• Tidak ada hasil yang ditemukan

Training Day2 General system electrical

N/A
N/A
Rakha G

Academic year: 2023

Membagikan " Training Day2 General system electrical"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI CB

1. CB Secara umum

- Pengertian alat proteksi listrik yg berfungsi untuk memutuskan rangkaian apabila short circuit, overload, kebocoran arus, percikan bunga api, dapat digunakan Kembali.

- Fungsi :

o Untuk melindungi peralatan2 listrik dari kerusakan

o Untk melindungi penghantar (isolasi kabel agar tidak terbakar) o Untuk membatasi arus listrik agar tidak melebihi seharusnya o Untuk mencegah terjadinya kebakaran

- Syarat CB

o Kepekaan : mendteksi adanya gangguan

o Kecepatan : responsive untuk memproteksi terhadap gangguan

o Selektifitas : mengenal gangguan sehingga tidak asal memutuskan rangkaian - Klasifikasi CB Berdasarkan prinsip kerja dari rele proteksi (CB) Triping action

o Thermal : menggunakan bimetal (2 logam), yang mana apabila semakin besar arus, maka suhu bimetal akan naik, kemudian berhimpit, jatuh dan trip. Karakteristik : dapat dipengaruhi oleh suhu ruangan (semakin panas, maka semaki cpt trip), memelrukan waktu trip yang agak lama.

o Magnetic : terdiri dari inti besi yang dikeliling kumparan, sehingga apabila arus tinggi akan menghasilkan elektromagnetik yang akan menarik tuas sehingga rangkaian akan terputus. Kerjanya paling cepat dibandingkan thermal dan thermal-magnetic o Thermal-magnetic : terdiri dari elemen thermal (elemen panas) dan lemepeng yang

menempel pada elemen thermal. Kecepatan kerjanya tengah2, apabila ada arus listrik yang terlampau tinggi maka akan timbul gaya Tarik menarik antar elemen yang tertempel pada lempeng, sehingga terputus.

- Kelas MCB : 6A, 10A, 16A, 20A, 25A, 32A, 45A, 50A, 63A, 80A, 100A, 125A.

- Kelas MCB (rating) yang tersedia di pasaran :

- K : 8 to 12 times In For the protection of loads that cause frequent short duration (approximately 400 ms to 2 s) current peaks in normal operation.

- Z 2 to 3 times In for periods in the order of tens of seconds. For the protection of loads such as semiconductor devices or measuring circuits using current transformers.

(2)

2. VCB (vacuum circuit breaker) :

Pengertian : CB dengan memanfaatkan ruang hampa berbentuk tabung Vacuum untuk memadamkan busur api Busur api : merupakan suatu fenomena "aliran listrik di atmosfer" yang terjadi saat pemutusan / penghubungan aliran listrik pada tegangan tinggi. Disebut sebagai busur api dikarenakan wujudnya yang terkadang berbentuk seperti sambaran api.

Teknologi vacuum interrupter diperkenalkan tahun 1960 Tekanan di vacuum interrupter dipertahankan di bawah 10^- 4 torr.

Kelebihan :

- Dapat digunakan pd tegangan ekstra tinggi - Isolasi yang cukup tinggi dibandingkan dgn CB

dgn isolasi minyak dan SF6 - Punya umur Panjang

- Tidak ada bahaya kebakaran

- Cocok untuk operasi beurlang dan responsive Kekurangan :

- Kelemahan utama dari VCB adalah tidak ekonomis pada tegangan melebihi 38 kVolt.

- Kalo digunakan di atas 38kV, butuh dua CB yang dihubungkan secara seri

Aplikasi : biasa diugnakan pada rentang tegangan 5kV-38kV, untuk switchgear tegangan menengah,

Cara Kerja : Vacuum yang berbentuk tabung itu hampa udara, atau kedap udara dan tebruat dari bahan isolasi khusus yang tidak bisa menghantarkan listrik

Terjadi short circuit – kontak dipisahkan – uap terlapas yang berisi ion2 positif – arus akan berkurang dengan menurunnya jg laju peleasan uap – Ketika arus mencapai nilai nol – medium akan mendapatkan kemampuan dielektriknya seiring densitas uap berkurang juga.

Busur api dapat dihindari krn kontak penghubung berada di vacuum space yang tidak ada udara dll, sehingga api tidak dapat diproduksi

Pada prinsip operasi VCB akan memiliki dua kontak yang disebut elektroda akan tetap tertutup dalam kondisi operasi normal. Misalkan ketika terjadi kesalahan pada bagian mana pun dari sistem, maka kumparan trip pemutus sirkuit mendapat energi dan akhirnya kontak terpisah.

Kontak saat pemutus dibuka dalam ruang hampa, yaitu 10-7 hingga 10-5 Torr, sebuah busur dihasilkan antara kontak dengan ionisasi uap logam kontak. Di sini busur dengan cepat dipadamkan, ini terjadi karena elektron, uap logam dan ion

(3)

yang dihasilkan selama busur, mengembun dengan cepat pada permukaan kontak CB, menghasilkan pemulihan kekuatan dielektrik yang cepat.

Bagian :

- Kontak tetap

- Kontak bergerak, terhubung dengan mekanisme control

- Dan interrupter vakum 3. ACB (air circuit breaker)

Pengertian : ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit breaker dengan sarana pemadam busur api berupa udara.

ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah. Udara pada tekanan ruang atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat proses switching maupun gangguan.

Fungsi :

Kelebihan dan kekurangan Aplikasi :

4. MCB (miniature circuit breaker)

Pengertian Fungsi :

Kelebihan dan kekurangan Aplikasi :

5. MCCB (mold case circuit breaker)

Pengertian : MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya mem- punyai dua fungsi yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung. Dapat mengamankan dari short circuit dan overload, pd jenis tertentu kemampuan dapat diatur sesuai yang

diinginkan Fungsi :

Kelebihan dan kekurangan Aplikasi :

6. OCB (Oil circuit breaker)

Pengertian : Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan minyak sebagai sarana pemadam busur api yang timbul saat terjadi gangguan. Bila terjadi busur api dalam minyak, maka minyak yang dekat busur api akan berubah menjadi uap minyak dan busur api akan dikelilingi oleh

gelembung-gelem- bung uap minyak dan gas.

Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal conductivity yang

(4)

baik dengan tegangan ionisasi tinggi sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media pemadam loncatan bunga api.

Fungsi :

Kelebihan dan kekurangan Aplikasi :

7. SF6CB (Sulfur circuit breaker) Pengertian Fungsi :

Kelebihan dan kekurangan Aplikasi :

8. CO2CB

Pengertian : Fungsi :

Kelebihan dan kekurangan Aplikasi : untuk tegangan 75 kV 9. VCS (Vacuum contactor switch )

Pengertian : pemutus rangkaian yang menggunakan gas SF6 sebagai sarana pemadam busur api. Gas SF6 merupakan gas berat yang mem- punyai sifat dielektrik dan sifat mema- damkan busur api yang baik sekali. Prinsip pemadaman busur apinya adalah Gas SF6 ditiupkan sepanjang busur api, gas ini akan mengambil panas dari busur api tersebut dan akhirnya padam Fungsi :

Kelebihan dan kekurangan Aplikasi : pada 3.6 kV-760 kV 10. Disconnecting CB (DCB)

11. Other CB

ELCB (Earth leakage circuit breaker) Untuk ground fault, tapi tidak banyak digunakan lagi karena tidak bisa mendeteksi apabila current menyalur tidak ke tanah, missal ke orang

NFB (No Fuse circuit breaker)

RCD atau RCCB : m Untuk mendeteksi imbalance current, but not provide protection

RCBO Menggabungkan fungsi RCD dan MCB, jadi provide

protection

Recloser Jenis pemutus yang dapat menutup (menyambungkan

rangkaian kembali) secara otomatis, biasa digunakan pada jaringan distribusi overhead line untuk

menghindari pemadaman secara berkelanjutan

(5)

Polyswitch Device kecil yang berupa fuse yang dapat disetel utang secara otomatis, not a CB

(6)

Materi UPS

1. Pengertian : singkatan dari Uninterruptible Power Supply, yaitu perangkat yang menyediakan sumber daya energi cadangan ketika terjadi pemutusan atau pengurangan aliran listrik. Sehingga apabila padam, perangkat elektrobik tetap bisa beroperasi untuk sementara waktu.

2. Fungsi

3. Bagian-bagian 4. Cara kerja

- Standby UPS : jenis power supply yang bekerja dengan cara menggunakan daya cadang baterai ketika terjadi masalah seperti pemadaman listrik, penurunan tegangan, atau lonjakan tegangan. Daya di baterai dalam DC, akan disalurkan menjadi AC

- Online UPS : supply power yang tetap memberikan daya konsisten terlepas dari kondisi daya yang masuk. UPS jenis ini bekerja dengan cara mengubah daya AC yang masuk ke DC, lalu kembali ke AC.

- Line Interactive UPS : bekerja dengan cara menggabungkan teknologi yang memiliki auto- transformer yang dapat mengatur voltase rendah maupun voltase berlebihan tanpa harus beralih ke baterai.

5.

(7)

Sistem :

- Sumber listrik ada 3 o PLN | 1D -1E

 Daya masukan tegangannya 20kV, -10% (18 kV), dan +5% (21 kV)

 3PH?

 3W?

 50hz  frekuensi dengan toleransi 1%

 865 MVAsc?

 Dihubungkan ke main substation dengan sebelumnya ada komponen LBS 1250 A

 Antar feeder 3 fasa ke busbar PLN building, dihubungkan dengan with drawable, CB, dan Fuse.

o Genset, atau emercgency diesel engine generator | 1C

 Dengan hasil daya 11kV, 4 MVA.  MVA = daya semu

 Nanti akan di step up, 11kV/20 kV

 Di ground kan dengan tambahan resistor + CB, dengan spesifikasi 100A, 10 sec  apakah dapat menyalurkan arus 100 A dalam waktu 10 second

 Disambungkan ke main substation, yang sebelumnya ada VCB 630 A.

o Dan stem turbine gerenator | 1B  future, jadi sekarang belum ada di lapangan

 Nanti di stepup 11/20 kv

 Daya yang dihasilkan 5MW  daya nyata, dikali cos phi.

 Ada symbol samping generator berbentuk trapezium, apa artinya?

 Di groundkan

- Dari sumber akan masuk ke main substation, yang mana disana aka nada ada busbar yang akan menyebarkan daya ke beberapa saluran. Total 8 saluran  Bus A

o 1 : ke substation 4

 Ada 13 saluran

 4 salutran Untuk menggerakkan 4 motor, 2 pasang motor dengan salah satunya di-start dengan metode VSD

 4 Saluran ke 2 UPS

 1 untuk BC bare core (earthing)?

 2 EPDP = Distribution panel

 2 earthing = ground dengan sebelumnya terdapat kapasitor.

o 2 : ke MS-MDP-301 = main substation – main distribution panel

 Ada o 3

o 4 o 5 o 6 o 7 o 8

(8)

PR :

- Bus tie atau bus coupler = penyambung antara bus A dan Bus B

o Seperti switch dengan breaker, berfungsi untuk mengisolasi busbar apabila terjadi gangguan sehingga gangguan tidak dapat menyebar atau digunakan saat ada maintenance.

o Berisi kombinasi circuit breaker dan disconnection switch

o Kalo g pke, semisal ada gangguan, ya harus dimatikan dulu semuanya.. bru bisa disambungkan lagi.

- Rating trafo

o Metode cooling trafo

 ONAN : oil natural air natural : minyak trafo diedarkan pada sirip minyak tanpa paksa

 ONAF : oil natural air force : minyak diedarkan secara natural, tapi udara dikipaskan. Dapat meningkatkan kapasitas trafo sebesar 33%

 OFAF : oil force, air force : semua di-force, meningkatkan kapasitas trafo 66%. Ada pompa yang memompakan.

 ONWF : W (water)

 OFWF : both forced o Dyn 5  jam trafo 5, 10, 11 o Jenis-jenis belitan pada trafo :

- Bus duct = busbar bentuk solid, lempengan. Tegangannya, rendah di bawah 20kV, menengah 20 kV, high voltage hingga 150 kV.

o Perbedaan busbar dan busduct = busduct pake isolasi dalam pemakaiannya. Busduct isinya adalah busbar

o Tipe-tipe busduct  penerepan dan aplikasinya, kelebihan dll?

 IPB (isolated phase busduct) = biasa digunakan pada pembangkit listrik, tipe udara dan antara fasanya memiliki jarak. Diaplikasikan untuk medium voltage dengan arus yang besar (10kA). Bentuk seperti tabung dengna busbar di dalamnya

 Segregated phase busduct bentuknya seperti kotak atau balok, dengan busduct di dalamnya yang terpisah-pisah (atau ada barier nya)

 Non segregated phase busduct = bentuk seperti segregated, namun tidak ada barrier.

 Busduct cast resin = biasa digunakan pada tegangan rendah, lebih - Bus bar

o Batang logam yang digunakan dalam mengalirkan arus listrik untuk berbagai

komponen, biasa digunakan pada switchgear, gardu induk, panel dsb. Biasanya tidak berioslasi

o Jenis busbar

 Busbar strip = Berbentuk seperti pita, dengan luas permukaan juah lebih besar dibadningkan luas penampang atau ketebalannya. Keuntungan mengurangi efek kulit(?) , mudah dibentuk, dipotong dll

(9)

 Busbar solid berbentuk batang padat, susah dibentuk dan dipotong sehingga butuh perencanaan yang baik sebelum diaplikasikan. Punya ketahanan mekanik yang baik, namun perlu isolasi tambahan untuk mengindari short circuit atau lengkung listrik?

 Busbar hollow = berbentuk tabung atau kotak berongga. Punya luas penampang yang lebih besar disbanding jenis solid, sehingga mengurangi kerugian panas dan meningkatkan kemampuan arus. Tapi butuh isolasi tambahan untuk menghindari dari polutan dan air

 Jenis flexible = berbentuk seperti sandwich, mudah dibentuk dll. Berisi lapisan konduktor tipis.

o Fungsi

 Meningkatkan efisiensi sistem dengan mengurangi kerugian daya, tegangan drop, dan panas (punya luas permukaan bsr dibandingkan kabel)

 Meningkatkan keandalan sistem dengan mengurangi kemungkinan gangguan, kesalahan, atau kegagalan pada listrik.

 Meningkatkan fleksibilitas sistem dengan memudahkan penambahan atau pengurangan beban, perubahan konfigurasi, atau modifikasi desain (karena mudah dihubung-hubungkan)

 Mengurangi biaya instalasi dan pemeliharaan dengan meminimalkan jumlah kabel, konektor, sambungan, dan komponen lainnya.

 Menghemat ruang dan material dengan menggunakan dimensi minimal dan bentuk optimal.

- NC = normally close dan NO normally open pada MCB = system kerja berbeda pada switch.

Normally open, tanpa ditekan missal rangkaian dalam kondisi terbuka (tidak ada arus mengalir). Dan sebaliknya

- Perbedaan aplikasi (high, medium, low) untuk tiap jenis MCB, especially for ACB, MCCB, dan MCB

Tambahan MCB MCCB ACB

VCB = 5-38 kV Rating arus hanya sampai 63 A

Rating sampai 3200 A

Sampai dengna 6300 A

VCS Vacuum contactor switch = hingga tegangan ekstra tinggi

Harga murah Harga mahal Lebih mahal dari MCCB

CO2CB = untuk tegangann tinggi

Ukurna kecil Ukuran sedikit lebih besar

Lebih besar dri MCCB

Level trip tetap Level trip dapat diatur

Interrupting capacity sekitar 10kA

Interrupting capacity sekita 10-100kA Tidak under trip

voltage

under trip voltage Tidak shunt trip Shunt trip Penggunaan di

rumah, dan industry

Industry besar dan komersil

(10)

kecil

o RCD : dapat melindungi manusia dari earth faults, arus berlebih, sengatan listrik MCB tidak dpt melindungi dari earth faults

o RCBO : gabung RCD dan MCB  jadi bisa melindungi circuit juga.

o Under trip voltage : keadaan saat tegangan rendah dari yang sudah ditentukan o Shunt trip : pemutusan dari jarak jauh | mengalirkan arus listrik pada sirkuit yang

berbeda untuk memetikan system – bukan gangguan, tapi kondisi bahaya lain missal untuk mencegah kebakaran dll

- System grounding

o Kode system pentanahan :

 Huruf pertama untuk identifikasi koneksi netral pada trafo

 Koneksi netral trafo terhubung ke tanah yang dilambangkan dengan huruf

“T” yang berarti “Terre”. Koneksi netral trafo tidak terhubung ke tanah (terisolasi) yang dilambangkan dengan huruf “I” yang berarti “Isolated”

 Huruf kedua untuk identifikasi koneksi frame

 Frame terhubung ke tanah yang dilambangkan dengan huruf “T” yang berarti “Terre”. Frame terhubung dengan netral instalasi dimana peralatan tersebut dipasang, dilambangkan dengan huruf “N” yang berarti “Isolated

 TN-C sistemp pentahan dengan N dan konduktor PE

 TN-S : N dan konduktor PE Terpisah

 TNCS :

o da 5 jenis sesuai standard IEEE

 TN-S (Terre Neutral - Separate)

(11)

Bagian netral sumber listrik terhubung ke bumi pada satu titik saja, sehingga bagian netral pada sebuah instalasi konsumen terhubung langsung dengan netral sumber listrik.

Biaya tinggi

 TN-C (Terre Neutral - Combined),

Saluran netral dari sumber, terhubungan dengna N konsumen dan jg frame equipment. Jadi konduktor betral digunakan sebagai konduktor pelindung, dan menjadi gabungan antara N dengan Eart sisi frame

equipment, dikenal sebagai PEN (Prtective Earthing and Neutral).

Dampak: arus unbalance serta harmonisa akan terbawa pada PEN, sehingga butuh konduktor dengan ukuran yang cukup besar, serta baiknya menggunakan batang elektroda yang diparelel untuk mengurangi dampak pada makhluk hidup di skitar

pentanahan.

Bahaya kalo netrla rusak, krn dia pemeran utama.

 TN-C-S (Terre Neutral - Combined - Separate)

Biasa jg disebut dengan Protective Multiple Earthing (PME).

 TT (Double Terre)

(12)

Pada sistem pentanahan jenis TT, saluran netral sumber listrik tidak terhubung langsung dengan pembumian netral instalasi konsumen.

Selain itu sistem pentanahan konsumen dan sumber listrik tidak terhubung sehingga konsumen harus menyediakan dan

memasang sendiri elektroda untuk sistem pentanahan instalasinya.

 IT (Isolated Terre).

, - ATS : Automatic transfer switch

o Automatic Transfer Switch (ATS) adalah sebuah rangkaian kontrol sakelar Power Inverter dengan PLN yang sudah Full Automatic1. Alat ini berguna untuk

menghidupkan dan menghubungkan Power Inverter ke beban secara otomatis pada saat PLN padam. Pada saat PLN hidup kembali, alat ini akan memindahkan sumber daya ke beban dari Power Inverter ke PLN123. ATS adalah sebuah rangkain elektrik listrik yang memiliki fungsi sebagai saklar yang beroperasi otomatis ketika terjadi pemutusan arus listrik terencana atau mendadak

- AMF :

o AMF (Automatic Main Falure) adalah rangkaian elektrik pada panel yang bekerja secara otomatis untuk mematikan atau menghidupan dan mematikan generator genset secara sendiri tanpa campur tangan manusia alias otomatis. Prinsip standarnya adalah apabila listrik PLN mati maka panel AMF akan langsung menyalakan genset secara otomatis dan mengalirkan aliran listrik dan sebaliknya apabila listrik PLN hidup makan secara otomatis pula panel AMF akan mematikan generator genset

- Tipe cable, standard cable  baca dari file pak Beny - Segitiga daya :

o

o Daya aktif : suatu daya yang sesungguhnya terpakai untuk melakukan kerja terhadap beban atau merupakan daya yang sesungguhnya dibutuhkan beban. Daya ini digunakan untuk mengubah suatu energi listrik menjadi bentuk energi lain.

o Daya semu : Merupakan keseluruhan kapasitas daya yang belum terpakai. Kapasitas daya ini yang disediakan oleh PLN dengan satuan VA

(13)

o Daya reaktif : adalah sebuah daya yang terserap untuk pembentukan medan magnet. Daya ini ditimbulkan oleh beban induktif seperti transformator, motor, dan lain lain. Beban induktif disebabkan oleh lilitan kawat atau kumparan yang

digunakan untuk membangkitkan medan magnet agar peralatan listrik dapat bekerja dengan baik.

o Factor daya (cos phi) : nilai yang disebabkan oleh adanya kerugian daya. Dalam perhitungan matematis Cos φ ini merupakan perbandingan dari daya aktif (daya yang sebenarnya terpakai) dengan daya semu (total keseluruhan daya).

- Cara charge battery

o Floating charger : charge untuk menjaga battery tetap penuh, missal 98%, maka akan diisi 2%. Dan apabila sudah penuh maka akan otomatis berhenti

o Boosting charge : pengisian daya cepat, missal karena baterai dalam kondisi 0.

Karena ini adalah Sistem Catu Daya Tanpa Istirahat. Tidak perlu harus online terus menerus. Dan tidak berhenti meski Sudha penuh

o Trickle charge : Mengisi daya baterai yang terisi penuh sesuai dengan laju

pengosongannya, missal konsumsi baterai permenit 1%/penit. Maka pengisiannya 1% per menit.

- EPDP dan penjelasan rating trafo

o 400/230 V  diambil dari 3 phase hanya 1 phase, makanya dari 400 ke 230 o 50 A  arus busbar

o 3 PH  3 fasa

o 4 W  W = Wire, jdi ada 4 kabel. 3 fasa, 1 earthing

o 20 kA, 1 sec  apabila short circuit, batas atas | maks 20 kA selama 1 sec, kalo lebih maka akan kebakar.

- Rating MCB

o 3P  3 pole

o 50 A  arus nominal

(14)

TODAY HOMEWROK

1. JAM TRAFO (Dyn, NYd)

Tiga gulungan pada sebuah transformator baik pada sisi tegangan tinggi (HV) maupun sisi tegangan rendah (LV) dapat dihubungkan dalam beberapa cara untuk membentuk konfigurasi bintang (Y), delta (Δ) atau Zigzag (Z) sehingga walaupun terlihat sama namun arah arus bervariasi di setiap konfigurasi yang dibentuk.

- Trafo 3 fasa dapat dihubungkan dengan 3 cara, stard, delta, dan zigzag

- Masam2 sisi trafo : HV dan LV, serta Primer dan sekunder. Primer dan sekunder tergantung pada cara melilit kumparannya  akan mengakibatkan arah tegangan dan perbedaan fasa - Vektor group bertujuan untuk mengetahui polaritas terminal trafo, positif atau negative

(additive atau substractive)

- Arah dan besar perbedaan fasa menyebabkan adanya kelompok hubungan pada trafo  dapat ditentukan dengan tiga jenis tanda

o Sisi HV : D,Y, dan Z (huruf kapital) o Sis LV : d,y, dan (huruf kecil)

o N atau n menandkaan bahwa titik netral yang dihasilkan dari hubungan belitan bintang pd trafo digunakan

o

- Contoh jam dan dampak pergesaran fasanya :

- Stndart that used for vector group of transformer:

o ANSI : disimbolkan dengan hubungan seperti huruf dan angka di atas.

o Dan IEC 60076-1 = disimbolkan dengan notasi angka dan huruf - Jenis-jenis belitan trafo :

o Belitan delta

(15)

Biasa diugnakan untuk arus yang tinggi, dan tegangan rendah

- Terdiri dari 3 vektor (W1- W2-W3)

- ABC : fasa

- W artinya winding - Fasa A selalu jdi patokan

yang mana berada di arah jam 12

- W1 atau winding,

berdasarkan belitan trafo (1,2,3 dll)  apabila melebihi jam 6, maka arah vector berkebalikan (tidak searah jarum jam)

o Belitan star

Biasa digunakan untuk tegangan tinggi maupun rendah dengan arus yang rendah

Sama halnya dengan deltar, namun untuk arah vector apabila jam trafo 6 atau lebih, maka arah vector mengarah ke titik tengah winding.

(16)

o Belitan zigzag

Setiap belitan terdiri dari 2 widing yang sama, tapi limbs (inti) yang berbeda Butuh 15.5% winding lebih banyak disbanding koneksi star dan delta, sehingga lebih mahal

Biasa digunakan untuk beban yang tidak seimbang yang bisa terjadi antara fasa dan netral.

- Table koneksi vector group trafo :

- Fungsi vector grup : Jika dua trafo dari kelompok vektor yang berbeda dihubungkan secara paralel maka ada perbedaan fasa antara trafo sekunder dan aliran arus sirkulasi yang besar antara kedua trafo yang sangat merugikan.--> shorct circuit.

- Fungsi vector grup :

o Menghilangkan harmonic : Koneksi Dy, - y winding dapat mengatasi harmonic k3 3, dan mencegahnya untuk terpantullnya hal tersebut ke bagian kumparan delta o Operasi parallel : semua trafo harus memiliki vector ggrup dan polaritas of the

winding yang sama untuk operasi ini

o Earth fault relay : Dd transformers gak punya netral. Untuk menghindari earth fault pada system, bisa menggunakan zigzag trafo untuk membuat netreal bersamaan dengan earth fault relay (dihubungkan)

o Type of non linear load : apabila beban dapat mengakibatkan gangguan harmonic, maka pergesaran tegangan dapat mengatasi masalah harmonic ke 3 pada supply system

o Type of transformer application : Biasanya untuk power export transformer (step up trafo dari power plant ke transmisi)  menggunakan delta unutk sisi generator, dan star untuk load. Dan untuk power export inport transformer (untuk transmisi

(17)

misalnya)  biasanya menggunakan trafo star-star dengan tujuan untuk menghindari grounding trafo pada sisi generator dan menghemat islasi netral.

- Berikut beberapa hal yang bisa dipertimbangkan sebelum menentukan vector grup trafo : o Star connection : present a neutral, biasa digunakan untuk distribusi atau dlm

ukuran besar yang menghubungkan system transmisi.

o Delta connection : menangkap aliran arus urutan 0, bisa untuk beda fasa 30 derjat.

o Star delta connection :konfiguasi yang paling digunakan, biasanya digunakan apabila tidak dibutuhkan netral yang stabil, atau untuk menhindari 30 derajat phase shift.

Biasanya digunakan unutk isolation transformer buat converter daya

o Zig-zag connection : biasa digunakan apabila membutuhkan netral yang akan dihubungkan ke earthing, baik secara TT maupun IT. Sehingga bisa mengurangi ketidakseimbangan tegangan dlm system, dimana beban tidak terdistribusi secara merata antar fase.

o Distribution trafo : biasa digunakan adalah belitan bintang-bintang atau bintang delta. Namun untuk bintang memerlukan 4 kabel (3 fasa 1 netral), jdi biasanya digunakan delta bintang, dengan bintang untuk bagian sekunder/beban.

- Aplikasi trafo berdasarkan vector grupnya : 1. Dyn11, Dyn1, YNd1, YNd11

 Biasa digunakan untuk trafo distribusi

 Normalnya Dyn11 untuk trafo distribusi, karena untuk generating transformer yang dipake adalah YNd1 untuk emnetralkan sudut beban antara 11 dan 1.

 Dyn1 juga bisa digunakan untuk distribusi ssitem, Ketika pada trafo generator make YNd11

2. Star-star (Yyo atau Yy6)

 Biasa digunakan untuk tie-up trafo pada system yang besar

 Tipe koneksi yang paling ekonomis pada HV system untuk menhubungkan antara 2 delta trafo dan dapat menyediakan grounding untuk keduanya

 Pada trafo koneksi star, beban bisa dikoneksikan antara line dan netral jika :

 Bagian sumber (primer) merupakan hubungan delta

 Bagian primer merupakan hubungna delta dengan netral djibungkan dengan netral sumber

 Biaya insulation banyak berkurang karena kawat netral bisa untuk mixed loading.

3. Delta-delta (Dd0 atau Dd6)

 Hubungan yang ekonomis untuk large low voltage transformers

 Beban besar yang tidak seimbang dapat dipertemukan tanpa diffulty 4. Star zigzag atau delta zigzag (Yz atau Dz)

 Dapat mengurangi tegangan harmonic ketiga dan memungkinkan pembebanan yang tidak seimbang

 Bisa digunakan untuk step up dan step down, serta ada netralnya

 Butuh belitang 15% lebih banyak disbanding star dan delta 5. Zig-zag star (Zy1 atau Zy11)

6. Yd5

(18)

 Biasa digunakan untuk mesin dan maintrafo pada power station yang besar dan transmission substation (gardu induk transmisi)

 7. Yz5

- Pertanyaan yang muncul :

o Nameplate trafo dan penjelasan tiap spesfikasinya

 Kapasitas

 Impedansi

 Insulation class o Gangguan pada trafo

 Apa itu gangguan harmonic?

 What happen if when trafo transforming the voltage, but terjadi gangguan tegangan (missal under atau over voltage) yang masi dalam batas normal.

Namun sudah keluar dari HV dan LV yang tersedia di spesifkasinya.

o Apa itu isolasi netral trafo?

o Apa dampak atau tujuan dari lagging atau leading dari grafik LV terhadap HV o Apakah belitan delta dapat dinetralkan?

2. Grafik kecepatan trip jenis-jenis MCB 3. General specification

4. ONAN-OFAF lebih lanjut

Referensi

Dokumen terkait

Atau bisa juga dikatakan Angka Jam ialah besar sudut fasa antara tegangan di sisi sekunder terhadap tegangan di sisi primer seperti ditunjukkan pada Gambar 1.8.

tegangan yang dihasilkan oleh kumparan sekunder akan lebih kecil dari tegangan. pada

Setting rele saat ini 4A, Dengan kapasitas trafo 1600 kVA pada tegangan primer sebesar 20.000 kV dan tegangan sekunder 400 Volt, dipasang sebuah OCR (Over

Output dari inverter satu fasa dihubungkan ke transformator multi belitan dengan jumlah belitan pada sisi sekunder sesuai dengan level tegangan output multilevel inverter

Komponen utama suatu trafo tegangan magnetik adalah: kumparan primer, kumparan sekunder, dan inti baja silikon. Ketiga komponen tersebut dicetak dalam isolasi padat

Resistor sekunder biasanya di pilih untuk gangguan satu fasa ke tanah di terminal generator, daya hilang resistor sama dengan atau lebih besar dari tegangan volt-ampere reaktif

kumparan primer dan kumparan sekunder terhadap medan magnet Pada gambar 2.9 , ketika arus listrik dari sumber tegangan yang mengalir pada kumparan primer berbalik

Komponen utama suatu trafo tegangan magnetik adalah: kumparan primer, kumparan sekunder, dan inti baja silikon. Ketiga komponen tersebut dicetak dalam isolasi padat