• Tidak ada hasil yang ditemukan

648 797 1 SM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "648 797 1 SM"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

251 MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA YANG SUDAH

BERKELUARGA DENGAN INDEKS PRESTASI (IP) DI FAKULTAS KESEHATAN

UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG

Dysta Aryati1), Swito Prastiwi 2), Yanti Rosdiana3)

1) Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

2) Dosen Program Studi Keperawatan Poltekkes Kemenkes Malang

3) Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

E-mail : [email protected]

ABSTRAK

Fenomena menikah pada saat kuliah memang sering terjadi di kalangan mahasiswa, baik pada saat awal maupun akhir kuliah. Motivasi belajar dan kedisiplinan belajar mahasiswi yang menikah secara bersama-sama berpengaruh terhadap Indeks Prestasi (IP). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi belajar mahasiswa yang sudah berkeluarga dengan indeks prestasi (IP) di Fakultas Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Desain penelitian ini adalah korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah sampel jenuh yaitu sebanyak 39 orang. Instrumen penelitian ini adalah kuesioner dan daftar nilai mahasiswa.

Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji statistik pearson product moment dengan derajat tingkat kesalahan (0,05). Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar mahasiswa memiliki motivasi tinggi sebanyak 39 orang (100%). Sebagian besar responden yang mengalami Indeks Prestasi naik sebanyak 22 orang (56%). Hasil analisis didapatkan nilai ∝= 0,008 <0,05, artinya terdapat hubungan yang kuat antara motivasi belajar mahasiswa yang sudah berkeluarga dengan indeks prestasi (IP) di Fakultas Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Saran yang dapat direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya diharapkan melakukan pengkajian lebih mendalam untuk mengangkat aspek-aspek motivasi dengan menggunakan metode wawancara.

Kata kunci : Indeks Prestasi, motivasi belajar.

(2)

252 RELATION THE MOTIVATION TO STUDY STUDENT WHO HAS MARRID WITH

AN INDEX ACHIEMENT HEALTH AT THE UNIVERSITY TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG

ABSTRACT

The phenomenon of married during a study is commonly happens among the students, although it is at the beginning or in the end of the study. A married student’ motivations and their discipline in study all together can affect the General Point Average (GPA) of the student. The aim of this research is to know the correlation between married students’

motivation in study with Grade Point Average (GPA) at Faculty of Health Sciences University of Tribhuwana Tunggadewi Malang. Research design used in this research is correlational research design with cross sectional approach. There were 39 students as a sample in this research and the sampling technique use in this research is saturation sampling. The questionnaire and students’ score list are the instruments of this research.

Data were analysed using Pearson Product Moment statistical test with the level of errors is in (0.05). Based on the results of this research most of the students have high motivation that is 39 people (100%). There were 22 people (56%) of the students having increased in General Point Average (GPA). The result of the analysis obtained the value ∝ = 0,008 & it 0,005, it means there is a tight correlations between married students’ motivation in study with Grade Point Average (GPA) at Faculty of Health Sciences University of TribhuwanaTunggadewi Malang.The suggestion that can be offered to next research is expect to conduct a deeply analyzed to lift the aspects of motivations by using the interviews methods.

Keywords: Grade Point Average, The Motivation in study

PENDAHULUAN

Masa remaja merupakan masa peralihan antara masa anak-anak ke masa dewasa. Berkaitan dengan masa ini, remaja mengalami perkembangan mencapai kematangan fisik, mental,

sosial, dan emosional. Umumnya, masa ini berlangsung sekitar masa di mana individu duduk di bangku sekolah menengah (Asrori, 2004).

Peningkatan sumber daya manusia merupakan persyaratan yang mutlak untuk mencapai tujuan

(3)

253 pembangunan, salah satunya adalah

dengan pendidikan. Pendidikan merupakan faktor penting yang menunjang kehidupan, kualitas manusia

dan berperan dalam

menumbuhkembangkan. potensi sumber daya manusia. Tertera dalam Undang- Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya (Rohman, 2010). Keberhasilan pencap aian tujuan pendidikan tergantung pada proses belajar yang dialami mahasiswa.

Motivasi adalah salah satu faktor penggerak yang mampu merubah proses belajar agar mampu mendapatkan hasil yang optimal. Tanpa motivasi seseorang baru menggunakan 20-30 % dari kemampuan yang sebenarnya dimiliki.

Seseorang termotivasi diharapkan bisa menggunakan 80-90 % dari kemampuan yang telah dimilikinya. Dinyatakan oleh Kuswaningrum (2014) bahwa semakin tinggi motivasi belajar yang dimiliki mahasiswa maka akan berpengaruh terhadap prestasi belajarnya, sehingga menyebabkan Indeks Prestasi (IP) menjadi meningkat.

Fenomena menikah pada saat kuliah memang sering terjadi dikalangan mahasiswa, baik pada saat awal maupun akhir kuliah. Mahasiswa dengan status

menikah memerlukan adanya motivasi belajar yang diharapkan akan meningkatkan, memperkuat dan mengarahkan proses belajar, sehingga diperoleh keefektivitasan belajar. Ada beberapa penelitian terdahulu yang menyangkut tentang penelitian tersebut diantaranya adalah dari Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (Rohman, 2010) yang menjelaskan bahwa terdapat 11 orang yang menikah pada tahun 2006, sebanyak3 orang pada tahun 2007 dan pada tahun 2008 tidak diketahui yang melangsungkan pernikahan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa mahasiswa yang sudah menikah akan mengalami penurunan dalam hal keaktifan kuliah, proses studi belajar dan motivasi menjadi turun. Dampak dari pernikahan tersebut adalah kuliah akan terbengkalai dan tanggung jawab akan bertambah.

Penelitian yang dilakukan di Fakultas Ekonomi Universitas Pembangunan Nasional “ Veteran” Jawa Timur menjelaskan bahwa tidak terdapat pengaruh secara nyata antara motivasi belajar dan berpikir kritis terhadap IPK (Diminarni, 2010). Hasil penelitian yang dilakukan di STAIN Salatiga Jurusan Tarbiyah menyatakan bahwa motivasi dan kedisiplinan pada mahasiswa berstatus menikah secara bersama-sama mempengaruhi Indeks Prestasi dengan persentase motivasi sebanyak 42,55%

(4)

254 dan kedisiplinan 51,06% (Hasanah,

2013).

Angka statistik di Amerika menunjukkan 34,6% perempuan pada usia 20-24 tahun dan 21,4% laki-laki menikah pada masa kuliah. Penelitian menyebutkan banyak wanita di negara berkembang sekitar 70% di Asia Selatan dan 30% di Asia Tenggara melakukan pernikahan dini, dan kebanyakan di latarbelakangi karena ikut trend dan tak jarang dari mereka berpendidikan rendah (Admin, 2001). Tugas mereka tentu akan bertambah yang sebelumnya hanya belajar, sekarang harus mengurusi rumah tangga dan memenuhi kewajiban sebagai suami atau istri. Tentu tugas ini secara tidak langsung akan berpengaruh baik secara positif maupun negatif terhadap Indeks Prestasi (IP) dapat dijadikan sebagai tolak ukur dalam keberhasilan belajar.

Berdasarkan hasil survei di Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang bahwa pada angkatan tahun 2011 terdapat 5 orang yang menikah pada saat kuliah.

Mereka berpendapat bahwa setelah melakukan pernikahan banyak perubahan yang dialaminya, seperti harus mengurusi keluarga, anak, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru sebagai suami istri dan membagi waktu antara keluarga dengan kewajiban sebagai seorang mahasiswa, sehingga mengakibatkan Indeks Prestasi (IP) menjadi turun. Hasil

penelitian yang dilakukan oleh Purba (2012) menyatakan bahwa pada angkatan tahun 2011 Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Keperawatan Universitas Esa Tunggul, motivasi belajar semester 1 dan 2 sangat berbeda. Pada semester 1 lebih banyak teori, sedangkan semester 2 lebih banyak melakukan praktek seperti : maternitas di laboraturium dan praktek di rumah sakit yang membuat mahasiswa harus membagi waktu untuk keluarga dan kuliah. Terkait uraian diatas perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan motivasi belajar mahasiswa yang telah bekeluarga terhadap Indeks Prestasi (IP) di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui, memahami dan mempelajari hubungan antara motivasi belajar mahasiswa yang sudah berkeluarga denganIndeks Prestasi (IP) di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

METODE PENELITIAN

Desain penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan populasi sebanyak 39 orang (total sampling) pada mahasiswa di Universitas Tribhuwana Tunggadewi yang sudah menikah, identifikasi variabel independen yaitu motivasi belajar

(5)

255 mahasiswa yang sudah menikah dan

variabel dependen ini menggunakan Indeks Prestasi (IP). Analisa data untuk kedua varibel tersebut menggunakan uji pearson product moment dengan tingkat kesalahan 0,05 menggunakan bantuan SPSS 17 for window.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik jenis kelamin

Jenis Kelamin f ( % )

perempuan 34 87

laki-laki 5 13

Total 39 100

Berdasarkan Tabel 1 diketahui bahwa secara umum dapat dilihat bahwa hampir seluruh responden (87%) berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 34 responden.

Tabel 2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik usia pernikahan

Usia Pernikahan f ( % )

2-6 tahun 19 49

7-13 tahun 13 33

14-25 7 18

Total 39 100

Berdasarkan Tabel 2 diketahui bahwa usia pernikahan hampir

setengahnya dari responden usia pernikahannya 2-6 tahun sebanyak 19 orang (49%).

Tabel 3. Distribusi frekuensi responden berdasarkan karakteristik status tinggal

Status Tinggal f ( % )

Kos 5 13

Kontrak 11 28

Dengan Orang Tua 6 16

Sendiri 17 44

Total 39 100

Berdasarkan Tabel 3 status tinggal hampir setengahnya dari responden yang tinggal dirumah sendiri sebanyak 17 yang (44%).

Tabel 4. Distribusi frekuensi responden berdasarkan motivasi belajar

Motivasi f ( % )

Tinggi 39 100

Sedang 0 0

Rendah 0 0

Total 39 100

Berdasarkan Tabel 4 diketahui bahwa motivasinya responden memiliki motivasi tinggi sebanyak 100%.

Berdasarkan Tabel 5 diketahui bahwa IP sebagian besar responden prestasinya naik/meningkat sebanyak 22 orang (56%).

(6)

256 Tabel 5. Distribusi frekuensi responden

berdasarkan karakteristik Indeks Prestasi

Indeks Prestasi f ( % )

Naik 22 56

Tetap 5 13

Turun 12 31

Total 39 100

Berdasarkan hasil di atas dapat dilihat bahwa responden memiliki motivasi yang tinggi dan indeks prestasi yang tinggi, berdasarkan dari karakteristik umur kebanyakan responden memiliki usia dengan rentang 22-35 tahun. Pada usia ini adalah usia dimana seseorang yang memasuki atau berada pada jenjang pendidikan di perguruan tinggi yaitu strata 1 (S1) dan merupakan masa produktif untuk mampu berprestasi.

Berdasarkan lokasi tempat tinggal responden banyak yang di rumah sendiri, dengan begitu tentu tempat tinggal dengan kampus masih dapat di tempuh.

Lokasi tempat tinggal tentu sangat mempengaruhi produktifitas dalam konsentrasi pada saat menerima pelajaran.

Hal ini dikarenakan responden kelelahan sebelum menerima pelajaran, rumah yang dekat dengan kampus tentu sangat berguna karena mahasiswa dalam keadaan yang tidak kelelahan dan siap untuk menerima pelajaran. Indikator yang terlihat pada mahasiswa yang mempunyai motivasi dapat dilihat dari adanya hasrat

dan keinginan berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan belajar, adanya penghargaan dalam belajar, adanya harapan dan cita-cita masa depan, adanya kegiatan yang menarik dalam belajar, adanya lingkungan belajar. Dari indikator tersebut di dapatkan bahwa motivasi belajar mahasiswa tinggi dikarenakan adanya hasrat dan keinginan berhasil.

Adanya hasrat dan keinginan berhasil adalah faktor utama yang membuat mahasiswa lebih termotivasi belajar lebih giat dan maksimal dan terbukti dengan hasil prestasi mereka yang meningkat. Hal ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa adanya keinginan seseorang untuk bersaing dan tetap melaksanakan tugasnya dengan standar tertinggi tidak menutup kemungkinan akan adanya keberhasilan.

Menurut B.Uno (2012) hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku tertentu. Keinginan untuk dapat berhasil adalah keinginan setiap individu dan motivasi adalah hal yang mampu untuk menuntun kearah keberhasilan yang diinginkan.

Menurut peneliti motivasi sangat erat kaitannya dengan hasrat dan keingin untuk dapat berhasil. Keberhasilan yang dicapai tentu tidak mudah diperlukan suatu proses. Suprihatingrum (2013) menambahkan proses usaha yang dilakukan individu secara sadar untuk

(7)

257 memperoleh suatu perubahan tingkah

laku tertentu, dan dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dengan latihan dalam interaksi dengan lingkungan. Berdasarkan faktor-faktor diatas yang didapatkan dari hasil penelitian bahwa hasrat dan keinginan berhasil mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa yang sudah berkeluarga untuk mendapatkan hasil maksimal dalam pendidikan.

Indeks Prestasi

Berdasarkan Tabel 5 dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden yang mengalami peningkatan indeks prestasi setelah menikah sebanyak 22 orang (56%), dan indeks prestasi mengalami penurunan setelah menikah 12 orang (31%). Dari data umum yang tersaji diatas responden sebagian besar berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 34 orang (87%), dan berusia 22-35 tahun sebanyak 27 orang (69%).

Hampir setengah responden berstatus tinggal dirumah sendiri sebanyak 17 orang (44%).

Berangkat dari hasil tersebut usia menjadi faktor yang dapat mempengaruhi responden untuk dapat menerima pelajaran dengan baik. Usia yang tidak mudah lagi tentu dari segi ingatan dan daya tangkap untuk menerima pelajaran akan lebih sulit. Pernyataan ini sejalan dengan teori dari (Kusumaningsih, 2009) bahwa mahasiswa yang berusia lebih tua

sering dikatakan mengalami penurunan dalam hal basic skills yang diperlukan untuk belajar efektif pada tingkat pendidikan tinggi atau mengalami age- related intellectual deficits.

Karena itu mahasiswa yang usianya lebih tua diduga mempunyai prestasi akademis yang lebih rendah dibandingkan mahasiswa yang lebih muda. Faktor yang dapat mempengaruhi indeks prestasi jika dilihat dari hasil penelitian yang sebagai besar berjenis kelamin perempuan sebanyak 34 orang (87%) tentu sangat mempengaruhi hasil prestasi responden yang dimana kita ketahui bahwa perempuan cenderung lebih ulet dan tekun untuk belajar dibanding laki-laki, hal ini juga di pertegas dengan pernyataan dari (Kusumaningsiih, 2009) bahwa perempuan cenderung memilki prestasi akademis yang lebih bagus dari pada laki-laki. Penjelasan teori ini antara lain karena setelah zaman emansipasi, pendidikan merupakan kunci utama kemajuan, pemberdayaan dan kebebasan bagi kaum perempuan.

Hubungan Motivasi Mahasiswa yang sudah Berkeluarga dengan Indeks Prestasi (IP)

Pada penelitian ini di dapatkan bahwa motivasi belajar responden meningkat/naik (100%). Hasil penelitian untuk indeks prestasi di dapatkan mahasiswa dengan indeks prestasi

(8)

258 mengalami peningkatan setelah menikah

sebanyak 22 orang (56%), dan indeks prestasi mengalami penurunan setelah menikah 12 orang (31%). Dari hasil ini dapat dilihat bahwa mahasiswa dengan status menikah tidak berpengaruh dengan hasil prestasi yang didapat dalam perkuliahan .

Diperkuat dengan hasil analisis data dengan menggunakan uji statistika Pearson Product Moment dengan menggunakan bantuan SPSS versi 17 for window taraf kesalahan 5% (0,05) diperoleh nilai ∝ = 0,008 < 0,05 yang berarti H0 ditolak, yang artinya terdapat hubungan motivasi belajar mahasiswa yang sudah berkeluarga dengan indeks prestasi di Fakultas Kesehatan Universitas Tribuwana Tunggadewi Malang.

Dilihat dari segi umur responden berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti terihat bahwa usia antara 22-35 tahun dengan rentang usia yang produktif ini tentu mahasiswa mempunyai daya ingat intelegensi yang mampu meningkat hasil prestasi belajar responden. Hal ini sejalan dengan teori (Kusumaningsih, 2009) yang menyatakan bahwa mahasiswa yang berusia lebih tua sering dikatakan mengalami penurunan dalam hal basic skills yang diperlukan untuk belajar efektif pada tingkat pendidikan tinggi atau mengalami age-related intellectual deficits.

Motivasi yang terlihat dari hasil yang didapatkan bahwa indikator adanya hasrat dan keinginan berhasil merupakan faktor penunjang untuk mahasiswa lebih giat dan berusaha dalam belajar demi mendapatkan hasil yang optimal. Dari hasi diatas dapat dilihat bahwa mahasiswa dengan status menikah tidak berpengaruh terhadap indeks prestasi belajar. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh (Rohman, 2007) tentang Implikasi Pernikahan Pada Masa Studi Terhadap Prestasi Belajar dengan hasil menunjukan bahwa hasil prestasi yang diraih setelah menikah tidak ada yang menurun, tetapi tetap bertahan bahkan semakin meningkat.

KESIMPULAN

1) Sebagian dari responden yang sudah berkeluarga memiliki motivasi belajar tinggi

2) Sebagian besar responden yang sudah berkeluarga mengalami peningkatan Indeks Prestasi

3) Hasil analisis data dengan pearson product moment didapatkan hasil 𝑝 − 𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 0,008 < 0,05 maka H0

ditolak yang artinya terdapat hubungan antara motivasi belajar mahasiswa yang sudah berkeluarga dengan indeks prestasi di Faklutas Kesehatan Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang.

(9)

259 SARAN

Bagi peneliti selanjutnya diharapkan untuk melakukan pengkajian lebih mendalam mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi motivasi dan menggunakan uji analisis yang tepat dan cara pengambilan data dengan menggunakan metode wawancara agar informasi yang diperlukan lebih akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Asrori, Mohammad. 2008.

PenelitianTindakanKelas.

Bandung: CV Wacana Prima.

B. Uno, Hamzah. 2011. Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta:

Bumi Aksara.

Diminarni, P. 2010. Pengaruh Motivasi Belajar, Gaya Belajar dan Berpikir Kritis Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif : Jawa Timur:

Jurusan Akuntansi Fakultas

Ekonomi Universitas

Pembangunan Nasional

“Veteran”.

Hasanah, Nurul W. 2013. Pengaruh Motivasi Belajar dan Kedisiplinan Belajar Terhadap Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Mahasiswa Berstatus Menikah

Jurusan Tarbiyah di STAIN Salatiga Angkatan 2009 dan 2010. Salatiga: Jurusan Tarbiyah Salatiga.

Kuswaningrum, Okta. 2014. Hubungan Motivasi Belajar Mahasiswa Dengan Hasil Belajar Semester V Akademi Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri. Wonogiri:

Akademi Kebidanan Giri Satria Husada Wonogiri .

Purba, E.S. 2012. Buku Ajar Fundamental Keperawatan. Edisi:

4. Alihbahasa: Yasmin Asih, dkk:

Jakarta: EGC.

Rohman, H .N. 2010. Implikasi Pernikahan Pada Masa Studi Terhadap Prestasi Belajar (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Angkatan Tahun 2006-2007). Skripsi. Yogyakarta:

Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga.

Suprihatiningrum, Jamil. 2013. Strategi Pembelajaran, Teori & Aplikasi.

Yogyakarta : Ar- Ruzz Media.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk kategori tinggi sebagian responden sudah baik dalam mendeskripsikan konsep fisaka dalam masalah yang diajukan dan sebagian responden hanya mampu menuliskan apa saja yang diketahui

Policies to Support Further Economic Diversification in Saudi Arabia Business Climate  Address remaining areas of weaknesses: strengthen ability to  enforce contracts  resolve