Penyuluhan tentang Pembuatan Pangan Fungsional Berbahan Dasar Wortel dan Biji Labu Kuning Untuk Kesehatan Jantung
Ratih Purwasih*1, Arum Dwi Agustin2
1,2Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia
Abstrak: Tingginya prevalensi penyakit kardiovaskuler yang ada membutuhkan penanganan yang serius, karena menjadi permasalahan kesehatan yang penting untuk segera diatasi. Salah satu cara untuk mencegah atau menanggulangi adalah dengan mengkonsumsi pangan fungsional. Wortel dan biji labu kuning dapat diolah menjadi pangan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan, sebagai penurun kolesterol, penurun tekanan darah ataupun kadar gula total dalam darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pemanfaatan wortel dan biji labu kuning sebagai pangan fungsional dan juga pelatihan pembuatan pangan fungsional. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan tentang pangan fungsional, pemanfaatan wortel dan biji labu kuning dengan cara ceramah/presentasi oleh tim pengabmas, pembagian leafet serta diskusi secara dua arah. Selain itu dilakukan pembuatan pangan fungsional berupa brownies dari wortel dan biji labu kuning. Sasaran dalam kegiatan ini adalah Ibu-Ibu PKK Desa Kunden. Kecamatan Karanganom. Melalui kegiatan ini diharapkan Ibu-Ibu PKK Desa Kunden dapat meningkat pengetahuannya tentang pangan fungsional dan mampu meningkatkan keterampilan dalam memanfaatkan wortel dan biji labu kuning sebagai pangan fungsional salah satunya brownies sehingga akan meningkat kualitas kesehatannya. Selain itu dapat menjadi satu alternatif dalam peningkatan pendapatan ekonomi keluarga karena bisa dijadikan sebagai usaha.
Kata Kunci: : Penyuluhan; Pangan Fungsional; Wortel; Biji Labu Kuning.
Abstract: The high prevalence of cardiovascular disease requires serious treatment, because it is an important health problem that must be addressed immediately. One way to prevent or overcome this is by consuming functional foods. Carrots and pumpkin seeds can be processed into functional foods that are beneficial for health, by lowering cholesterol, lowering blood pressure or total blood sugar levels. This community service activity aims to provide education on the use of carrots and pumpkin seeds as functional food and also training in making functional food. The method used in outreach activities about functional food, the use of carrots and pumpkin seeds is by means of lectures/presentations by the community service team, distribution of leaflets and two-way discussions. Apart from that, functional food was made in the form of brownies from carrots and pumpkin seeds. The target of this activity is the PKK mothers of Kunden Village. Karanganom District. Through this activity, it is hoped that Kunden Village PKK mothers can increase their knowledge about functional food and be able to improve their skills in using carrots and pumpkin seeds as functional food, one of which is brownies, so that their health quality will improve. Apart from that, it can be an alternative for increasing family economic income because it can be used as a business.
Keyword:.Extension; Functional Food; Carrot; Yellow Pumpkin Seeds Accepted: 7 Juni 2024; Approve: 12 Juni 2024; Published: 30 Juni 2024
https://journal.institercom-edu.org/index.php/JPI
J P I
JURNAL PENGABDIAN INDONESIA
INSTITERCOM PUBLISHER
E-ISSN 3032-6413
Biografi Singkat Correspondence Author:
Ratih Purwasih, menjalani pendidikan di prodi S1 Kimia di Universitas Gadjah Mada, melanjutkan pendidikan S2 Kimia di Universitas Gadjah Mada. Saat ini sebagai dosen tetap di Poltekkes Kemenkes Surakarta, Indonesia.
Email:[email protected]
Pendahuluan
Penyakit kardiovaskular, merupakan salah satu jenis penyakit degeneratif yang masih menjadi ancaman dunia yang berperan utama sebagai penyebab kematian nomor satu di dunia.
Data WHO menyebutkan, lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Kematian di Indonesia akibat penyakit kardiovaskular mencapai 651.481 penduduk per tahun (Group, 2019). Penyakit degeneratif merupakan penyakit yang disebabkan oleh penurunan fungsi organ, yang menyebabkan jaringan atau organ memburuk dari waktu ke waktu (Saparina T., Sari M. S., Mauliyana A., Octrisdey K., 2023). Secara umum, penyakit degeneratif terjadi pada orang yang sudah berusia tua. Namun, beberapa tahun terakhir ini, degeneratif juga terjadi di usia produktif (Alifariki L. O., 2019).
Beberapa faktor pemicunya adalah merokok, gaya hidup pola makan yang tidak sehat, aktivitas fisik yang kurang, tekanan darah tinggi, diabetes dan dislipidemia (Benhar, M.
Engelberg, D. Levitski, 2002). Faktor-faktor tersebut dapat memicu terjadinya stress oksidatif, yaitu kondisi radikal bebas atau prooksidan yang lebih tinggi dibandingkan antioksidan. Penyakit degeneratif salah satunya terjadi karena ketidakmampuan antioksidan yang ada di dalam tubuh dalam menetralisir peningkatan kadar radikal bebas (Saparina T., Sari M. S., Mauliyana A., Octrisdey K., 2023). Konsumsi zat dengan kandungan senyawa penangkap radikal bebas dalam jumlah memadai dilaporkan dapat menurunkan kejadian penyakit degeneratif. Antioksidan dapat diperoleh dalam bentuk sintesis dan alami. Antioksidan sintesis bersifat karsinogenik, sehingga dibutuhkan antioksidan alami yang lebih aman. Antioksidan alami dapat diperoleh melalui konsumsi pangan fungsional yang rendah gula dan tinggi antioksidan karena secara ilmiah terbukti dapat memberi manfaat tambahan di samping fungsi gizi dasarnya, salah satunya untuk meningkatkan imunitas tubuh (Sayuti, K., Yenrina, 2015). Salah satu jenis pangan fungsional yang digemari semua kalangan adalah brownies, yang dikonsumsi sebagai makanan selingan diantara waktu makan (Gardjito, 2013).
Pangan fungsional adalah pangan yang karena kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Pangan fungsional harus memenuhi persyaratan sensori, nutrisi dan fisiologis agar dapat berguna untuk terapi beberapa penyakit. Sifat fisiologis dari pangan fungsional ditentukan oleh komponen bioaktif yang terkandung di dalamnya, antara lain serat pangan, inulin, antioksidan, prebiotik dan probiotik. Salah satu jenis pangan fungsional adalah brownies (Abbas, 2020). Bahan utama brownies berasal dari tepung terigu, yang tinggi gluten dan kandungan gulanya. Oleh karena itu dapat diganti dengan bahan makanan yang rendah gluten dan tinggi antioksidan seperti wortel dan biji labu kuning.
Wortel bukan jenis tanaman yang asing bagi masyarakat Indonesia. Wortel (Daucus carota L.) adalah tanaman sayuran umbi semusim berbentuk rumput, yang umbinya berwarna kuning kemerah-merahan (Tim Penerbit KBM Indonesia, 2020). Di Indonesia produksi wortel cukup melimpah. Setiap tahunnya produksi wortel terus meningkat. Menurut Badan Pusat Statistik produksi wortel di Jawa Tengah dari tahun 2015 mencapai 142.248 ton, tahun 2016 mengalami kenaikan mencapai 145.362, tahun 2017 mengalami penurunan mencapai 144.619 ton, tahun 2018 mengalami kenaikan mencapai 153.058 ton, dan tahun 2019 mengalami kenaikan kembali mencapai 160.278 ton (Statistik, 2020).
Sebagian besar masyarakat Indonesia selama ini belum memanfaatkan wortel secara optimal. Wortel hanya dimanfaatkan dalam pengolahan sayur. Berdasarkan kandungan nutrisinya, wortel merupakan jenis sayuran yang banyak mengandung β-karoten. Tubuh mengubah β-karoten menjadi vitamin A. Kandungan β-karoten dalam wortel selain dapat memenuhi kebutuhan vitamin A, juga berfungsi sebagai antioksidan dalam mengurangi efek radikal bebas (Agustina, A., Hidayati, N., Susanti, 2019). Selai itu wortel mengandung kalium suksinat yang membantu menurunkan tekanan darah (Andriani et al., 2023). Menurut (Sutanti, S.
& Mutiara, 2017) perlu penanganan khusus, untuk memperpanjang masa simpan salah satu yang perlu dilakukan dengan penerapan teknologi tepat guna dalam pengolahan wortel. Tepung wortel tersebut dapat dibuat produk pangan fungsional yang sering dijumpai dan mudah pembuatannya seperti brownies, cookies, pudding (Tjahjadi, 2013).
Biji labu (Cucurbita sp.) yang sering dianggap sebagai limbah, ternyata memiliki nutrisi tinggi karena kaya antioksidan seperti karotenoid dan vitamin E, magnesium, zinc, dan asam lemak yang baik, untuk membantu menjaga kesehatan jantung (Mengyao Peng, 1 Dan Lu, 1 Jie Liu, 2 Bo Jiang, 2021), mengurangi tekanan darah, menurunkan jumlah total kolesterol dalam darah, serta menurunkan kadar gula darah (Mohamed Makni , Hamadi Fetoui, Nabil K Gargouri, El Mouldi Garoui, 2011).
Berdasarkan data dari Puskesmas Kecamatan Karanganom bahwa salah satu penyakit kardiovaskular yang memiliki prevalensi tertinggi adalah hipertensi.Kasus penyakit hipertensi mendominasi daftar 18 besar penyakit, mencapai 51,2%, dan angka ini terus meningkat setiap bulannya (Setiawan, 2016). Profil kesehatan Kabupaten Klaten tahun 2022 menyebutkan dari 324.122 kasus hipertensi baru 281.285 (86,8%) yang dapat dilayani sesuai standar (D. kesehatan K. Klaten, 2023). Menurut (B. P. S. K. Klaten, 2019), Desa Kunden merupakan salah satu desa di Kecamatan Karanganom yang memiliki luas wilayah 1,65 km2 dengan 9 Rukun Warga (RW) dan 19 Rukun Tetangga (RT). Total penduduk Desa Kunden mencapai 3.491 jiwa, terdiri dari 1.766 laki-laki dan 1.725 perempuan, dengan kepadatan penduduk mencapai 2.116 jiwa/km2.
Berdasarkan hasil survey di Desa Kunden belum banyak warga yang memanfaatkan wortel dan biji labu kuning sebagai salah satu bahan fungsional. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan wortel sebagai pangan fungsional yang memiliki kandungan gizi tinggi yang baik untuk kesehatan tubuh serta berfungsi sebagai pencegahan penyakit kardiovaskular. Oleh karena itu, maka perlu dilakukan penyuluhan untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan wortel dan biji labu kuning sebagai pangan fungsional yang kaya gizi dan memiliki nilai jual yang tinggi, sebagai salah satu upaya penanganan penyakit kardiovaskular. Pengetahuan tentang pemanfaatan wortel dan biji labu kuning ini perlu diinformasikan pada masyarakat dengan cara penyuluhan yang mudah dipahami oleh masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan pada ibu-ibu PKK di Desa Kunden, Kecamatan Karanganom terkait penyuluahan pembuatan pangan fungsional dari bahan dasar wortel dan biji labu kuning untuk kesehatan jantung. Harapannya adalah pengetahuan dan keterampilan Ibu-ibu PKK Desa Kunden meningkat dalam pembuatan pangan fungsional berbahan dasar wortel dan biji labu kuning, sehingga kualitas kesehatan masyarakat Desa Kunden juga akan meningkat.
Metode Pelaksanaan
Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan meliputi beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pada tahap persiapan dimulai dari melakukan survey awal atau penjajagan lahan di lokasi pengabdian masyarakat khususnya Desa Kunden melakukan koordinasi dengan pihak terkait, melakukan observasi dan juga dengan wawancara dengan warga setempat untuk melakukan identifikasi masalah yang ada di Desa Kunden. Selain itu juga dilakukan koordinasi untuk menyusun rencana pelaksanaan kegiatan. Selanjutnya melakukan penyiapan materi oleh tim pengabdian kepada masyarakat yang mencakup PPT untuk presentasi, leaflet, dan bahan serta alat yang dibutuhkan untuk pembuatan pangan fungsional.
Pada tahapan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat, melibatkan Ibu-Ibu PKK Desa Kunden Kecamatan Karanganom. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meliputi penyuluhan terkait pangan fungsional, penyakit kardiovaskular, manfaat wortel dan biji labu kuning, pengolahan wortel dan biji labu kuning menjadi pangan fungsional. Pada saat peyuluhan dilakukan dengan ceramah/presentasi menggunakan PPT, dan dibarengi dengan penyebaran leaflet serta diskusi terkait materi penyuluhan. Setelah penyuluhan dilanjutkan dengan demonstrasi atau praktik pembuatan pangan fungsional dari wortel dan biji labu kuning menjadi olahan berupa brownies. Ibu-Ibu PKK ikut dalam pembuatan pangan fungsional setelah melihat demonstrasi dari tim pengabmas.
Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap seluruh kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Setelah kegiatan penyuluhan dan demonstrasi kemudian dilakukan evaluasi untuk
mengukur tingkat pengetahuan dan kemampuan para peserta pengabdian khususnya Ibu-Ibu PKK setelah mendapatkan penyuluhan. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui seberapa efektif pelaksanaan kegiatan, dan agar mendapatkan saran serta masukan dari para peserta penyuluhan untuk perbaikan selanjutnya.
Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah diharapkan para Ibu-Ibu PKK menyalurkan pengetahuan serta keterampilan yang telah diperoleh kepada warga setempat agar semua warga terpapar, sehingga akan dapat meningkatkan kualitas kesehatannya. Selain itu masyarakat dapat menjadikan bekal keterampilan yang diperoleh menjadi ide usaha makanan sehat sehingga akan meningkatkan perekonomian warga setempat juga.
Hasil Dan Pembahasan 1) Hasil
Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan masyarakat khususnya Ibu- Ibu PKK Desa Kunden Kecamatan Karanganom Klaten dapat meningkat pengetahuan tentang pangan fungsional, penyakit kardiovaskular dan pemanfaatan wortel serta biji labu kuning sebagai pangan fungsional untuk kesehatan jantung. Penyuluhan dilakukan dengan sasaran Ibu- Ibu PKK Desa Kunden dilaksanakan di balai desa Desa Kunden. Kegiatan dimulai dengan penyuluhan terkait penyakit kardiovaskular, pangan fungsional dan manfaat wortel serta biji labu kuning untuk menjaga kesehatan jantung. Penyuluhan dilakukan oleh tim pengabmas dengan paparan secara ceramah menggunakan powerpoint dan juga menyebarkan leaflet terkait materi.
Kegiatan berjalan dengan baik dan lancar dimana para peserta penyuluhan menyimak dengan baik dan antusias dalam menerima materi. Selanjutnya sesi diskusi terkait materi yang diberikan, dimana terjadi interaksi dua arah antar peserta dan pemateri, masyarakat banyak menagjukan pertanyaan terkait pangan fungsional untuk menjaga kesehatan jantung.
Selain itu dilanjutkan dengan demonstrasi oleh tim pengabmas bagaimana cara pembuatan pangan fungsional berbahan dasar wortel dan biji labu kuning, diberikan leaflet untuk resep brownies berbahan dasar wortel dan biji labu kuning. Kemudian para peserta pengabmas Ibu-Ibu PKK Desa Kunden melihat serta mempraktikkan di waktu tersebut sambil didampingi oleh tim pengabmas. Ibu-Ibu PKK antusias dalam mengikuti pembuatan brownies wortel dan biji labu kuning.
Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya Ibu-Ibu PKK Desa Kunden terkait penyakit kardiovaskular, cara mencegah dengan membuat pangan fungsional salah satunya dan peningkatan keterampilan terkait kemmapuan membuat pangan fungsional. Peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi maupun terlibat langsung dalam pembuatan pangan fungsional. Melalui diskusi dan monitoring evaluasi yang telah dilakukan terlihat pemahaman dari masyarakat meningkat.
Dengan adanya kegiatan penyuluhan maupun praktik pembuatan pangan fungsional, para peserta kegiatan pengabmas dapat lebih memahami terkait penanganan penyakit kardiovaskular salah satuya dengan pangan fungsional. Untuk kendala yang dihadapai selama pelaksanaan tidak ada, karena warga kooperatif selama kegiatan dan menyambut baik kegitan pengabmas ini.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, para Ibu-Ibu PKK Desa Kunden Kecaatan Karanganom dapat menularkan pengetahuan serta keterampilannya dalam pembuatan pangan fungsional ke warga lain, sehingga akan meningkatkan kualitas kesehatan dari warga setempat.
Gambar 1. Penyuluhan Pangan Fungsional Berbahan Dasar Wortel dan Biji Labu Kuning untuk Kesehatan Jantung
Gambar 2 Pembuatan Pangan Fungsional Berbahan Dasar Wortel dan Biji Labu Kuning
2) Pembehasan
Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Kunden dalam mengoptimalkan potensi wortel dan biji labu kuning sebagai pangan fungsional untuk kesehatan jantung berjalan dengan lancar dan efektif. Dimana antusiasme Ibu-Ibu PKK Desa Kunden kecamatan Karanganom khususnya dalam mengikuti kegiatan sangat tinggi. Terjadi diskusi selama kegiatan penyuluhan berlangsung.
Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung dengan baik dan lancar dimana digunakan Balai Desa Kelurahan Kunden, agar menjangkau warga secara luas. Peserta yang hadir adalah Ibu-Ibu PKK yang dianggap mampu menularkan pengetahuan serta keterampilan yang didapat ke warga ataupun keluarga di sekitarnya. Materi yang diberikan terkait dengan pengetahuan penyakit kardiovaskular, penyebabnya, resiko dan cara penangannnya. Salah satu cara penanganannya dengan mengonsumsi pangan fungsional, yang mana dapat dibuat dari bahan- bahan makanan yang ada di sekitar yang memiliki kandungan zat sebagai penurun tekanan darah, penurun kolesterol dalam darah dan penurun kadar gula dalam darah. Bahan makanan ini dapat kita peroleh dari wortel dan biji labu kuning.
Dengan adanya kegiatan ini masyarakat khususunya para Ibu-Ibu PKK Desa Kunden menjadi lebih aware tentang penanganan kasus penyakit kardiovaskuar, dan mampu membuat makanan sehat untuk mencegah penyakit kardiovaskular yang berasal dari bahan makanan yang umum dijumpai di sekitar. Para peserta pengabmas menjadi mempunyai bekal untuk dapatberpartisipasi aktif dalam pencegahan penyakit kardiovaskular dimulai dari lingkup keluarga.
Metode penyampaian materi selama kegiataan dinilai efektif, karena dengan ceramah menggunakan media powerpoint peserta dapat melihat dan sambil mendengarkan materi yang disampaikan oleh pemateri. Selain itu, diberikan leaflet agar pada saat nanti setelah kegiatan selesai, para peserta dapat membuka kembali jika terlupa sesampainya di rumah. Kemudian dengan adanya sesi diskusi atau tanya jawab menjadikan pemahaman peserta menjadi lebih mendalam karena biasanya pertanyaan yang diajukan terkait apa yang telah dialami oleh para peserta sehari-hari. Selanjutnya dengan disertakannya praktik atau demonstrasi pembuatan pangan fungsional berbahan dasar wortel dan biji labu kuning membuat para peserta pengabmas menjadi lebih antusias lagi dan lebih bisa memahami karena telah dipraktikkan secara langsung.
Umumnya ibu-ibu akan lebih antusias dan partisipatif ketika melihat pembuatan pangan fungsional secara langsung, tidak hanya mendengarkan ceramah bagaimana pembuatan pangan fungsional itu. Dengan adanya hal ini menjadikan para Ibu-Ibu PKK Desa Kunden menjadi meningkat keterampilannya dalam pembuatan pangan fungsional.
Hasil kegiatan ini menunjukkan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit kardiovaskular, pentingnya peran pangan fungsional untuk kesehatan jantung, serta kita bisa melihat kemampuan ibu-ibu PKK Desa Kunden dalam pembuatan pangan fungsional.
Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, mampu memberikan dampak positif bagi kualitas kesehatan masyarakat Desa Kunden dengan mampu berpartisipasi dalam pencegaha penyakit kardiovaskular, salah satunya dengan mengkonsumsi pangan fungsional.
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan kegiatan “Penyuluhan Tentang Pembuatan Pangan Fungsional Dengan Bahan Dasar Wortel Dan Biji Labu Kuning. berjalan dengan lancar dan sukses terbukti dari partisipasi aktif dan antusiasme dari Ibu-Ibu PKK Desa Kunden dalam mengikuti jalannya kegiatan. Melalui diskusi dan pelatihan yang dilakukan dengan Ibu-Ibu PKK terlihat bahwa kegiatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang pangan fungsional, serta keterampilan dalam pemanfaatan wortel dan biji labu kuning menjadi pangan fungsional. Dengan ini, diharapkan Ibu-Ibu PKK dapat meningkatkan kualitas kesehatan dengan mengoptimalkan bahan yang ada di sekitar menjadi pangan fungsional.
Referensi
Abbas. (2020). Potensi Pangan Fungsional dan Perannya dalam Meningkatkan Kesehatan Manusia yang Semakin Rentan. Jurnal Teknosains, 14(2), 176–186.
Agustina, A., Hidayati, N., Susanti, P. (2019). Penetapan kadar betakaroten pada Wortel (Daucus carota L.) Mentah dan Wortel Rebus dengan Spektrofotometri Visibel. Jurnal Farmasi Sains Dan Praktis, 5(1), 7–13.
Alifariki L. O. (2019). Epidemiologi Hipertensi: Sebuah Tinjauan Berbasis Riset. Leutika Prio.
Andriani, D., Iting, I., & Damayanti, Y. (2023). Pengaruh Pemberian Jus Wortel (Daucus Carota L.) terhadap Tekanan Darah pada Penderita Hipertensi. MAHESA : Malahayati Health Student Journal, 3(1), 225–233. https://doi.org/10.33024/mahesa.v3i1.9196
Benhar, M. Engelberg, D. Levitski, A. (2002). Reactive Oxygen Species (ROS), Stress Activated Konases and Stress Signaling in Cancer. EMBO Report, 3(5), 420.
Gardjito, M. (2013). Pangan Nusantara. Prenada Medi.
Group, T. W. C. R. C. W. (2019). Word Health Organizations Cardiovascular Disease Risk Chart:
Revised Models to Estiamte Risk in 21 Global Regions. The Lancet Global Health, 7(10), 1332–1345.
Klaten, B. P. S. K. (2019). Kabupaten Klaten dalam Angka. Badan Pusat Statistik Klaten.
Klaten, D. kesehatan K. (2023). Profil Kesehatan kabupaten Klaten Tahun 2022. Dinas Kesehatan Kabuapaten Klaten.
Mengyao Peng, 1 Dan Lu, 1 Jie Liu, 2 Bo Jiang, 1 and Jingjing Chen. (2021). Effect of Roasting on the Antioxidant Activity, Phenolic Composition, and Nutritional Quality of Pumpkin (Cucurbita pepo L.) Seeds. Front Nutr., 8, 647354.
Mohamed Makni , Hamadi Fetoui, Nabil K Gargouri, El Mouldi Garoui, N. Z. (2011).
Antidiabetic effect of flax and pumpkin seed mixture powder: Effect on hyperlipidemia and antioxidant status in alloxan diabetic rats. J Diabetes Complications, 25(5), 339–345.
Saparina T., Sari M. S., Mauliyana A., Octrisdey K., S. S. N. (2023). Epidemologi untuk Kesehatan Masyarakat. CV. Media Sains Indonesia.
Sayuti, K., Yenrina, R. (2015). Antioksidan Alami dan Sintetik. Andalas University Press.
Statistik, B. P. (2020). Produksi Tanaman Sayuran Tahun 2015-2019 di Provinsi Jawa Tengah.
Badan Pusat Statistik.
Sutanti, S. & Mutiara, E. (2017). Industri Rumah Tangga Stick Worte di Deli Serdang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 23(2), 256–260.
Tim Penerbit KBM Indonesia. (2020). Ensiklopedi Wortel: Deskripsi, Filosofi, Manfaat, Budidaya, dan Peluang Bisnisnya. KBM Indonesia.
Tjahjadi, S. F. (2013). Karakteristik Fisika Kimia Tepung Wortel. Universitas Katolik Parahyangan Bandung.