Analisis Metode Lagrange dan Transformasi .……….………. (Embay) ANALISIS METODE LAGRANGE DAN TRANSFORMASI LAPLACE DALAM
MENGHITUNG MUATAN RANGKAIAN LISTRIK SEDERHANA
Embay Rohaeti
FMIPA Universitas Pakuan, Bogor
ABSTRAK
Dalam menghitung muatan rangkaian listrik sederhana biasanya diselesaikan dengan ilmu Fisika. Salah satu solusi alternatif lain adalah dengan menggunakan Persamaan Differensial berupa metode Lagrange dan Transformasi Laplace.
Keywords: Rangkaian Listrik Sederhana, Persamaan Differensial, Metode Lagrange, Transformasi Laplace.
PENDAHULUAN
Matematika sebagai bahasa simbol yang bersifat universal sangat erat hubungannya dengan kemajuan teknologi.
Kenyataan membuktikan bahwa untuk menyelesaikan masalah-masalah kehidu- pan nyata dibutuhkan metode-metode Matematika yang dimodelkan dalam model matematika seperti model persamaan differensial (Bronson, 2007).
Dalam menghitung muatan rangkaian listrik sederhana biasanya diselesaikan dengan ilmu fisika. Hasil akhir perhitungan muatan rangkaian listrik sederhana selalu sama walaupun diselesaikan secara Fisika, metode Lagrange dan Transformasi Laplace.
Metode Lagrange dan Transformasi Laplace mempunyai kelebihan dan kelemahan masing-masing sehingga perlu dianalisis dalam menyelesaikan suatu perhitungan rangkaian listrik sederhana.
BAHAN DAN METODE
Metode yang digunakan dalam menghitung muatan rangkaian listrik sederhana adalah metode Lagrange dan Transformasi Laplace.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Suatu rangkaian listrik memiliki
180
R ohm, C1/280 farad, L20 Henry, dan sebuah sumber tenaga sebesar
t t
E( )10sin volt. Bila diketahui pada saat t = 0, besar muatan listrik q
t adalah nol dan besar nilai turunan pertama muatan listrik q'
t adalah 1, tentukan besar muatan listrik
q pada saat t1. (Giancoli, 1998).
Pembahasan Metode Lagrange
Menurut Moentiarsanto, (1982), langkah penyelesaian dengan metode Lagrange:
a. Membentuk permasalahan ke dalam bentuk rangkaian listrik sederhana sebagai berikut :
b. Membentuk model matematika
Analisis Metode Lagrange dan Transformasi .……….………. (Embay) Berdasarkan hukum Kirchhoff II
mengenai beda tegangan pada suatu rangkaian tertutup yang memuat sumber tenaga, “jumlah beda tegangan pada resistor, induktor, dan kapasitor sama dengan beda tegangan yang dihasilkan sumber tenaga”, dapat ditulis :
EL EREC E
berdasarkan persamaan (1), (2), (3) didapat :
E Cq dt Ri
Ldi 1 karena
dt i dq
E Cq dt Rdq dt dq dt
L d
1
C E q dt Rdq dt
q
Ld22
q t dt dq dt
q
d 10sin
280 180 1
20 2
2
t dt q
dq dt
q
d 180 280 10sin
20 2
2
maka model matematika dari rangkaian listrik sederhana tersebut adalah:
t dt q
dq dt
q
d sin
2 14 1
2 9
2
c. Model matematika tersebut dapat ditulis ke dalam persamaan differensial sebagai berikut:
t y
D
D sin
2 ) 1 14 9
( 2
d. Merubah persamaan di atas ke dalam persamaan karakteristik, kemudian mencari akar-akar karakteristik setelah terlebih dahulu membentuk ke persamaan kuadrat sebagai berikut:
0 14
29m
m
m2
m7
0 m1 2, m2 7e. Langkah selanjutnya, setelah akar karakteristik diketahui kemudian mencari Penyelesaian Umum
Persamaan Differensial yaitu dengan mencari complemen solution dan particular solution sebagai berikut:
i. Complemen solution:
Setelah diketahui akar karakteristik dari persamaan differensial, yaitu
1 2
m , m2 7 maka mencari complemen solution dengan rumus:
t m t
m
c Ce C e
q 1 1 2 2
maka complemen solution adalah :
t t
c Ce C e
q 1 2 2 7 ii. Particular solution :
Selanjutnya mencari particular solution dengan memasukkan akar- akar karakteristiknya ke dalam metode Lagrange sebagai berikut:
dtdt e
t Q e
e
qp m1t
m2m1t
( ). m2t te dtdt
e
e 2t 7 ( 2)t sin 7t 2
1
e2t e 5t sinte7tdtdt 2
1
e
t t
dt ee
t t
t
2
5.21 7 2712 7sin cos
e t t dt
e e
t t
t 7sin cos
100
7 5 2
e2t 1001
e2t 7sint cost dt
e2t 13sinte2t 9coste2t 500
1
t
t cos
500 sin 9
500
13
maka
p
c q
q q
f. PUPD tersebut harus memenuhi syarat awal, yaitu:
- Pada t 0 → q
0 0
5000 C1C2 9
q ... (25)
- Pada saat t 0 →
0 1 dt dq
Analisis Metode Lagrange dan Transformasi .……….………. (Embay)
Ce C e t tdt t
dq t t
500sin cos 9 500 7 13
2 1 2 2 7
500 7 13
2
1 C1 C2 500 1 13 7 2 1 2
C C ….(26)
eliminasikan persamaan (25) dan (26), maka didapat:
500 110
1
C dan
500 101
2
C
dengan demikian diperoleh penyelesaian bersyarat batas tersebut di atas adalah:
t e e t tq t t cos
500 sin 9 500
13 500
101 500
110 2 7
atau
t
e e t t
q 110 t 101 t 13sin 9cos 500
1 2 7
g. Mencari besar muatan rangkaian listrik sederhana pada saat t = 1
t
e e t t
q 110 t 101 t 13sin 9cos 500
1 2 7
1 0,012q C
Transformasi Laplace
Menurut Wardiman (1978), langkah-langkah penyelesaian dengan Tansformasi Laplace:
a. Membentuk permasalahan ke dalam bentuk rangkaian listrik sederhana, sebagai berikut:
b. Membentuk model matematika
Berdasarkan hukum Kirchhoff II mengenai beda tegangan pada suatu rangkaian tertutp yang memuat sumber tenaga, “jumlah beda tegangan pada resistor, induktor, dan kapasitor sama dengan beda tegangan yang dihasilkan sumber tenaga”, dapat ditulis:
EL ER EC E
Berdasarkan persamaan (1), (2), (3) didapat:
E Cq dt Ri
Ldi 1 karena
dt
i dq, maka E Cq dt Rdq dt dq dt
L d
1
C E q dt Rdq dt
q
Ld22
q t dt dq dt
q
d 10sin
280 180 1
20 2
2
t dt q
dq dt
q
d 180 280 10sin
20 2
2
Maka model matematika dari rangkaian listrik sederhana tersebut adalah.
t dt q
dq dt
q
d sin
2 14 1
2 9
2
c. Mencari persamaan muatan listrik sembarang t waktu
t q
t q tq sin
2 14 1 9 '
''
sin }2 {1 } 14 9
{q'' t q' t q L t
L
q
t L
q
t L
q L
tL sin
2 14 1
9 '
''
Mencari Laplace dari q''
t
q''
t s2L
q
t s
q
0 q' 0L
0 12
s L q t
12
s L qt
Mencari Laplace dari 9q'
tAnalisis Metode Lagrange dan Transformasi .……….………. (Embay)
9 0
9Lq' t sL qt q
0
9
sLqt
q t sL9
Mencari Laplace dari 14q
t
q L
q
tL 14
14
maka
1 1 2 1 1 14
9 2
2
s L qt s
s
14 9
1 14
9 1 1
1 2 1
2 2
2
s s s
xs t s
q L
1
1 9 14
91 14
2 1
2 2
2
s s s
s s
i. Merubah bentuk di atas sebagai berikut:
1
9 14
1 9 141
2 2
2
2
s s
D Cs s
B As s
s s
ii. Menyamakan fungsi kedua ruas sebagai berikut:
91
14 9 14
114 9 1
1
2 2
2 2
2
2
s s s
s D Cs s
s B As s
s s
iii. Mencari nilai koefisien A, B, C, dan D sebagai berikut:
9 14 1
1 AsB s2 s CsD s2
AC
s
ABD
s
A BC
s BD
9 14 9 14
1 3 2
Untuk s3 0 → AC0 ... (27)
s2 0 → 9ABD0 ... (28)
s1 0 → 14A9BC0 ... (29)
s0 1 → 14BD1 ... (30)
dengan menggunakan eliminasi dan substitusi untuk persamaan (27) sampai (30), maka didapat : 250
9
A ,
250
13
B ,
250
9
C ,
250
68 D
maka persamaan muatan listrik sembarang t waktu adalah :
14 9
1 14
9 1
2 1
2 1 2
2 1
s L s
s s
D Cs s
B L As
t q
14 9
1 14
9 68 9 1
13 9 500
1
2 1 2
2 1
s L s
s s
s s
L s
t t e 7t e5t
e 7t
1 e5t
5 ) 1 10 1 ( sin
13 cos 500 9
1
Analisis Metode Lagrange dan Transformasi .……….………. (Embay) d. Mencari besar muatan rangkaian listrik sederhana pada saat t = 1 adalah
7 5 7 1 5
5 ) 1 10 1 ( 1 sin 13 1 cos 500 9
1 1 e e e e
q
q
1 0,012 C KESIMPULANBerdasarkan hasil analisis, bentuk persamaan metode Lagrange dari muatan rangkaian listrik sederhana untuk
sembarang t adalah
t
e e t t
q 110 t 101 t 13sin 9cos 500
1 2 7
maka
besar muatan rangkaian listrik sederhana pada saat t1 adalah 0120, C, sedangkan bentuk transformasi Laplace dari muatan rangkaian listrik sederhana untuk
sembarang t adalah:
14 9
1 14
9 68 9 1 13 9 500
1
2 1 2
2 1
s L s s s
s s
L s t
q maka
besar muatan rangkaian listrik sederhana pada saat t1 adalah 0120, C.
DAFTAR PUSTAKA
Bronson, R. 2007. Persamaan Diferensial Edisi Ketiga. Jakarta : Erlangga.
Giancoli, CD. 1998. Fisika Jilid 2. Jakarta : Erlangga.
Moentiarsanto, D. 1982. Persamaan Differensial. Yogyakarta : Ananda.
Wardiman. 1978. Transformasi Laplace.
Yogyakarta : Bagian Ilmu Pasti Dan Alam UGM