• Tidak ada hasil yang ditemukan

2017 Maret-April ISPU dan ISM Report - Kab Karawang

N/A
N/A
Desira Mardatillah

Academic year: 2024

Membagikan "2017 Maret-April ISPU dan ISM Report - Kab Karawang"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN

KUALITAS UDARA AMBIEN KABUPATEN KARAWANG

DINAS LINGKUNGAN HIDUP DAN KEBERSIHAN (DLHK) KABUPATEN KARAWANG

MARET - APRIL 2017

I. LATAR BELAKANG

Pemantauan kualitas udara ambien merupakan salah satu upaya untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan program pengendalian pencemaran udara yang telah dilakukan. Hasil pemantauan kualitas udara ambien dapat dijadikan indikator untuk menentukan prioritas program pengendalian pencemaran udara yang perlu dilakukan.

Dalam ketentuan Pasal 6 ayat (1) PP. No. 41 Tahun 1999) dinyatakan bahwa status mutu udara ambien ditetapkan berdasarkan inventarisasi dan/atau penelitian terhadap mutu udara ambien, potensi sumber pencemar udara, kondisi meteorologis dan geografis, serta tata guna tanah, sedangkan ayat (3) dinyatakan bahwa gubernur menetapkan status mutu udara ambien daerah. Hal ini diperkuat dalam Lampiran H Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (selanjutnya disebut PP. No. 38 Tahun 2007) dinyatakan bahwa kepala daerah berwenang menetapkan status mutu udara ambien daerah.

Status mutu udara daerah dikategorikan dalam udara tercemar dan udara tidak tercemar. Berdasarkan ketentuan Pasal 7 PP. No. 41 Tahun 1999 dinyatakan bahwa apabila status mutu udara tercemar, kepala daerah wajib melakukan penanggulangan dan pemulihan mutu udara ambien.

Apabila status mutu udara tidak tercemar, kepala daerah wajib mempertahankan dan meningkatkan kualitas udara ambien.

Manfaat penetapan status mutu udara daerah adalah sebagai acuan dalam menetapkan strategi dan rencana aksi dalam mengelola kualitas udara ambien sehingga diharapkan program pengendalian pencemaran udara yang dilakukan lebih terfokus dan tepat sasaran.

(2)

II. TUJUAN

Penentuan status mutu udara k a b u p a t e n / kota bertujuan untuk menyatakan atau menyimpulkan kondisi ketercemaran mutu udara k a b u p a t e n / kota dari hasil pemantauan rutin selama 1 (satu) tahun, yang diwakili oleh parameter CO, NO2, SO2, PM10 dan O3.

III. DASAR HUKUM

Pelaksanaan pemantauan kualitas udara ambien di daerah berpedoman kepada peraturan pemerintah dan keputusan menteri/badan sebagai berikut:

1. Keputusan MENLH Nomor KEP-13/MENLH/03/1995 tentang Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak

2. Keputusan Kepala Bapedal Nomor KEP-205/BAPEDAL/07/1996 tentang Pedoman Teknis Pengendalian Pencemaran Udara Sumber Tidak Bergerak

3. Keputusan MENLH Nomor KEP-50/MENLH/11/1996 tentang Baku Tingkat Kebauan

4. Keputusan MENLH Nomor KEP-45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara

5. Keputusan Kepala Bapedal Nomor KEP-107/BAPEDAL/11/1997 tentang Pedoman Teknis Perhitungan dan Pelaporan Serta Informasi Indeks Standar Pencemar Udara

6. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara

7. Peraturan MENLH Nomor 12 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Pengendalian Pencemaran Udara di Daerah

(3)

IV. TEKNIS PEMANTAUAN KUALITAS UDARA AMBIEN 1. Lokasi Pemantauan Kualitas Udara Ambien

Terdapat dua prinsip umum penempatan stasiun pemantau kualitas udara, yaitu pada daerah di mana terdapat reseptor yang akan terkena dampak dan pada daerah di mana diperkirakan terdapat sumber dan konsentrasi pencemar yang tinggi. Karena dampak dan karakteristik sumber setiap polutan berbeda-beda, sehingga parameter yang dipantau di setiap lokasi dapat berbeda-beda. Dengan kata lain, tergantung pada karakteristik sumber dan pertimbangan lain seperti kondisi topografi, meteorologi dan tataguna lahan.

Jenis lokasi pemantauan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1) Pusat kota, yang merepresentasikan pajanan tipikal terhadap populasi akibat kegiatan di pusat kota (contoh: daerah perbelanjaan, perdagangan dan jasa serta daerah publik).

2) Latar kota (urban background), suatu lokasi di daerah perkotaan yang terletak cukup jauh dari sumber pencemar sehingga tidak terkena pengaruh langsung dan dapat secara umum merepresentasikan kondisi latar kualitas udara perkotaan (contoh: daerah pemukiman).

3) Sub urban, misalnya lokasi yang berada pada daerah pemukiman yang terletak di pinggir kota.

4) Tepi jalan (roadside), lokasi pengukuran pada jarak 1 – 5 meter dari pinggir jalan raya.

5) Sisi jalan (kerbside), lokasi pengukuran pada jarak 1 meter dari jalan raya.

6) Industri, lokasi di mana kegiatan industri menjadi sumber yang dominan terhadap total beban polutan.

7) Pedesaan (rural), lokasi pemantauan di wilayah pedesaan dengan kepadatan penduduk yang rendah dan berjarak sejauh mungkin dari lokasi sumber pencemar seperti jalan, industri dan daerah padat penduduk.

8) Lainnya, pemantauan yang mengarah kepada sumber pencemar tertentu seperti rumah sakit dan TPA.

Kriteria penentuan lokasi pengambilan sampel (contoh uji) kualitas udara ambien mengacu pada SNI.No.19-7119.6- 2005, sedangkan pemantauan kualitas udara roadside mengacu pada SNI.No.19-7119.9-2005.

Berdasarkan hasil survey penempatan lokasi stasiun pemantauan yang telah dilakukan, BPLH Kabupaten Karawang menempatkan lokasi stasiun pemantauan di Bundaran By Pass – Tuparev (depan Super Mall Karawang) yang merepresentasikan kriteria pusat kota dan road side.

(4)

Gambar 1. Lokasi Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Fixed Station di Kabupaten Karawang

Gambar 2. Stasiun Pemantauan Kualitas Udara (SPKU) Fixed Station

2. Parameter yang Dipantau A. Parameter Udara Ambien

PP. No.41 Tahun 1999 telah mengatur parameter udara ambien yang wajib dipantau. Dengan demikian, pemilihan parameter yang dipantau mengacu pada PP. No.41 Tahun 1999 dengan mempertimbangkan

(5)

parameter dominan dari berbagai sumber pencemar.

Parameter yang dipantau untuk udara ambien paling sedikit meliputi:

sulfur dioksida (SO2), karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2), oksidan (O3), dan PM10.

B. Parameter Meteorologi

Kondisi meteorologi merupakan salah satu faktor penentu proses pencemaran udara karena merupakan media perantara dan penyebaran pencemar hingga ke penerima/reseptor. Unsur–unsur meteorologi yang berhubungan dengan proses pencemaran udara meliputi: arah dan kecepatan angin, suhu udara, kelembaban udara.

Dengan demikian pada saat pemantauan kualitas udara dilakukan p u l a pengukuran parameter meteorologi sebagai berikut:

1) Arah dan kecepatan angin 2) Kelembaban dan suhu udara

3. Metode Pemantauan

Metode pemantauan kualitas udara ambien secara garis besar terdiri dari dua yaitu metode manual dan otomatis. Metode manual dilakukan dengan cara pengambilan sampel udara terlebih dahulu lalu dianalisis di laboratorium. Metode manual ini dibedakan lagi menjadi metode passive dan aktif. Perbedaan ini didasarkan pada ada tidaknya pompa untuk mengambil sampel udara. Metode otomatis dilakukan dengan menggunakan alat yang dapat mengukur kualitas udara secara langsung sekaligus menyimpan datanya.

BPLH Kabupaten Karawang menggunakan metode otomatis dengan menggunakan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) SENSYNC BASE dengan nomor seri SB1410001KW dan kode berdasarkan PermenLH 12/2010 3215ROBRTAYN. Stasiun ini dapat mengukur kualitas udara ambien dan parameter meteorologi secara langsung, menyimpan data dan mengirimkannya ke data management system yang ada di Ruang Server BPLH Kabupaten Karawang.

4. Frekuensi Pemantauan

Pemantauan dilakukan secara real-time, data pengukuran update setiap 10 menit sekali. SPKU permanen dipasang di lokasi dan mengukur kualitas udara ambien secara kontinyu 24 jam secara terus menerus setiap harinya.

5. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau Air Pollution Index (API) adalah

(6)

angka yang tidak mempunyai satuan yang menggambarkan kondisi mutu udara ambien di lokasi tertentu, yang didasarkan kepada dampak terhadap kesehatan manusia, nilai estetika dan mahluk hidup lainnya.

Berdasarkan Keputusan Kepala Bapedal No. 107 tahun 1997 tentang Perhitungan dan Pelaporan serta Informasi Indeks Standar Pencemar Udara, kategorisasi indeks pencemar udara dan batas indeks dalam satuan SI ditampilkan masing-masing pada Tabel 1 dan Tabel 2.

Tabel 1. Angka dan Kategori Indeks Standar Pencemar Udara

INDEKS KATEGORI

1 – 50 BAIK

51 – 100 SEDANG

101 – 199 TIDAK SEHAT

200 – 299 SANGAT TIDAK SEHAT

> 300 BERBAHAYA

Tabel 2. Batas Indeks Standar Pencemar Udara dalam Satuan SI

Catatan :

1. Hasil pengukuran untuk pengukuran kontinyu diambil harga rata-rata tertinggi waktu pengukuran.

2. ISPU berlaku setiap 24 jam dari data rata-rata sebelumnya (24 jam sebelumnya).

3. ISPU yang dilaporkan berlaku 24 jam ke depan

Indeks untuk setiap parameter pencemar dihitung melalui persamaan berikut,

di mana,

I = ISPU terhitung Ia = ISPU batas atas Ib = ISPU batas bawah Xa = Ambien batas atas Xb = Ambien batas bawah

Xx = Kadar ambien nyata hasil pengukuran

(7)

6. Status Mutu Udara

Status mutu udara merupakan agregasi besaran hasil pemantauan lima parameter pencemar udara selama 1 (satu) tahun yang telah dibandingkan dengan BMUA daerah atau nasional, yang ditujukan untuk menyatakan atau menyimpulkan kondisi ketercemaran mutu udara kabupaten/kota tersebut.

Berdasarkan ketentuan dalam PP No. 41 tahun 1999, ditentukan bahwa status mutu udara daerah dikategorikan dalam udara tercemar dan udara tidak tercemar. Penentuan status tercemar atau tidak tercemar dilakukan dengan penilaian/scoring, penentuan bobot terhadap masing-masing parameter pencemar dan penentuan indeks status mutu udara (ISM).

A. Perhitungan scoring

Ditujukan untuk menentukan score total setiap parameter terhadap baku mutu yang digunakan. Perhitungan score adalah sebagai berikut:

𝑆𝑐 = 𝐻𝑅 𝐵𝑀 di mana,

Sc = Score per hari HR = rerata harian BM = baku mutu

Kemudian dihitung score rata-rata dengan menggunakan rerata geometric untuk setiap parameter terhadap jumlah data harian yang diperhitungkan.

𝑆𝑐𝑟 = √𝑆𝑐𝑛 1𝑆𝑐2𝑆𝑐3⋯ 𝑆𝑐𝑛 di mana,

Scr = score rata-rata Sc = Score per hari

n = jumlah hari yang diperhitungkan / jumlah data Ketentuan penilaian awal :

1) Jika pada HR terbesar (maksimum) dalam 1 (satu) tahun, Sc > 1, status kabupaten/kota sudah dapat dikatakan tercemar untuk parameter tersebut.

2) Jika pada HR terbesar (maksimum) dalam 1 (satu) tahun, Sc < 1, status kabupaten/kota sudah dapat dikatakan tidak tercemar untuk parameter tersebut.

Setelah mendapatkan HR maksimum dalam 1 (satu) tahun, perhatikan nilai Sc-nya.

Penilaian lebih lanjut terhadap score ini dilakukan dengan membandingkan antara Sc setiap hari dengan Scr sebagai berikut:

(8)

𝑅 = 𝑆𝑐 𝑆𝑐𝑟

Mutu udara suatu k a b u p a t e n / kota untuk parameter tertentu dikatakan tercemar berat jika terdapat kondisi Scr > 1. Sedangkan keadaan berpotensi lebih tercemar dapat terjadi:

1) Jika populasi R > 1 mencapai 48 hari

2) Jika kejadian R > 1 selama 4 hari berturut-turut.

B. Penentuan Bobot setiap Parameter

Dari kelima parameter yang akan digunakan sebagai acuan penilaian, yaitu CO, PM10, NO2, SO2 dan O3, terdapat perbedaan pembobotan yang akan digunakan sebagai Indeks Status Mutu Udara. CO memiliki efek akut diberikan bobot 3 dan PM10, NO2, serta SO2

memiliki dampak yang bersifat kronis diberikan bobot 2. Sedangkan untuk O3 yang memiliki dampak lebih kecil diberikan bobot 1.

C. Penentuan Indeks Status Mutu Udara

Indeks ini digunakan untuk menilai status mutu udara suatu kabupaten/kota dengan mengacu pada lima parameter, yaitu CO, PM10, NO2, SO2 dan O3. Adapun persamaan yang digunakan adalah

𝐼𝑆𝑀 =3𝑆𝑐𝑟(𝐶𝑂) + 2𝑆𝑐𝑟(𝑃𝑀10) + 2𝑆𝑐𝑟(𝑁𝑂2) + 2𝑆𝑐𝑟(𝑆𝑂2) + 𝑆𝑐𝑟(𝑂3) 10

Ketentuan Penilaian:

1) Jika ISM 0,1 maka status mutu udara kabupaten/kota tercemar.

2) Jika ISM < 0,1 maka status mutu udara kabupaten/kota dikatakan tidak tercemar.

(9)

V. HASIL PEMANTAUAN KUALITAS UDARA AMBIEN 1. Laporan Rata-Rata Harian dan Bulanan

Pemantauan secara otomatis t e l a h dilakukan dengan peralatan permanen (fixed station). Hasil pemantauan kualitas udara dari peralatan otomatis berupa data kualitas udara ambien real time. Sistem pengambilan data untuk menghasilkan rata-rata 1 jam (hourly mean value) diatur sesuai peraturan perundang-undangan. Nilai hourly mean value diperoleh apabila minimal 80% data cuplikan dalam satu jam valid.

Nilai rata-rata harian (Daily mean value) dapat ditetapkan apabila minimal 80% hourly mean value (19 hourly mean jam) diperoleh. Demikian juga untuk nilai rata-rata bulanan (monthly mean value) ditetapkan apabila tersedia minimal 80% nilai rata-rata harian.

Hasil pemantauan secara otomatis disimpan dalam data management system yang berada di Ruang Server DLHK Kabupaten Karawang dan selanjutnya diolah sesuai kebutuhan.

Laporan data hasil pemantauan kualitas udara ambien untuk data rata- rata 24 jam (rata-rata harian) dan data rata-rata 1 bulan (rata-rata bulanan) dapat dilihat masing-masing pada Tabel 3 dan Tabel 4.

Tabel 3. Laporan Rata-rata 24 Jam (Rata-rata harian) Tanggal : 1 Maret 2017 s/d 31 Maret 2017 Jenis & Nama Stasiun : Fixed Station / Bundaran By Pass Kabupaten : Karawang

Provinsi : Jawa Barat

Baku Mutu 150 (24 jam) 365 (24 jam) 10 (8 jam) 235 (1 jam) 400 (1 jam)

Tanggal PM10 SO2 CO O3 NO2

μg/m3 μg/m3 mg/m3 μg/m3 μg/m3

1 Maret 2017 76.71 86.19 1.91 118.86 212.71

2 Maret 2017 49.72 82.73 1.51 109.90 239.11

3 Maret 2017 82.05 81.98 1.74 142.00 297.38

4 Maret 2017 55.94 77.64 1.36 108.36 311.00

5 Maret 2017 62.16 81.55 1.06 139.10 302.83

6 Maret 2017 40.34 80.61 1.39 107.60 367.20

7 Maret 2017 44.91 79.25 1.46 121.66 348.14

8 Maret 2017 29.78 81.30 1.31 147.24 432.75

9 Maret 2017 41.83 81.03 1.26 125.00 268.00

10 Maret

2017 47.84 80.62 1.29 126.53 239.86

11 Maret

2017 57.04 80.67 1.09 131.20 359.75

(10)

Baku Mutu 150 (24 jam) 365 (24 jam) 10 (8 jam) 235 (1 jam) 400 (1 jam)

Tanggal PM10 SO2 CO O3 NO2

μg/m3 μg/m3 mg/m3 μg/m3 μg/m3

12 Maret

2017 37.89 82.29 1.10 110.04 252.56

13 Maret

2017 63.72 84.67 0.26 119.17 313.83

14 Maret

2017 60.19 87.12 1.15 109.20 144.20

15 Maret

2017 66.04 83.60 1.52 118.65 399.50

16 Maret

2017 50.58 78.47 1.04 123.76 238.50

17 Maret

2017 41.76 84.83 1.17 119.95 259.67

18 Maret

2017 29.55 74.58 1.38 140.10 270.82

19 Maret

2017 48.59 80.44 1.37 123.40 232.83

20 Maret

2017 55.66 81.19 1.71 121.32 350.18

21 Maret

2017 67.28 80.82 1.60 109.35 307.00

22 Maret

2017 42.68 80.94 1.25 156.65 437.50

23 Maret

2017 53.07 87.82 2.04 125.63 324.46

24 Maret

2017 64.07 80.11 1.63 96.84 288.83

25 Maret

2017 83.25 79.33 1.35 102.90 163.88

26 Maret

2017 72.11 77.22 1.42 98.30 196.40

27 Maret

2017 71.93 91.09 1.83 141.89 415.40

28 Maret

2017 58.57 77.34 0.93 103.96 309.83

29 Maret

2017 68.55 81.64 1.37 104.92 171.33

30 Maret

2017 56.82 78.57 0.97 128.36 335.90

31 Maret

2017 29.10 77.47 1.32 100.53 231.56

Tanggal : 1 April 2017 s/d 30 April 2017 Jenis & Nama Stasiun : Fixed Station / Bundaran By Pass Kabupaten : Karawang

Provinsi : Jawa Barat

(11)

Baku Mutu 150 (24 jam) 365 (24 jam) 10 (8 jam) 235 (1 jam) 400 (1 jam)

Tanggal PM10 SO2 CO O3 NO2

μg/m3 μg/m3 mg/m3 μg/m3 μg/m3

1-Apr-17 106.49 81.39 1.55 125.25 259.13

2-Apr-17 54.78 77.43 1.18 117.84 413.67

3-Apr-17 93.17 84.47 1.60 110.67 327.20

4-Apr-17 69.39 84.98 1.80 124.43 387.33

5-Apr-17 78.20 83.46 1.54 128.69 344.38

6-Apr-17 26.18 74.67 1.02 123.43 250.50

7-Apr-17 38.85 79.69 1.63 118.80 279.78

8-Apr-17 23.45 79.53 1.10 136.23 385.86

9-Apr-17 42.49 78.39 0.96 115.95 373.38

10-Apr-17 39.72 85.42 1.54 173.10 657.13

11-Apr-17 62.79 91.04 1.58 140.50 309.63

12-Apr-17 27.18 80.74 1.07 106.86 338.75

13-Apr-17 33.29 80.89 1.13 159.78 462.90

14-Apr-17 38.12 75.13 0.52 183.53 381.38

15-Apr-17 57.75 81.97 0.93 123.36 316.40

16-Apr-17 27.31 77.41 0.86 130.56 438.33

17-Apr-17 64.23 89.14 1.34 116.09 328.00

18-Apr-17 59.48 82.78 1.08 110.95 220.63

19-Apr-17 30.02 81.81 1.91 126.89 337.83

20-Apr-17 44.48 78.67 1.23 118.51 252.86

21-Apr-17 56.26 78.89 1.01 105.73 336.22

22-Apr-17 59.83 77.92 1.08 116.68 231.13

23-Apr-17 80.15 76.36 1.07 135.02 387.83

24-Apr-17 32.10 76.77 0.70 115.02 250.11

25-Apr-17 52.16 79.54 1.21 141.84 368.40

26-Apr-17 36.43 78.06 0.88 126.18 297.75

27-Apr-17 77.21 79.67 1.37 116.23 247.33

28-Apr-17 56.53 83.55 1.45 105.42 336.71

29-Apr-17 45.68 82.53 1.10 132.97 247.86

30-Apr-17 58.74 78.06 1.07 148.74 339.91

(12)

Tabel 4. Laporan Rata-rata Bulanan

Bulan : Maret 2017

Parameter : PM10, SO2, CO, O3 dan NO2

Jenis dan Nama Stasiun: Fixed Station / Bundaran By Pass Kabupaten : Karawang

Provinsi : Jawa Barat

Bulan PM10 SO2 CO O3 NO2

μg/m3 μg/m3 mg/m3 μg/m3 μg/m3

Maret 2017 55.15 81.39 1.35 120.40 291.06

Bulan : April 2017

Parameter : PM10, SO2, CO, O3 dan NO2

Jenis dan Nama Stasiun: Fixed Station / Bundaran By Pass Kabupaten : Karawang

Provinsi : Jawa Barat

Bulan PM10 SO2 CO O3 NO2

μg/m3 μg/m3 mg/m3 μg/m3 μg/m3

April 2017 52.41 80.68 1.22 127.84 336.94

(13)

2. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Tabel 5. Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Harian Tanggal : 1 Maret 2017 s/d 31 Maret 2017 Jenis & Nama Stasiun : Fixed Station / Bundaran By Pass Kabupaten : Karawang

Provinsi : Jawa Barat

Tanggal PM10 SO2 CO O3 NO2 ISPU

1-Mar-17 63 51 19 50 9 63 SEDANG

2-Mar-17 50 50 15 46 11 50 SEDANG

3-Mar-17 66 50 17 60 13 66 SEDANG

4-Mar-17 53 49 14 45 14 53 SEDANG

5-Mar-17 56 50 11 58 13 58 SEDANG

6-Mar-17 40 50 14 45 16 50 SEDANG

7-Mar-17 45 50 15 51 15 51 SEDANG

8-Mar-17 30 50 13 62 19 62 SEDANG

9-Mar-17 42 50 13 52 12 52 SEDANG

10-Mar-17 48 50 13 53 11 53 SEDANG

11-Mar-17 54 50 11 55 16 55 SEDANG

12-Mar-17 38 50 11 46 11 50 SEDANG

13-Mar-17 57 51 3 50 14 57 SEDANG

14-Mar-17 55 51 12 46 6 55 SEDANG

15-Mar-17 58 51 15 49 18 58 SEDANG

16-Mar-17 50 49 10 52 11 52 SEDANG

17-Mar-17 42 51 12 50 11 51 SEDANG

18-Mar-17 30 47 14 59 12 59 SEDANG

19-Mar-17 49 50 14 51 10 51 SEDANG

20-Mar-17 53 50 17 51 15 53 SEDANG

21-Mar-17 59 50 16 46 14 59 SEDANG

22-Mar-17 43 50 13 66 19 66 SEDANG

23-Mar-17 52 51 20 52 14 52 SEDANG

24-Mar-17 57 50 16 40 13 57 SEDANG

25-Mar-17 67 50 13 43 7 67 SEDANG

26-Mar-17 61 48 14 41 9 61 SEDANG

27-Mar-17 61 52 18 60 18 61 SEDANG

28-Mar-17 54 48 9 43 14 54 SEDANG

29-Mar-17 59 50 14 44 8 59 SEDANG

30-Mar-17 53 49 10 54 15 54 SEDANG

31-Mar-17 29 48 13 42 10 48 SEHAT

(14)

Tanggal PM10 SO2 CO O3 NO2 ISPU

1-Apr-17 78 50 2 52 11 78 SEDANG

2-Apr-17 52 48 1 49 18 52 SEDANG

3-Apr-17 72 51 2 46 14 72 SEDANG

4-Apr-17 60 51 2 52 17 60 SEDANG

5-Apr-17 64 51 2 54 15 64 SEDANG

6-Apr-17 26 47 1 51 11 51 SEDANG

7-Apr-17 39 50 2 50 12 50 SEHAT

8-Apr-17 23 50 1 57 17 57 SEDANG

9-Apr-17 42 49 1 48 17 49 SEHAT

10-Apr-17 40 51 2 73 29 73 SEDANG

11-Apr-17 56 52 2 59 14 59 SEDANG

12-Apr-17 27 50 1 45 15 50 SEDANG

13-Apr-17 33 50 1 67 20 67 SEDANG

14-Apr-17 38 47 1 78 17 78 SEDANG

15-Apr-17 54 50 1 51 14 54 SEDANG

16-Apr-17 27 48 1 55 19 55 SEDANG

17-Apr-17 57 52 1 48 15 57 SEDANG

18-Apr-17 55 50 1 46 10 55 SEDANG

19-Apr-17 30 50 2 53 15 53 SEDANG

20-Apr-17 44 49 1 49 11 49 SEHAT

21-Apr-17 53 49 1 44 15 53 SEDANG

22-Apr-17 55 49 1 49 10 55 SEDANG

23-Apr-17 65 48 1 57 17 65 SEDANG

24-Apr-17 32 48 1 48 11 48 SEHAT

25-Apr-17 51 50 1 59 16 59 SEDANG

26-Apr-17 36 49 1 53 13 53 SEDANG

27-Apr-17 64 50 1 48 11 64 SEDANG

28-Apr-17 53 51 1 44 15 53 SEDANG

29-Apr-17 46 50 1 56 11 56 SEDANG

30-Apr-17 54 49 1 62 15 62 SEDANG

(15)

3. Status Mutu Udara

Tabel 6. Perhitungan Status Mutu Bulan Maret 2017

Parameter HR max Sc pada HR max Scr Jumlah hari R>1 Bobot Status kabupaten untuk parameter

tertentu CO (BM=10

mg/m3) 2.036

mg/m3 0.204 0.129 19 3

Tidak tercemar

PM 10

(BM=150 ug/m3) 83.246

ug/m3 0.555 0.354 17 2

Tidak tercemar namun berpotensi untuk

tercemar NO2

(BM=400 ug/m3) 437.500

ug/m3 1.094 0.702 17 2

Tercemar

SO2

(BM=365 ug/m3) 91.088

ug/m3 0.250 0.223 12 2

Tidak tercemar namun berpotensi untuk

tercemar O3

(BM=235 ug/m3) 156.650

ug/m3 0.667 0.508 16 1 Tidak tercemar namun

berpotensi untuk tercemar

𝐼𝑆𝑀 =(3 × 0.129) + (2 × 0.354) + (2 × 0.702) + (2 × 0.223) + (1 × 0.508)

10 = 0.345

Nilai ISM > 0.1 maka: “Status mutu udara Kabupaten Karawang Bulan Maret 2017 tercemar.”

(16)

Tabel 7. Perhitungan Status Mutu Bulan April 2017

Parameter HR max Sc pada HR

max Scr Jumlah hari R>1 Bobot Status kabupaten untuk parameter

tertentu CO (BM=10

mg/m3) 1.911

mg/m3 0.191 0.117 14 3

Tidak tercemar

PM 10

(BM=150 ug/m3) 106.490

ug/m3 0.710 0.324 16 2

Tidak tercemar namun berpotensi untuk

tercemar NO2

(BM=400 ug/m3) 657.125

ug/m3 1.643 0.819 17 2

Tercemar

SO2

(BM=365 ug/m3)

91.038

ug/m3 0.249 0.221 14 2

Tidak tercemar namun berpotensi untuk

tercemar O3

(BM=235 ug/m3) 183.533

ug/m3 0.781 0.539 12 1 Tidak tercemar namun

berpotensi untuk tercemar

𝐼𝑆𝑀 =(3 × 0.117) + (2 × 0.324) + (2 × 0.819) + (2 × 0.221) + (1 × 0.539)

10 = 0.362

Nilai ISM > 0.1 maka: “Status mutu udara Kabupaten Karawang Bulan April 2017 tercemar.”

(17)

VI. KESIMPULAN

Berdasarkan inventarisasi dan analisis data pemantauan kualitas udara yang diperoleh menggunakan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) fixed station di lokasi Bundaran By Pass, disimpulkan beberapa poin sebagai berikut,

1) Indeks Standar Pencemar Udara di Kabupaten Karawang yang direpresentasikan di wilayah pusat kota dan road side dalam periode pemantauan 1 Maret 2017 s/d 31 Maret 2017 sebagai berikut:

INDEKS JUMLAH HARI %

BAIK 1 3.2%

SEDANG 30 96.8%

TIDAK SEHAT 0 0.0%

SANGAT TIDAK SEHAT 0 0.0%

BERBAHAYA 0 0.0%

31 100.0%

2) Indeks Standar Pencemar Udara di Kabupaten Karawang yang direpresentasikan di wilayah pusat kota dan road side dalam periode pemantauan 1 April 2017 s/d 30 April 2017 sebagai berikut:

INDEKS JUMLAH HARI %

BAIK 4 13.3%

SEDANG 26 86.7%

TIDAK SEHAT 0 0.0%

SANGAT TIDAK SEHAT 0 0.0%

BERBAHAYA 0 0.0%

30 100.0%

3) Status Mutu Udara dalam periode pemantauan 1 Maret 2017 s/d 31 Maret 2017 Kabupaten Karawang sebagai berikut:

No Wilayah ISM Status Mutu Udara 1 Kabupaten Karawang 0.345 Tercemar

4) Status Mutu Udara dalam periode pemantauan 1 April 2017 s/d 30 April 2017 Kabupaten Karawang sebagai berikut:

No Wilayah ISM Status Mutu Udara 1 Kabupaten Karawang 0.362 Tercemar

Referensi

Dokumen terkait