Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Gizi Dengan Status Gizi Ibu Hamil pada Keluarga dengan Pendapatan Rendah di Kota Bandar Lampung
Fina Fatmawati Prayitno1, Dian Isti Angraini2, Rani Himayani3, Risti Graharti4
1
Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2
Bagian Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
3
Bagian Ilmu Penyakit Mata, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
4
Bagian Patologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
Abstrak
Kehamilan merupakan masa terpenting untuk pertumbuhan janin. Salah satu faktor mempengaruhi keberhasilan suatu kehamilan adalah status gizi. status gizi yang kurang dapat menyebabkan kurang energi kronik (KEK) apabila ukuran lingkar lengan atas ibu hamil <23,5cm. Data riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan prevalensi KEK pada wanita hamil sebesar 24,2% di Indonesia sedangakan di provinsi Lampung sebesar 21,3% dan di Kota Bandar Lampung sebesar 24,5%. Rendahnya status gizi ibu hamil dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor langsung (Pola konsumsi makanan dan penyakit kronis atau penyakit infeksi) dan faktor tidak langsung (status sosioekonomi yaitu pendapatan keluarga, pendidikan dan pengetahuan gizi ibu hamil). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan dan pengetahuan gizi dengan status gizi ibu hamil. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer dengan mengukur pengetahuan ibu hamil menggunakan kuesioner dan mengukur lingkar lengan atas ibu hamil secara langsung. Pengambilan sampel dilakukan di enam Puskesmas di Bandar Lampung pada tahun 2018.
Sampel dihitung menggunakan hipotesis dua proporsi dengan total sampel ialah 91 sampel yang memenuhi kriteria inklusi yaitu ibu hamil dengan usia 15 - 49 tahun, ibu hamil dengan pendapatan keluarga kurang dari Upah Minimum Kota (<Rp2.074.673,27) dan kriteria eksklusi yaitu ibu hamil yang mengalami atau menderita penyakit tumor, kanker, diabetes dan penyakit infeksi. Analisis data menggunakan Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan ibu yang memiliki tingkat pendidikan rendah 35,2%, tingkat pengetahuan tidak baik 37,4%, memiliki status gizi kurang 44,0%. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan uji chi square didapatkan nilai p > 0,05.Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan tidak terdapat hubungan pendidikan dan pengetahuan gizi dengan status gizi ibu hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah di Kota Bandar Lampung.
Kata kunci: Pendidikan, Pengetahuan gizi, Status gizi Ibu hamil
Relationship between Education and Nutrition Knowledge with Nutritional Status of Pregnant Women in Low Income Families
in Bandar Lampung City Growth
Abstract
Pregnancy is the most important period for fetal growth. One factor influencing the success of a pregnancy is nutritional status. Poor nutritional status can cause less chronic energy (SEZ) if the size of the upper arm circumference of pregnant women is <23.5cm. Riskesdas data in 2013 showed the prevalence of SEZ in pregnant women by 24.2% in indonesia, in Lampung province at 21.3% and Bandar Lampung City at 24.5%. The low nutritional status of pregnant women can be caused by two factors, namely direct factors (pattern of consumption of food and chronic diseases or infectious diseases) and indirect factors (socioeconomic status, namely family income, education and nutrition knowledge of pregnant women).
This study aims to determine the relationship between education and knowledge of nutrition with nutritional status of pregnant women. The research design used in this study was observasional analytic with a cross sectional approach using primary data by measuring the knowledge of pregnant women using questionnaires and directly measuring the upper arm circumference of pregnant women. Sampling was carried out at six health centers at Bandar Lampung in 2018. Samples were taken using the two-proportion hypothesis with a total sample of 91 samples that met the inclusion criteria is pregnant women aged 15 - 49 years, pregnant women with a family income less than the City Minimum Wage (<Rp.
2,074,673.27) and exclusion criteria is pregnant women who could have a tumor disease, cancer, diabetes and infectious diseases. Data analysis using Chi Square. The results showed pregnant women who have a low education level are 35.2%, the level of knowledge is not good 37.4%, have a nutritional status less 44.0%. Based on the results of statistical tests using the chi square test, the value of p> 0.05 was obtained. From the results of this study it can be concluded that there is no relationship between education and knowledge of nutrition with nutritional status of pregnant women in low income families in Bandar Lampung City.
Keywords: Education, Knowledge of nutrition, Nutritional status of pregnant women
Korespondensi: Fina Fatmawati Prayitno, alamat Jalan Imam Bonjol Gg. Sejahtera IV No.24/16a, HP: 082282666627, email: [email protected]
Pendahuluan
Kehamilan merupakan masa terpenting untuk pertumbuhan janin. Salah satu faktor mempengaruhi keberhasilan suatu kehamilan adalah status gizi. Asupan gizi yang tidak mencukupi pada ibu hamil dapat menyebabkan Kurang Energi Kronis (KEK). Kurang Energi Kronis adalah keadaan dimana seseorang menderita kekurangan asupan atau makanan yang berlangsung lama atau menahun sehingga dapat mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan. 1
Wanita hamil beresiko mengalami KEK jika memiliki LILA <23,5cm. Risiko terjadinya KEK dapat dialami oleh Wanita Usia Subur (WUS). Wanita usia subur adalah wanita usia 15 - 49 tahun.Kurang energi kronis juga dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan seperti perdarahan, hipertensi, infeksi yang menjadi penyebab tidak langsung kematian.2
Rendahnya status gizi ibu hamil dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor langsung (Pola konsumsi makanan dan penyakit kronis ataupenyakit infeksi) dan faktor tidak langsung (status sosioekonomi yaitu pendapatan keluarga, pendidikan dan pengetahuan gizi ibu hamil).Pendapatan keluarga biasanya berupa uang yang mempengaruhi daya beli keluarga untuk membeli bahan makanan. Pendapatan keluarga dikatakan rendah apabila penghasilan perbulannya kurang dari upah minimum, keluarga dengan pendapatan rendah kemungkinan besar kurang dapat memenuhi kebutuhan makanannya terutama kebutuhan zat gizi yang tidak terpenuhi dengan baik. 3
Tingkat pendidikan sangat mempengaruhi kemampuan penerimaan informasi gizi, jika semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin mudah menerima dan menerapkan informasi gizi dibandingkan dengan pendidikan yang lebih rendah sehingga diharapkan dapat menimbulkan perilaku dan gaya hidup yang sesuai dengan informasi gizi dan kesehatan. Tingkat pendidikan seseorang juga sangat mempengaruhi tingkat pengetahuannya, dengan adanya pengetahuan tentang zat gizi maka seseorang dengan mudah mengetahui status gizi mereka dan dapat melalukan perbaikan gizi pada individu
makan, mengapa kita makan, dan bagaimana hubungan makanan dengan kesehatan. 4
Penentuan status gizi wanita hamil dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan penilaian secara langsung yaitu antropometri menghitung IMT atau mengukur LILA (Lingkar Lengan Atas) dan penilaian secara tidak langsung yaitu survei konsusmsi makanan, statistik vital dan faktor ekologi. Seorang ibu hamil dikatakan status gizinya normal apabila mempunyai IMT 18,5 s/d 24,9 kg/m2 selama kehamilan atau ditandai dengan hasil pengukuran LILA lebih dari atau sama dengan 23,5 cm yang merupakan indikator seorang ibu tidak mengalami Kekurangan Energi Kalori (KEK).5
Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti memandang perlu untuk melakukan penelitian terkait pengaruh pendidikan dan pengetahuan gizi dengan status gizi ibu hamil.
Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya komplikasi- komplikasi yang dapat terjadi pada kesehatan ibu hamil dan bayi yang dikandungnya. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh pendidikan dan pengetahuan gizi dengan Status Gizi Ibu Hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah di Kota Bandar Lampung".
Metode
Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Pengambilan data pendidikan, pendapatan dan pengetahuangizi ibu hamil dilakukan di Puskesmas Bandar Lampung menggunakan kuesioner, sedangkan data pengukuran lingkar lengan atas (LILA) berasal dari pengukuran langsunhg kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi.
Penelitian dilakukan dan ditambah 10% drop out menjadi 91 responden. Responden yang memiliki kriteria ibu hamil dengan usia 15-49 tahun, usia kehamilan trimester 1 dan trimester 2, pendapatan kurang dari Upah Minimum Kota (<Rp2.074.673,27), dapat membaca dan menulis serta bersedia mengisi kuisoner saat di informed consent tanpa memilki riwayat penyakit kronis seperti tumor, kanker, diabetes mellitus, penyakit infeksi
berupa data pengukuran lingkar lengan atas dan kuesioner terkait pendidikan, pendapatan dan pengetahuan ibu hamil terhadap kebutuhan gizi selama kehamilan. Kuesioner pengetahuan yang dibuat terdiri dari 18butir soal.
Ibu hamil dikatakan pengetahuannya baik apabila mendapatkan skor lebih dari sama dengan median atau lebih dari sama dengan 66%, sedangkan ibu hamil dikatakan pengetahuannya tidak baik bila mendapatkan skor kurang dari median atau kurang dari 66%.
Untuk pengukuran ligkar lengan atas ibu hamil dikatakan kurang apabila ukuran lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm sedangakan dikatakan baik jika ukuran lingkar lengan atasnya lebih dari sama dengan 23,5 cm.6
Responden dalam penelitian ini berjumlah 91orang yang berasal dari enam puskesmas yaitu Puskesmas Kemiling, Puskesmas Panjang, Puskesmas Kedaton, Puskesmas Satelit, Puskesmas Sukaraja dan Puskesmas Waykandis.
Hasil
Setelah dilakukan analisis data secara univariat, maka didapatkan hasil distribusi frekuensi pendidikan dengan kategori rendah (SD & SMP) dan tinggi (SMA, Diploma dan sarjana), distribusi frekuensi pengetahuan gizi ibu hamil dengan kategori tidak baik (<median/66%) dan baik (≥median/ 66%) serta distribusi frekuensi status gizi dengan kategori kurang (LILA< 23,5) dan normal (LILA ≥ 23,5) yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Ibu Hamil.
Karakteristik Frekuensi Persen (%)
Pendidikan Rendah
(SD & SMP)
32 35,2%
Tinggi (SMA, Diploma, Sarjana)
58 64,8%
Pengetahuan Tidak baik (<median/66%)
34 37.4%
Baik (≥median/ 66%)
57 62,6%
Status Gizi Kurang (LILA< 23,5)
40 44.0%
Normal (LILA ≥ 23,5) 51 55%
Lalu dilanjutkan dengan analisis bivariat yang bertujuan untuk mengetahui antarahubungan tingkat pendidikan dengan status gizi ibu hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah dan hubungan tingkat
pengetahuan dengan status gizi ibu hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah di kota bandar lampung. Setelah dilakukan analisis data maka didapatkan hasil yang disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 2. Hubungan Tingkat Pendidikan
Dengan Status Gizi Ibu Hamil Pada Keluarga Dengan Pendapatan Rendah Di Bandar Lampung
Hasil uji statistik dengan menggunakan Chi Square didapatkan nilai p=0,115 dikarenakan nilai p>0,05 maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan
antara tingkat pendidikan dengan status giz ibu hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah di Kota Bandar Lampung.
Tingkat pendidikan
Status Gizi
Total
P Kurang Baik
n % N % n %
Rendah 10 31.2 22 68.8 32 100 0,115
Tinggi 30 50.8 29 49.2 59 100
Total 40 44.0 51 56.0 91 100
Tabel 3. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Status Gizi Ibu Hamil Pada Keluarga Dengan Pendapatan Rendah Di Bandar Lampung Frekuensi Ibu Hamil
Tingkat pengetahuan
Status Gizi
Total P Kurang Baik
n % n % n %
Tidak Baik 14 41.2 20 58.8 34 100 0,846
Baik 26 45.6 31 54.4 57 100,
Total 0 44.0 51 56.0 91 100,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan status gizi ibu hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah di Kota Bandar Lampung (p value 0,846).
Pembahasan
Pada penelitian menggambarkan untuk skor pendidikan dengan status gizi ibu hamil didapatkan distribusi frekuensi responden yang memiliki tingkat pendidikan tinggi berjumlah 58 orang (64.8%), dan yang rendah sebanyak 32 orang (35,2%). Distribusi frekuensi responden yang memiliki tingkat pengetahuan baik berjumlah 57 orang (62.6%), dan yang tidak baik sebanyak 34 responden (37.4%).
Responden yang memiliki status gizi baik berjumlah 51 orang (55.0%), dan yang kurang sebanyak 40 responden (44,0%).Dari hasil tersebut dapat dilihat bahwa pendidikan dan pengetahuan gizi dengan status gizi ibu hamil tidak terdapat hubungan yang signifikan karena p>0,05. Disimpulkan bahwa pengetahuan gizi ibu hamil di Puskesmas Bandar Lampung masih kurang.
Tingkat pendidikan mempunyai hubungan dengan tingkat kesehatan. Semakin mudah menerima konsep hidup sehat secara mandiri, kreatif, dan berkesinambungan apabila semakin tinggi tingkat pendidikannya.
Tingkat Pendidikan juga sangat mempengaruhi kemampuan penerimaan informasi gizi, menentukan atau mempengaruhi mudah tidaknya seseorang menerima suatu pengetahuan, semakin tinggi pendidikan maka seseorang akan lebih mudah menerima informasi gizi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara
tingkat pendidikan dengan status gizi ibu hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah di Kota Bandar Lampung (p 0,115), ibu hamil dengan tingkat pendidikan yang tinggi namun mengalami KEK dapat disebabkan karena pendidikan baik belum tentu memiliki status gizi yang baik, hal ini disebabkan karena pendidikan tidak hanya didapatkan dari pendidikan formal saja tetapi bisa juga diperoleh dari pendidikan non formal seperti penyuluhan perbaikan gizi di posyandu setempat dan melalui berbagai media seperti di majalah dan media lainnya.
Pengetahuan tentang gizi merupakan pengetahuan tentang zat gizi, sumber-sumber zat gizi pada makanan, makanan yang aman dikonsumsi dan cara mengolah makanan yang baik agar zat gizi dalam makanan tidak hilang serta bagaimana hidup sehat. Tingkat pengetahuan seseorang berpengaruh terhadap sikap dan perilaku dalam memilih makanan dan berpengaruh pada keadaan gizinya.8 Pengetahuan gizi meliputi pengetahuan tentang pemilihan bahan makanan dan konsumsi sehari-hari dengan baik dan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh.9
Pengetahuan dapat membentuk keyakinan tertentu, sehingga seseorang berperilaku sesuai dengan keyakinan tersebut.
Adanya pengetahuan terhadap manfaat sesuatu hal, akan menyebabkan orang mempunyai sikap positif terhadap hal tersebut.
Dalam hal ini ibu hamil yang memiliki sikap positif maka akan menerapkan hal-hal positif yang disarankan oleh petugas kesehatan, seperti memperhatikan konsumsi makanan yang bergizi untuk mencegah terjadinya KEK.Pengetahuan individu sangat mempengaruhi perilaku sehatnya setiap hari.
kehamilan yang pertama biasanya sangat menjaga kehamilannya dengan cara rajin mengkonsumsi asupan-asupan gizi untuk kehamilannya.
Pemenuhan gizi ibu hamil dipengaruhi oleh salah satu faktor, yaitu dukungan dari suami, keluarga, masyarakat. Tanpa dukungan dari orang terdekat maka suatu tujuan tidak akan tercapai dengan baik. Seperti dukungan materiil untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil. Apabila mengalami keterbatasan ekonomi maka hal tersebut juga akan berpengaruh terhadap kecukupan status gizi ibu hamil
.
10Simpulan
Pendidikan dan pengetahuan gizi pada ibu hamil tidak terdapat hubungan yang signifikan dengan status gizi ibu hamil pada keluarga dengan pendapatan rendah di Kota Bandar Lampung.
Daftar Pustaka
1. Susilowati, Kuspriyanto. Gizi dalam Daurr Kehidupan. Bandung: Refika Aditama;
2016.
2. Dinas Kesehatan Provinsi Lampung. Profil Kesehatan Kota Bandar Lampung Tahun 2015. Bandar Lampung: Dinkes Bandar Lampung; 2015.
3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Penanggulangan
Kurang Energi Kronik pada Ibu Hamil.
Jakarta: Direktorat Jendral Bina Gizi dan KIA; 2015.
4. Notoatmodjo, S. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta;
2003.
5. Supariasa, I Dewa Nyoman. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC; 2012.
6. Departemen Pendidikan Nasional.
Undang-undang RI No.20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional.
Jakarata: Departemen Pendidikan Nasional; 2003
7. Suparlan, Suhartono. Wawawasan Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzzmedia;
2008.
8. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama;
2009.
9. Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama;
2011.
10. Soraya, M.N. Hubungan Tingkat Pengetahuan pada Ibu Hamil dengan Kepatuhan dalam Mengkonsumsi Tablet Besi (Fe) di Puskesmas Keling I Kabupaten Jepara Tahun 2013 [Skripsi]. Bogor:
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor; 2008.