• Tidak ada hasil yang ditemukan

2.1 Definisi Perencanaan Sosial Dalam Pelayanan Kesehatan

N/A
N/A
wardah fadiyah18

Academic year: 2024

Membagikan "2.1 Definisi Perencanaan Sosial Dalam Pelayanan Kesehatan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

2.1 Definisi Perencanaan Sosial Dalam Pelayanan Kesehatan

Pemasaran sosial atau social marketing merupakan suatu strategi atau cara untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang berkembang di masyarakat, khususnya di bidang kesehatan.

Pemasaran sosial menggunakan teknik dasar, yaitu komunikasi agar berjalan dengan baik maka harus memperhatikan lima unsur penting antara lain:

1. Komunikator;

2. Pesan;

3. Media/saluran;

4. Komunikan; dan 5. Prinsip pemasaran.

Philip Kotler (1989) dalam Pudjiastuti (2016) mendefinisikan pemasaran sosial sebagai suatu upaya/strategi public relations untuk mengubah sikap dan perilaku masyarakat dalam mengatasi berbagai masalah sosial di masyarakat. Menurut para ahli, pemasaran sosial pada dasarnya merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat oleh sebab itu apabila seseorang atau organisasi ingin memasarkan produknya, maka ia harus mempelajari seni “menjual” diri dengan mempraktikkan prinsip- prinsip promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi.

Pemasaran sosial sebagai strategi yang bertujuan untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang berkembang di masyarakat, strategi ini memanfaatkan dua bidang ilmu:

a. Menggunakan teknik-yeknik komunikasi b. mempertimbangkan prinsip-prinsip pemasaran.

Dalam pemasaran sosial, sangat dibutuhkan perencanaan serta manajemen yang baik agar tidak terjadi kegagalan dalam pengaplikasiannya. Perencanaan pemasaran sosial adalah langka utama dalam membuat dan mempertahankan hubungan strategis antara tujuan pemasaran, kekuatan sumber daya, dan peluang yang terus berubah dikenal sebagai perencanaan pemasaran.

Salah satu keputusan penting dalam pemasaran sosial yang memandu perencanaan sebagian besar komunikasi kesehatan adalah apakah akan menyampaikan pesan kepada khalayak umum atau apakah akan “segmentasi” ke dalam khalayak sasaran.

(2)

Pemasaran sosial di bidang kesehatan adalah proses memberdayakan atau memandirikan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya, melalui peningkatan kesadaran, kemauan dan kemampuan serta pengembangan lingkungan sehat. Pemasaran sosial di bidang kesehatan adalah sejumlah kegiatan yang bertujuan dan dirancang untuk meningkatkan kesehatan personal dan masyarakat melalui promosi kesehatan, termasuk perubahan perilaku, pendidikan kesehatan, deteksi resiko kesehatan serta peningkatan dan pemeliharaan kesehatan.

Pemasaran sosial secara luas digunakan untuk mempengaruhi perilaku kesehatan. Hal ini efektif pada tingkat populasi, dan praktisi pelayanan kesehatan dapat berkontribusi terhadap efektivitasnya. Pesan pemasaran sosial mungkin bertujuan untuk mencegah ketidakpastian kesehatan dan mendorong perilaku sehat melalui persuasi, pendidikan, teori paparan dan promosi alternatif perilaku. Pemasaran sosial yang digunakan pelayanan kesehatan untuk mempromosikan gaya hidup sehat mengembangkan program promosi kesehatan yang memenuhi kebutuhan khalayak sasaran. Kegiatan kesehatan ini menjangkau kebutuhan berbagai individu untuk meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan dalam mencapai perubahan perilaku yang berkaitan dengan kesehatan, menjadikan pemasaran sosial sebagai alat yang efisien untuk mempromosikan gaya hidup sehat.

Referensi:

Liao, C. H. (2020). Evaluating the social marketing success criteria in health promotion: A f- dematel approach. International Journal of Environmental Research and Public Health, 17(17), 1–19. https://doi.org/10.3390/ijerph17176317

Mujiyanti, & Hamid, A. (2023). Analisis Pemasaran Sosial Pada Kader PosyanduMelalui Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan MulutDengan Metode Ceramah. Jurnal ‘Aisyiyah Medika, 8(2), 211–218.

Nurhidayah, S. (2020). TAHAPAN MANAJEMEN PEMASARAN SOSIAL DALAM PROGRAM PROMOSI KESEHATAN KUN HUMANITY SYSTEM PASCA BENCANA TSUNAMI BANTEN. SELL Journal, 5(1), 55.

Situngkir Decy. (2020). Situngkir Decy, Modul Dasar-Dasar Promosi Kesehatan. Modul Dasar- Dasar Promosi Kesehatan, Ksm 112, 0–15.

Tsabita Nurza Arifiya, P., Astri Hildayati, R., Maulana Nugroho, N., Muhammadiyah Kudus Jl Ganesha Raya NoI, U., Kota Kudus, K., Kudus, K., & Tengah, J. (2024). Analisis Strategi Pemasaran Klinik X Berdasarkan Metode Swot. Jurnal Teknologi Dan Manajemen Industri, 5(1), 29–35.

Referensi

Dokumen terkait

tercantum dalam MDG’s (millennium development goal’s) bahwa setiap negara menyetujui untuk meningkatkan berbagai bidang kehidupan salah satunya kesehatan. Masyarakat

Metode penelitian sosial – pedoman praktis penelitian bidang ilmu-ilmu sosial dan kesehatan.. Medan:

Program ini bertujuan meningkatkan jumlah, pemerataan, kualitas serta fungsi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, terutama penduduk miskin, melalui pusat kesehatan

Pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan publik bidang kesehatan berupa ketersediaan lingkungan, tatanan, fasilitas kesehatan baik fisik maupun sosial bagi masyarakat untuk

Penelitian ini termasuk dalam lingkup Ilmu Kesehatan Masyarakat pada bidang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku yang berfokus pada pendidikan kesehatan anak

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah berupaya untuk mencegah berita hoax kesehatan dengan kebijakan membangun jejaring Media Sosial yang bertujuan untuk meningkatkan

Keterampilan Komunikasi penting bagi semua profesional terutama di bidang kesehatan, menjadi bagian integral dalam promosi kesehatan yang merupakan perwujudan proses sosial

180565201013 Abstrak Kualitas pelayanan kesehatan RSUD Kabupaten Natuna Terhadap Pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial BPJS Tahun 2021, menghadapi sejumlah masalah, yakni