NAMA MATAKULIAH Minggu x Page 1
TEORI AKUNTANSI TEORI AKUNTANSI
MINGGU
MINGGU 1 1 5 5
Pokok Bahasan:
DISCLOSURE OF FINANCIAL INFORMATION Tujuan Instruksional Khusus:
1.
Agar mahasiswa dapat menjelaskan pengertian disclosure menurut (1) Evan; (2) WTD; (3) SFAC ada 2 pengungkapan.
2.
Agar mahasiswa dapat menjelaskan berbagai level pengungkapan
3.
Agar mahasiswa dapat mengidentifikasi informasi yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan
4.
Agar mahasiswa dapat menentukan metode pengungkapan yang tepat.
Rerensi:
1.
Hendriksen & Breda, Accounting Theory, 5th edition, 2001
2.
Suwardjono , Teori Akuntansi, edisi 3, BPFE , 2005
3.
Ikatan Akuntan Indonesia, Standar Akuntansi
Keuangan, 2009
1)Pengertian Pengungkapan (Disclosure)
Pengertian/Definisi. Menurut Evans (2003:334) dalam Suwarjono (2005:578),
disclosure means supplying information in the financial statements, including the statements themselves, the notes to the statements, and the supplementary disclosure associated with the statements. It does not extend to public or
private statements made by management of information provided outside the financial statements. (1) Evans membatasi pengertian pengungkapan hanya pada hal yang menyangkut pelaporan keuangan. Jadi pernyataan manajemen dalam surat kabar atau media masa lain serta informasi di luar lingkup
pelaporan keuangan tidak masuk dalam pengertian pengungkapan.
Menurut Wolk, Tearney dan Dodd [WTD] (2001:302) dalam Suwarjono (2005:578-79), broadly interpreted, disclosure is concerned with information in both the
financial statements and supplementary communications including footnotes, post-statement events, management’s discussion and analysis of operations for the fortcoming year, financial and operating forecast, and additional
financial statements covering segmental disclosure and extentions beyond historical cost. (2)WTD memasukkan pula statement keuangan segmental dan statement yang merefleksikan perubahan harga sebagai bagian dari
pengungkapan.
Pengertian Pengungkapan (Disclosure)
Menurut SFAC No.1 par.5, dalam Suwarjono (2005:578-79), although financial reporting and financial statements have essentially the same objectives, some useful information is better provided by financial statements and some is better provided, or can only be provided, by means of financial reporting other than financial statements. (3) SFAC memaknai
pengungkapan sebagai penyediaan informasi lebih dari (1) notes to financial statement dan 2) supplemtary information) apa yang dapat
disampaikan dalam bentuk statemen keuangan formal (laporan keuangan utama: BS, IS, St.CF).
Cara/Tehnik. Menurut Hendriksen dan van Breda (1991) terdapat tujuh (6) cara/tehnik pengungkapan: 1. Penjelasan dalam kurung (parenthetical explanation), 2. Catatan (notes), 3. Skedul pendukung (supporting
schedule), 4. Penjelasan singkat (showing items short), 5. Opini auditor (auditor opinion), 6. Referensi silang dan items kontra (cross reference and contra items).
2)Tingkat/Level Pengungkapan (Disclosure)
Motif/Tujuan. Menurut Suwarjono (2005:580), secara umum pengungkapan adalah menyajikan informasi yang dipandang perlu (ingat: cost and benefit) untuk mencapai tujuan pelaporan keuangan dan tujuan melayani berbagai pihak (investor, kreditor [selanjutnya dikaitkan dengan tingkat/level pengungkapan: 1) adequate disclosure yaitu pengungkapan yang minimum harus ada/tersedia sehingga dengan
pengungkapan yang ada berarti informasi yang tersedia tidak menyesatkan untuk pengambil keputusan], stakeholders [2) fair disclosure], dan seluruh pihak baik yang tidak mementingkan satu pihak dibandingkan dengan pihak lain (fair) yang wajib maupun sukarela [3) full disclosure]) yang mempunyai kepentingan yang berbeda- beda sehingga karena full tersebut menimbulkan problematic dalam menentukan banyaknya informasi yang akan diungkapkan. Karena pasar modal merupakan
sarana utama pemenuhan dana dari masyarakat, maka fungsi/tujuan pengungkapan harus: melindungi (protective agar investor dan kreditor terhindar dari
penyediaan informasi yang kurang adil dan tidak terbuka -> konsekuensinya tingkat dan volume pengungkapan akan menjadi tinggi: ingat asymmetry
information dan adverse selection serta moral hazardnya contracting/agency theory), informative yang dapat membantu keefektifan pengambilan keputusan pemakai ->
konsekuensinya harus ditetapkan informasi mana (sekurang-kurangnya) yang wajib (mandatory lawan dari voluntary) diungkapkan (informative: ingat decision
usefulness theory), atau melayani kebutuhan khusus konsekuensinya sebagai pelengkap-supplemen (differential: ingat supplemen GPPA).
Disclosure & CSR Disclosure
Objek referensi/regulasi pengungkapan. Di Indonesia, referensinya:
DISCLOSURE CSR DISCLOSURE
Sudut pndg Preparer Preparer
Badan IAI&BAPEPAM-LK GRI (Global Reporting Initiative)
Produk Stándar pengungkapan (SAK)& GRI Standard 2016 & SSPI Sus/Sup Sector
KEP: 134/BL/2006 rev 34/PM/96 Performance Information - G4
Media LK (Laporan Keuangan) SR (Sustainable Reporting)
Gelar SE.,Ak. (Akuntan) CSRS (CSR Spesialis)
Sudut pdng Auditor Auditor
Badan IAI-IAPI GRI Initiative di Indonesia NCSR
Produk SPAP (Auditing Standard) AA1000; AA1000AS; AA1000AP
Media Opinión of auditor report Assurance of SR (+)
Gelar BAP CSRA (CSR Assurance/Auditor)
Scope informasi bermanfaat (FASB)
• Financial statement (FS)
• Notes to financial statement (NtFS)
• Supplementary information (SI)
• Other means of financial reporting
• Other information
GK
Scope informasi bermanfaat (FASB)
GK
Pengungkapan
• Siapa dituju? (stockeholders & creditor vs stakeholders)
• Fungsi/tujuan pengungkapan (tujuan melindungi, tujuan informatif, tujuan kebutuhan khusus)
• Keluasan dan kerincian pengungkapan (wajib vs sukarela); minimum wajib yg disyaratkan standar
• Kendala pengungkapan: full vs adequate; cost vs benefit
• Pengungkapan wajib dan pengungkapan sukarela
GK
Regulasi pengungkapan
Bapepam
• Penawaran umum
• Pelaporan rutin
Pada intinya regulasi pengungkapan menetapkan dua hal: 1) pengungkapan wajib (mandatory disclosure);
dan 2) pengungkapan sukarela (voluntary disclosure)
GK
3) Informasi yang diungkapkan
• Penjelasan kualitatif atau deskriptif terhadap data kuantitatif yang
tertuang dalam laporan keuangan ; jlskan dgn cnth pd lk emiten; di ntfs
• Prakiraan keuangan; jlskan dgn cnth pd lk emiten; forecast
• Kebijakan akuntansi; jlskan dgn cnth pd lk emiten; FIFO; Straight Line depreciation method;
• Perubahan akuntansi; jlskan dgn cnth pd lk emiten; perubahan metode;
peruahan taksiran umur ekonomis;
• Peristiwa kemudian; jlskan dgn cnth pd lk emiten; Subquent event
• Segmen usaha; jlskan dgn cnth pd lk emiten; Segmen nya apa saja
GK
4) Metode pengungkapan manajemen`
• Pos-pos laporan keuangan; aktiva kewajiban
• Catatan kaki; no brp hal brp apa isinya..
• Penjelasan dalam kurung; fifo; garis lurus
• Istilah teknis; lihat di ntfs
• Lampiran/schedule – cost of goods sold; gross profit; book value of fixed assets
• Komunikasi manajemen; kata sambutan dari top manajemen
• Opini audit; paragraph penjelas jk tipe opininya kualifikasi
GK
Sarana interpretif dlm melakukan pengungkapan
• Harus mempertimbangkan ntr Cost (biaya) dan manfaat (market) yang diterima
investor yang pd akhirnya ke harga saham perusahaan.
GK
Cost/Biaya lk
PT A (lk 100 hal) 20rb/hal x 100 hal
= 2jt
PT B (lk 200 hal)
=4jt Harga saham
(manfaat
pengungkapan)
Rp1200 Rp2400