• Tidak ada hasil yang ditemukan

12. Strategi Pelatihan

N/A
N/A
sri wahyuni

Academic year: 2025

Membagikan "12. Strategi Pelatihan"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

PCP Diksar Stunting

Dit. Guru PAUD dan Dikmas,K emendikbudristek - 2022

STRATEGI PELATIHAN

(Strategi Pengajar Pendalaman Materi/PPM dalam Melatih)

(2)

Yuuuk…nyanyi bersama

Hai…Hello…siapa namamu?

Hai…Hello…siapa namamu?

Saya… ( Aniek)

Dia Aniek, selamat datang..selamat datang…

2

(3)

3

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Keterampilan Pelatih

Metode Pelatihan

Refleksi Pelatihan yang Menyenangkan

Media dan Alat Bantu Pelatihan Strategi Pelatihan

1

2

3

4

5

POKOK BAHASAN

MATERI STRATEGI PELATIHAN

(4)

Apa harapan Anda mengikuti materi ini?

▰Tuliskan 1 harapan Anda di kertas berwarna

kuning

▰Tuliskan 1

kekhawatiran Anda di kertas berwarna merah

4

(5)

Pernahkah merasa tidak merasa nyaman

saat mengikuti pelatihan ?

Apa yang menyebabkan

Anda merasa tidak nyaman ?

REFLEKSI PELATIHAN MENYENANGKAN

PELATIH? PESERTA ?

(6)

6

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Apa yang kita rasakan

bila proses pelatihan seperti ini ?

(7)

KEPERCA- YAAN DIRI

SIKAP KAKU

PENGU- CAPAN PENGUA-

SAAN MATERI CARA

PENYAM- PAIAN MENGGU-

RUI

PELATIH

BAHASA TUBUH

PESERTA

TIDAK BISA DISALAH

KAN INIKAH PENYEBABNYA ?

• Tugas Pelatih mengubah peserta, bukan peserta

merubah pelatih;

• Peltih harus dapat

membangun suasana belajar yang kondusif;

• Pelatih harus dapat

menemukan kebutuhan belajar peserta;

• Merancang pola

belajar dari

sejumlah

pengalaman

peserta.

(8)

8

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

FASILITATOR PENGAJAR

PENGAMAT NARASUMBER

Menjelaskan

Bertanya

PELATIH

(9)

APA ITU FASILITASI ?

Proses sadar dan sepenuh hati membantu

(mempermudah) peserta mencapai tujuannya dengan

taat pada nilai-nilai dasar partisipasi.

TUGAS PELATIH SEBAGAI FASILITATOR

1. Menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar melalui kerjasama dalam

merencanakan pencapaian tujuan;

2. Menemukan kebutuhan belajar;

3. Merumuskan tujuan dan materi yang dapat memenuhi kebutuhan belajar;

4. Merancang pola belajar dalam sejumlah pengalaman belajar untuk peserta;

5. Melaksanakan kegiatan belajar dengan menggunakan metode, teknik dan sarana belajar yang tepat;

6. Menilai kegiatan belajar serta

mendiagnosis kembali kebutuhan belajar.

(10)

Kriteria dan Tugas Pelatih sebagai FASILITATOR

10

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

• Orang luar yang ingin melakukan perubahan pada pihak lain.

• Tidak boleh sok tahu

• Mampu menggali apa kebutuhan peserta pelatihan.

• Permudah cara yang memandu perubahan secara netral.

• Mendorong untuk menemukan perubahan sendiri

pada peserta

(11)

2. STRATEGI PELATIHAN

11

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Serangkaian rencana pelatihan meliputi rencana penggunaan metode, media, pendekatan, teknik, pengaturan ruangan dan pemanfaatan berbagai sumber daya, untuk mencapai suatu tujuan pelatihan, agar setiap

peserta mencapai semua kompetensi yang direncanakan pada setiap jenjangnya.

2

PENGERTIAN

(12)

Bagaimana komentar

Bunda Yanda

terhadap video

ini?

(13)

13

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

ASAS PELATIHAN

ASAS

PELATIHAN

KESETARAAN PARTISIPASI

KERJASAMA

(14)

………

14

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

1. Komunikasi Horizontal 2. Komunikasi

Verbal dan Non Verbal

1. Teknik

Brainstorming 2. Teknik

Bertanya 3. Teknik

Mendengar

Communication Skills

Social Skills Skills Ikhlas, Minat, Jujur, Empati,

Berfikir Positif, Percaya Diri

Personal Skills

Metode Media

KETERAMPILAN PELATIH SBG FASILITATOR

IT

(15)

Tehnik Bertanya dan Tehnik Mendengar Aktif

TEHNIK BERTANYA

▰Perhatikan bahasa tubuh saat bertanya

▰Bertanya untuk mengetahui sesuatu dengan sesungguhnya

▰Bertanya bukan untuk menguji pemahaman

▰Tidak menggunakan pertanyaan tertutup

▰Tanyakan sesuatu dengan sikap terbuka dan menghargai

TEKNIK MENDENGARKAN

▰Menyimak hal-hal yang tak terkatakan

▰Menyimak tanpa berfikir bagaimana cara merespon

▰Menyimak dengan menghargai peserta

▰Menyimak dengan positif

15 TEHNIK

BRAINSTORMING Tehnik Pengumpulan Gagasan

yakni tehnik mengajar dengan cara melontarkan suatu masalah ke peserta, kemudian

peserta menjawab, menyatakan pendapat, atau memberi komentar sehingga

memungkinkan masalah tersebut berkembang menjadi

masalah baru

(16)

16

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

The

Kelly Global Workforce Index yang mensurvei sekitar 134.000 orang di 29 negara, termasuk hampir 5.800 orang di Inggris, menemukan, faktor yang paling penting dalam membangun citra

diri (personal brand) seseorang, adalah :

1. Kemampuan Komunikasi Verbal 71%

2. Pengetahuan Teknis 67%

3. Komunikasi Tertulis 63%

4. Riwayat Hidup 61%

5. Cara Berbusana 55%

6. Penggunaan Media Sosial 37%

Citra Diri (Personal Brand)

Seorang Pelatih

(17)

17

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

EFEKTIF

KOMUNIKASI HORIZONTAL

PESAN

KOMUNIKATOR KOMUNIKAN

FEED BACK

Kesetaraan antara Komunikator

dengan Komunikan

(18)

18

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

FE E D BAC K

KOMUNIKASI VERTIKAL

PESAN

KOMUNIKATOR

KOMUNIKAN

KOMUNIKASI TIDAK EFEKTIF

Hambatan Komunikasi :

• Takut

• Segan

• Ada persepsi negatif

• Terancam

(19)

1. QUESTIONING (memberikan pertanyaan bagus/hebat)

Saat membahas setiap topik lakukan curah gagasan, dengan memberikan pertanyaan bagus/hebat, misalnya :

1. Apakah LKS masih banyak digunakan oleh guru-guru kita? Kira-kira apa keunggulan LKS itu ya?

2. Coba kita perhatikan juga, apa kelemahan LKS itu ?

3. Kemarin kita sudah belajar cara belajar anak usia dini yaitu dengan bermain yang berpusat pada anak, kira-kira menurut Bunda Yanda mana yang terbaik apakah kita tetap menggunakan LKS atau berubah menjadi bermain berpusat pada anak?

2. PROBING (menggali lebih dalam)

Ungkapan pendapat dan pengalaman peserta perlu digali lebih tajam. Penggalian dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka berikutnya, sampai ketemu kesimpulan sebagai kesepakatan bersama semua warga belajar.

1. Apakah betul LKS itu tidak bagus untuk diterapkan pada pembelajaran AUD?

Mengapa?

2. Apakah betul bermain berpusat pada anak akan dapat membangun kemampuan berpikir kreatif dan kritis? Mengapa?

Teknik Komunikasi Verbal

(20)

3. PARAPHRASING (mengulang lebih ringkas)

Apa yang menjadi kesepakatan atau kesimpulan, coba diulang secara lebih ringkas dengan mengajukan pertanyaan.

1. Baik, dari hasil diskusi kita, apa akibatnya kalau kita mengajar masih menggunakan LKS?

2. Dan apa dampaknya bila kita mengajar anak dengan metode bermain yang berpusat pada anak?

4. ENCOURAGING (memberikan semangat)

Encouragingbisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan penyemangat

1. Bisa nggak ya kita merubah cara mengajar anak hanya dengan bermain yang berpusat pada anak?

2. Kapan kita akan memulai perubahan itu? Kita pasti bisa!

5. REFLECTING (mengajak merenung)

Reflecting bisa kita lakukan dengan memberikan pertanyaan yang mengajak peserta merenung atau merefleksikan

Bayangkan, bila semua guru kita sudah berubah, memberikan pembelajaran hanya dengan bermain berpusat pada anak, 20-30 tahun ke depan kita akan menyaksikan SDM Indonesia yang dapat bersaing global. Maukah kita

menyaksikan itu?

Teknik Komunikasi Verbal

(21)

21

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Pengolahan Vokal dalam Memfasilitasi Pelatihan

1. Kejelasan (Clarity) 2. Nada bicara (Intonasi)

3. Volume (Keras-Rendahnya Suara) 4. Speed, Tempo (Kecepatan Bicara)

5. Pace (“langkah” atau “ketukan” konstan dalam berbicara)

6. Artikulasi (kejelasan huruf/kata).

7. Pernafasan, termasuk pengaturan “jeda” (pause) dari per kalimat.

8. Aksentuasi (stressing/penekanan kata/kalimat tertentu).

9. Phrasering (pemenggalan kalimat)

10. Inflection –perubahan nada suara.

(22)

Mari kita praktek

KOMUNIKASI VERBAL

CARI PASANGAN ANDA DAN PRAKTEKKAN KOMUNIKASI VERBAL SECARA BERGANTIAN

22

(23)

23

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM PELATIHAN

BAHASA NON VERBAL

CARA PENGELOLAAN/PENGATURAN

MENDE-

NGAR MENGA- WAJAH

MATI SUARA BAHASA

TUBUH

(24)

24

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Bahasa Tubuh

Pandangan mata : tatap mata peserta

Kesetaraan : duduk bersama peserta Gerak : variasi tapi

sopan dan santun.

Kelola Gerakan tangan dengan

wajar

Gunakan pakaian yang tepat Kelola respon wajah

Kelola Gerakan Langkah yang wajar

1 2 3

4 5 Senyuman

Anggukan kepala

6

7 7 7

(25)

25

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

LANGKAH FASILITASI

1. Opening Bukalah sesi dengan sesuatu yang luar biasa 2. Merasa

kan Ciptakan suasana kreatif yang bisa dirasakan semua peserta

3. Mengur

ai Berikan kesempatan kepada siswa mengutarakan

perasaan/pengalaman 4. Menilai Ajak peserta berdialog

menemukan kesamaan dan perbedaan

5. Merang kum Closing

Ajak peserta menyimpulkan beberapa hal penting sesuai dengan tujuan pertemuan

SUASANA YANG DIBANGUN

Sebuah proses interaksi saling membelajarkan

yang dinamis, santai

Membangun bersama suasana partisipatif

(asas kesetaraan, 2 ways communication

process )

Membangun

bersama visi, alur

dan tujuan

belajar sesuai dengan kebutuhan bersama.

Membangun bersama kedisiplinan proses, dengan cara membuat

bersama aturan dan tata tertib proses

belajar secara

parisipatif.

(26)

Mari kita simak :

Teknik Opening

Dalam presentasi

(27)

4. METODE PELATIHAN

27

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Ceramah Diskusi

Kelompok Diskusi Kelas

Curah

Pendapat Studi Kasus Demonstrasi

Games Simulasi Bermain

Peran

(28)

CERAMAH

28

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

https://www.bing.com/images

• Cek biodata peserta

• Persiapkan materi

• Pohon materi

• Alur penyamaian materi

• Pastikan peralatan pelatihan

• Mulai dengan hal yang menarik;

• Siapkan joke;

• Siapkan pertanyaan terbuka untuk refleksi;

• Bahasa dan kosa kata;

• Interaktif

• Volume dan intonasi suara;

• Kelola Bahasa tubuh;

• Empati

PERSIAPAN

SAAT MEMFASILITASI

(29)

DISKUSI KELAS

29

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

(30)

………

30

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

• Siapkan tema-tema diskusi, apakah semua kelompok membahas hal sama atau berbeda.

• Tentukan siapa ketua kelompok yang akan memimpin diskusi.

• Sediakan peralatan diskusi, misalkan spidol, kertas plano, metaplan, dan lainnya.

• Siapkan dan atur tempat diskusi setiap kelompok.

• Lakukan monitoring ke setiap kelompok.

• Yakinkan bahwa hasil diskusi terdokumentasikan dan siap dipresentasikan.

• Gunakan teknik membagi kelompok yang sesuai dengan kondisi yang ada.

• Tampilkan semua hasil diskusi setiap kelompok.

• Pelatih mengatur proses presentasi bergilir dengan cara memberikan kesempatan kepada yang lainnya untuk mengomentari kelompok lainnya.

• Berikan apresiasi terhadap semua kelompok yang tampil dengan memberikan semangat

“A-plus”

• Pelatih membantu

menyimpulkan hasil diskusi pleno.

• Berhitung sesuai dengan jumlah kelompok yang diharapan, misalkan empat kelompok, peserta berhitung dari satu sampai empat, dan peserta akan bergabung berdasarkan angka yang sama.

• Menggunakan suara“Kuk, Keruk, Wok” atau “Dang, Dut, Cek, Kecek” atau yang lainnya.

• Membagi peserta dengan sebuah gulungan kertas yang tela diisi, dan semua peserta yang membuka kertas harus

memperagakan sesuai isi tulisan.

• Dengan menggunakan Games.

TEKNIK DISKUSI KELOMPOK TEKNIK MEMBAGI KELOMPOK TEKNIK DISKUSI PLENO

DISKUSI KELOMPOK DAN PLENO

(31)

CURAH PENDAPAT

31

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

TEKNIK CURAH PENDAPAT

Langsung Metaplan Round

Robbin Teknik Lainnya

• Setiap pendapat baik;

• Pendapat harus dihargai;

• Fasilitator sebagai orang netral;

• Tidak menanggapi/

menyanggah;

• Penanya hebat

• Pendengar hebat

• Catat setiap pendapat

• Lalu lintas pembicaraan

(32)

BERMAIN PERAN

32

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang di dalamnya terdapat perilaku pura-pura (berakting) dari peserta sesuai dengan peran yang telah ditentukan, dimana peserta menirukan situasi dari tokoh- tokoh sedemikian rupa dengan tujuan

mendramatisasikan dan mengekspresikan tingkah laku,

ungkapan dan gerak.

Metode ini lebih menekankan pada masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’, dan

bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan

permainan peran.

Pengertian

(33)

SIMULASI

33

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

• Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan keterampilan peserta belajar (keterampilan

mental maupun fisik/teknis).

• Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya.

• Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar- benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).

• Metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan

dilakukannya.

(34)

DEMONSTRASI

34

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara

menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu.

untuk memahami langkah demi langkah;

Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada ranah

keterampilan.

untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil

dari sebuah proses.

Tujuan

(35)

PRAKTEK LAPANGAN

35

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Metode praktik lapangan adalah suatu metode yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan

kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya.

• Siapkan tempat praktek sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.

• Siapkan tugas apa saja yang harus

dilakukan serta output yang dihasilkan.

• Lakukan supervisi dalam memberikan

dukungan yang diperlukan.

(36)

GAMES

36

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

GAME sebagai metode

GAME sebagai media

GAME sebagai “ice breaking”

sebagai cara menyampaikan pesan materi kepada peserta dalam suasana gembira.

sebagai media dalam mempermudah penyampaian pesan materi dalam suasana

gembira.

sebagai pemecah kebekuan dari suasana yang kaku,

situasi kebekuan fikiran atau fisik

peserta.

menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta

serius tapi santai, dinamis, penuh semangat,

dan antusiasme.

(37)

No METODE PEMBELAJARAN

PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP

1.

Ceramah

V

2.

Diskusi Kelas

V V

3.

Diskusi Kelompok (Disko)

V V

4.

Curah Pendapat (Brainstorming)

V V

5.

Bermain Peran (Role Play)

V V V

6.

Drama/Sandiwara

V V V

7.

Simulasi

V V V

8.

Demonstrasi

V V V

KAITAN RANAH PEMBELAJARAN DENGAN

PENGGUNAAN METODE PELATIHAN

(38)

38

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022 No METODE PEMBELAJARAN

RANAH PEMBELAJARAN

PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP

9.

Praktek Lapangan

V V V

10.

Games

V V V

11.

Penugasan

V V V

12.

Studi Kasus

V V V

KAITAN RANAH PEMBELAJARAN DENGAN PENGGUNAAN METODE PELATIHAN

(39)

5. MEDIA DAN ALAT BANTU PELATIHAN

39

PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022

Media yang hanya melibatkan

indera pendengaran peserta dalam penggunaannya

Media yang hanya melibatkan

indera penglihatan peserta dalam penggunaannya

Jenis media yang melibatkan

indera penglihatan dan

pendengaran dalam suatu proses kegiatan

AUDIO VISUAL AUDIO

VISUAL

▰ALAT BANTU PELATIHAN : segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar

. Contoh :

• LCD Proyektor

• Sound System

• Tape/ radio

• Spidol

• Kertas Metaplan

• Kertas Plano

• Standing Board

• White Board

• ATK

(40)

SIMULASI Menjadi

FASILITATOR

Praktekan menjadi fasilitator dalam kelompok , perhatikan :

▰1. Opening

▰2. Attention (cara menarik perhatian peserta)

▰3. Inti materi (lakukan secara interaktif)

▰4. Intonasi

▰5. Body language

▰6. Closing

40

(41)
(42)

Terima Kasih...

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga dari permasalahan yang telah dijabarkan maka salah satu solusi yang dapat ditawarkan adalah pelatihan online yang meliputi pelatihan pemanfaatan google classroom

16 Richard L.. 17 Secara operasional, dapat dirumuskan bahwa pelatihan adalah suatu proses yang meliputi serangkaian tindak upaya yang dilaksanakan dengan upaya

Hal ini sesuai dengan konsep pelatihan menurut (Oemar.. Hamalik, 2007:10), bahwa pelatihan merupakan suatu proses yang meliputi serangkaian tindak atau upaya yang

Penelitian ini mendukung pendapat Hamalik (2000:10), yang dimaksud dengan pelatihan adalah suatu proses yang meliputi serangkaian tindakan (upaya) yang di laksanakan

Berdasarkan kuesioner yang diberikan diketahui bahwa peserta kegiatan pelatihan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian Berbasis Kurikulum 2013 bagi Guru-Guru PAUD

Pelatihan adalah suatu proses yang meliputi serangkaian tindak (upaya) yang dilaksanakan dengan sengaja dalam bentuk pemberian bantuan kepada tenaga kerja yang

(. Peserta dapat menyusun rencana aksi penerapan pendidikan karakter di satuan  pendidikan dan instansi, yang meliputi@. • Perencanaan <pelatihan, penyediaan daya dukung,

Untuk mempermudah pihak mitra dalam memahami pelatihan, maka usai pemaparan yang meliputi pengenalan fotografi dan foto produk, teknik pengambilan foto, pencahayaan, pengaturan set dan