PENDAHULUAN
Latar Belakang
Di satu sisi, pendidikan sekolah mempunyai tugas dan peran menciptakan kondisi yang memungkinkan anak mencapai perkembangan pribadi yang optimal. Peran sekolah dalam masyarakat pada dasarnya tergantung pada kualitas produk pendidikan sekolah (lulusan).
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
KAJIAN PUSTAKA
Lingkungan Sekolah
- Pengertian Lingkungan Sekolah
- Ruang Lingkup Lingkungan Sekolah
- Sifat dan Ciri-ciri Sekolah
- Kriteria Sekolah yang Sehat
- Tanggung Jawab Sekolah
- Fungsi Dan Peranan Sekolah
Dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah adalah seluruh komponen atau bagian yang ada di dalam sekolah, dimana semua komponen dan bagian tersebut berperan dan menunjang proses pencapaian tujuan pendidikan di sekolah. Secara umum lingkungan sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran bagi siswa, karena lingkungan sekitar sengaja dijadikan sebagai sarana dalam proses pendidikan. Ruang lingkup sekolah mencakup komponen-komponen yang ada di sekitar sekolah atau di dalam sekolah, misalnya lingkungan sekolah yang bersih dan nyaman.
Jadi lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang mempunyai peranan sekunder setelah lingkungan keluarga dan keberhasilan proses pembelajaran tidak demikian. Ada kasus di beberapa daerah, misalnya sekolah yang dekat dengan pabrik yang bising dan polusi udara, atau sekolah yang berada di pinggir jalan raya. Lingkungan sekitar sekolah yang demikian dapat membuat siswa merasa tidak nyaman belajar, atau bahkan menurunkan kualitas kecerdasan akibat polusi.
Misalnya saja sebuah sekolah yang sudah berada dalam lingkungan yang merangsang, namun tiba-tiba harus merasakan dampak dari dibangunnya proyek di sekitar sekolah tersebut karena pemerintah tidak memperhitungkan sistem tata kota yang ada.
Perilaku Siswa
- Pengertian Perilaku Siswa
- Perkembangan Perilaku
- Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku
Perilaku siswa yang penulis maksud dalam penelitian ini adalah perilaku yang ditunjukkan siswa yang menjadi karakternya sehari-hari di lingkungan sekolah. Berdasarkan pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa gambaran fokus penelitian dalam penelitian ini adalah peranan lingkungan sekolah dalam hal ini kondisi lingkungan sekolah terhadap perubahan perilaku yang ditunjukkan oleh siswa di lingkungan sekolah. . Observasi ini dilakukan untuk mengetahui derajat peran lingkungan sekolah di SD Negeri 23 Seppong Kec.
Majene tentang peranan lingkungan sekolah terhadap perilaku siswa: Perilaku siswa sudah menunjukkan perilaku yang baik seperti yang diungkapkan oleh Masna, salah satu guru umum yaitu. Peranan lingkungan sekolah terhadap perilaku siswa sangat penting dalam kehidupan individu, dimana lingkungan berperan dalam perkembangan individu. Tindakan sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang efisien seperti yang dijelaskan oleh Kepala SD Negeri 23 Seppong, yaitu:
Jadi, salah satu siswa berpendapat bahwa visinya untuk melihat lingkungan sekolah yang efisien, aman dan tenteram sejalan dengan apa yang dijelaskan dalam wawancara yaitu.
METODE PENELITIAN
Jenis dan Metode Penelitian
Jenis penelitian ini merupakan bentuk penelitian lapangan yaitu di SD Negeri 23 Seppong Kec. Majene dengan pendekatan kualitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap, keyakinan, persepsi, pemikiran dan seseorang secara individu atau kelompok. Berbagai uraian digunakan untuk menemukan prinsip dan penjelasan yang mengarah pada kesimpulan.
Lokasi Dan Objek Penelitian
Fokus Penelitian
Deskripsi Fokus Penelitian
Sumber Data
Data primer merupakan sumber data yang diperoleh langsung dari sumber aslinya (tidak melalui media perantara). Sumber sekunder adalah sumber data yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen. Data dari sumber sekunder atau informan pelengkap berupa cerita dari lingkungan sekolah dan luar sekolah seperti masyarakat atau orang tua, narasi atau catatan mengenai model pembelajaran yang digunakan dalam proses pembelajaran.37.
Instrumen Penelitian
Pedoman observasi, menurut Margon, adalah “pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap gejala-gejala yang terjadi pada subjek penelitian”. Observasi merupakan alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis gejala-gejala yang diselidiki.38. Panduan wawancara merupakan alat tanya jawab dalam penelitian responden lisan dimana dua orang atau lebih bertemu secara tatap muka untuk mendengar keterangan atau informasi yang berkaitan dengan bahan pembahasan.
Teknik pengumpulan data dengan menggunakan benda atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, risalah rapat, agenda, dan sebagainya.” 39. Catatan dokumentasi adalah suatu cara yang digunakan penulis untuk memperoleh data dan informasi melalui dokumen (arsip) yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.
Teknik Pengumpulan Data
Kutipan langsung adalah kutipan yang mengutip pendapat orang lain secara lengkap, kata demi kata, kalimat demi kalimat, dari teks aslinya. Kutipan tidak langsung adalah mengutip pendapat orang lain dalam bentuk intisari, terkadang teks kalimatnya diganti dengan gaya kalimat pengarangnya tanpa mengubah makna kalimatnya. Penelitian lapangan merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara melakukan penelitian langsung di lapangan terhadap objek yang diteliti untuk memperoleh data yang lebih akurat berkaitan dengan permasalahan dalam penelitian ini dengan menggunakan metode.
Merupakan teknik pengumpulan data dimana peneliti melakukan observasi langsung terhadap gejala yang diselidiki. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan tanya jawab atau wawancara kepada responden untuk memperoleh data. Atau menggunakan daftar pertanyaan atau chat gratis tentang permasalahan yang telah dirumuskan sebelumnya.
Teknik Analisis Data
Lingkungan sekolah merupakan lingkungan yang memegang peranan kedua setelah lingkungan keluarga dan keberhasilan proses pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh proses atau lingkungan sekolah saja, tetapi lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat juga menjadi faktor yang menunjang keberhasilan tersebut, seperti sebagai. jelas kepala SD Negeri 23 Seppong. , itu adalah. Secara umum lingkungan sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran peserta didik, karena lingkungan sekitar sengaja dijadikan sebagai sarana dalam proses pendidikan, sebagaimana dijelaskan masing-masing guru Pendidikan Agama Islam. Dari hasil wawancara diatas penulis mengambil kesimpulan bahwa peran lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter menjadi lebih luas, disini kita mampu belajar mandiri, berinteraksi dan bersosialisasi.
Dan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang efektif, yang terpenting adalah tenaga pengajar yang lengkap dan sarana prasarana yang memadai dalam proses pembelajaran untuk mampu mencapai hasil kinerja siswa yang berkualitas.” 45. Dari hasil wawancara di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa Tindakan sekolah dalam menciptakan lingkungan sekolah yang efektif berarti sekolah harus menjalankan fungsinya sebagai tempat belajar yang terbaik dengan memberikan layanan pembelajaran yang bermutu kepada siswanya. Lingkungan sekolah dapat menciptakan lingkungan yang mempunyai kedisiplinan yang baik, memberikan pembelajaran emosional, menyelenggarakan ekstrakurikuler. kegiatan dan mempunyai hubungan guru-siswa yang baik.
Pengaruh lingkungan sekolah terhadap perilaku siswa di SD Negeri 23 Seppong termasuk dalam kategori baik, antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan masyarakat termasuk dalam kategori baik.
HASIL PENELITIAN
Gambaran umum SD Negeri 23 Seppong Kec. Tammero’do
- Sejarah Singkat Berdirinya SD Negeri 23 Seppong
- Profil Sekolah
- Visi, Misi dan Tujuan SD Negeri 23 Seppong
Awalnya sekolah ini didirikan pada tahun 1977, ketika tokoh masyarakat di Dusun Seppong memusyawarahkan keberadaan sekolah di Dusun Seppong demi masa depan anak-anak di Dusun Seppong. Maka salah satu tokoh masyarakat merelakan tanahnya untuk dihibahkan atau sedang mewakafkan tanahnya yang berukuran 40 x 33 meter untuk keperluan pendidikan di Dusun Seppong. Setelah sekolah ini berdiri dengan dukungan masyarakat dan pemerintah setempat, perkembangan pendidikannya semakin hari semakin meningkat, hingga akhirnya berganti nama menjadi SD Negeri 23 Seppong dan memegang akta tanah atas lokasi tersebut sejak tahun 1999 hingga saat ini. Membentuk kepribadian anak, dengan pengetahuan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga dengan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. D.
Meningkatkan etos kerja dan kreativitas seluruh elemen pendidik serta kesadaran masyarakat dalam pengembangan pendidikan yang bermutu. Penguasaan prinsip-prinsip dasar ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai persiapan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. D).
Perilaku Siswa di SD Negeri 23 Seppong Kec. Tammero’do
Hal itu diutarakan kembali oleh Masna selaku guru yang mengucapkannya. Menurut saya yang dimaksud secara non fisik disini adalah dengan adanya sarana prasarana siswa dapat menghasilkan kualitas yang lebih baik, dengan bantuan dari seluruh guru yang ada di sekolah ini. Dan yang dimaksud secara fisik adalah dengan adanya fasilitas yang digunakan di sekolah ini, akhirnya kualitas anak didik kita bisa meraih prestasi yang baik.
Hal ini terbukti dengan salah satu siswanya mampu lolos untuk diikutsertakan oleh provinsi dalam lomba matematika dan itu merupakan salah satu kebanggaan kami terhadap sekolah ini dan semoga kedepannya akan semakin banyak siswa kami yang terpilih (Juara 1) Amin. 41. Apabila fasilitas yang dibutuhkan siswa terpenuhi maka dengan sendirinya perilaku siswa akan berubah menjadi lebih baik Berdasarkan hasil wawancara diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa perilaku siswa SD Negeri 23 Seppong adalah mereka berperilaku baik dan hormat kepada guru dan orang yang lebih tua.
Memiliki sarana/prasarana yang baik dapat menghasilkan siswa yang berkualitas karena sarana/prasarana sekolah menjadi salah satu faktornya.
Peran Lingkungan Sekolah terhadap Perilaku Siswa di SD
“Secara fisik lingkungan sekolah ini dikategorikan sekolah baik karena bangunannya bagus dan layak untuk ditinggali, lingkungan budayanya bagus, bahasanya sopan, namun sebagian besar siswa di sini menggunakan bahasa daerah, dan lingkungan sosialnya. atau persahabatan itu baik.” 43. Dengan demikian, lingkungan fisik, lingkungan budaya, dan lingkungan sosial atau masyarakat juga memegang peranan penting dalam membentuk perilaku siswa.
Pengaruh Lingkungan Sekolah terhadap Perilaku Siswa di SD
Alhamdulillah kita mensyukuri kehadirat Allah SWT atas adanya sarana dan prasarana pendukung baik fisik maupun non fisik seperti sekolah, peralatan media, buku pelajaran, terkait pendidikan, sehingga kita mengenal dan memahami karakter. perilaku di lingkungan sekolah dan masyarakat. Berkat peran serta seluruh guru yang bahu membahu mampu mempengaruhi perilaku positif siswa di lingkungan sekolah dan masyarakat, sehingga salah satu siswa dapat mengikuti kompetisi antarprovinsi.” 44. Faktor internal dan faktor eksternal terdiri dari dari 2 macam yaitu faktor lingkungan sosial dan faktor lingkungan non sosial.Dalam menciptakan lingkungan sekolah yang efisien, kinerja sekolah dirangkum termasuk visi, misi dan tujuan, serta difokuskan pada potensi kebutuhan pengembangan, minat siswa dan lingkungan sekolah .
Berdasarkan analisis penulis di atas, penulis menyimpulkan bahwa pengaruh lingkungan sekolah terhadap perilaku siswa di SD Negeri 23 Seppong baik antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, siswa dengan masyarakat berada pada kategori baik. Tammero'do Sendana Kabupaten Majene, seperti yang diungkapkan beberapa guru sekolah SD Negeri 23 Seppong disana, sikap terhadap guru dan orang tua sudah menunjukkan perubahan menjadi lebih baik. Majene memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar siswa yang ditunjukkan oleh (a) lingkungan (b) lingkungan budaya (c) lingkungan sosial atau masyarakat yang berperan penting dalam membentuk perilaku siswa.
PENUTUP
Kesimpulan
Saran-Saran