SALEP SALEP
KELOMPOK 2
Dosen Pengampu:
Karlah Lifie Riani Mansauda S.Farm, Apt, M.Farm
Teknologi & Formulasi
Sediaan Semipadat & Cair
MEET OUR TEAM
Andini Khoiriyah 231011050016 Andini Khoiriyah
231011050016 Priscilla Avellie Lili
221011050076 Priscilla Avellie Lili
221011050076
Naya M. J. Mokodompit 231011050034
Naya M. J. Mokodompit 231011050034
Velky Marsel Tagah 231011050008 Velky Marsel Tagah
231011050008
Keysih Ch. Suoth 231011050066 Keysih Ch. Suoth
231011050066 Rajab Bukhari
231011050038 Rajab Bukhari 231011050038 Brenda Naomi Rompas
231011050002
Brenda Naomi Rompas 231011050002
DEFINISI SALEP DEFINISI SALEP
Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah
dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Bahan
obatnya harus larut atau terdispersi homogen
dalam dasar salep yang cocok (Farmakope Indonesia
III); salep adalah sediaan setengah padat ditujukan
untuk pemakaian topikal pada kulit atau selaput
lendir (Farmakope Indonesia IV).
BASIS SALEP BASIS
SALEP
Basis salep adalah bahan atau bagian dari salep yang berfungsi sebagai carrier atau pembawa untuk obat.
Menurut Farmakope Indonesia edisi IV, basis salep yang digunakan sebagai pembawa dibagi dalam empat kelompok, yaitu basis salep hidrokarbon, basis salep serap, basis salep yang dapat dicuci dengan air dan basis salep larut dalam air.
BASIS SALEP
BASIS SALEP
BASIS SALEP BASIS SALEP
Dasar salep ini dikenal sebagai dasar salep berlemak. Salep ini dimaksudkan untuk memperpanjang kontak bahan obat dengan kulit dan bertindak sebagai pembalut penutup.
Dasar salep hidrokarabon digunakan terutama sebagai emolien dan sukar dicuci, tidak mengering dan tidak tampak berubah dalam waktu lama.
Dasar salep Hidrokarbon 1.
Dasar salep hidrokarbon meliputi :
Vaselin putih (white petrolatum/white soft parafin),
Vaselin kuning (yellow petrolatum/yellow soft parafin ),
Campuran vaselin dengan cera, parafin cair, parafin padat, minyak nabati.
BASIS SALEP BASIS SALEP
Dasar salep ini dibagi dalam 2 kelompok.
Kelompok pertama terdiri atas dasar salep yang dapat bercampur dengan air membentuk emulsi air dalam minyak (parafin hidrofilik dan lanolin anhidrat),
Kelompok kedua terdiri atas emulsi air dalam minyak yang dapat bercampur dengan sejumlah larutan air tambahan (lanolin).
2. Dasar salep serap
Dasar salep serap meliputi : Adeps lanae
Unguenta simpleks
Hidrofilic fetrolerlum
Dasar salep ini juga berfungsi sebagai emolien.
BASIS SALEP BASIS SALEP
Dasar salep ini adalah emulsi minyak dalam air, antara lain salep hidrofilik (krim). Dasar salep ini dinyatakan sebagai dapat dicuci dengan air , karena mudah dicuci dari kulit atau di lap basah sehingga lebih dapat diterima untuk dasar kosmetika. Keuntungan lain dari dasar salep ini adalah dapat diencerkan dengan air dan mudah menyerap cairan yang terjadi karena dermatologik.
3. Dasar salep yang dapat dicuci dengan air
Dasar salep yang dapat dicuci dengan air meliputi :
Emulsi minyak dalam air ; Vanishing cream;
Emulsifying wax; emulsifying ointment B.P.
Hydrophilic Ointmen
BASIS SALEP BASIS SALEP
Disebut juga dasar salep tak berlemak dan terdiri dari konstituen larut air. Dasar salep jenis ini memberikan banyak keuntungan seperti dasar salep yang dapat dicuci dengan air dan tidak mengandung bahan tak larut dalam air, seperti parafin, lanolin anhidrat.
4. Dasar salep larut dalam air
Dasar salep yang dapat larut dalam air meliputi:
PGA atau campuran (polietilen glikol) PEG.
Polyethaleneggropl Ointment USP Ciagacant
SYARAT-SYARAT BASIS YANG
IDEAL
SYARAT-SYARAT BASIS YANG
IDEAL
h. Dapat dicuci dengan air
i. Dapat bercampur dengan semua bahan obat
j. Bebas dari bau yang tidak enak
k. Tidak meninggalkan noda
l. Efisien pada kulit kering, berminyak dan lembut
a. Stabil
b. Netral dalam reaksi c. Tidak berlemak
d. Lemak tidak dihilangkan dalam reaksi
e. Tidak mengiritasi f. Tidak kehilangan air g. Tidak higroskopis
m. Dapat membantu sebagai medium untuk zat kimia yang larut air atau lemak
n. Dapat sebagai sediaan stok untuk penggunaan selanjutnya
o. Tersusun atas bahan kimia yang diketahui komposisinya
p. Dapat menyimpan sekurang- kurangnya 50% air
q. Mudah dicampur oleh farmasis
r. Melebur/melembut pada suhu tubuh
FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMILIHAN DASAR SALEP : FAKTOR YANG PERLU DIPERHATIKAN
DALAM PEMILIHAN DASAR SALEP :
Laju pelepasan bahan obat dari dasar salep
Peningkatan absorpsi bahan obat secara perkutan dengan adanya dasar salep
Kemampuan melindungi lembap dari kulit.
Stabilitas obat dalam dasar salep.
Interaksi yang terjadi antara bahan obat dengan dasar salep (pengentalan) .
EKSIPIEN SALEP
EKSIPIEN
SALEP
EKSIPIEN PADA SALEP
EKSIPIEN PADA SALEP
Eksipien salep adalah bahan tambahan yang digunakan dalam formulasi salep untuk memberikan konsistensi yang sesuai, meningkatkan stabilitas, mempermudah aplikasi, serta mendukung pelepasan dan penyerapan zat aktif.
EKSIPIEN SALEP EKSIPIEN SALEP
Digunakan untuk mencegah kontaminasi, perusakan dan pembusukan oleh bakteri atau fungi.
Contoh:
Aasam Benzoat Asam Sorbat Nipagin
Nipasol Pengawet 1.
Humektan digunakan untuk meningkatkan kandungan air pada permukaan kulit terluar dengan tujuan melembabkan kulit.
Contoh:
Gliserin
Propilen glikol Polietilen glikol
2. Humektan
EKSIPIEN SALEP EKSIPIEN SALEP
Digunakan untuk meningkatkan viskositas dan memberikan struktur yang lebih kental.
Contoh:
Polimer Hidrofilik
Polimer Semisintetik Polimer Sintetik
3. Pengental (Thickening Agent)
Antioksidan ditambahkan pada sediaan semipadat jika akan terjadi kerusakan akibat oksidasi. Pemilihan antioksidan tergantung pada beberapa faktor seperti toksisitas, bau, perubahan warna, kelarutan, dan kestabilan.
Contoh:
Butylated Hydroxyanisole (BHA) Butylated Hydraxyatoulene (BHT) Alkil Galat
4. Antioksidan
METODE
PEMBUATAN SALEP
METODE
PEMBUATAN
SALEP
METODE
PEMBUATAN SALEP
METODE
PEMBUATAN SALEP
Metode umum pembuatan salep yaitu
pencampuran mekanik dari bahan-bahan,
peleburan, dan reaksi kimia. Metode
pertama digunakan jika basis terdiri dari
lemak lembut dan minyak. Metode kedua
digunakan jika lilin dan bahan-bahan yang
mempunyai titik lebur lebih tinggi
dicampurkan, dan metode ketiga digunakan
jika ingin dibuat salep yang khusus dengan
metode tertentu.
METODE PEMBUATAN SALEP METODE PEMBUATAN SALEP
Metode Pencampuran Mekanik 1.
Zat yang tidak larut dicampur dengan sedikit basis yang akan dipakai atau denagn salah satu zat pembantu, kemudian dilanjutkan dengan penambahan sisa basis (triturasi bahan-bahan) atau dengan menggosokkan bahan pada papan salep dengan spatula.
2. Metode Peleburan
Zat pembawa dan zat berkhasiat dilelehkan bersama dan diaduk sampai membentuk fasa yang homogeny.
Peleburan dilakukan dengan meleburkan bahan yang mempunyai titik lebur paling tinggi lalu bahan dengan titik lebur tertinggi berikutnya.
3. Metode Reaksi Kimia
Metode ini meliputi peleburan dan pencampuran mekanik, produk salep dibentuk setelah melalui reaksi kimia antara bahan-bahan.
Beberapa metode pembuatan salep, yaitu;
a. Metode Pelelehan: zat pembawa dan zat berkhasiat dilelehkan bersama dan diaduk sampai membentuk fasa yang homogeny.
b. Metode Triturasi : zat yang tidak larut dicampur dengan sedikit basis yang akan dipakai atau dengan salah satu zat pembantu, kemudian dilanjutkan dengan penambahan sisa basis.
METODE UMUM PEMBUATAN SALEP
METODE UMUM PEMBUATAN
SALEP
Zat-zat yang dapat larut dalam campuran lemak dilarutkan ke dalamya, jika perlu dengan pemanasan rendah (camphora, menthol, phenol, thymol guaiyakol).
Bahan-bahan yang larut dalam air dilarutkan lebih dulu dalam air asalkan jumlah air yang digunakan dapat di serap seluruhnya oleh basis salep dan jumlah air yang dipakai, dikurangkan dari basis salepnya.
Rules 1 Rules 2
METODE PEMBUATAN SALEP METODE PEMBUATAN SALEP
RULES MENURUT F.VAN DUIN
RULES MENURUT F.VAN DUIN
Bahan-bahan yang sukar atau hanya sebagian dapat larut dalam lemak dan air harus diserbukkan lebih dahulu, kemudian diayak dengan pengayak N0 60.
Rules 3
METODE PEMBUATAN SALEP METODE PEMBUATAN SALEP
Rules 4
Campuran salep yang dibuat dengan cara dicairkan harus digerus sampai dingin, bahan- bahan yang ikut dilebur, penimbangannya harus dilebihkan 10-20% untuk mencegah kekurangan bobotnya.
RULES MENURUT F.VAN DUIN
RULES MENURUT F.VAN DUIN
Cara pembuatan salep ditinjau dari khasiat utamanya dapat dibagi menjadi beberapa bagian:
Gambar: skema cara pembuatan sediaan salep dengan zat tertentu
FORMULASI SALEP
FORMULASI
SALEP
FORMULASI SALEP FORMULASI SALEP
R/ Ungt Icthyol 5 Mf Ungt
Sue Obat Bisul Pro: Ali (dws)
Fo : Ungt Ichtiyol (Fms Hal. 105)
R/ Ichtiyol 10
Vas Flav Ad 100 obat tidak tercampur (ott) : - Usul: sediaan di tambah 10%
agar pada penimbangan terakhir bobot yang diiminta sesuai.
Nama Resmi: Ichtammolum Sinonim: Ichtyol
Rumus Molekul: C28H36S5O6 (NH4)2 BM: 588 g/mol
Dosis: Topikal, untuk kulit 10% atau 20% sebagai salep atau kanal eksternal telinga (RPS 18th,765) Ichtyol (generik): Salep 10% (IONI, 408)
Pemerian: Cairan kental, hampir hitam, bau kha
Kelarutan: Dapat bercampur dengan air, gliserol P, minyak lemak, dan dengan lemak, larut dalam etanol 95% P dan eter
MONOGRAFI BAHAN ICTHYOL
FORMULASI SALEP FORMULASI SALEP
MONOGRAFI BAHAN VASELIN FLAVUM (FI. Edisi III, hal 633)
Nama Resmi: VASELIN RASA M Sinonim: Vaselin kuning
Pemerian: Massa lunak, lengket, kuning muda sampai kuning, bening, sifat ini tetap setelah zat dileburkan dan dibiarkan hingga dingin tanpa diaduk.
Berfenoresensi lemah juga jika dicairkan, tidak berbau, hampir tidak berasa.
Kelarutan: Memenuhi syarat yang tertera pada Vaselin album Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik
FORMULASI SALEP FORMULASI SALEP
Penimbangan bahan (pb):
10
Ichtiyol:
100 x 5 = 0,5 + (10% x 0,5) = 0,55 g Vaselin flava: 100
100 x 5 = 5 + (10% x 5)
= 5,5 g - 0,55 g = 4,95 g
FORMULASI SALEP FORMULASI SALEP
Cara Pengerjaan resep:
1. Timbang semua bahan yang ada di r/
2. Lebur vaselin flava diatas water bath didalam cawan penguap pada suhu 70-75° c ad melebur
3. Timbang ichtiyol diatas kertas perkamen/kaca arloji yang telah dilapisi oleh paraffin liquid
4. Angkat leburan, masukan didalam lumping, gerus ad dingin.
5. Masukan ichtyol gerus ad homogeny
6. Keluarkan dari lumpang, timbang sebanyak 5 gr, masukan dalam pot obat 7. Beri etiket biru tandai "obat bisul untuk pemakaian luar"
8. Obat siap diserahkan.
FORMULASI SALEP FORMULASI SALEP
Penyerahan (wadah, etiket, dan label) Wadah : pot obat
Etiket :
Label : -
EVALUASI SALEP
EVALUASI
SALEP
EVALUASI SALEP EVALUASI SALEP
Uji Organoleptis 1.
Uji organoleptis meliputi pengamatan bentuk, warna, dan bau pada salep yang
dibuat.
2. Uji Homogenitas
Uji homogenitas salep dilakukan untuk
mengetahui apakah pencampuran masing-masing komponen dalam pembuatan salep tercampur
merata.
3. Uji Daya Sebar
Uji daya sebar dilakukan untuk
mengetahui kelunakan dari sediaan salep untuk di aplikasikan pada kulit.
EVALUASI SALEP EVALUASI SALEP
4. Uji Pengukuran pH
Uji pengukuran pH dilakukan untuk
mengetahui pH salep apakah sesuai dengan pH kulit yaitu antara 5 sampai 7.
5. Uji Daya Lekat
Uji daya lekat digunakan untuk
megevaluasi salep dengan kelengketan dapat diketahui sejauh mana salep dapat menempel
pada kulit.
KESIMPULAN KESIMPULAN
Salep adalah sediaan setengah padat yang mudah dioleskan dan digunakan sebagai obat luar. Salep biasanya terdiri dari bahan aktif yang dicampur dengan basis salep, yang dapat berupa lemak, minyak, atau bahan lain yang mendukung penyerapan obat ke dalam kulit dan bahan tambahan (eksipien). Metode pembuatan salep terdiri dari 3 metode yaitu Metode pencampuran mekanik, Metode peleburan, dan Metode Reaksi Kimia. Evaluasi pada salep diperlukan mencakup serangkaian pengujian untuk memastikan kualitas, keamanan, dan efektivitas produk.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
Anief, Moch. 1997. Ilmu Meracik Obat Teori Dan Praktek. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.
Ansel, H. C. 2005. Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: UI Press.
Ditjen POM. 1995. Farmakope Indonesia, Edisi IV, Depkes RI, Jakarta.
Elmitra. 2017. Dasar-dasar Farmasetika dan sediaan semi solid. Yogyakarta:
DEEPUBLISH.
Murtini, G. 2016. Farmasetika Dasar. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.
Tungadi, R. 2020. Teknologi Nano Sediaan Liquida dan Semisolida. Jakarta: CV.
Sagung Seto.
THANK YOU GUYS
THANK YOU
GUYS