kamu?
Aku'kan bertanya, siapa mereka?
Aku'kan bertanya, siapakah kita? Desember 1977
RIWAYAT HIDUP
Penulis bernama lengkap Sainuddin, lahir di Gowa pada tanggal 09 Februari 1992.
Penulis merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saat ini penulis berkediaman di Desa Pa’ladingan Kabupaten Gowa, buah hati dari pasangan Ayahanda Saking (almarhum) dan Ibunda Masriyanti. Riwayat pendidikan penulis yaitu pernah bersekolah di SD Negeri Pa’ladingan pada tahun 2002-2007, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Bontolempangan tahun 2007-2009, dan selanjutnya di SMA Negeri 1 Bontolempangan pada tahun 2009-2012. Kemudian penulis melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar (UNISMUH), program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia pada tahun 2012. Setelah menempuh pendidikan tingkat menengah atas pada tahun yang sama yaitu 2012 penulis berhasil melanjutkan pendidikan dan terdaftar sebagai mahasiswa dan terdaftar sebagai mahasiswa di jurusan bahasa dan sastra Indonesia FKIP Universitas Muhammadiyah Makassar
Berkat Rahmat Allah Swt yang disertai iringan doa saudara dan teman- teman serta bantuan dosen pembimbing. Perjuangan panjang penulis yang penuh suka dan duka didalam mengikuti pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar sehingga dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Kajian Stilistika lirik lagu Ebiet. G Ade dalam Album Camellia 1”