• Tidak ada hasil yang ditemukan

13.1_PSIKOLOGI EKSISTENSIALISME PSIKOLOGI TRAITS-Dosen.pptx

N/A
N/A
Devi Widyas Putri

Academic year: 2023

Membagikan "13.1_PSIKOLOGI EKSISTENSIALISME PSIKOLOGI TRAITS-Dosen.pptx"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

PSIKOLOGI EKSISTENSIALISME ROLLO MAY

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN – UMSIDA

(2)

LATAR BELAKANG

Rollo May lahir dari orangtua yang sering beradu argument sehingga pada akhirnya bercerai. Serta tidak memiliki iklim pengetahuan pada masa kanak- kanaknya karena kedua orangtuanya pun tidak

mengenyam pendidikan. Ia merupakan anak laki-laki pertama dari 6 bersaudara

Sejak kecil ia terbiasa dengan kesendirian dan ini

menjadi salah satu cara untuk melarikan diri dari adu argumen kedua orangtuanya.

Saat dewasa ia pun memutuskan untuk berkeliling dunia dan bekerja sebagai guru di Yunani. May suka sekali membenamkan diri dalam pekerjaannya tsb untuk melepaskan diri dari rasa kesepian.

Dan pada suatu titik ia merasa sangat kesepian sehingga ia butuh waktu 2 minggu agar bisa

mendapatkan energi untuk bekerja.

(3)

APA ITU “EKSISTENSIALISME”?

Yaitu ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha perilaku manusia untuk memahami manusia dengan mengatasi

jurang pemisah antara subjek dan objek.

Manusia lebih dari sekedar bagian kecil dari mesin

masyarakat, ia memiliki pemikiran untuk memilih jalan hidupnya.

Setiap manusia bertanggungjawab atas siapa dirinya dan

akan menjadi apa tanpa menyalahkan orang lain dalam

hidup kita

(4)

KONSEP DASAR

Perasaan terisolasi dan keterasingan-diri dari dunia. Diderita tidak

hanya oleh individu yang terganggu secara

patologis, tetapi juga oleh banyak individu di

masyarakat wilayah  modern. 

Manusia sebenarnya mengalami tiga mode mengada-dalam-dunia sekaligus, yaitu: Umwelt atau lingkungan di sekitar kita, Minwelt atau

hubungan kita dengan orang lain, dan Eigenwelt atau hubungan kita dengan diri sendiri.

Bein g-in- Worl The

d

Kesadaran pada gilirannya juga 

dapat  membawa  manusia pada

kesadaran akan sesuatu yang

menakutkan yaitu ketiadaanRasa takut pada kematian atau 

ketidak mengadaan sering kali

mendorong kita untuk hidup secara defensif dan menerima sedikit dari kehidupan 

Being Non-

(5)

KONSEP KEPRIBADIAN

Eigenwelt = hubungan dg diri

sendiri

Mitwelt=

berhubungan dg manusia sbg manusia bkn

benda Umwelt= dunia

alam&hukum alam

(6)

KECEMASAN

Kondisi subjektif ktk seseorang menyadari bahwa eksistensinya sdg dihancurkan dan ia dapat menjadi “bukan apa-apa”

a. Kecemasan Normal

Semua pertumbuhan selalu meliputi pelepasan nilai-nilai lama yg dapat menyebabkan kecemasan

b. Kecemasan Neurotik

Reaksi yg tidak proporsional atas suatu ancaman, meliputi represi dan bentuk lain dari konflik intrapsikis yang dikelola oleh bermacam bentuk pemblokiran aktivitas dan kesadaran

(7)

RASA BERSALAH

Muncul ketika manusia menyangkal potensinya,

gagal melihat scr akurat kebutuhan dari sesamanya, atau lupa akan ketergantungannya pada alam.

Rasa bersalah bisa untuk mengembangkan

kerendahan hati yang sehat, membenahi hubungan dengan orang lain, menggunakan secara kreatif

potensi-potensi kita.

(8)

INTENSIONALITAS

Struktur yang memberikan makna bagi pengalaman dan mengizinkan manusia untuk melakukan pilihan terhadap masa depan disebut intensionalitas. 

Tanpa intensionalitas manusia tidak bisa memilih

atau bertindak berdasarkan pilihan tersebut.

(9)

KEPEDULIAN, CINTA, DAN KEINGINAN

May mendefinisikan cinta sebagai kesenangan terhadap kehadiran orang lain dan penegasan terhadap nilai dan perkembangan mereka sama seperti dirinya sendiri.

Tanpa perhatian cinta pun tidak akan ada selain hanya perasaan sentimentil kosong atau nafsu seksual tak terkendali.

Ada 4 macam cinta menurut Rollo May:

a. Seks = fungsi biologis yg dapat dipuaskan melalui hubungan seksual/ cara melepaskan tekanan seksual lainnya

b. Eros = hasrat psikologis yang mencari utk menghasilkan

keturunan atau kreasi melalui sebuah penyatuan kekal dengan pribadi yang dicintai.

c. Philia = persahabatan intim nonseksual di antara dua pribadi.

d. Agape = cinta yang altruistik. Sejenis cinta spiritual yang mengandung resiko sso bertindak seolah ia adalah Tuhan.

(10)

KEBEBASAN DAN TAKDIR

1. Kebebasan Eksistensial

adalah kebebasan bertindak yaitu kebebasan untuk melakukan sesuatu berdasarkan pilihan-pilihan yang dibuatnya.

2. Kebebasan Esensial

kebebasan mengada. Takdir bukan berarti sesuatu yang sudah diatur atau ditetapkan. Takdir adalah

destinasi manusia, terminal, dan tujuan. Takdir tidak bisa dihapus, namum kita dapat memilih bagaimana cara kita merespons, bagaimana kita akan hidup dari talenta-talenta dalam diri sendiri yang tidak

menentang kita”.

(11)
(12)

PSIKOLOGI TRAITS

HANS J. EYSENCK

PSIKOLOGI KEPRIBADIAN – UMSIDA

(13)

Latar Belakang

■ H. J. Eysenck dilahirkan di Berlin, Jerman pada tahun 1916

■ Ia dilahirkan dari kedua orangtua yang berprofesi sebagai artis. Ibunya pemain film bisu di Jerman, ayahnya seorang komedian, penyanyi, dan aktor.

■ Akan tetapi sejak umur 4 tahun ia sudah

merasakan akibat dari perceraian orangtuanya.

Ia diasuh oleh neneknya dari pihak ibu.

■ Sejak kecil ia dibesarkan dalam pola asuh permisif

(14)

Teori Kepribadian

■ Teori kepribadian Eysenck memiliki komponen biologis dan psikometris yang kuat. Namun ia yakin kalau kecanggihan psikometris saja tidak cukup untuk mengukur struktur

kepribadian manusia dan bahwa dimensi kepribadian yang

melewati analisis faktor bersifat steril dan tak bermakna kecuali mereka memiliki eksistensi biologis.

■ Eysenck mengemukakan 3 super faktor yang selanjutnya disebut sebagai dimensi kepribadian, yaitu:

1. Ekstraversi (E) 2. Neurotisisme (N) 3. Psikotik (P)

(15)

Hirarki Faktor Pengorganisasian Perilaku

1. Hirarki tertinggi : Tipe, kumpulan dari trait, yang mewadahi kombinasi trait dalam suatu dimensi yang luas.

2. Hirarki kedua : Trait, kumpulan kecenderungan kegiatan, koleksi

respon yang saling berkaitan atau mempunyai persamaan tertentu. Ini adalah disposisi kepribadian yang penting dan permanen.

3. Hirarki ketiga : kebiasaan tingkah laku atau berfikir, kumpulan respon spesifik, tingkahlaku/fikiran yang muncul kembali nuntuk

merespon kejadian yang mirip.

4. Hirarki terendah : Respon spesifik, tingkah laku yang secara aktual dapat diamati, yang berfungsi sebagai respon terhadap suatu kejadian.

(16)
(17)
(18)
(19)

Kriteria Identifikasi Dimensi Kepribadian

1. Bukti psikometrik yg kuat harus ada dalam tiap faktor. Faktor E dan N adalah faktor dasar dalam hampir semua kajian

analisis faktor dr kepribadian manusia

2. Faktor juga harus memiliki sifat warisan dan cocok dengan model genetik yang ada.

3. Dimensi kepribadian masuk akal secara teoritis (Intraversi- ekstroversi, Freud kecemasan, Maslow  psikotik)

4. Faktor harus memiliki relevansi sosial, artinya harus bisa dibuktikan bahwa faktor-faktor yang diperoleh secara

matematis memiliki kaitan (meski tidak selalu kausal) dengan variabel-variabel yang relevan secara sosial 

(20)

Neurotisme

■ Punya faktor herediter yg kuat

■ Org yg punya skor tinggi pada neurotisme cenderung bereaksi berlebihan scr emosional

■ Neurotisme bersifat bipolar yaitu dengan stabilitas

■ Namun  neurotisme itu bukan neurosis dalam

pengertian yang umum. Orang bisa saja mendapat skor neurotisme yang tinggi tetapi tetap bebas dari simptom-simptom gangguan psikologis. Menurut Eysenck, skor neurotisme mengikuti model stres-

diatesis (diathesis-stress model); yakni skor N yang tinggi lebih rentan untuk terdorong mengembangkan gangguan neurotik dibandingkan skor N yang rendah, ketika menghadapi situasi yang menekan.

(21)

Ekstraversi

■ Ekstraversi terutama dicirikan oleh perasaan sosial dan keimplusifan namun oleh juga rasa

humor, kegairahan hidup, kepekaan terhadap hal- hal yang lucu, optimisme, dan sifat-sifat lain yang mengindikasikan penghargaan terhadap

hubungan dengan sesamanya. Sedangkan pribadi introvert dicirikan oleh sifat yang sebaliknya.

■ Perbedaan ekstraversi dan intraversi bukanlah

pada aspek behavioral, melainkan lebih pada

tataran biologis dan genetik.

(22)

Psikotisme

■ Awalnya, teori Eysenck tentang kepribadian didasarkan hanya kepada dua dimensi kepribadian-ekstraversi dan neurotisme.

Setelah beberapa tahun menganggap psikotisme (P) sebagai faktor kepribadian sendiri, Eysenck akhirnya menaikannya ke posisi yang sama dengan E dan N

■ Seperti ekstraversi dan neurotisme, P adalah faktor yang

bersifat bipolar, dimana psikotisme berada di satu kutubnya dan superego di kutub yang lain.

■ Skor P yang tinggi seringkali berbentuk egosentrisme, dingin, tidak bersahabat, implusif, kejam, agresif, penuh curiga,

psikopat, dan anti sosial. 

■ Pribadi yang rendah psikotismennya (mengarah kepada

superego) cenderung altruistik, berjiwa sosial, empatik, penuh perhatian, kooperatif, bersahabat, dan konvensional

(23)

Pengukuran Kepribadian

■ Eysenck mengembangkan 4 model inventori kepribadian:

1. MPI (Maudsley Personality Inventory)

Hanya mengkaji E&N dan menghasilkan bbrp korelasi dari kedua faktor tsb

2. EPI (Eysenck Personality Inventory)

Mengukur faktor E&N scr independen serta memiliki skala kebohongan

3. EPQ (Eysenck Personality Questionnaire)

Sdh memasukkan skala psikotik (P) serta memiliki versi dewasa dan anak

4. EPQ-Revised (Eysenck Personality Questionnaire-Revised) Merupakan revisi dari EPQ

Referensi

Dokumen terkait