Rindu Bunga Putri , Rodiani, dan Riyan WahyudolManfaat Pemberian Zink Dalam Mengatasi Diare pada Anak
< 5 tahun
Medula|Volume 8|Nomor 2|Februari 2019|55
Manfaat Pemberian Zink dalam Mengatasi Diare pada Anak < 5 Tahun
Rindu Bunga Putri1, Rodiani2, Riyan Wahyudo3
1
Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2
Bagian Obstetri dan Ginekologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
3
Bagian Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Abstrak
Penya kit diare pada a nak masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia, dengan angka kemati an ya ng m a si h ti ng gi teruta ma pada a nak umur 1 s ampai 4 ta hun, ya itu kematian pada bayi (31,4%) dan a nak balita (25,2%). Hal ya ng berbahaya pa da diare adalah keadaan dehidrasi ya ng bisa menyeba bk a n k ema ti a n p a da a n a k. Pe m beri an ca i ra n s eca ra o ra l menunjukkan hasil ya ng baik dalam menyelamatkan anak -anak penderita diare, namun tidak begitu berdampak baik dalam mengurangi masa sakit diare tersebut, s ehingga WHO dan UNICEF menambahakan k ebi ja k a n b a ru ya i tu d eng a n ca ra mena mbahkan s uplementasi zink pada terapi oral tersebut. Menurut penelitian zink m em i li ki e f ek m e mperb a ik i a ta u meni ngkatkan a bsorbsi air dan elektrolit dengan cara mengurangi kadar a ir d i da l a m l um en u s us ya ng m eng ha s il ka n perbaikan konsistensi feses s ehingga mengurangi frekuensi BAB ya ng timbul, asupan zink normal pada m a nus i a b erk i s ar a nta ra 107-231 mol/hari (6-15 mg/hari). As upan zink kurang 10 mg/kg a tau lebih dari 15 mg/kg akan membuat mekanism e homeostatik ti dak cukup untuk memelihara kandungan zink dalam tubuh. Zink digunakan sebagai bahan un tuk i m uni ta s , kul it dan resistensi mukosa terhadap i nfeksi, untuk pertumbuhan dan p erkembangan sistem saraf, dan sebagaii antioksidan.
Penggunaan zink a kan mempengaruhi fungsi imun a tau fungsi dan struktur intestinal dan proses pemulihan epitel s ela m a di a re, sehingga akan mencegah diare lebih lanjut a tau mempercepat proses penyembuhan.
Kata Kunci: ba lita, dehidrasi, diare, zinc.
The Benefits of Zinc in Diarrhea Treatment for Kids Under Five Yers Old
Abstract
Di a rrhea i n children i s still a health problem in Indonesia, with high mortality ra te, especially i n children a ged 1 to 4 ye a rs , ca us ing deaths i n i nfants (31.4%) a nd kids under five (25.2%). The dangerous thing a bout diarrhea is a s tate of dehydrati on tha t ca n cause death in children. Oral a dministration of fluids s hows good results i n saving children wi th d i a rrhea , b ut i t does not ha ve a good i mpa ct on reduci ng di a rrhea , s o WHO a nd UNICEF a dded a new pol i cy by a ddi ng zi nc s upplementation to oral therapy. According to the research, zinc has the effect of i mproving or i ncreasing the absorption of wa ter a nd electrolytes by reducing the water content i n the i ntestinal l umen w hi ch re s ul ts i n i m prove men t o f s tool cons istency, thus reduce the frequency of bowel movements normal. Zinc s upplementation i n human ra nges from 107-231 mol / da y (6-15 mg / da y). Zinc s upplementation of less than 10 mg / kg or more than 15 mg / kg wi ll make the homeostatic mecha nism not enough to maintain the zinc content i n the body. Zinc is used a s a n s u bta nce f o r i m m uni ty, s ki n a nd mucos al resistance for i nfections, growth and development of the nerve sys tem, a nd as a n a ntioxidant. The use of zinc w i l l a ffect i mmune function or i ntestinal function and structure a nd epithelial recovery p ro ces s d uri ng d i arrh ea , s o i t w i l l preventworse diarrhea or s peed up the healing process.
Key Words: dehydration, diarrhea, kids under five, zinc.
Korespondensi: Ri ndu Bunga Putri, alamat Perumahan Griya Intan Blok J-8, HP: 082186011480, e-ma il: [email protected]
Pendahuluan
Diare merupakan penyakit yang sering terjadi pada anak dibawah lima tahun, yang didefinisikan sebagai peningkatan secara tiba- tiba frekuensi dan perubahan konsistensi feses. Diare pada anak masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia, dengan angka kematian yang masih tinggi terutama pada anak umur 1 sampai 4 tahun.1 kematian pada bayi (31,4%) dan anak balita (25,2%), diperkirakan ada 100.000 balita meninggal dunia karena diare, artinya setiap hari ada 273
balita yang meninggal setiap jam nya atau 1 jiwa meninggal setiap 5,5 menit akibat diare.2
Bahaya dari diare adalah dehidrasi berat yang dapat menyebabkan kematian pada anak, sehingga perlu penanganan yang optimal, pemberian cairan secara oral menunjukkan hasil yang baik dalam menyelamatkan anak-anak penderita diare, namun tidak begitu berdampak baik dalam mengurangi masa sakit diare tersebut.3 WHO dan UNICEF merekomendasikan kebijakan terbaru mengenai penatalaksanaan diare pada anak yaitu dengan menambahkan
Rindu Bunga Putri , Rodiani, Rian Wahyudo l Manfaat Pemberian Zink Dalam Mengatasi Diare pada Anak
< 5 tahun
Medula| Volume 8 | Nomor 2 | Januari 2019| 56 suplementasi zink (Zn) pada terapi rehirdasi
oral tersebut. Hasil dari beberapa penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa pemberian suplemen zink dapat mempercepat waktu penyembuhan atau lama rawat pasien dengan diare.
Isi
Zink merupakan salah satu mineral esensial yang memiliki fungsi penting didalam tubuh manusia, dimana berfungsi sebagai kofaktor lebih dari 100 metaloenzim untuk sintesis DNA, integritas memran seluler, berperan dalam metabolisme tulang dan hati , untuk proses transkripsi dan regulasi ekspresii gen, dan untuk proliferasi dan diferensiasii jaringan pada saluran pencernaan.4,5
Zink digunakan sebagai bahan untuk imunitas, kulit dan resistensi mukosa terhadap infeksi, untuk pertumbuhan dan perkembangan sistem saraf, dan sebagaii antioksidan. Kekurangan zink disebabkan ole h asupan makanan yang kurang atau kehilangan zink akibat diare. Anak-anak yang jarang mengonsumsi daging dan sering terpapar oleh patogen saluran cerna memiliki resiko tinggi kekurangan zink.4
Kaitan antara zink dan diare dilaporkan melalui hasil penelitian epidemiologis maupun laboratorium. Diare pada anak di negara berkembang sebagian besar yakni diare infeksi. Zink memiliki efek terhadap beberapa eritrosit dan sel imun yang berinteraksi dengan agen infeksius pada diare.
Berdasarkan hal tersebut, peneliti
menganalisis bahwa penggunaan zink akan mempengaruhi fungsi imun atau fungsi dan struktur intestinal dan proses pemulihan epitel selama diare, sehingga akan mence gah diare lebih lanjut atau mempercepat proses penyembuhan. Zink utamanya bekerja pada jaringan dengan kecepatan turnover yang tinggi seperti halnya pada saluran cerna dan sistem imun dimana zink dibutuhkan untuk sintesa DNA dan protein.6
Mekanisme zink dalam tubuh yaitu memperbaiki atau meningkatkan absorbsi air dan elektrolit dengan cara mengurangi kadar air di dalam lumen usus yang menghasilkan perbaikan konsistensi feses. Perbaikan konsistensi feses akan dapat mengurangi frekuensi BAB yang timbul sehingga hal tersebut dapat mempersingkat lama diare pada anak.7
Tubuh memiliki kemampuan homeostasis zink dalam keadaan diet de ngan kandungan zink rendah maupun tinggi.
Asupan zink normal pada manusia berkisar antara 107-231 mol/hari (6-15 mg/hari).
Asupan zink kurang 10 mg/kg atau lebih dari 15 mg/kg akan membuat mekanisme homeostatik tidak cukup untuk memelihara kandungan zink tubuh, sehingga terjadi zink loss yang disebabkan oleh asupan zink rendah dan pengeluaran zink berlebih akibat diare.8
Pada penelitian yang dilakukan oleh Huryamintentang Hubungan Pemberian Zink Pada Anak Diare Dengan Lama Rawat Inap di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Hasil penelitian dapat dilihat pada tabel berikut.
Gambar 1. Tabel hubungan Pemberin Zink pada Anak Diare dengan Lama Rawat Inap
Pada penelitian cross sectional menggunakan metode Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% diperoleh nilai p sebesar 0,003 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna secara statistik anatara hubungan pemberi an zink pada anak diare dengan lama rawat inap di rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta.
Selain itu diperoleh Rasio Prevalensi, RP = 4,405 interval kepercayaan 95% (1,578- 12,301) berarti anak diare yang diberikan zink mempunyai risiko sebanyak 4,405 kali untuk lama rawat lebih cepat dibanding anak diare tetapi tidak diberikan zink.9
Hubungan antara pemberian zink terhadap hasil memendeknya lama diare
Rindu Bunga Putri , Rodiani, Rian Wahyudo l Manfaat Pemberian Zink Dalam Mengatasi Diare pada Anak
< 5 tahun
Medula| Volume 8 | Nomor 2 | Januari 2019| 57 tersebut kemungkinan dikarenakan zink
mempercepat regenerasi dan meningkatkan villi usus, sehingga akan mempengaruhi pembentukan enzim disakaridase yaitu laktase, sukrose, dan maltase, selain itu zink juga mempengaruhi transport Na dan glukosa, dan meningkatkan respon imun yang mengarah pada bersihan patogen dari usus sehingga zink dapat mempercepat proses penyembuhan diare.7
Pada penelitian yang dilakukan oleh Lukacik, Thomas dan Aranda (2007) dimana didapatkan hasil serupa yaitu terdapat penurunan durasi diare pada anak yang mendapatkan zink sebesar 15,5%
dibandingkan dengan kelompok kontrol. Data tersebut menunjukkan bahwa pemberian zink selama diare akut menyebabkan pengurangan pengeluaran/frekuensi tinja dan memiliki efek manfaat yang signifikan dalam alur klinis diare akut.10
Penelitian yang dilakukan oleh Hidayat (1997) didapatkan hasil yaitu adanya penurunan resiko berlanjutnya diare pada kelompok anak yang mendapat suplementasi zink (RR 0,89; 95% CI:0,82-0,97). Penurunan durasi diare sebesar 11% tersebut mempunyai arti yang cukup penting dalam menurunkan risiko terjadinya dehidrasi dan malnutrisi akibat diare.11
Gambar 2. Tabel perbedaan rerata durasi diare dan lama rawat inap
Berdasarkan hasil uji penelitian tersebut secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa suplementasi zink mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap konsentrasi feses, frekuensi diare, durasi diare dan lama rawat inap.12
Ringkasan
Diare merupakan suatu penyakit yang sering menyerang ank-anak <5 tahun dan merupakan masalah kesehatan di Indonesia dengan angka kematian yang masih tinggi.
Pemberian cairan seacara oral memiliki efek yang baik terhadap keselamatan anak-anak penderita diare, namun tidak mengurangi masa sakit akibat diare tersebut, sehingga perlu pemberian suplementasi zink pada terapi rehirdasi oral tersebut. Zink memiliki efek terhadap beberapa eritrosit dan sel imun yang berinteraksi dengan agen infeksius pada diare sehingga zink mempengaruhi fungsi imun atau fungsi dan struktur intestinal dan proses pemulihan epitel selama diare, sehingga akan mencegah diare lebih lanjut atau mempercepat proses penyembuhan anak dengan diare.
Simpulan
Beberapa hasil penelitian menemukan bahwa suplementasi zink memiliki efek terhadap penyembuhan diare pada anak, terutama mempunyai pengaruh yang bermakna terhadap konsentrasi feses, frekuensi diare, durasi diare dan lama rawat inap.
Daftar pustaka
1. Departemen Kesehatan RI. Buku Saku Petugas Kesehatan Lintas Diare. Jakarta:
Depkes RI: 2011.
2. Departemen Kesehatan RI. Pedoman pengobatan dasar di puskesmas. Jakarta:
Depkes RI; 2007.
3. Alwi I, Setiati S, Setiyohadi B, Simadibrata M, Sudoyo AW. Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid 1. Edisi ke-5. Jakarta: Interna Publishing; 2009.
4. Soebagyo B. Daire Akut. Dalam : Martuti, editor, Daire akut pada anak. Surakarta:
Universitas Sebelas Maret; 2008.
5. Walker CF. Black RE. Zinc and the risk for infectious disease. Annual review of Nutrition. 2004;24:255-75.
6. Armin S. A. Zat gizi dari aspek molekuler sampai pada program kesehatan
Rindu Bunga Putri , Rodiani, Rian Wahyudo l Manfaat Pemberian Zink Dalam Mengatasi Diare pada Anak
< 5 tahun
Medula| Volume 8 | Nomor 2 | Januari 2019| 58 masyarakat. Cermin Dunia Kedokteran.
2005;32:29-35.
7. Artana WD, Suraatmaja S, Aryasa KN, Suandi IKG. Peran suplementasi mineral mikro zink terhadap kesembuhan diare . J Sari pediatri. 2005;7(1):15-8.
8. Purnamasari H, Santosa B, Puruhita N.
Pengaruh suplementasi zink dan probiotik terhadap kejadian diare berulang bagian ilmu kesehatan anak fakultas kedokteran Universitas Diponegoro/RSUP Dr. Kariadi . J sari Pediatri. 2011;13(2):96-104.
9. Huryamin H, Rizky M. Hubungan pemberian zink (Zn) pada anak diare dengan lama rawat inap di rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta [disertasi]. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta; 2012.
10. Lukacik, M., Thomas, RL., & Aranda, J.V. A meta-analysis of the effects of oral zinc i n the treatment of acute and persistent diarrhoea. Pediatrics. 2008;121(2):32- 336.
11. Hidayat, A. Pengaruh pemberian seng terhadap diare akut anak balita [Disertasi]. Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia; 1997.
12. Lolopayung M, Mukaddas A, Faustine I.
Evaluasi penggunaan kombinasi zink dan probiotik pada penanganan pasien diare anak di Intalasi Rawat Inap RSUD Undata Palu tahun 2013. Online J of Natural Science FMIPA. 2014;3(1):55-64.