• Tidak ada hasil yang ditemukan

3. Teori Keadilan John Rawls

N/A
N/A
aulia faradila

Academic year: 2025

Membagikan "3. Teori Keadilan John Rawls"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

Teori Keadilan John Rawls

Pan Mohamad Faiz, S.H., M.C.L., Ph.D.

(2)

Materi Pembahasan

03 Teori Keadilan

01 Sekilas tentang John Rawls

02 Karya Monumental John Rawls

04 Rawls dan UUD 1945

(3)

Sekilas John Rawls

Lahir di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat pada 21 Februari 1921

John Borden (Bordley) Rawls

Orang tua: William Lee Rawls dan Anna Abel Stump.

Kedua adiknya meninggal karena dipteri dan pneumonia Keluarga

Berkuliah di Princeton University (1939-1943) Tergabung dalam The Ivy Club Pendidikan

Menjadi tentara Perang Dunia II di negara Pasifik Kembali ke Princeton University untuk PhD (1946-1950)

Perjalanan Karir Awal

Oxford University dan dipengaruhi pemikiran teori kebebasan (HLA Hart & Isaiah Berlin) Pendidikan Lanjut

(4)

Karir Akademik

• American Association of Political and Legal Philisopher (1970-1972),

• Presiden the Eastern Division of the American Philosophical Association (1974), dan Professor Emeritus di James Bryant Conant University, Harvard (1979).

• Selain itu, dirinya juga terlibat aktif dalam the American Philosophical Society, the British Academy, dan the Norwergian Academy of Science.

1962

Cornell University dan menjadi Guru Besar Penuh

Guru Besar ke-2

Massachusetts Institute of Technology

Pindah Harvard University

Memegang jabatan- jabatan penting

John Ralws meninggal karena stroke pada 24 November 2002

(5)

Karya

Monumental John Rawls

Name Here

A theory of Justice

(Belkap Press, Cambridge, 1971)

Political Liberalism

(Columbia University Press, 1993)

Name Here

Karya-karyanya memiliki gagasan dan pemikiran lintas disipin ilmu

• “Two Concept of Rules” (Philosophical Review, 1955)

• “Constitutional Liberty and the

Concept of Justice” (Nomos VI, 1963)

• “Distributive Justice: Some Addenda”

(Natural Law Forum, 1968)

• “Some Reason for the Maximin Criterion” (American Economic Review, 1974)

• “A Kantian Conception of Equality”

(Cambridge Review, 1975)

• “The Idea of an Overlapping

Consensus” (Oxford Journal for Legal Studies, 1987).

The Law of Peoples

(Harvard University Press, 1999)

Justice as Fairness

(Belkap Press, Cambridge, 2000)

(6)

Karya

Monumental John Rawls

Kompilasi Tulisan dan

intisari Perkuliahan

Filsafat modern 1600-1800

Hume, Leibniz, Kant, dan Hegel Collected Papers

(Harvard University Press, 1991)

Prespektif Rawls terhadap Hobbes, Locke, Butler, Rousseau, Hume, J.S. Mill,

dan Marx

Memperoleh National Book Award.

Schock Prize for Logic and Philosophy (1999)

National Humanities Medal (1999).

Untuk mengenang dan menghormati kontribusi pemikirannya bagi masyarakat dunia, John Rawls dijuluki

sebagai“Asteroid 16561 Rawls”.

(7)

Konsep Rawls

Nalar publik Public reason

Dua prinsip keadilan: kebebasan dan persamaan Two principle of justices

Posisi asali dan tabir ketidaktahuan

The original position and veil of ignorance

Ekuilibrium reflektif Reflective equilibrium

Kesepakatan yang saling tumpang-tindih Overlapping consensus

(8)

Perspektif Rawls: “Liberal- Egalitarian of Social Justice”

Social Institutions

Rawls berpendapat bahwa keadilan adalah kebajikan utama dari hadirnya institusi-institusi sosial

(social institutions).

Social Contract

Gagasan sosial kontrak yang dibawa oleh Rawls sedikit berbeda dengan para pendahulunya,

bahkan cenderung untuk merevitalisasi kembali teori-teori kontrak klasik yang bersifat utilitarianistik dan intuisionistik

Disadvantage People

Akan tetapi, menurutnya, kebaikan bagi seluruh masyarakat tidak dapat mengesampingkan atau menggangu rasa keadilan dari setiap orang yang telah memperoleh rasa keadilan,

khususnya masyarakat

lemah

(9)

Posisi Asali (Original Position)

Pada umumnya, setiap teori kontrak pastilah memiliki suatu hipotesis dan tidak terkecuali pada konsep Rawls mengenai kontrak keadilan

Dirinya berusaha untuk memosisikan adanya situasi yang sama

dan setara antara tiap-tiap orang di dalam masyarakat serta tidak ada pihak yang memiliki posisi lebih tinggi antara satu dengan yang lainnya, seperti misalnya kedudukan, status sosial, tingkat kecerdasan, kemampuan, kekuatan,

01 02 03

Rasionalitas (rationality)

Kebebasan (freedom)

Persamaan (equality)

Bertumpu pada pengertian ekulibrium reflektif dengan didasari oleh ciri:

Guna mengatur struktur

dasar masyarakat (basic

structure of society).

(10)

Selubung Ketidaktahuan ( veil of ignorance )

Setiap orang dihadapkan pada tertutupnya seluruh fakta dan keadaan tentang dirinya sendiri, termasuk terhadap posisi sosial dan doktrin tertentu, sehingga membutakan adanya konsep

atau pengetahuan tentang keadilan yang tengah berkembang.

(11)

Justice as Fairness

Rawls mencoba menggiring masyarakat untuk memperoleh prinsip kesamaan yang adil. Itulah sebabnya mengapa Rawls menyebut teorinya tersebut sebagai “justice as fairness”

Prinsip Pertama

Setiap orang memiliki hak yang sama atas kebebasan dasar yang paling luas dan kompatibel dengan

kebebasan-kebebasan sejenis bagi orang lain.

Prinsip pertama ini dikenal dengan “prinsip

kebebasan yang sama” (equal liberty principle),

seperti misalnya kemerdekaan berpolitik (political of

liberty), kebebasan berpendapat dan mengemukakan

ekspresi (freedom of speech and expression), serta

kebebasan beragama (freedom of religion).

(12)

Prinsip Kedua

(a) Diperoleh manfaat sebesar-besarnya bagi anggota masyarakat yang paling tidak diuntungkan.

• Prinsip ini disebut dengan “prinsip perbedaan” (difference principle);

• Prinsip ini berangkat dari prinsip ketidaksamaan yang dapat dibenarkan melalui kebijaksanaan terkontrol sepanjang menguntungkan kelompok masyarakat yang lemah.

• prinsip pertama memerlukan persamaan atas hak dan kewajiban dasar,

(b) jabatan-jabatan dan posisi-posisi harus dibuka bagi semua orang dalam keadaan dimana adanya persamaan kesempatan yang adil.

• Prinsip ini dinamakan dengan “prinsip persamaan kesempatan” (equal opportunity principle).

• Prinsip ini tidak hanya memerlukan adanya prinsip kualitas kemampuan semata, namun juga adanya dasar kemauan dan kebutuhan dari kualitas tersebut.

• Dengan kata lain, ketidaksamaan kesempatan akibat adanya perbedaan kualitas kemampuan, kemauan, dan kebutuhan dapat dipandang sebagai suatu nilai yang adil berdasarkan persepktif Rawls.

• prinsip kedua berpijak dari hadirnya kondisi ketimpangan sosial dan ekonomi yang kemudian dalam

mencapai nilai-nilai keadilan dapat diperkenankan jika memberikan manfaat bagi setiap orang, khususnya terhadap kelompok masyarakat yang kurang beruntung (the least advantage).

Ketidaksamaan sosial dan ekonomi diatur sedemikian rupa, sehingga:

(13)

Aturan Prioritas

Rawls meneguhkan adanya aturan prioritas ketika antara prinsip satu dengan lainnya saling berhadapan, yakni:

• Jika terdapat konflik di antara prinsip-

prinsip tersebut, prinsip pertama haruslah ditempatkan di atas prinsip kedua,

• Prinsip kedua huruf (b) harus diutamakan

dari prinsip kedua huruf (a).

(14)

Kesimpulan Rawls

Dengan demikian, untuk mewujudkan masyarakat yang adil, Rawls berusaha untuk memosisikan kebebasan akan hak-hak dasar sebagai nilai yang tertinggi dan kemudian harus diikuti dengan adanya jaminan kesempatan yang sama bagi setiap orang untuk menduduki jabatan atau posisi tertentu.

Kebebasan dan Hak Dasar

Rawls juga menisbatkan bahwa adanya pembedaan tertentu juga dapat diterima sepanjang

meningkatkan atau membawa manfaat terbesar bagi orang-orang yang paling tidak beruntung

Pembedaan yang Diterima

Hak Dasar Kebebasan

Pembedaan Tidak

Beruntung

(15)

Kritik atas Teori Rawls

Wolff

Robert Paul Wolff yang menulis

“Understanding Rawls:

A Critique and Reconstruction of A Theory of Justice”

(1977) dari persepktif Marxist.

Walzer

Michael Walzer dari kelompok

komunitarian melalui karyanya “Spheres of Justice” (1983), juga sama-sama

menunjukkan ketidaksetujuannya terhadap konsep keadilan yang didengungkan oleh John Rawls.

Sen dan Cohen

Amartya Sen dan G.A.

Cohen turut pula mengkritisi teori Rawls

atas kedalaman dan keseriusan basis

egalitariannya.

Nozick

Selaku rekan

sejawatnya di Harvard University, Robert Nozick menjadi orang pertama yang

melancarkan kritik secara terbuka

terhadap “A Theory of Justice” melalui

bukunya yang berjudul

“Anarchy, State and Utopia” (1974).

(16)

Penyempurnaan Teori Rawls

Melalui bukunya “Political Liberalism” (1993), Rawls mencoba untuk menjernihkan dan memperbaiki kelemahan teori yang dibahasnya dalam “Theory of Justice”.

Pertama, setiap orang memiliki klaim yang sama untuk memenuhi hak-hak dan kemerdekaan-kemerdekaan dasarnya yang kompatibel dan sama jenisnya untuk semua orang, serta kemerdekaan

berpolitik yang sama dijamin dengan nilai-nilai yang adil.

Kedua, ketidaksamaan sosial dan ekonomi dapat dipenuhi atas dasar dua kondisi, yaitu:

(a) melekat untuk jabatan-jabatan dan posisi-posisi yang dibuka bagi semua orang di bawah kondisi adanya persamaan

kesempatan yang adil; dan

(b) kemanfaatan sebesar-besarnya bagi anggota-anggota

masyarakat yang paling tidak diuntungkan.

(17)

Teori John Rawls

Dalam Konteks

UUD 1945

(18)

TERIMA KASIH

[email protected] | panmohamadfaiz.com

Referensi

Dokumen terkait

BAB I : PEMIKIRAN SOEKARNO TENTANG KEADILAN DAN KEMERDEKAAN BAGI KAUM PEREMPUAN DITINJAU DARI TEORI KEADILAN SUSAN MOLLER OKIN A.. Latar Belakang

Berangkat dari tingginya permasalahan yang muncul seputar sistem zonasi sebagai bentuk upaya pemerataan kualitas Pendidikan, peneliti berusaha untuk mencari bentuk

Atas perbedaan ketentuan ini, bagaimana relevansi teori keadilan Jhon Rawls dalam konteks ketentuan hukum pengupahan Mesir dengan Indonesia dalam hal menetapkan upah minimum, kebijakan

i TINDAK PIDANA DENGAN SENGAJA ATAU ATAS PERSETUJUAN DIRINYA MENJADI OBJEK ATAU MODEL YANG MENGANDUNG MUATAN PORNOGRAFI DALAM PERSPEKTIF TEORI KEADILAN BERMARTABAT SKRIPSI

Yang dimaksud dengan status quo menegaskan kesepakatan fundamental yang dcapai adalah fair mempunyai makna bahwa suatu negara harus mencapai kesepakatan dasar untuk mencapai keadilan