Filsafat ilmu adalah studi sistematis tentang pengetahuan manusia dan pembenaran atau argumen atas kebenarannya. Bab ini merupakan penjelasan pendahuluan tentang filsafat umum sebagai pengantar terhadap pembahasan filsafat ilmu yang lebih khusus.
RUANG LINGKUP FILSAFAT
Jadi aksiologi terdiri dari analisis keyakinan, keputusan dan konsep moral untuk menciptakan atau menemukan teori nilai. Sekolah ini menjawab: ya, tentu saja kita bisa dan kita tahu (kita bisa dan kita tahu) – apalagi kita juga yakin (we sure).
RELASI FILSAFAT DENGAN AGAMA, SAINS, DAN SENI
Mazhab ini menjawab bahwa kita bisa mengetahui sesuatu, namun kita tidak akan pernah mempunyai pengetahuan yang pasti, seperti yang diyakini oleh para dogmatis. Dalam kaitannya dengan agama, filsafat terkadang mendefinisikan agama, dan terkadang terjadi sebaliknya.
RINGKASAN
Namun jelas bahwa filsafat dapat memainkan peran di dalam atau di luar batas-batas agama. Di sisi lain, keliru jika menyimpulkan bahwa agama berada di luar batasan diskusi filosofis (Santosa, 2015). Filsafat mendorong kita untuk mencari dan menemukan “kepuasan”. makna' dan 'kebahagiaan' dalam hidup. menguji ide alih-alih menerimanya secara membabi buta, pada saat yang sama melakukan apa yang disebut filsafat.
LATIHAN SOAL
FILSAFAT ILMU DAN PENGETAHUAN MANUSIA
- PENDAHULUAN 1 Deskripsi Singkat
- FILSAFAT ILMU DAN PENGETAHUAN MANUSIA
- RINGKASAN
- LATIHAN SOAL
Ia menemukan hal-hal menarik atau memaksakan diri untuk mencari tahu karena tampaknya hal-hal tersebut masih asing baginya atau ia kurang mengetahuinya. Ia berusaha mencari jawaban untuk memuaskan keingintahuannya yang diungkapkan melalui pertanyaan-pertanyaan tentang hal-hal yang aneh atau tidak diketahuinya.
KARAKTERISTIK ILMU
- PENGERTIAN ILMU
- KARAKTERISTIK ILMU
- RINGKASAN
- LATIHAN SOAL
Ada beberapa model penalaran ilmiah yang kita kenal yaitu induksi, deduksi, dan abduksi. Salah satu jendela terbuka yang memungkinkan kita melihat dan memahami keunikan ilmu pengetahuan adalah rumusan etika ilmu yang dikemukakan oleh Robert Merton. Menurut norma ini, para ilmuwan diharapkan menunjukkan upaya berburu untuk menemukan kebenaran ilmiah yang tidak memihak melalui sarana yang tersedia untuk umum dan melupakan segala bentuk motif keuntungan dan pembesar-besaran pribadi.
Pengetahuan, pengetahuan ilmiah atau sains adalah pengetahuan yang diperoleh dan dapat dijelaskan secara ilmiah secara metodis. Perolehan pengetahuan secara metodis ini juga menunjukkan bahwa pengetahuan lahir sebagai hasil dari proses penalaran atau proses inferensi.
ILMU DALAM PERSPEKTIF ISLAM
ILMU
Dalam tradisi Ibnu Rusyd, sebagaimana dijelaskan Nidhal Guessoum (2011), filsafat pada dasarnya adalah studi tentang apa yang ada dan refleksinya. Semakin seseorang memahami sesuatu suatu karya seni dengan baik dan mendalam, maka akan semakin baik pula pengenalan dan pemahamannya, tidak hanya terhadap kualitas karya seni yang dipelajari, tetapi juga terhadap seniman sebagai orang yang menghasilkan karya tersebut. Jika kita menggunakan penalaran di atas, maka penggunaan akal kita, akal kita, pada seluruh alam semesta tidak lain adalah untuk mendekatkan kita pada pengenalan dan pemahaman siapa sebenarnya Pencipta seluruh alam semesta.
Semakin baik pengenalan dan pemahaman kita terhadap ciptaan atau makhluk, maka seharusnya semakin baik pula pengenalan dan pemahaman kita terhadap Sang Pencipta dan Khaliq. Namun makna ilmu dalam Islam tidak hanya sekedar informasi, melainkan meliputi ilmu, wawasan, dan tindakan sosial sebagai bahan dasarnya.
DASAR-DASAR PENGETAHUAN MANUSIA
DASAR-DASAR PENGETAHUAN
Kebenarannya terletak pada kewenangan/kewenangan saksi yang antara lain didukung oleh kompetensi yang bersangkutan. Hasil penalaran deduktif (kesimpulan) dapat dinyatakan sah; artinya, premis-premis tersebut benar jika premis-premis tersebut benar. Kesimpulan induktif/abduktif tidak dapat dinyatakan sahih; tetapi hal ini mungkin dinyatakan terjamin atau tidak berdasarkan bagaimana proses tersebut dilakukan.
Pengetahuan tidak hanya penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri, namun sebenarnya akan membantu dalam memberikan solusi bagi manusia dalam beradaptasi dengan lingkungan, atau juga dalam mengubah lingkungan agar sesuai dengan kepentingannya. Faktor-faktor tersebut dapat disebutkan sebagai berikut: pengalaman, ingatan, kesaksian, minat dan rasa ingin tahu, pemikiran dan penalaran, logika, bahasa dan kebutuhan hidup manusia.
SIKAP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEBENARAN
SIKAP DASAR TERHADAP PENGETAHUAN DAN KEBENARAN
Sikap ini menekankan bahwa fenomena kesalahan dan perselisihan merupakan hal yang melekat dalam pengetahuan manusia. Sikap ini berasumsi bahwa satu-satunya hal yang kita ketahui secara pasti adalah diri kita sendiri dan aktivitas sadar yang kita alami secara langsung. Pada tingkat ekstrim, sikap ini dapat membawa seseorang pada solipsisme, yaitu hidup dalam dunia kebenarannya sendiri atau menyendiri dengan dirinya sendiri.
Sikap ini menarik karena dapat membawa seseorang menjadi lebih sadar akan keberagaman; ditemukan dalam pengalaman pribadi; dan ini adalah cara mudah untuk menghindari konflik. Keuntungan relativisme: menentang sikap yang sangat rasional; pengakuan atas keterbatasan manusia; menekankan sifat relasional dan kontekstual dari pengetahuan manusia.
PRAKTEK MEMBANGUN SIKAP TOLERANSI TERHADAP PERBEDAAN PANDANGAN DAN KEYAKINAN Dalam bagian ini kelas dibagi dalam tiga kelompok yang akan bermain peran sebagai pendukung dari
Untuk itu, menurut Suaedy, sejak tahun lalu Ombudsman RI meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menerapkan sistem zona sebagai langkah pemerataan mutu pendidikan di Indonesia. Dari 240 calon yang diterima selama Juni-Juli 2017, 170 terkait soal PPDB yang berbasis sistem zonal. Terkait hal tersebut, pengamat pendidikan Budi Trikoryatnto menilai sistem zonasi tidak sepenuhnya menutup kesenjangan kesenjangan dalam dunia pendidikan.
“Menurut saya, sistem zona ini bagus untuk pemerataan,” kata Guru Besar Universitas Negeri Jakarta itu dalam aplikasinya, menurut tokoh yang pernah memimpin LabSchool ini, sistem zona bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar. ke sekolah menengah.
RINGKASAN BAB IV (BAGIAN I)
Sebab menurutnya, sistem ini bukan soal pantas diterapkan pada jenjang pendidikan tertentu. 34;Jika berbicara pantas atau tidak diterapkan di semua tingkatan, berarti berbicara itu pantas dan tidak benar. Siswa per kelompok kemudian menarik kesimpulan dari diskusi yang merupakan hasil analisis terhadap faktor-faktor penyebab perbedaan pendapat dan sikap di antara peserta diskusi terkait dengan
Itu sebabnya setiap orang harus berpikiran terbuka dan toleran, tetapi juga kritis terhadap perbedaan pendapat dalam hal-hal tertentu. Menjelaskan faktor-faktor penting yang dapat menimbulkan perbedaan pendapat dan sikap mengenai klaim kebenaran ilmu.
STRUKTUR DASAR KEGIATAN MENGETAHUI
STRUKTUR DASAR KEGIATAN MENGETAHUI
Ketika manusia berpikir, aktivitas ini jelas sangat bergantung pada kemampuan sel-sel otaknya dan proses sirkuit saraf. Kegiatan pengetahuan manusia tidak dapat dipisahkan dari sifat alamiah yang ada dalam diri manusia itu sendiri. Secara psikologis, manusia tidak bisa lepas dari struktur psikologisnya, yang dalam teori Freudian terbagi menjadi id, ego, dan super ego.
Pengetahuan manusia pada gilirannya akan bersifat intensional dalam arti bahwa pengetahuan manusia selalu berupa pengetahuan tentang sesuatu (knowledge of). Oleh karena itu, aktivitas mengetahui dapat dirumuskan sebagai persamaan: “Aktivitas mengetahui = kesadaran + intensionalitas”; "Mengetahui aktivitas = pikiran + kemauan." Singkatnya, aktivitas mengetahui adalah proses penalaran untuk sampai pada sesuatu yang dinilai benar secara bertanggung jawab.
LATIHAN SOAL BAB V
PENGALAMAN INDERAWI
PERAN DAN PERMASALAHAN PENGALAMAN INDERAWI
Akankah orang lain juga mengalami persepsi sensorik yang sama seperti yang saya alami?” Jadi memberi penjelasan atau gambaran terhadap sesuatu yang kita alami secara wajar tidak sama dengan memberi penjelasan terhadap pengalaman itu. Sesuatu itu sendiri diketahui dan dengan itu sesuatu yang lain juga diketahui, seperti premis-premis silogisme yang mengarah pada suatu kesimpulan; (2) Sedang quo. Inferensi merupakan suatu proses penalaran atau kegiatan berpikir yang dilakukan secara sadar dari sesuatu yang sudah diketahui ke sesuatu yang belum diketahui.
Telah diketahui sebelumnya bahwa memberikan penjelasan atau gambaran terhadap sesuatu yang kita alami secara indrawi tidak sama dengan memberikan penjelasan terhadap pengalaman tersebut. Sedangkan inferensi adalah suatu proses penalaran atau kegiatan berpikir yang dilakukan secara sadar dari sesuatu yang sudah diketahui terhadap sesuatu yang belum diketahui.
KONSEPTUALISASI
PERAN DAN PERMASALAHAN KONSEP
Pernyataan dapat diartikan sebagai kalimat deklaratif atau bagian kalimat yang mampu mempunyai nilai kebenaran seperti benar atau salah. Namun terkadang digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang abstrak, yaitu dua pernyataan berbeda namun mengungkapkan makna yang sama. Dalam penggunaan ini, misalnya, kalimat bahasa Inggris “She is beautiful” dan kalimat bahasa Indonesia “Women are beautiful” dianggap mengungkapkan proposisi yang sama.
KEBENARAN
KEBENARAN DAN KEKELIRUAN DALAM PENGETAHUAN
Namun kita harus ingat bahwa kita dapat berbicara tentang benar atau salahnya suatu pengetahuan jika pengetahuan tersebut telah diwujudkan dalam bentuk pernyataan atau pernyataan dan juga keputusan atau pernyataan. Namun, hanya ketika kita mengungkapkan hubungan antara ide-ide—dengan kata lain, ketika kita membuat penilaian atau menyusun proposisi—kita dapat berbicara tentang kebenaran atau kepalsuan. Manusia adalah omnivora" adalah kalimat yang menggambarkan hubungan antara 'manusia' dan 'omnivora' dan dalam hal ini pernyataan tersebut ada benarnya.
Pernyataan “Sukarno adalah presiden pertama Indonesia” ada benarnya; sedangkan pernyataan “Megawati adalah istri Sukarno” adalah salah. Misalnya ketika kita menerima bahwa benar “Rossa itu perempuan”, maka kita juga bisa memastikannya.
TEORI-TEORI KEBENARAN
Kita masih belum bisa mengatakan sesuatu itu benar atau salah, karena gagasan atau konsep yang diwakilinya hanyalah bahan mentah pengetahuan. Logikanya, misalnya kita tidak bisa mengatakan bahwa istilah 'manusia' adalah 'benar', kecuali kita secara tidak tepat mendefinisikan 'benar' sebagai, katakanlah, 'omnivora'. Jika apa yang diungkapkan dalam suatu proposisi sesuai dengan kenyataan, maka proposisi itu benar; jika tidak, itu salah atau salah.
Oleh karena itu, ini juga dianggap sebagai jalan menuju kebenaran, inferensi dengan menyimpulkan kebenaran (atau kepalsuan) dari satu atau lebih proposisi yang relevan. Teori kebenaran semantik melakukan tugasnya dengan menyediakan serangkaian aksioma yang terbatas, dan serangkaian aturan inferensi yang memungkinkan seseorang untuk memperoleh pernyataan dalam bentuk yang diperlukan dari aksioma tersebut - "s benar jika p" - untuk setiap kalimat dari bahasa.
TEORI-TEORI JUSTIFIKASI KEBENARAN
Bahwa kita menginginkan apa yang kita ketahui, asal pengetahuan kita tidak salah atau menipu. Jangan asal meniru atau mengikuti apa yang dipikirkan dan dilakukan orang lain dalam hidupnya. Bukan hanya karena terdapat sejumlah teori pembenaran yang berbeda, namun juga karena terdapat perbedaan radikal di antara para epistemolog tentang cara mereka memahami apa yang ditawarkan oleh teori-teori tersebut.
Namun, dalam sebagian besar konteks, standar epistemik relatif rendah, dan keyakinan kita dapat dan sering kali dianggap sebagai pengetahuan dalam konteks ini. Semua teori ini dikembangkan untuk membuktikan bahwa pengetahuan mempunyai alasan yang cukup untuk dipercaya sebagai kebenaran.
ETIKA ILMIAH
ETIKA ILMIAH
Peneliti harus memastikan bahwa kegiatan penelitian yang dilakukannya menghasilkan akibat atau hasil yang baik dan berada dalam batas yang dapat diterima secara moral dan etika. Pemalsuan, pemalsuan, plagiarisme dan pelanggaran berat sejenisnya terhadap praktik akademik yang baik merupakan hal-hal yang tidak sesuai dengan prinsip kejujuran. Peneliti harus memastikan bahwa mereka mengikuti praktik referensi yang baik yang memenuhi persyaratan verifikasi dan menjadi dasar untuk penelitian lebih lanjut.
Oleh karena itu, institusi wajib memastikan penelitian dilaksanakan sesuai dengan praktik akademik yang baik dan tidak melanggar norma etika penelitian. Peneliti mempunyai tanggung jawab untuk memastikan bahwa penelitiannya akan memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang terlibat dan tidak menimbulkan kerugian atau kerugian.
KODE ETIK ILMUWAN
Ilmuwan juga tidak boleh melakukan kesalahan dengan tidak memberikan pengakuan, misalnya dengan tidak menyebutkan secara baik dan benar peneliti yang terlibat dalam penelitiannya (tidak mengakui seluruh peneliti yang telah melakukan penelitiannya). Ilmuwan juga tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang tidak pantas ketika mempresentasikan karya orang lain sebelumnya (misrepresenting karya orang lain sebelumnya) (D'Angelo, 2012). Seorang ilmuwan harus mematuhi prinsip-prinsip etika ilmiah dan kode etik ilmuwan dalam melaksanakan tugas dan praktik profesionalnya.
Dunia ilmu pengetahuan tidak lepas dari prinsip-prinsip etika mengenai cara memperoleh, mendiskusikan, menerbitkan atau menyebarkan suatu informasi, serta penggunaannya. Sebutkan dan jelaskan nilai-nilai dasar yang harus dihormati dan diperhatikan oleh seorang ilmuwan dalam mengamalkan ilmu pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Robert Audi, Epistemologi: Pengantar Kontemporer terhadap Teori Pengetahuan, Edisi ke-2 (New York dan London: Routledge, 2003). Pengantar Filsafat : Sistematika Filsafat, Sejarah Filsafat, Logika dan Filsafat Ilmu (Epistemologi), Metafisika dan Filsafat Manusia, Aksiologi.
PENULIS