PENDAHULUAN
RumusanMasalah
Bagaimana peran organisasi muhammadiyah dalam penyucian akidah masyarakat di kecamatan pasimasunggu timur kabupaten kepulauan selayar. Apa saja faktor penghambat dan pendukung pembersihan iman masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar.
Fokus Penelitian
Kepercayaan masyarakat Kepulauan Selayar berkaitan dengan kepercayaan masyarakat terhadap mitos-mitos yang mengarah pada praktek musyrik.
TujuanPenelitian
ManfaatPenelitian
Bagi pembaca, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan dan pedoman dalam melakukan penelitian yang berbeda dan dengan komunitas yang berbeda namun dengan kondisi permasalahan yang sama. Bagi peneliti hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai syarat untuk memperoleh gelar sarjana 1 serta dapat memperoleh pengalaman langsung dalam mengetahui peranan organisasi muhammadiyah dalam pemurnian akidah masyarakat di wilayah kecamatan pasimasunggu timur kabupaten kepulauan selayar.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Muhammadiyah Secara Etimologi dan
Maksud dan Tujuan Muhammadiyah
Bagi umat Muhammadiyah, kata-kata “Masyarakat Islam Sejati” seharusnya sudah biasa, kerana itulah tujuan Masyarakat Muhammadiyah. Oleh itu, masyarakat Islam yang sebenar ialah masyarakat yang berserah diri kepada Allah, maju dan berkembang mengikut hukum-hukum yang telah ditetapkan dalam al-Quran dan As-Sunnah.
Ciri-CiriPerjuanganMuhammadiyah
- Muhammadiyah Sebagai Gerakan Islam dan Dakwah
- Muhammadiyah Sebagai Gerakan Tajdid
- Hal-hal Yang Merusak Akidah Islam
Sumber keempat jenis hukum tersebut adalah agama Allah yaitu Al-Quran dan al-Hadits. Al-Qur'an berisi firman Allah yang mengandung petunjuk dan merupakan induk segala hukum. Dengan ketelitian yang sangat memadai ketika mempelajari ayat-ayat Al-Quran, khususnya ketika mempelajari Surat Al-Imran ayat 104.
Sejak awal Muhammadiyah memposisikan diri sebagai salah satu organisasi yang bertugas menyebarkan ajaran Islam sebagaimana tercantum dalam Al-Quran dan As-Sunnah, serta menyucikan berbagai amalan orang-orang yang menjauhkan diri dari ajaran Islam, baik berupa khurafat, syirik dan gerakan dakwah sesat. Sedangkan pengertian bid’ah dari segi istilah ialah mengada-adakan sesuatu dalam agama Islam yang tidak dijelaskan dalam al-Quran dan al-Sunnah. Bagi umat Islam, sebarang ajaran atau pandangan, pegangan dan pegangan yang disahkan palsu atau jelas bercanggah dengan ajaran al-Quran dan Hadis Nabi adalah termasuk dalam kategori khurafat.
Manakala dari segi istilah, khurafat ialah kepercayaan kepada perkara-perkara ghaib, iaitu kepercayaan hanya berdasarkan kecerdikan akal, bukan berdasarkan sumber Islam, baik al-Quran mahupun al-Hadith.
Kepercayaan Masyarakat Pasimasunggu Timur
Sementara itu, Ikatan Muhammadiyah meyakininya hanya dengan mengimani Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad SAW sebagai sumber pembelajaran dan bimbingan dalam hidup kita, serta membuang bid'ah dan kekafiran yang dapat membutakan hati, serta menjauhi hal-hal yang tidak baik. ilmu kebatinan dan pengaruh paham keagamaan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka akidah umat Islam akan bersih dari segala keburukan yang tidak diridhai Allah. Dengan demikian, kita sebagai umat Islam harus menyadari hal ini yang kemudian akan membawa kita ke jalan yang benar sebagaimana yang diajarkan Rasulullah dalam Sunnahnya dan perintah Allah SWT dalam Al-Qur'an.
Dakwah Kultural Muhammadiyah
- Pengertian Dakwah Kultural
- Konsep dan Strategi Dakwah Kultural
Berkaitan dengan hal tersebut, peneliti melakukan penelitian mengenai Peran Organisasi Muhammadiyah dalam Pemurnian Akidah Masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat dan warga Muhammadiyah di Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar. Deskripsi Pemahaman Keimanan Masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar, Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pemahaman kepercayaan masyarakat Kecamatan Pasimasunggu Timur di Kecamatan Ku Islandan Selayar saat ini masih tercampur dengan pemahaman nenek moyang terdahulu. Peran Organisasi Muhammadiyah Dalam Pemurnian Agama Masyarakat Di Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Masyarakat Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar. Faktor Penghambat dan Pendukung Pemurnian Agama Masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Masyarakat Kecamatan Pasimasunggu Timur, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Faktor penghambat dan pendukung pemurnian keyakinan masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar juga sering dijumpai oleh organisasi-organisasi Muhammadiyah dalam memberikan arahan dan pemahaman kepada masyarakat.
LokasidanObjekPenelitian
Variabel Penelitian
Arikunto menyatakan bahwa variabel-variabel tersebut adalah gejala-gejala yang bervariasi yang menjadi objek penelitian.15 Dengan demikian, variabel dalam penelitiannya adalah tentang peran Ormas Muhammadiyah dalam pemurnian keyakinan masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar.
Defenisi Operasional Variabel
Pemurnian agama merupakan perubahan pemikiran masyarakat terhadap amalan keagamaan yang sebelumnya bertentangan dengan ajaran Islam, seperti membawa sesaji ke kubur, menyadari bahwa hal tersebut bertentangan dengan agama dalam ajaran Islam sebagaimana tercantum dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah. Kesimpulan dari pembahasan di atas adalah melalui peran organisasi muhammadiyah, masyarakat dapat kembali kepada agama yang murni yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah saja, tanpa adanya unsur budaya atau keyakinan lain yang bertentangan dengan ajaran Islam. .
Populasi dan Sampel
Penelitian dengan populasi yang besar memerlukan sampel yang benar-benar mewakili seluruh populasi yang menjadi objek penelitian sehingga penulis memperoleh data yang diperlukan. Menurut Arikunto, jika kita hanya meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel. Sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.19 Hal lain yang dikemukakan oleh Nawawi dalam Wasito mengatakan bahwa sampel adalah sebagian dari individu yang diteliti dan sampel adalah sebagian dari populasi yang menjadi sumber datanya, sebagian dari populasi. adalah untuk mewakili populasi.20.
Dapat disimpulkan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi yang ada dan menjadi sumber data bagi peneliti dalam melakukan penelitiannya. Karena dalam hal ini tujuan peneliti adalah untuk mengetahui apa saja peranan organisasi muhammadiyah dalam mensucikan akidah masyarakat, maka peneliti akan memilih sampel yang sesuai dengan kriteria pengetahuan masyarakat tentang pembahasan tersebut melalui purposive sampling. Dimana peneliti akan mencari sampel sebanyak 30 orang dari populasi sebanyak 300 orang dengan menggunakan purposive sampling.
Karena dalam penelitian ini populasinya lebih dari 100 orang, maka peneliti memutuskan untuk mengambil sebagian dari populasi untuk dijadikan sampel yaitu 10% sehingga sampelnya berjumlah 30 orang yang terdiri dari 2 orang warga muhammadiyah dan 28 orang warga masyarakat. menggunakan purposive sampling.
InstrumenPenelitian
TeknikPengumpulan Data
Cara pengumpulan datanya adalah observasi dan komunikasi langsung dengan sumber informasi (informan) tentang kondisi lokasi penelitian, dalam hal ini peneliti berkomunikasi dengan warga dan warga Muhammadiyah. Pengumpulan data dengan mengumpulkan data tentang permasalahan melalui dokumen tertulis dan arsip. Data primer, data yang dikumpulkan melalui metode wawancara atau wawancara langsung terhadap objek analisis penelitian yaitu organisasi Muhammadiah dan masyarakat.
Data sekunder, data diperoleh melalui referensi terkait permasalahan yang ada, data diperoleh dari informan yang tidak mempunyai hubungan langsung.
TeknikAnalisis Data
HASIL PENELITIAN
Gambaran Pemahaman Akidah Masyarakat di Kecamatan
Salah satu hal yang masih diyakini masyarakat hingga saat ini adalah adanya kuburan orang mati yang dapat mengabulkan keinginannya dan kuburan tersebut digunakan sebagai tempat mengemis dan meminta pertolongan. Bahkan ada cerita dari salah satu warga yang mengatakan bahwa kuburan bisa mengutuk orang-orang yang tidak percaya akan kemampuannya dalam mengabulkan permintaan orang-orang di sekitar tempat itu atau orang-orang di luar daerah tersebut. Arti dari Pak. Narasi Sanuddin di atas menjelaskan bahwa pernah terjadi peristiwa di daerah tersebut, suatu ketika datanglah tiga orang ustadz yang marah-marah karena menganggap hal tersebut merupakan bentuk kesyirikan yang dilakukan oleh masyarakat, sehingga ketiga ustadz tersebut pergi ke pekuburan yang ada di desa tersebut untuk berusaha menghilangkannya. batu nisan dan membuangnya karena dianggap sebagai tempat syirik dan menghianati Allah SWT namun yang terjadi kemudian adalah dua diantaranya meninggal dunia setelah sakit keras dan satu lagi masih hidup namun dalam keadaan gila.
Sehingga hal ini menjadi patokan bagi masyarakat daerah ini sehingga masih banyak tahayul dan amalan khurafat yang masih ada sampai saat ini. Karena masyarakat mempercayai cerita-cerita tersebut, masyarakat semakin enggan menjalankan perintah Allah (beribadah). 24 Yang dimaksud para informan adalah mereka benar-benar percaya bahwa kuburan di Desa Pandang itu nyata, mengingat peristiwa yang terjadi di daerah tersebut.
Yakni meninggalnya dua ustadz dan orang gila karena berani mengeluarkan batu nisan dari kubur karena dianggap tempat musyrik.
Peranan Organisasi Muhammadiyah Terhadap Pemurnian
Sehingga dengan adanya perkumpulan organisasi muhammadiyah dapat menjadi wadah bagi masyarakat yang ingin berjihad di jalan Allah. dengan berdakwah dan mengingatkan orang lain yang jauh dari keimanan yang benar. Mereka masih sering mendatangi makam orang-orang yang dianggap suci, seperti makam para wali dan ulama besar, dengan tujuan meminta keberkahan kepada makam tersebut. Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan khas umat Islam Indonesia, begitu juga dengan sistem pendidikan di Indonesia.
36 Mustafa Kamal Pasha, Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam, hal. 54. mereka masih menunjukkan keislamannya, rasanya masih belum bisa disebut orang modern, orang progresif, dll. Sangat diperlukan adanya sekelompok orang yang mampu membawa masyarakat kembali pada keyakinan murni yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Salah satu contoh yang sudah menjadi adat dan hingga saat ini masih belum hilang dari kebiasaan masyarakat Kecamatan Pasimasuggu Timur saat ini adalah percaya dan percaya bahwa di setiap rumah akan bersinar bunga mawar akapila orang yang tinggal di rumah tersebut.
Dengan adanya dakwah yang dilakukan organisasi muhammadiyah kepada masyarakat di wilayah kecamatan pasimasungu timur setidaknya dapat memberikan sedikit demi sedikit pencerahan dan pengetahuan agama islam sehingga cara berpikir dan pemahaman masyarakat dapat membimbing sesuai dengan yang diharapkan. ajaran agama Islam.
Faktor Penghambat Dan Pendukung Terhadap Pemurnian
Faktor penghambat Organisasi Muhammadiyah dalam melakukan pemurnian akidah masyarakat Kecamatan Pasimasunggu Timur adalah masyarakat Kecamatan Pasimasunggu Timur masih tergolong tradisional dan masih menjaga adat istiadat dan pola hidup nenek moyang yang dijunjung tinggi. mendidik mereka dalam pemahaman dan memastikan bahwa mereka mengetahui ajaran Islam yang sebenarnya. Kendala lain yang dihadapi organisasi Muhammadiyah dalam menyucikan akidah masyarakat adalah minimnya kader Muhammadiyah yang tinggal di Kecamatan Pasimasunggu Timur. Selain faktor-faktor yang menghambat peran Organisasi Muhammadiyah dalam menyucikan akidah masyarakat, terdapat juga faktor-faktor yang mendukung terwujudnya dakwah Muhammadiyah.
Pemahaman keyakinan masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar masih dipadukan dengan pemahaman tradisional dan pemikiran nenek moyang terdahulu, sehingga ajaran Islam bercampur dengan amalan yang tidak termasuk dalam syariat Islam. Peranan organisasi muhammadiyah dalam penyucian agama masyarakat di Kecamatan Pasimasunggu Timur Kabupaten Kepulauan Selayar sangat dibutuhkan dan diharapkan oleh beberapa kalangan masyarakat yang ingin meneliti dan mengetahui hukum agama Islam yang sebenarnya. pemurnian keyakinan. Faktor penghambatnya ada dua, yaitu kurangnya personel Muhammadiyah dalam memberikan pemahaman terhadap akidah Islam kepada masyarakat, dan masih banyak masyarakat di daerah tersebut yang meyakini dan meyakini keyakinan nenek moyangnya.
Sementara itu, salah satu faktor pendukung peran organisasi Muhammadiyah adalah keinginan masyarakat setempat untuk mengetahui dan mengubah adat istiadat dan kebiasaan yang mereka lakukan.
PENUTUP