• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM MESIN LISTRIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "LAPORAN RESMI PRAKTIKUM MESIN LISTRIK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM MESIN LISTRIK

PERCOBAAN 2.B

MOTOR SLIP RING SEBAGAI PENGUBAH FREKUENSI

Disusun oleh :

1.

Fajar Setyarini

(6911040005)

2. Faris Firdausi

(6911040006)

3. Rengga Destyan

(6911040007)

4. M. Billy Rahman

(6911040008)

5. Alif Rizky Farodis (6911040009)

(2)

W2

MOTOR SLIP RING SEBAGAI PENGUBAH FREKUENSI

A. TUJUAN

Setelah melakukan percobaan ini, diharapkan mahasiswa mampu :

 Mengukur dan menghitung besar tegangan dan frekuensi yang terinduksi pada motor asynchron 3 phasa

 Menentukan perubahan frekuensi rotor

B. TEORI DASAR

Motor slip ring mempunyai 3 kumparan stator dan kumparan 3 rotor. Keenam kumparan tersebut dapat digambarkan seperti di bawah ini

Pada Transformator, tegangan induksi pada sekunder tergantung pada perbandingan lilitan primer : sekunder, dan frekwensinya sama dengan primer. Pada motor slipring (rotor belit), disamping tergantung perbandingan belitan stator rotor, tegangan dan frekwensi induksi pada rotor tergantung pada slip

s=nsnr

ns

ns

=

(3)

L M

Jadi frekuensi tegangan yang terinduksi pada rotor adalah : f = s.fs

dimana :

n = Putaran Rotor.

ns = Putaran Medan Stator.

Δn = Beda Putaran Medan Stator dan Putaran Rotor.

fs = Frekuensi Stator ( Frekuensi Line ). f = Frekuensi rotor relatif.

s = Slip.

p = Pasang Kutub .

C. PERALATAN YANG DIGUNAKAN

1. Motor Asinkron 3 phasa rotor belit 2. Motor DC penguat bebas

(4)

M1

~

supply dalam keadaan off.

(5)

3. Hubungkan kumparan stator dengan hubungan bintang kemudian atur power supply (M2) pada posisi a.

4. Sebelum tegangan stator = 300 volt dimasukkan, power supply M3 diatur sehingga if= 0,3 ampere , kemudian atur pula M1 sehingga motor DC berputar. Catat arah putaran motor , kemudian masukkan hasilnya masukkan tabel I, yakinkan tegangan rotor tidak lebih dari 360 volt.

5. Matikan motor kemudian balik arah putaran DC tersebut seperti langkah no.5 kemudian masukkan hasilnya pada tabel II.

F. TUGAS & PERTANYAAN :

1. Buat grafik

U

2

=

f

(

n

)

sesuai dengan hasil percobaan yang tercatat pada tabel I dan tabel II.

2. Lihat tabel I pada saat motor berputar 500 rpm berapa frekuensi yang dihasilkan pada sisi rotor ?

3. Lihat tabel II pada saat motor berputar 500 rpm berapa frekuensi yang dihasilkan pada sisi rotor ?

(6)

Penyelesaian :

1. U=f(U) pada tabel I

U=f(u) pada tabel II

2. Tabel 1 pada saat motor berputar 70 rpm

 Rotor = 135 Volt

 Frekuensi Rotor = 47 Hz

3. Tabel II pada saat motor berputar pada 70 rpm

 Rotor = 135 Volt

 Frekuensi Rotor = 52 Hz.

(7)

G. KESIMPULAN

(8)

LAPORAN SEMENTARA

Jur/Sem/Kelompok : TO/III/2

No Nama Praktikan/NRP Tanda Tangan Surabaya,14-01-2013 1. Fajar Setyarini/(6911040005) 1. ……….. Mengetahui :

2. Faris Firdausi/(6911040006) 2. ……….. 3. Rengga Destyan/(6911040007) 3. ……….. 4. M. Billy Rahman/(6911040008) 4. ………..

5. Alif Rizky F./(6911040009) 5. ……….. (Ir. Hasanuddin MT.)

TABEL I

1000 300 121 47 0,06

1500 300 119 45 0,1

2000 300 114 43 0,14

2500 300 108 41 0,18

Gambar

tabel I, yakinkan tegangan rotor tidak lebih dari 360 volt.

Referensi

Dokumen terkait

Nilai ohm dari resistansi dan reaktansi bocor sebuah transformator tergantung dari apakah nilai tersebut diukur pada sisi tegangan tinggi atau sisi tegangan rendah

Untuk supply voltage, artinya untuk menghidupkan motor tersebut dibutuhkan tegangan 400 V, untuk Rated Current, artinya adalah mesin tersebut memiliki kemampuan maksimal

Regulator tegangan atau yang biasa disebut voltage regulator adalah otto trafo dimana lilitan primer dan lilitan sekunder dihubungkan menjadi satu selanjutnya pada

 Transformator step-up adalah berlilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer, sehingga berfungsi sebagai penaik teganganb.  Trafo ini umumnya pada

Catu daya computer (Power Supply) merupakan unit yang mencatu tegangan bagi komputer agar dapat bekerja.. Power supply memerlukan masukkan dari tegangan AC (110V –

Sebuah arus bolak-balik yang berubah terhadap waktu dalam satu koil pada transformator itu menghasilkan arus bolak-balik dalam koil lainnya; nilai M, yang

lilitan primer (Np) yang lebih banyak dengan lilitan sekunder (Ns). Transformator jenis step pada umumnya digunakan pada alat-alat elektronika.. seperti radio, televise,

Perbandingan jumlah lilitan dengan tegangan listrik bolak-balik dapat dirumuskan sebagai berikut : 𝑉 𝑉 =𝑁 𝑁 Gaya gerak magnet memproduksi fluks pada inti yang kemudian membangkitkan