21TK2006 Perlakuan Mekanik
5. Filtrasi
Jurusan Teknik Kimia Polban Oleh: Keryanti, S.T., M.T.
Tujuan
Pembelajaran
Mahasiswa dapat memahami dan
menjelaskan definisi filtrasi, jenis-jenis dan perolehan filtasi dan perhitungannya.
Pendahuluan
• Filtrasi atau penyaringan adalah pemisahan partikel zat padat dari fluida (cair atau gas) dengan mengalirkan campuran padat fluida (slurry) melalui suatu medium penyaring sehingga menghasilkan zat padat, filtrat atau keduanya (filtrat dan padatan).
• Dalam industri, proses filtrasi dapat memisahkan
partikel atau padatan dari ukuran partikel yang sangat kecil dalam μm sampai ukuran partikel yang cukup besar dalam mm.
Pendahuluan
• Slurry yang mengalir melalui medium filter karena adanya gaya dorong antara lain akibat perbedaan tekanan yang melintasi medium tersebut.
• Oleh karena itu, filter dibagi menjadi:
Beroperasi pada tekanan yang lebih tinggi dari atmosfir di bagian hulu dan pada tekanan atmosfir yang beroperasi dibagian hilir
Beroperasi pada tekanan atmosfir dibagian hulu, sedang
dibagian hilir pada tekanan vakum.
Contoh
Penggunaan Filtrasi di Industri
Industri kertas yaitu untuk proses penyaringan pulp
Industri pengolahan air Industri kimia : NaOH
Jenis-jenis Proses
Filtrasi
Proses filtrasi berdasarkan jumlah padatan dalam slurry
Filter klarifikasi (clarifying filter)
digunakan untuk memisahkan zat padat
yang kuantitasnya kecil danmenghasilkan zat cair atau zat gas yang bersih.
Filter ampas digunakan untuk
memisahkan campuran padatan –cair
(slurry) dengan padatan yang cukup
banyak sehingga membentuk ampasdan berfungsi sebagai penyaring.
Bed Filter
Plate and Frame
Filter
Press
Plate and Frame
Filter
Press
Leaf
Filter
Continou
s Rotary
Filter
Teori Dasar Filtrasi
Penampang irisan aliran slurry melalui filter
Aliran filtrat yang melalui hamparan ampas dapat
digambarkan
(dianalogikan) aliran fluida mengikuti
hukum Poiseuile,
dengan asumsi terjadi aliran laminer dalam suatu tabung.
Cake filter
Penurunan Tekanan Cairan Melewati Ampas
Pers. Poiseuille’s untuk aliran laminer yang melalui pipa lurus :
(1)
• Tebal filter cake L dalam m atau ft
• Luas filter A dalam m2 atau ft2
• Kecepatan linier slurry sepanjang L (v) dalam m/s atau ft/s
• Dari pers. Poiseuille’s untuk aliran laminer yang melalui saluran filter :
L2 – L1 = L = ketebalan cake μ = viskositas fluida
v = kecepatan linier rata-rata fluida dalam filter D = diameter dalam pipa
Dimana :
- ΔPf = (p1 – p2)f
= Pressure loss karena gesekan pada dinding dan ampas (cake)
p1 = tekanan pada titik-1/tekanan masuk umpan p2 = tekanan pada titik-2/tekanan keluar filtrat
• Untuk aliran laminer dalam filter identik dengan pers. Kozeny di dalam Packed Bed Particle
(2)
• Hubungan volume(V), massa (m) dan ketebalan cake (L) merupakan neraca massa. Neraca massa dapat dituliskan sebagai berikut :
Tahanan Ampas Spesifik
•
Proses Filtrasi Batch (Tekanan Konstan)
Proses Filtrasi Batch (Tekanan Konstan)
Proses Filtrasi Laju Tetap
• Jika filtratnya mengalir pada laju tetap, kecepatan linear akan tetap, dan dapat dinyatakan sebagai berikut :
Proses Filtrasi Laju Tetap
Grafik
Hubungan
: t/V vs V
Contoh Soal-1
Data percobaan filtrasi menggunakan plate and frame filter press slurry CaCO3 dalam air pada temperatur 298,2K pada tekanan konstan (-ΔP) 338 k N/m2 (7060 lbf /ft2) dengan luas total frame, A = 0,0439 m2 (0,473 ft2), konsentrasi slurry, Cs=23,47 kg/m3 (1,465 lbm /ft3 ). Hitung konstanta tahanan spesifik ampas (α) dan tahanan filter medium (Rm) dengan menggunakan grafik hubungan t/V vs V dari data berikut:
t (s) 4,4 9,5 16,3 24,6 34,7
V (m3 ) 0,5x10-3 1x10-3 1,5x10-3 2x10-3 2,5x10-3
t (s) 46,1 59,0 73,6 89,4 107,3
V (m3 ) 3x10-3 3,5x10-3 4x10-3 4,5x10-3 5x10-3
Solusi soal-1
• Dibuat tabel t/V dengan V
t/V (s/m3 ) 8800 9500 10867 12300 13880
V (m3) 0,5x10-3 1x10-3 1,5x10-3 2x10-3 2,5x10-3
t/V (s/m3 ) 15367 16857 18400 19867 21460
V (m3) 3x10-3 3,5x10-3 4x10-3 4,5x10-3 5x10-3
Dari grafik : t/V vs V diperoleh : Intersep =
Slope = Kp /2 =
Pada temperatur 298,2 K, viskositas air, µ µ = 8,937 x 10-4 Pa. s = 8,937 x 10-4 kg/m . S
(-ΔP) = 338 k N/m2 =338.000 N/m2(7060 lbf /ft2)
Substitusi Pers. (12) :
Contoh Soal-2
• Sama seperti pada contoh soal-1, apabila
menggunakan 20 frame dengan luas 0,873 m2 (9,4 ft2) per frame. Filter Press Frame and Plate
dioperasikan pada tekanan konstan dengan
pressure drop, filter dan cake sama. Hitung waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh produk filtrat 3,37 m3 (119 ft3 )
Dari contoh soal-1 :
A = 0,0439 m2 Kp = 6 x106 s/m3 B = 6400 s/m3 α dan Rm sama
Kp sebanding dengan 1/A2 Pers.
Luas A baru = 0,873 x 20 = 17,46 m2 ( 188 ft2 ) Kp baru :
B sebanding dengan 1/A Pers.
Waktu yang dibutuhkan untuk memperoleh volume filtrat, V = 3,37 m3
Pers. (13)
Proses Filtrasi Kontinyu
• Dalam filtrasi kontinyu (jenis rotary drum vacuum filter): umpan, filtrat, dan ampas bergerak pada kecepatan tetap dan stedi
• Proses filtrasi kontinyu permukaan filter sejak rotary drum filter masuk ke dalam bak slurry sampai akhir proses terdiri dari beberapa langkah sebagai berikut:
a. pembentukan ampas
b. pencucian dan pengeringan c. pelepasan cake dan
d. tahapan kosong
Proses Filtrasi Kontinyu
• Untuk rotary drum filter dengan vakum di bagian
tengahnya, sehingga cairan filtrate akan mengalir masuk ke bagian tengah drum dengan menembus medium filter dan support sambil meninggalkan padatan cake di permukaan medium filter.
• Cake yang menempel akan dilepaskan oleh pisau (knife) dan dikumpulkan dalam penampung cake, sementara itu filtrate mengalir keluar dari bagian poros drum dan
dialirkan ke tangka filtrat oleh sebuah pompa
Proses Filtrasi Kontinyu
• Dalam filtrasi kontinu, tahanan medium filter dapat diabaikan
dibandingkan tahanan ampas, sehingga harga B (yang mengandung besaran Rm) ≈ 0.
• Dari persamaan filtrasi untuk tekanan tetap dengan B = 0 adalah sebagai berikut:
Proses Filtrasi Kontinyu
• Jika bagian yang tercelup slury adalah f dengan membentuk cake seluas A, dan luas total drum At serta berputar dengan kecepatan putar n, maka besar f (fraksi bagian yang tercelup slury) adalah:
Proses Filtrasi Kontinyu
Proses Filtrasi Kontinyu
• Pada umumnya laju filtrat berubah dengan semakin tebalnya ampas yang terbentuk.
• Hal itu hanya berlaku untuk ampas yang terbentuk cukup tebal dan dalam siklus waktu yang panjang.
• Pada siklus waktu yang pendek, hal tersebut harus memperhatikan adanya tahanan medium filter sehingga faktor B harus tetap diperhitungkan.
(19)
Pencucian Ampas
Setelah
Proses Filtrasi
• Perhitungan laju pencucian dengan asumsi bahwa selama proses pencucian kondisi
struktur ampas tidak berpengaruh. Sehingga
dianggap berupa ampas dan laju filtrasi dianggap laju pencucian.
• Selama pencucian hubungan konsentrasi terhadap waktu digambarkan sebagai berikut:
Pers. Pencucian Filter Ampas (Washing
Filter Cake) dan Total Waktu Siklus (Total Cycle Time)
Untuk proses filtrasi pada tekanan tetap dengan tekanan sama, maka laju pencucian filtrasi kebalikan dari pers. (13) :
(20)
Vf = volume filtrat mulai awal s/d akhir filtrasi
Pers. Pencucian Filter Ampas (Washing
Filter Cake) dan Total Waktu Siklus (Total Cycle Time)
Untuk Plate and Frame Filter Press liquid melewati ampas kembar (twice cake) dan luas yang dipakai filtrasi hanya ½ nya, maka diprediksi laju pencucian menjadi ¼ nya:
Pers.(21)
Total waktu satu siklus filtrasi = waktu filtrasi + waktu
pencucian + waktu pembersihan filter cake
Contoh Soal-3
• Pada contoh soal-2 total volume filtrat 3,37 m3 dan waktu filtrasi 269,7 s. Ampas yang dicuci melalui plate and frame filter press menggunakan air sebanyak 10% volume filtrat. Hitung waktu
pencucian dan total waktu satu siklus, bila waktu untuk pembersihan (cleaning) filter cake 20 menit.
Penyelesaian : Dari Pers.(21) :
Substitusi Kp = 37,93 s/m6, B = 16,10 s/m3 dan Vf = 3,37 m3, maka laju pencucian :
Air yang digunakan untuk pencucian 10% volume filtrat = 0,10 (3,37 m3) = 0,337 m3
Waktu pencucian, t :
s
Waktu satu siklus = waktu (filtrasi + pencucian + pembersihan)
= menit
menit