Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya, maka dokumen Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 dapat disusun sesuai dengan waktunya. Rencana Strategis ini disusun untuk menentukan arah, tujuan dan masa depan yang ingin dicapai sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta visi dan misi BPBD Kabupaten Purworejo yang fokus pada optimalisasi kinerja penanggulangan bencana menuju tata kelola pemerintahan yang baik. Renstra bertujuan untuk menerjemahkan visi dan misi Kepala Daerah yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 menjadi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai dalam kurun waktu lima tahun, disertai dengan program prioritas BPBD Kabupaten Purworejo.
Maksud dan tujuan jangka menengah pelayanan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 beserta Indikator dan Sasarannya. Rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan indikatif pendanaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan daerah untuk menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (MDPRD). Dokumen RPJMD merupakan penjabaran visi, misi, dan program kepala daerah yang berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPDP) dan memperhatikan RPJM Nasional. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Purworejo bersama para pemangku kepentingan sesuai peran dan kewenangan masing-masing menyusun RPJMD 2016-2021 yang merupakan dokumen perencanaan daerah lima tahun; yang memuat strategi pembangunan daerah, arah kebijakan dan program berdasarkan kondisi dan potensi daerah di Kabupaten Purworejo.
Merujuk pada Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo menyusun rencana strategis tahun 2016-2021. Fungsi renstra ini adalah untuk memperjelas secara gamblang visi dan misi kepala daerah serta rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) kemudian dijabarkan secara strategis, sistematis, dan terintegrasi dalam tujuan, strategi, kebijakan, dan prioritas satuan kerja daerah. program serta tolak ukur kinerjanya. . Penyusunan Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 dilakukan dengan empat pendekatan, yaitu politik, teknokratis, bottom up/top down dan partisipatif.
Dasar Hukum Penyusunan
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587); Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang tahapan, tata cara penyusunan, pengendalian, dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan daerah; Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Sistem Penanggulangan Bencana (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4828);
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah; Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
Maksud dan Tujuan
- Maksud
- Tujuan
Hubungan Antar Dokumen
Berdasarkan undang-undang tersebut, Rencana Strategis SKPD merupakan rencana lima tahun SKPD yang menjadi pedoman Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RMDP) Kabupaten Purworejo tahun 2016-2021. Sementara itu, secara hierarki, RPJMD Kabupaten Purworejo Tahun 2016-2021 juga memperhatikan permasalahan dan arah kebijakan pembangunan di tingkat provinsi dan nasional, yaitu melalui RPJMD Provinsi Jawa Tengah 2013-2018 dan RPJMN 2015-2019. Secara teknis keterkaitan Renstra SKPD dengan dokumen perencanaan lainnya dijelaskan dalam Peraturan Kementerian Dalam Negeri No. Rencana.
Berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010, penyusunan Renstra SKPD harus memperhatikan dokumen perencanaan lain seperti dokumen RTRW dan dokumen kajian lainnya. Keterkaitan Renstra dengan dokumen perencanaan lainnya secara teknis menurut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 dapat digambarkan pada gambar berikut :.
Sistematika Penulisan
Berisi visi dan misi SKPD, tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD, strategi dan kebijakan SKPD. Berisi rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan indikatif pendanaan SKPD selama lima tahun. Memuat indikator kinerja SKPD yang menunjukkan secara langsung kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun ke depan sebagai komitmen mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.
Bagian ini memberikan gambaran mengenai tugas, fungsi dan struktur organisasi SKPD, sumber daya SKPD, kinerja pelayanan SKPD serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan SKPD.
Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD
- Tugas Pokok dan Fungsi
- Struktur Organisasi SKPD
Menetapkan pedoman dan arahan upaya penanggulangan bencana yang mencakup pencegahan bencana, penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi secara adil dan merata; Melaporkan pelaksanaan penanggulangan bencana kepada Bupati sebulan sekali dalam kondisi normal dan sewaktu-waktu apabila diperlukan dalam keadaan darurat bencana; Perumusan dan penetapan kebijakan penanggulangan bencana dan penanggulangan pengungsi dengan selalu bertindak cepat, tepat, efektif dan efisien;
Sumberdaya SKPD
- Sumberdaya Manusia
- Sarana dan Prasarana
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo menempati lokasi di Komplek Gedung Pemkab Purworejo di Jl. Pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Purworejo terus dilakukan untuk menunjang kelancaran dan optimalnya pelayanan.
Kinerja Pelayanan SKPD
- Capaian Kinerja Pelayanan
- Capaian Kinerja Anggaran
Namun peningkatan atau penurunan kejadian bencana bukanlah suatu pencapaian yang dapat dituju karena semua kejadian bencana merupakan faktor alam dan faktor non alam yang tidak dapat diprediksi jumlah dan frekuensi kejadiannya selama setahun. Desa-desa terdampak dan lokasi bencana yang diuraikan di atas mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dalam hal jenis bencana yang terjadi sepanjang tahun. Salah satu bencana terbesar pada tahun 2015 adalah bencana banjir dan tanah longsor di Kecamatan Pituruh dan Kecamatan Kemiri (banjir di desa Sawangan dan sekitarnya).
Jenis bencana yang terjadi menunjukkan bahwa ancaman potensi bencana di Kabupaten Purworejo relatif tinggi, terutama banjir dan tanah longsor. Dilihat dari sebarannya, selama tahun 2015 bencana terbanyak terjadi di wilayah Kecamatan Kemiri dengan 222 titik bencana dan Kecamatan Pituruh dengan 199 titik bencana yang didominasi oleh bencana banjir. Sedangkan wilayah yang paling rendah kejadian bencananya adalah Kecamatan Kutoarjo, Kecamatan Grabag, dan Kecamatan Nkombol dengan masing-masing satu titik kejadian bencana.
Selain bencana yang pernah terjadi seperti pada tabel, Kabupaten Purworejo pada tahun 2015 juga pernah mengalami bencana kekeringan yaitu pada bulan Juli hingga November 2015. Dari data kejadian bencana yang telah diuraikan, jika dianalisis lebih lanjut kaitannya dengan waktunya. Dari kejadian bencana tahun 2013-2014 polanya relatif sama yaitu periode pertama terjadi pada bulan Mei-Juli dan periode kedua pada bulan Oktober-Februari tahun berikutnya. Pada tahun 2015, terpantau waktu terjadinya bencana di Kabupaten Purworejo mempunyai waktu potensi ancaman bencana yang sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Frekuensi kecelakaan terhadap waktu menunjukkan pola waktu terbesar yaitu pada bulan Februari hingga April 2015. Tabel di atas menunjukkan bahwa pada tahun 2015, BPBD Kabupaten Purworejo berhasil menangani 100% kecelakaan dengan korban jiwa 4 orang, luka ringan 1 orang, dan pengungsi. adalah 247. Terkait dengan potensi ancaman bencana yang mungkin terjadi di wilayah Purworejo, BPBD Kabupaten Purworejo banyak mendukung pemangku kepentingan dengan sumber daya manusia dan peralatan untuk kegiatan penanggulangan bencana.
Melihat banyaknya kecelakaan yang terjadi, relatif sulit menghitung secara akurat jumlah relawan dan unsur-unsur yang terlibat, karena banyak relawan yang terjun langsung ke lokasi kecelakaan.
Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan SKPD
- Tantangan
- Peluang
Peluang merupakan kondisi di luar BPBD yang dapat dijadikan pemicu percepatan mengatasi kelemahan dan tantangan yang ada.
ISU-ISU STRATEGIS
- Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan SKPD
- Belum terpenuhinya kebutuhan sarana prasarana penanggulangan bencana yang dimiliki
- Sumberdaya Manusia masih terbatas
- Koordinasi antar stakeholders belum optimal
- Telaan Visi dan Misi KDH dan Program KDH Terpilih
- Telaan Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra
- Telaah Rencana Tata Ruang Wilayah dan Rencana Lingkungan Hidup Strategis
- Kawasan Rawan Bencana Tanah Longsor
- Kawasan Rawan Bencana Banjir
- Kawasan Rawan Bencana Kekeringan
- Kawasan Rawan Bencana Tsunami
- Penentuan Isu Strategis
Berdasarkan jumlah personel BPBD yang tersedia, kondisi ini jelas akan sangat menyulitkan pelaksanaan penanggulangan bencana di wilayah tersebut, apalagi Kabupaten Purworejo merupakan wilayah dengan potensi risiko bencana yang tinggi. TERWUJUDNYA KABUPATEN PURWOREJO YANG LEBIH SEJAHTERA BERBASIS PERTANIAN, PARIWISATA, INDUSTRI DAN PERDAGANGAN YANG BERKESADARAN BUDAYA, LINGKUNGAN DAN KESADARAN. Kabupaten Purworejo diwujudkan sebagai pintu gerbang perekonomian terpenting bagi Provinsi Jawa Tengah bagian selatan yang berbasis pada pertanian, pariwisata, industri dan perdagangan.
Menjadikan Kabupaten Purworejo sebagai kabupaten yang memiliki aparatur pemerintahan yang mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, dan partisipatif yang diarahkan pada optimalisasi pelayanan publik. Terwujudnya desa di Kabupaten Purworejo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan masyarakat di berbagai bidang. Dari pernyataan Visi dan Misi tersebut, tugas pokok dan fungsi BPBD Kabupaten Purworejo termasuk dalam Misi ke-6, yaitu menjadikan Kabupaten Purworejo sebagai kabupaten yang memiliki aparatur pemerintahan yang mampu menyelenggarakan pemerintahan yang baik, bersih, partisipatif, dan berorientasi pada optimalisasi. pelayanan publik..
Berdasarkan Misi 6, salah satu prioritas pembangunan di wilayah Purworejo salah diarahkan pada upaya optimalisasi penanggulangan bencana. Rencana Strategis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah juga dikaji ulang dalam penyusunan Renstra Badan Penanggulangan Bencana Daerah Purworejo periode 2016-2021. Rencana Strategis Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah periode 2016-2021 juga memperhatikan Dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah Purworejo dan Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis.
Berdasarkan RTRW Kabupaten Purworejo 2011-2031, di wilayah Kabupaten Purworejo terdapat 4 (empat) wilayah rawan bencana alam yang paling sering terjadi sepanjang tahun, yaitu wilayah rawan bencana tanah longsor, wilayah rawan bencana banjir, wilayah rawan bencana banjir, dan wilayah rawan bencana banjir. pasang surut. gelombang dan daerah rawan bencana, kekeringan. Lokasi daerah rawan banjir di Kabupaten Purworejo terletak di bagian selatan yaitu di Kecamatan Grabag, Kecamatan Butuh, Kecamatan Bagelen, Kecamatan Ngambol, Kecamatan Purwodadi, Kecamatan Bayan dan Kecamatan Pituruh. Daerah rawan kekeringan di Kabupaten Purworejo ada dua jenis yaitu kekeringan di daerah irigasi dan daerah pemukiman.
Lokasi daerah rawan bencana tsunami di Kabupaten Purworejo terletak di bagian selatan yaitu Kecamatan Grabag, Kecamatan Ngambol dan Kecamatan Purwodadi.
TUJUAN, SASARAN, STRATEGI, DAN KEBIJAKAN
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
Tujuan yang ingin dicapai adalah: Optimalisasi pelayanan administrasi, dukungan infrastruktur, kapasitas staf dan kinerja organisasi.
Strategi dan Kebijakan SKPD
Mengoptimalkan ketersediaan sumber daya manusia, aparatur serta sarana dan prasarana yang ada sesuai tugas pokok dan fungsinya.
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,
INDIKATOR KINERJA SKPD
Banyaknya rumah/lingkungan yang terkena bencana pada tahun N-1 dan tahun N dibagi jumlah rumah/lingkungan yang diperbaiki pada tahun N dikalikan 100%. Jumlah desa prioritas rawan bencana yang tersedia infrastruktur kesiapsiagaan dibagi jumlah desa prioritas rawan bencana dikalikan 100%. Jumlah kasus kebakaran WMK yang ditangani dalam waktu tanggap dibagi dengan jumlah kasus kebakaran cakupan WMK dikalikan 100%.
Banyaknya WMK yang mempunyai mobil pemadam kebakaran dan/atau mesin yang layak pakai dibagi dengan jumlah WMK atau bangunan dan/atau kawasan yang berpotensi kebakaran dikalikan 100%.