PCP Diksar Stunting
Dit. Guru PAUD dan Dikmas,K emendikbudristek - 2022
STRATEGI PELATIHAN
(Strategi Pengajar Pendalaman Materi/PPM dalam Melatih)
Yuuuk…nyanyi bersama
Hai…Hello…siapa namamu?
Hai…Hello…siapa namamu?
Saya… ( Aniek)
Dia Aniek, selamat datang..selamat datang…
2
3
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Keterampilan Pelatih
Metode Pelatihan
Refleksi Pelatihan yang Menyenangkan
Media dan Alat Bantu Pelatihan Strategi Pelatihan
1
2
3
4
5
POKOK BAHASAN
MATERI STRATEGI PELATIHAN
Apa harapan Anda mengikuti materi ini?
▰Tuliskan 1 harapan Anda di kertas berwarna
kuning
▰Tuliskan 1
kekhawatiran Anda di kertas berwarna merah
4
Pernahkah merasa tidak merasa nyaman
saat mengikuti pelatihan ?
Apa yang menyebabkan
Anda merasa tidak nyaman ?
REFLEKSI PELATIHAN MENYENANGKAN
PELATIH? PESERTA ?
6
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Apa yang kita rasakan
bila proses pelatihan seperti ini ?
KEPERCA- YAAN DIRI
SIKAP KAKU
PENGU- CAPAN PENGUA-
SAAN MATERI CARA
PENYAM- PAIAN MENGGU-
RUI
PELATIH
BAHASA TUBUH
PESERTA
TIDAK BISA DISALAH
KAN INIKAH PENYEBABNYA ?
• Tugas Pelatih mengubah peserta, bukan peserta
merubah pelatih;
• Peltih harus dapat
membangun suasana belajar yang kondusif;
• Pelatih harus dapat
menemukan kebutuhan belajar peserta;
• Merancang pola
belajar dari
sejumlah
pengalaman
peserta.
8
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
FASILITATOR PENGAJAR
PENGAMAT NARASUMBER
Menjelaskan
Bertanya
PELATIH
APA ITU FASILITASI ?
Proses sadar dan sepenuh hati membantu
(mempermudah) peserta mencapai tujuannya dengan
taat pada nilai-nilai dasar partisipasi.
TUGAS PELATIH SEBAGAI FASILITATOR
1. Menciptakan suasana yang kondusif untuk belajar melalui kerjasama dalam
merencanakan pencapaian tujuan;
2. Menemukan kebutuhan belajar;
3. Merumuskan tujuan dan materi yang dapat memenuhi kebutuhan belajar;
4. Merancang pola belajar dalam sejumlah pengalaman belajar untuk peserta;
5. Melaksanakan kegiatan belajar dengan menggunakan metode, teknik dan sarana belajar yang tepat;
6. Menilai kegiatan belajar serta
mendiagnosis kembali kebutuhan belajar.
Kriteria dan Tugas Pelatih sebagai FASILITATOR
10
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
• Orang luar yang ingin melakukan perubahan pada pihak lain.
• Tidak boleh sok tahu
• Mampu menggali apa kebutuhan peserta pelatihan.
• Permudah cara yang memandu perubahan secara netral.
• Mendorong untuk menemukan perubahan sendiri
pada peserta
2. STRATEGI PELATIHAN
11
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Serangkaian rencana pelatihan meliputi rencana penggunaan metode, media, pendekatan, teknik, pengaturan ruangan dan pemanfaatan berbagai sumber daya, untuk mencapai suatu tujuan pelatihan, agar setiap
peserta mencapai semua kompetensi yang direncanakan pada setiap jenjangnya.
2
PENGERTIAN
Bagaimana komentar
Bunda Yanda
terhadap video
ini?
13
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
ASAS PELATIHAN
ASAS
PELATIHAN
KESETARAAN PARTISIPASI
KERJASAMA
………
14
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
1. Komunikasi Horizontal 2. Komunikasi
Verbal dan Non Verbal
1. Teknik
Brainstorming 2. Teknik
Bertanya 3. Teknik
Mendengar
Communication Skills
Social Skills Skills Ikhlas, Minat, Jujur, Empati,
Berfikir Positif, Percaya Diri
Personal Skills
Metode Media
KETERAMPILAN PELATIH SBG FASILITATOR
IT
Tehnik Bertanya dan Tehnik Mendengar Aktif
TEHNIK BERTANYA
▰Perhatikan bahasa tubuh saat bertanya
▰Bertanya untuk mengetahui sesuatu dengan sesungguhnya
▰Bertanya bukan untuk menguji pemahaman
▰Tidak menggunakan pertanyaan tertutup
▰Tanyakan sesuatu dengan sikap terbuka dan menghargai
TEKNIK MENDENGARKAN
▰Menyimak hal-hal yang tak terkatakan
▰Menyimak tanpa berfikir bagaimana cara merespon
▰Menyimak dengan menghargai peserta
▰Menyimak dengan positif
15 TEHNIK
BRAINSTORMING Tehnik Pengumpulan Gagasan
yakni tehnik mengajar dengan cara melontarkan suatu masalah ke peserta, kemudian
peserta menjawab, menyatakan pendapat, atau memberi komentar sehingga
memungkinkan masalah tersebut berkembang menjadi
masalah baru
16
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
The
Kelly Global Workforce Index yang mensurvei sekitar 134.000 orang di 29 negara, termasuk hampir 5.800 orang di Inggris, menemukan, faktor yang paling penting dalam membangun citra
diri (personal brand) seseorang, adalah :
1. Kemampuan Komunikasi Verbal 71%
2. Pengetahuan Teknis 67%
3. Komunikasi Tertulis 63%
4. Riwayat Hidup 61%
5. Cara Berbusana 55%
6. Penggunaan Media Sosial 37%
Citra Diri (Personal Brand)
Seorang Pelatih
17
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
EFEKTIF
KOMUNIKASI HORIZONTAL
PESAN
KOMUNIKATOR KOMUNIKAN
FEED BACK
Kesetaraan antara Komunikator
dengan Komunikan
18
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
FE E D BAC K
KOMUNIKASI VERTIKAL
PESAN
KOMUNIKATOR
KOMUNIKAN
KOMUNIKASI TIDAK EFEKTIF
Hambatan Komunikasi :
• Takut
• Segan
• Ada persepsi negatif
• Terancam
1. QUESTIONING (memberikan pertanyaan bagus/hebat)
Saat membahas setiap topik lakukan curah gagasan, dengan memberikan pertanyaan bagus/hebat, misalnya :
1. Apakah LKS masih banyak digunakan oleh guru-guru kita? Kira-kira apa keunggulan LKS itu ya?
2. Coba kita perhatikan juga, apa kelemahan LKS itu ?
3. Kemarin kita sudah belajar cara belajar anak usia dini yaitu dengan bermain yang berpusat pada anak, kira-kira menurut Bunda Yanda mana yang terbaik apakah kita tetap menggunakan LKS atau berubah menjadi bermain berpusat pada anak?
2. PROBING (menggali lebih dalam)
Ungkapan pendapat dan pengalaman peserta perlu digali lebih tajam. Penggalian dilakukan dengan mengajukan pertanyaan terbuka berikutnya, sampai ketemu kesimpulan sebagai kesepakatan bersama semua warga belajar.
1. Apakah betul LKS itu tidak bagus untuk diterapkan pada pembelajaran AUD?
Mengapa?
2. Apakah betul bermain berpusat pada anak akan dapat membangun kemampuan berpikir kreatif dan kritis? Mengapa?
Teknik Komunikasi Verbal
3. PARAPHRASING (mengulang lebih ringkas)
Apa yang menjadi kesepakatan atau kesimpulan, coba diulang secara lebih ringkas dengan mengajukan pertanyaan.
1. Baik, dari hasil diskusi kita, apa akibatnya kalau kita mengajar masih menggunakan LKS?
2. Dan apa dampaknya bila kita mengajar anak dengan metode bermain yang berpusat pada anak?
4. ENCOURAGING (memberikan semangat)
Encouragingbisa dilakukan dengan memberikan pertanyaan penyemangat
1. Bisa nggak ya kita merubah cara mengajar anak hanya dengan bermain yang berpusat pada anak?
2. Kapan kita akan memulai perubahan itu? Kita pasti bisa!
5. REFLECTING (mengajak merenung)
Reflecting bisa kita lakukan dengan memberikan pertanyaan yang mengajak peserta merenung atau merefleksikan
Bayangkan, bila semua guru kita sudah berubah, memberikan pembelajaran hanya dengan bermain berpusat pada anak, 20-30 tahun ke depan kita akan menyaksikan SDM Indonesia yang dapat bersaing global. Maukah kita
menyaksikan itu?
Teknik Komunikasi Verbal
21
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Pengolahan Vokal dalam Memfasilitasi Pelatihan
1. Kejelasan (Clarity) 2. Nada bicara (Intonasi)
3. Volume (Keras-Rendahnya Suara) 4. Speed, Tempo (Kecepatan Bicara)
5. Pace (“langkah” atau “ketukan” konstan dalam berbicara)
6. Artikulasi (kejelasan huruf/kata).
7. Pernafasan, termasuk pengaturan “jeda” (pause) dari per kalimat.
8. Aksentuasi (stressing/penekanan kata/kalimat tertentu).
9. Phrasering (pemenggalan kalimat)
10. Inflection –perubahan nada suara.
Mari kita praktek
KOMUNIKASI VERBAL
CARI PASANGAN ANDA DAN PRAKTEKKAN KOMUNIKASI VERBAL SECARA BERGANTIAN
22
23
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM PELATIHAN
BAHASA NON VERBAL
CARA PENGELOLAAN/PENGATURAN
MENDE-
NGAR MENGA- WAJAH
MATI SUARA BAHASA
TUBUH
24
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Bahasa Tubuh
Pandangan mata : tatap mata peserta
Kesetaraan : duduk bersama peserta Gerak : variasi tapi
sopan dan santun.
Kelola Gerakan tangan dengan
wajar
Gunakan pakaian yang tepat Kelola respon wajah
Kelola Gerakan Langkah yang wajar
1 2 3
4 5 Senyuman
Anggukan kepala
6
7 7 7
25
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
LANGKAH FASILITASI
1. Opening Bukalah sesi dengan sesuatu yang luar biasa 2. Merasa
kan Ciptakan suasana kreatif yang bisa dirasakan semua peserta
3. Mengur
ai Berikan kesempatan kepada siswa mengutarakan
perasaan/pengalaman 4. Menilai Ajak peserta berdialog
menemukan kesamaan dan perbedaan
5. Merang kum Closing
Ajak peserta menyimpulkan beberapa hal penting sesuai dengan tujuan pertemuan
SUASANA YANG DIBANGUN
Sebuah proses interaksi saling membelajarkan
yang dinamis, santai
Membangun bersama suasana partisipatif
(asas kesetaraan, 2 ways communication
process )
Membangun
bersama visi, alur
dan tujuan
belajar sesuai dengan kebutuhan bersama.
Membangun bersama kedisiplinan proses, dengan cara membuat
bersama aturan dan tata tertib proses
belajar secara
parisipatif.
Mari kita simak :
Teknik Opening
Dalam presentasi
4. METODE PELATIHAN
27
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Ceramah Diskusi
Kelompok Diskusi Kelas
Curah
Pendapat Studi Kasus Demonstrasi
Games Simulasi Bermain
Peran
CERAMAH
28
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
https://www.bing.com/images
• Cek biodata peserta
• Persiapkan materi
• Pohon materi
• Alur penyamaian materi
• Pastikan peralatan pelatihan
• Mulai dengan hal yang menarik;
• Siapkan joke;
• Siapkan pertanyaan terbuka untuk refleksi;
• Bahasa dan kosa kata;
• Interaktif
• Volume dan intonasi suara;
• Kelola Bahasa tubuh;
• Empati
PERSIAPAN
SAAT MEMFASILITASI
DISKUSI KELAS
29
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
………
30
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
• Siapkan tema-tema diskusi, apakah semua kelompok membahas hal sama atau berbeda.
• Tentukan siapa ketua kelompok yang akan memimpin diskusi.
• Sediakan peralatan diskusi, misalkan spidol, kertas plano, metaplan, dan lainnya.
• Siapkan dan atur tempat diskusi setiap kelompok.
• Lakukan monitoring ke setiap kelompok.
• Yakinkan bahwa hasil diskusi terdokumentasikan dan siap dipresentasikan.
• Gunakan teknik membagi kelompok yang sesuai dengan kondisi yang ada.
• Tampilkan semua hasil diskusi setiap kelompok.
• Pelatih mengatur proses presentasi bergilir dengan cara memberikan kesempatan kepada yang lainnya untuk mengomentari kelompok lainnya.
• Berikan apresiasi terhadap semua kelompok yang tampil dengan memberikan semangat
“A-plus”
• Pelatih membantu
menyimpulkan hasil diskusi pleno.
• Berhitung sesuai dengan jumlah kelompok yang diharapan, misalkan empat kelompok, peserta berhitung dari satu sampai empat, dan peserta akan bergabung berdasarkan angka yang sama.
• Menggunakan suara“Kuk, Keruk, Wok” atau “Dang, Dut, Cek, Kecek” atau yang lainnya.
• Membagi peserta dengan sebuah gulungan kertas yang tela diisi, dan semua peserta yang membuka kertas harus
memperagakan sesuai isi tulisan.
• Dengan menggunakan Games.
TEKNIK DISKUSI KELOMPOK TEKNIK MEMBAGI KELOMPOK TEKNIK DISKUSI PLENO
DISKUSI KELOMPOK DAN PLENO
CURAH PENDAPAT
31
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
TEKNIK CURAH PENDAPAT
Langsung Metaplan Round
Robbin Teknik Lainnya
• Setiap pendapat baik;
• Pendapat harus dihargai;
• Fasilitator sebagai orang netral;
• Tidak menanggapi/
menyanggah;
• Penanya hebat
• Pendengar hebat
• Catat setiap pendapat
• Lalu lintas pembicaraan
BERMAIN PERAN
32
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Bermain peran atau role playing adalah metode pembelajaran yang di dalamnya terdapat perilaku pura-pura (berakting) dari peserta sesuai dengan peran yang telah ditentukan, dimana peserta menirukan situasi dari tokoh- tokoh sedemikian rupa dengan tujuan
mendramatisasikan dan mengekspresikan tingkah laku,
ungkapan dan gerak.
Metode ini lebih menekankan pada masalah yang diangkat dalam ‘pertunjukan’, dan
bukan pada kemampuan pemain dalam melakukan
permainan peran.
Pengertian
SIMULASI
33
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
• Metode simulasi adalah bentuk metode praktek yang sifatnya untuk mengembangkan keterampilan peserta belajar (keterampilan
mental maupun fisik/teknis).
• Metode ini memindahkan suatu situasi yang nyata ke dalam kegiatan atau ruang belajar karena adanya kesulitan untuk melakukan praktek di dalam situasi yang sesungguhnya.
• Situasi yang dihadapi dalam simulasi ini harus dibuat seperti benar- benar merupakan keadaan yang sebenarnya (replikasi kenyataan).
• Metode ini memang mirip dengan bermain peran. Tetapi dalam simulasi, peserta lebih banyak berperan sebagai dirinya sendiri saat melakukan suatu kegiatan/tugas yang benar-benar akan
dilakukannya.
DEMONSTRASI
34
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara
menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu.
untuk memahami langkah demi langkah;
Tujuan dari demonstrasi yang dikombinasikan dengan praktek adalah membuat perubahan pada ranah
keterampilan.
untuk memperlihatkan atau memperagakan hasil
dari sebuah proses.
Tujuan
PRAKTEK LAPANGAN
35
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Metode praktik lapangan adalah suatu metode yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan
kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperolehnya.
• Siapkan tempat praktek sesuai dengan kompetensi yang akan dicapai.
• Siapkan tugas apa saja yang harus
dilakukan serta output yang dihasilkan.
• Lakukan supervisi dalam memberikan
dukungan yang diperlukan.
GAMES
36
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
GAME sebagai metode
GAME sebagai media
GAME sebagai “ice breaking”
sebagai cara menyampaikan pesan materi kepada peserta dalam suasana gembira.
sebagai media dalam mempermudah penyampaian pesan materi dalam suasana
gembira.
sebagai pemecah kebekuan dari suasana yang kaku,
situasi kebekuan fikiran atau fisik
peserta.
menciptakan suasana belajar yang menyenangkan serta
serius tapi santai, dinamis, penuh semangat,
dan antusiasme.
No METODE PEMBELAJARAN
PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP
1.
Ceramah
V2.
Diskusi Kelas
V V3.
Diskusi Kelompok (Disko)
V V4.
Curah Pendapat (Brainstorming)
V V
5.
Bermain Peran (Role Play)
V V V6.
Drama/Sandiwara
V V V7.
Simulasi
V V V8.
Demonstrasi
V V VKAITAN RANAH PEMBELAJARAN DENGAN
PENGGUNAAN METODE PELATIHAN
38
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022 No METODE PEMBELAJARAN
RANAH PEMBELAJARAN
PENGETAHUAN KETERAMPILAN SIKAP
9.
Praktek Lapangan
V V V10.
Games
V V V11.
Penugasan
V V V12.
Studi Kasus
V V VKAITAN RANAH PEMBELAJARAN DENGAN PENGGUNAAN METODE PELATIHAN
5. MEDIA DAN ALAT BANTU PELATIHAN
39
PCP Diksar Stunting– Dit. Guru PAUD dan Dikmas, Kemendikbudristek, 2022
Media yang hanya melibatkan
indera pendengaran peserta dalam penggunaannya
Media yang hanya melibatkan
indera penglihatan peserta dalam penggunaannya
Jenis media yang melibatkan
indera penglihatan dan
pendengaran dalam suatu proses kegiatan
AUDIO VISUAL AUDIO
VISUAL
▰ALAT BANTU PELATIHAN : segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemampuan atau keterampilan belajar sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar
. Contoh :• LCD Proyektor
• Sound System
• Tape/ radio
• Spidol
• Kertas Metaplan
• Kertas Plano
• Standing Board
• White Board
• ATK
SIMULASI Menjadi
FASILITATOR
Praktekan menjadi fasilitator dalam kelompok , perhatikan :
▰1. Opening
▰2. Attention (cara menarik perhatian peserta)
▰3. Inti materi (lakukan secara interaktif)
▰4. Intonasi
▰5. Body language
▰6. Closing
40