• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Tatalaksana Kasus Mpox Dr. dr. Hanny Nilasari

N/A
N/A
Maria Fransiska

Academic year: 2025

Membagikan "3. Tatalaksana Kasus Mpox Dr. dr. Hanny Nilasari"

Copied!
39
0
0

Teks penuh

(1)

Manajemen & Tatalaksana Kasus Mpox

Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp. D.V.E., Subsp. Ven., FINSDV, FAADV

Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Ketua KSM / Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo

(2)

CURRICULUM VITAE

EDUKASI

1992: Medical Doctor, Unika Atmajaya, Jakarta

2002: Dermatovenereology Specialist, FMUI-RSCM, Jakarta

2014: Consultant of STI, Dermatovenereology Colegium, FMUI-RSCM, Jakarta

PROFESSIONAL EXPERIENCES

2003 – Present: STI Division of Dermatovenereology Department, FMUI-RSCM 2005 – 2014: Staff of Undergraduate Program Coordinator, FMUI-RSCM

2014 – 2019: Coordinator of Undergraduate Program, DV FMUI-RSCM 2020 – Now: Head of Dept DV FMUI-RSCM

ORGANIZATIONAL EXPERIENCES

2017 - Now: Chairman of Indonesian Sexually Transmitted Infection Study Group

2017 - Now: General Secretary of Indonesian Society of Dermatology and Venereology

2021: Vice of chairman of Kongres Nasional PERDOSKI, Jakarta 2022- now: Chairman Satgas Monkey Pox PB IDI

Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp. D.V.E.,

Subsp. Ven., FINSDV, FAADV

(3)

RESEARCH & PUBLICATION:

2008: Antimicrobial Resistance Pattern of Neisseria Gonorrhoeae in High Risk Women Population: A Study in Karya Wanita Social Rehabilitation House of Social Department, Mulya Jaya, Pasar Rebo, Jakarta, KONAS XII PERDOSKI Palembang, 2007

2010: The efficacy of Sirih Merah Extract Wash to Reduce Woman Physiological Discharge 2011: A Comparison Study: Effectivity and Safety Between Combination of Retinoic Acid 0,05 %, Hidroquinone 4% with Flucinolone Asetonide 0,01% Cream and Combination of Retinoic Acid 0,05% with Hidroquinone 4% for Treatment of Melasma in Indonesian Patients

2014: Sexual Transmitted Infection Prevalence and Social Perspective amongs Commercial Sexual Female Workers in Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Mulya Jaya, Indonesian Social Ministry, Pasar Reborealyticum infection in female Sex Workers and it’s association with douching: A Study in East Jakarta, Indonesia using Mycoplasma System Plus

2016: Vaginal Microbiota on Menopasue

2017: Asymtomatic Congenital Neurosyphilis: A Case Report

2018: Genital Human Papilomavirus Infection in Nonclasical Clinical Lesion of Condyloma Acuminata in Ciptomangunkusumo Hospital

2019: Relationship Between The Prevalence of Maternal Syphilis and HIV with The Prevalence of Congenital Syphilis in WHO South East ASIA Region: A Systematic Review 2019: Is Syphilis on The Rise?

Dr. dr. Hanny Nilasari, Sp. D.V.E., Subsp. Ven., FINSDV, FAADV

CURRICULUM VITAE

(4)

WHO November 2022: Terminologi penyebutan = Mpox Merupakan penyakit zoonosis

Disebabkan oleh Virus Monkeypox (MPXV) Satu genus dengan virus Variola

Manifestasi serupa namun lebih ringan Angka penularan lebih rendah

Mortalitas lebih kecil

OVERVIEW

Gessain A, dkk. N Eng J Med. 2022;387(19):1783–93. Mitjà O, dkk. Lancet. 2022;401:60–74.

(5)

Clade I: Afrika Tengah, mortalitas 10,6%

Clade II: Afrika Barat, mortalitas 3,6%

Clade I lebih virulen oleh karena memiliki genyang mengkode protein penghambat sistem komplemen

FILOGENI

Lansiaux E, et al. Virus Res. 2022;322:198932.

Isidro J, et al. Nat Med. 2022;28(8):1569–72.

Lineage B.1 --> clade IIb

Berhubungan dengan clade IIa (dahulu clade II)

Perbedaan ~ 50single nucleotide polymorphisms (SNP)

Dikaitkan dengan mutasi akibat protein APOBEC3 manusia Secara filogeni terdiri atas 2 varian

Wabah global di tahun 2022–2023 disebabkan oleh strain clade IIb

(6)

WHO, 30 Juni 2024

Mpox sudah ditemukan di 116 negara

CONFIRMED CASES

Kasus konfirmasi sejak 2022 - Juni 2024:

99.179 kasus 208 kematian

Peningkatan bermakna

di regional Afrika mulai

Mei 2024.

(7)

UPDATE KASUS MPOX DI INDONESIA

Sumber: Kemenkes, 2024

88

Konfirmasi

Sembuh 87

per 17 Agustus 2024

402

Discarded 0

Probable

(8)

PATOGENESIS

PATOGENESIS

(9)

MEKANISME PENULARAN

Gessain A, et al. N EnglJ Med.2022;387:1783–93

(10)

REPLIKASI DI DALAM

TUBUH HOST

Lum FM, et al. Nat Rev Immunol. 2022;22(10):597– 613

(11)

MANIFESTASI KLINIS

MANIFESTASI KLINIS

(12)

GEJALA SISTEMIK

Masa inkubasi cacar monyet biasanya berkisar dari 6 hingga 13 hari.

Pada manusia, gejala Mpox mirip dengan gejala cacar air (Varicella).

Perbedaan utama: Ditemukan adanya inflamasi/pembengkakan KGB (limfadenopati) pada Mpox.

Huang, Y. et al. Sig Transduct Target Ther. 2022;7:373.

(13)

Gejala Klinis Mpox 2022 Cacar Air

(Varicella/Chickenpox) Campak (Measles) Demam

Demam >38°C, ruam setelah 1-3 hari Demam hingga 39°C ruam

setelah 0-2 hari

Demam tinggi 40.5°C, ruam setelah 2-4 hari

Penampakan Ruam

Makula, papula, vesikel, pustula. Jenis ruam sama pada setiap fase di semua

area tubuh

Makula, papula, vesikel. Ada di berbagai fase

Ruam non vesikel pada berbagai fase

Perkembangan

Ruam

Lambat, 3-4 minggu Cepat, tampak crops selama

beberapa hari Cepat, 5-7 hari

Distribusi Ruam

Dimulai di kepala, lebih padat di wajah dan anggota badan; muncul di telapak

tangan dan telapak kaki

Mulai di kepala; lebih padat di tubuh; tidak ada di telapak

tangan dan telapak kaki

Mulai di kepala dan menyebar;

dapat mencapai tangan dan kaki

Penampakan Khas

Limfadenopati Ruam gatal Koplik spots Bervariasi

Kematian

3-6% Jarang Bervariasi

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

(14)

APAKAH MPOX TERMASUK

INFEKSI MENULAR SEKSUAL (IMS)?

Gessain A, et al. N EnglJ Med. 2022;387:1783–93

(15)

Regional

Jumlah lesi lebih sedikit, sebagian besar <20 lesi

Polimorfik

Predileksi: Genitalia, ekstremitas, perianus, batang tubuh, wajah

Generalisata

Jumlah lesi lebih banyak, seringkali>100

Monomorfik

Wajah, batang tubuh, ekstrimitas, genitalia, perianus tidak dilaporkan

WABAH

2022 - SAAT INI WABAH

SEBELUMNYA

Angelo KM, et al. Lancet Infect Dis. 2022;23(2):196–206.

Mitjà O, et al. Lancet. 2022;401:60–74.

Brito CM, et al. Sex Transm Dis. 2022;49:595.

(16)

84,3%

(26.160 dari 31.025 kasus) Terjadi pada kelompok laki-laki yang

berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL).

6,5%

(1.702 dari 26.160) Teridentifikasi sebagai biseksual.

WABAH 2022 - SAAT INI

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

(17)

PERJALANAN LESI KULIT

Makula Papul Vesikel Pseudopustul Krusta

Titanji BK, et al. Open Forum Infect Dis. 2022;9(7):310.

de Sousa D, et al. Infect Dis Rep. 2022;14(5):759–64.

(18)

DIAGNOSIS

DIAGNOSIS

(19)

DERMOSKOPI MPOX

Krusta berwarna cokelat tanpa inti dengan dasar hiperemi,

dengan area halo hipopigmentasi, dan perilesional eritema pada wajah (A), penis (B), dan perianus (C).

Neves LO, et al. An Bras Dermatol. 2022.

(20)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

Lesi kulit

Standar baku emas Sensitivitas 91–100%

Sampel: Vesikel, krusta Swab orofaring

Sensitivitas 26–83%

Pemeriksaan yang disarankan Lain-lain:

Saliva (88–100%) Darah (67–80%)

PCR

WHO. Laboratory Testing for the Monkeypox Virus. 2022.

Coppens J, dkk. J Clin Virol. 2023;159:105372.

(21)

PEMERIKSAAN PENUNJANG

WHO. Laboratory Testing for the Monkeypox Virus. 2022.

Coppens J, dkk. J Clin Virol. 2023;159:105372.

Antibodi Orthopoxvirus

Deteksi IgM pada infeksi akut dan serokonversi IgG pada sampel berpasangan (terpisah 21 hari)

Menunjang diagnosis apabila PCR tidak konklusif

Serologi

(22)

Asal sampel:

Swab permukaan lesi / eskudat Kulit ataplesi

Krusta

Dua lesi dengan morfologi sama dari dua lokasi berbeda dalam satu tabung:

WHO menyarankan dua tabung sampel kulit untuk diambil.

PENGAMBILAN SAMPEL

HO. Laboratory testing for the monkeypox virus. 2022.

Kemenkes RI. Pedoman pencegahan dan pengendalian penyakit monkeypox. 2022. .

(23)

WHO. Laboratory Testing for the Monkeypox Virus. 2022.

PENGAMBILAN SAMPEL LESI KULIT

(24)

TATALAKSANA

TATALAKSANA

(25)

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

TATALAKSANA MPOX

Tatalaksana bersifat suportif dan simtomatik untuk kasus ringan.

REKOMENDASI MANAJEMEN MPOX DERAJAT RINGAN TANPA KOMPLIKASI:

Pasien dengan kriteria suspek, probable, atau konfirmasi mpox gejala ringan, dapat dilakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat selama periode infeksi jika tersedia.

Dilakukan penilaian syarat rumah sebelum pasien diputuskan untuk isolasi

mandiri, yaitu tinggal di kamar terpisah dari anggota keluarga lain.

(26)

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

MANAJEMEN SUPORTIF

Tabel 1. Tatalaksana suportif dan simtomatik demam dan nyeri pada mpox

(27)

MANAJEMEN SUPORTIF

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

Tabel 2. Tatalaksana suportif dan simtomatik pada mpox

(28)

INDIKASI:

Pasien dengan klinis berat (sepsis, ensefalitis, lesi yang luas, disertai manifestasi klinis perdarahan, dan kondisi lain yang membutuhkan rawat inap)

Pasien yang berisiko tinggi mengalami klinis yang berat:

Pasien imunokompromais

Anak dan remaja dengan faktor risiko mpox berat

Pasien dengan riwayat dermatitis atopik atau kondisi kulit mengelupas lain (eksim, luka bakar, impetigo, infeksi varicella zoster, infeksi herpes simplex, atau dermatitis yang luas, psoriasis, atau Darier disease)

Pasien hamil atau menyusui

Pasien dengan satu atau lebih komplikasi

ANTIVIRUS

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

(29)

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

Huang, Y. et al. Sig Transduct Target Ther. 2022;7:373.

MECHANISM OF ACTION DARI ANTIVIRUS

DRUG OF CHOICE

First line: Tecovirimat PO/IV

Second line: Brincidofovir/Cidofovir PO

(30)

MANAJEMEN INFEKSI SEKUNDER BAKTERIAL

Kemenkes. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. 2023.

Tabel 3. Rekomendasi Antibiotik dan Dosis untuk Infeksi Bakteri di Kulit

(31)

MANAJEMEN PERAWATAN KULIT

Tenaga kesehatan atau keluarga yang merawat (caregiver) tetap harus menggunakan APD untuk merawat pasien mpox.

Menghindari manipulasi seperti memencet/menggaruk lesi karena dapat meningkatkan risiko penyebaran ke area lain.

Menghindari berbagi handuk mandi atau pakaian.

Tatalaksana Farmakologis:

Pilihan antibiotik topikal:

Natrium fusidat salep Asam fusidat krim

Mupirocin salep atau krim Gentamisin salep atau krim

Pada lesi-lesi yang berkrusta dapat diberikan kompres NaCl 0,9% sehari sekali.

Penggunaan moisturizer dapat diberikan jika merasakan kulit menjadi kering.

(32)

VAKSINASI

KEMENKES siapkan 4,450 dosis vaksin kepada 2,225 target sasaran @2 dosis

Kelompok LSL ODHIV

dengan kriteria 2 minggu terakhir melakukan hubungan

seksual berisiko (post exposure Prophylaxis) Orang dengan HIV

(33)

Kota Administrasi Jumlah Jakarta Pusat 140 Jakarta Barat 142 Jakarta Selatan 120 Jakarta Timur 93

TOTAL 495

CAPAIAN VAKSINASI TAHUN 2023

Sumber: Direktorat Pengelolaan Imunisasi

JUMLAH SASARAN JUMLAH CAPAIAN

Kota Administrasi Dosis 1 Dosis 2

Jakarta Pusat 137 97,9% 112 80%

Jakarta Barat 45 31,7% 45 31,7%

Jakarta Selatan 209 174,2% 186 155%

Jakarta Timur 104 118,8% 87 93,5%

TOTAL CAPAIAN Dosis 1 : 495 (100%)

Dosis 2 : 430 (86,9%)

(34)

PENCEGAHAN

PENCEGAHAN

(35)

4 PILAR PENCEGAHAN

Deteksi

Perluas

jangkauan

testing Vaksinasi Public and Society Outreach

CDC. Public Health Response to Monkeypox Outbreak. 2022.

(36)

Hindari kontak dengan hewan yang dapat menjadi reservoir virus (termasuk hewan yang sakit atau yang ditemukan mati di daerah di mana Mpox terjadi).

Hindari kontak dengan bahan apa pun, seperti tempat tidur, yang pernah bersentuhan dengan hewan yang sakit.

Pisahkan pasien yang terinfeksi dari orang lain yang mungkin berisiko terinfeksi.

Lakukan cuci tangan yang baik dan benar setelah kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi.

Menggunakan alat pelindung diri (APD) saat merawat pasien yang terinfeksi.

Praktik seks yang aman termasuk membatasi pasangan seks.

Pemberian vaksin bagi kelompok berisiko, termasuk LSL dan ODHIV.

Memasak daging dengan benar dan matang.

EDUKASI

Gessain A, et al. N EnglJ Med. 2022;387:1783–93

(37)

Pengawasan pelaku perjalanan khususnya dari negara terjangkit (pengamatan suhu serta tanda dan gejala mengarah ke Mpox seperti ruam kulit dan lesi)

Dalam situasi perjalanan jarak jauh dan terdapat risiko penularan Mpox, B/BKK akan melakukan identifikasi tanda-gejala dan notifikasi ke pengelola alat angkut untuk komunikasi risiko sebelum penumpang turun

Jika pelaku perjalanan terkonfirmasi Mpox setelah mengikuti mass gathering, maka otoritas kesehatan perlu notifikasi ke event organizer untuk melakukan komunikasi risiko kepartisipan

Apabila ditemukan suspek Mpox, dirujuk ke RS Rujukan

B/BKK koordinasi dengan maskapai untuk identifikasi* kontak erat termasuk penumpang dari daerah yang sama dengan kasus

Tidak ada syarat melakukan vaksinasi Mpox bagi pelaku perjalanan

PENEMUAN KASUS DI PINTU MASUK &

PELACAKAN KONTAK

Sumber: WHO, Gessain A, et al. N EnglJ Med. 2022;387:1783–93

*Identifikasi dilakukan pada penumpang di 2 baris sisi kanan, kiri, depan, belakang, dan penumpang/awak lain.

ADAPTASI DARI PEDOMAN WHO

(38)

World Health Organization. Mpox (monkeypox). Available at:

https://www.who.int/health-topics/monkeypox

Kemenkes RI. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Mpox. Jakarta: 2023.

First meeting of the International Health Regulations (2005) Emergency Committee regarding the upsurge of Mpox 2024 (14 Agustus 2024).

Daftar Pustaka

(39)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait