Bab 3.
Atribut Amplitudo
dan Pemanfaatannya
Amplitudo merupakan atribut terdasar tras seismik. Pada awalnya, ketertarikan interpreter tertarik pada amplitudo terbatas pada “kehadirannya” saja, bukan magnitudonya, karena pada awalnya data seismik hanya dipakai untuk analisa struktural. Saat ini pemrosesan data seismik umumnya ditujukan untuk mendapatkan “preserve true amplitude” sehingga analisis stratigrafi dapat dilakukan.
Amplitudo seismik paling banyak dimanfaatkan untuk mengenali anomali amplitudo akibat hidrokarbon, misalnya anomali daerah terang, daerah buram dan seterusnya.
Atribut Amplitudo
Amplitudo seismik juga umum digunakan untuk pemetaan fasies dan sifat reservoar.
Perubahan lateral amplitudo sering dipakai pada studi-studi stratigrafi untuk membedakan satu fasies dengan fasies lainnya. Misalnya secara umum lapisan-lapisan yang konkordan akan mempunyai amplitudo yang lebih tinggi,
“hummocky” sedikit lebih rendah dan “chaotic” paling rendah.
Lingkungan yang kaya akan pasir umumnya mempunyai amplitudo yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang kaya akan serpih. Perbedaan-perbedaan rasio batupasir-batuserpih ini dengan mudah dapat dilihat pada peta amplitudo.
3.1. Kegunaan Atribut Amplitudo
Secara umum, kegunaan utama atribut amplitudo adalah untuk mengidentifikasi parameter-parameter sbb. :
1. Akumulasi gas dan fluida 2. Gros litologi
3. Gros porositas
4. Batupasir “channel” dan deltaik 5. Jenis-jenis tertentu reef
6. Ketidak selarasan 7. Efek tuning
8. Perubahan stratigrafi sekuen
Kegunaan Atribut Amplitudo
Bab ini membahas berbagai macam atribut amplitudo dan turunannya, serta manfaatnya dalam karakterisasi reservoar.
Umumnya jenis turunan atribut amplitudo tersebut diturunkan berdasarkan perhitungan statistik. Oleh karena itu dalam buku ini dibedakan antara atribut amplitudo primer dan atribut amplitudo kompleks.
Kegunaan Atribut Amplitudo
Berbagai jenis atribut amplitudo primer yang sering digunakan adalah sebagai berikut :
1. Amplitudo RMS
2. Amplitudo Absolut Rata-rata 3. Amplitudo Puncak Maksimum 4. Amplitudo Puncak Rata-rata 5. Amplitudo Palung Maksimum 6. Amplitudo Palung Rata-rata 7. Amplitudo Absolut Maksimum 8. Amplitudo Absolut Total
9. Amplitudo Total 10. Energi Rata-rata 11. Energi Total
12. Amplitudo Rata-rata
13. Variansi Dalam Amplitudo 14. Skew Dalam Amplitudo 15. Kurtosis Dalam Amplitudo
3.2. Atribut Amplitudo Primer
RMS Amplitudo dan Amplitudo Absolut Rata-rata dihitung dengan menggunakan persamaan :
Dimana N = jumlah sampel amplitudo pada jendela analisis
a = besar amplitudo
(3.1)
N a RMS 1
Amplitudo N
1 i
12
) 2 . 3 ( N a
1
rata Rata
Absolut Amplitudo
N 1
i i
3.2.1. Amplitudo RMS dan Absolut Rata-Rata
Gambar 3.1 dan 3.2 menunjukkan contoh perhitungan atribut amplitudo diatas. Karena nilai amplitudo diakarkan sebelum dirata-ratakan maka Amplitudo RMS sangat sensitif terhadap nilai amplitudo yang ekstrem; sebaliknya Amplitudo Absolut Rata-rata tidak terlalu sensitif.
Gambar 3.3 dan 3.4 menunjukkan cara penghitungan Amplitudo Puncak Maksimum dan Amplitudo Puncak rata- rata.
Amplitudo RMS dan Absolut Rata-rata
24.46 RMS
) 25 38
...
0 8 (5
RMS 1
4 a RMS 1
2 2
2 2 N
1 i
2 i
Gambar 3.1. Ilustrasi penghitungan Amplitudo RMS
?
Amplitudo absolut rata-rata
N
N ai
1
i
= ?
Gambar 3.2. Ilustrasi penghitungan Amplitudo Absolut Rata-rata
Pada penghitungan Amplitudo Puncak Maksimum, biasanya suatu kurva parabola akan dibuat melalui amplitudo positif maksimum dalam jendela analisis dan dua sampel pada kedua sisinya. Nilai maksimum kurva tersebut kemudian diinterpolasi dan dikeluarkan sebagai nilai atribut ini. Bila jendela analisis terlalu lebar, hasilnya kemungkinan akan kehilangan arti geologinya dan cenderung untuk secara sederhana merefleksikan nilai maksimum data seismik.
3.2.2. Amplitudo Puncak Maksimum
Interpolasi puncak maksimum = ?
Gambar 3.3. Ilustrasi penghitungan Amplitudo puncak maksimum
Untuk menghitung Amplitudo Puncak Rata-Rata pada setiap tras, semua nilai positif sepanjang jendela analisis tersebut dijumlahkan dan hasilnya dibagi dengan jumlah sampel bernilai positif dalam jendela tersebut (Gambar 3.4)
Nilai Amplitudo Palung Maksimum dan Amplitudo Palung Rata-Rata dihitung dengan cara yang identik seperti diatas, hanya disini yang dilibatkan adalah sampel yang bernilai negatif (Gambar 3.5-3.6).
3.2.3. Amplitudo Puncak Rata-Rata,
Palung Maksimum dan Palung Rata-Rata
Amplitudo puncak rata-rata
Gambar 3.4. Ilustrasi penghitungan Amplitudo puncak rata-rata
= ?
Interpolasi palung maksimum =
Gambar 3.5. Ilustrasi perhitungan amplitudo palung maksimum
?
Amplitudo palung rata-rata
Gambar 3.6. Ilustrasi perhitungan amplitudo palung rata-rata
= ?
Nilai Amplitudo Absolut Maksimum didapatkan dengan cara menghitung nilai puncak dan palung dalam jendela analisis dan ditentukan puncak atau palung terbesar nilainya. Suatu fungsi parabola kemudian dibuat yang paling cocok melalui puncak atau palung terbesar tersebut dan dua sampel pada kedua sisinya. Nilai maksimum yang didapatkan merupakan nilai atribut ini (Gambar 3.7).
3.2.4. Amplitudo Absolut Maksimum
?
Nilai Amplitudo Absolut Total dan Amplitudo Total dihitung sebagai berikut (Gambar 3.8 dan 3.9) :
) 3 . 3 ( a
Total .
Abs
Amplitudo N
1 i i
N
1
i ai (3.4) otal
AmplitudoT
3.2.5. Amplitudo Absolut Total dan Amplitudo Total
Amplitudo Absolut Total
= ?
Gambar 3.8. Ilustrasi penghasilan Amplitudo Absolut Total
Amplitudo Total
= ?
Gambar 3.9 Ilustrasi penghitungan Amplitudo Total
Nilai Energi Rata-Rata dan Energi Total dihitung sebagai berikut (Gambar 3.10-11)
(3.5)
a N rata
Rata
Energi
N1 i
i2
(3.6)
a Total
Energi
N1 i
i2
3.2.6. Energi Rata-Rata dan Energi Total
Energi Rata-rata
417.88 N
a
N 1 i
2 i
Gambar 3.10. Ilustrasi penghitungan Energi Rata-Rata
?
Energi Total
= ?
Gambar 3.11. Ilustrasi penghitungan Energi Total
(3.7)
nol non
nilai
Banyaknya
a a
rata Rata
Amplitudo
N 1 i i
a a (3.8)
N V 1
, Amplitudo Dalam
Variansi
N 1 i
i 2
Atribut Amplitudo Rata-Rata dan Variansi Amplitudo dihitung sebagai berikut (Gambar 3.12-13) :
3.2.7. Amplitudo Rata-Rata dan Variansi Amplitudo
Amplitudo Rata-Rata =
?
346.70
15.29) -
a 8 (
1
) a - a N (
V 1
N 2 1
i i
N 1 i
i 2
Gambar 3.13. Ilustrasi penghitungan Variasi Amplitudo
= 423.15
= ?
Skew dalam Amplitudo dan Kurtosis dalam Amplitudo dihitung sebagai berikut (Gambar 3.14-15) :
a a
(3.9)N S 1
, Amplitudo Dalam
Skew
N 1 i
i 3
a a
(3.10)N K 1
, Amplitudo Dalam
Kurtosis
N 1 i
i 4
3.2.8. Skew dan Kurtosis Amplitudo
3961.06 -
15.29) -
a 16 (
1
) a - a N (
S 1
N 3 1
i i
N 1 i
i 3
Gambar 3.14. Ilustrasi penghitungan Skew Amplitudo
= ?
Kurtosis Amplitudo =
?