• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pendahuluan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "1. Pendahuluan"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebuah perusahaan manufaktur tidaklah terlepas dari persoalan inventarisasi yang seringkali terjadi permasalahan. Permasalahan tersebut terjadi bukan hanya diakibatkan oleh kesalahan manusia dalam mencatat tetapi juga masalah yang ditimbulkan karena tata letak yang tidak diatur dengan baik dan tidak adanya dokumentasi baik tertulis maupun terkomputerisasi. Selain banyaknya proses keluar masuknya barang, permasalahan juga timbul oleh proses pencarian barang yang harus dikeluarkan dari gudang.

Spare Part Horisontal Diesel Engine (SHDE) dan Spare Part Alat Pertanian (SAP) adalah tipe spare part yang tersedia di CV Karya Hidup Sentosa Lampung tepatnya di Gudang Cabang Tanjung Karang. CV Karya Hidup Sentosa Lampung berlokasi di Jl.Radin Intan No.159 Tanjung Karang Bandarlampung adalah sebuah cabang perusahaan yang bergerak di bidang distributor alat pertanian, kegiatan utama yang dilakukan yaitu melayani pemesanan spare part untuk toko- toko yang terdaftar sebagai relasi CV Karya Hidup Sentosa Lampung. Permasalahan diatas juga terjadi pada CV Karya Hidup Sentosa Cabang Tanjung Karang yang mempunyai sekitar 2000 item barang Spare Part yang disimpan didalam gudang khusus barang Spare Part. Dalam proses pencarian tata letak barang Spare Part masih menggunakan proses manual. Yakni, pegawai gudang Spare Part harus mencari barang pesanan dengan membaca label nama barang pada rak Spare Part. Hal tersebut dikarenakan pegawai gudang Spare Part menata barang berdasarkan jenis barang dan meletakkannya ke dalam rak-rak yang telah

(2)

2

diberi label nama jenis barang tanpa adanya dokumentasi tertulis, digital, atau terkomputerisasi. Hal ini tentunya menyebabkan pekerjaan pegawai gudang Spare Part membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menemukan barang Spare Part pesanan konsumen. Penggunaan sistem yang terkomputerisasi untuk dokumentasi tata letak barang Spare Part diharapkan dapat mempermudah dalam pencarian barang Spare Part.

Berdasarkan uraian di atas penulis ingin membuat suatu sistem yang dapat membantu dan mengatasi masalah dalam kegiatan pencarian tata letak barang Spare Part di gudang Spare Part CV Karya Hidup Sentosa Cabang Tanjung Karang, maka penulis mengangkat judul “Pengembangan Sistem Informasi Inventarisasi Spare Part Berbasis Web Pada CV Karya Hidup Sentosa”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka didapat rumusan masalah yaitu :

1. Bagaimana mengelola tata letak spare part untuk mempermudah pencarian barang spare part ?

2. Bagaimana mengoptimalkan tata letak spare part dan mengolah data spare part untuk meningkatkan kualitas pelayanan pada CV Karya Hidup Sentosa Cabang Tanjung Karang?

1.3 Batasan Masalah

Agar penelitian ini dapat dilakukan secara terarah dan sesuai dengan apa yang diharapkan, maka permasalahan yang penulis bahas hanya berfokus pada

(3)

3

pengolahan tata letak spare part yang ada di gudang Spare Part CV Karya Hidup Sentosa Cabang Tanjung Karang.

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini yaitu:

1. Membuat sistem yang dapat menampilkan tata letak spare part berdasarkan pencarian spare part sesuai dengan kode spare part.

2. Sistem yang dikembangkan berupa website lokal, sehingga admin gudang dan bagian pemasaran dapat bersamaan menggunakan sistem tersebut untuk pengecekan stok barang dan mengelola data spare part.

1.5 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

a. Bagi Perusahaan

Hasil penelitian berguna bagi perusahaan untuk meningkatkan mutu pelayanan terhadap konsumen.

b. Bagi Admin Gudang

Hasil penelitian berguna bagi Admin Gudang untuk mempermudah pengelolaan data spare part dan melakukan pencarian barang ketika barang tersebut dibutuhkan.

c. Bagi Divisi Marketing

Hasil penelitian berguna bagi Divisi Marketing untuk mempermudah dalam mendapatkan informasi ketersediaan stok barang spare part digudang, sehingga ketika stok barang tidak memenuhi kebutuhan konsumen, Divisi Marketing dapat menawarkan barang spare part lainnya.

Referensi