• Tidak ada hasil yang ditemukan

16._BAB_V_.docx - Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "16._BAB_V_.docx - Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Ditemukan ada 97% responden dengan tingkat konsumsi energi defisit (defisit sedang 50% dan defisit berat 47%).

2. Ditemukan ada 97% responden dengan tingkat konsumsi protein defisit (defisit ringan 7%, defisit sedang 27% dan defisit berat 63%).

3. Ditemukan ada 43,33% reponden dengan status gizi (IMT) bermasalah (kurus 6,67%, gemuk 26,66% dan sangat gemuk 10%).

4. Ditemukan ada 66,67% responden dengan kategori aktivitas fisik kurang.

5. Ditemukan ada 33,33% responden dengan kebugaran jasmani bermasalah (kurang 23,33% dan kurang sekali 10%).

6. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat konsumsi energi dengan status gizi pada α 0,05.

7. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat konsumsi protein dengan status gizi pada α 0,05.

8. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat konsumsi energi dengan kebugaran jasmani pada α 0,05.

9. Tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat konsumsi protein dengan kebugaran jasmani pada α 0,05.

10. Terdapat hubungan bermakna antara status gizi dengan kebugaran jasmani pada α 0,05.

11. Terdapat hubungan bermakna antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani pada α 0,05.

60

(2)

B. Saran

Saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut :

1. Mengingat tingkat kebugaran jasmani ikut dipengaruhi oleh status gizi, maka bagi siswa di SDN Pndanwangi 3 Kota Malang, hendaknya menjaga status gizinya dengan cara mengatur pola makan secara tepat dan sesuai dengan aktifitas fisik yang dilakukan agar berat badannya dapat terjaga secara ideal. Selain mengatur pola konsumsi yang tepat, mereka hendaknya meningkatkan kembali aktivitas fisik dengan melakukan latihan- latihan fisik yang disenangi agar terjadi keseimbangan antara pola konsumsi dengan tingkat kebugaran jasmaninya.

2. Mengingat ada anak yang tidak suka melakukan aktivitas fisik, maka disarankan juga kepada pihak sekolah untuk menunjang program hidup aktif dan sehat dengan mengoptimalkan proses pembelajaran olahraga yang hanya 2 jam pelajaran selama seminggu, ditambahkan juga senam bersama pada pagi hari sebelum pembelajaran dimulai, dan pada saat jam istirahat dianjurkan anak-anak mengisi waktunya untuk bermain sehingga anak-anak dapat meningkatkan kebugaran jasmaninya.

61

Referensi

Dokumen terkait

64 5.2.2 Orang tua Keluarga agar mengajari anaknya untuk melakukan menggosok gigi dengan cara yang benar, sedikitnya menggosok gigi minimal tiga kali sehari sesudah makan,

Dari psikososial lansia dengan osteoarthritis harus tetap ikut berperan atau berpatisiasi dalam kegiatan lingkungan, apabila lansia memiliki kegiatan keagamaan yang diikuti diharapkan

Berdasarkan hasil identifikasi penelitian ini, pengetahuan siswa/siswi kelas 3 di SDN Tapir sebelum diberikan edukasi sebesar 57,7 % orang dengan kategori pengetahuan cukup dan

5.2.2 Bagi Institusi Rumah Sakit Diharapkan dengan adanya penelitian ini untuk selanjutnya institusi rumah sakit dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan untuk tetap menjaga

, namun diagnosa defisien volume cairan dipengaruhi oleh faktor yang berhubungan dengan ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh yaitu input makanan dan minuman tidak

Pada klien 1, dilakukan implementasi mengukur tanda-tanda vital, mengatur posisi semi fowler, mengobservasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, skala, dan intensitas

Subjek 2 : Dukungan sosial keluarga dalam activity of daily living untuk mencegah kekambuhan adalah baik meliputi beberapa aspek : - Selalu mengingatkan agar klien makan dan minum

55 5.2 SARAN 5.2.1 Bagi subjek Diharapkan subjek dapat meningkatan perilaku kebiasaan mencuci tangan dan perawatan kuku, khususnya mencuci tangan pada saat sebelum makan, setelah