t-LU Jurnal Kependidikan, Nomor 2, TahunXX)ilil, November 2003
MODEL PERKULIAHAN
BERDASARKAhI KONSEPKINERJA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH
Oleh:
A. Daliman
Un iversitas Negeri Yogyakarta Abstract
This application of hbtory lecturing model based on performance concept was meant to raise the qaality of the learning process and the students' achia'ement. To achiane that objective the lecturing model
ase
the sndent oriented approach and multi-methods, consisting of;forum-lecturing, group task and worh discussion and seminar. The results of the research showed that the students' achia,ement were high in formative as well as summative aryluatin. There was no student got grade of
E
(A%Q. Grade of D were only 7,296;grade of C were 38,2o/o,grade B were 38,2 % and the grades of A were 16,4 %. Thus the percentages of the grade of B and A was > 50o/o.
Keywords
:.
Hisrory lecturing model, perJbrmance anluation, history learning.Pendahuluan
Proses perkuliatran sejarah sebagai
disiplin
akademik banyakdipengaruhi oleh sifat-sifat ilmu
sejarahitu sendiri (Husen
danPostlewhaite,
1995:2619). Denganobjek kajian
sejarah mengenaiperistiwa-peristiwa masa lampau yang sudah hilang dan
abstraksifatnya, maka proses perkuliatran pun tidak lebih dari
padapenyampaian
kisah rekonstnrksi masa lampau dan bagi mahasiswapun tetap tinggal abstract
dannon
observable.Akibatnya
prosesperkuliahan
terbatas pada pengembangan ingatan(recall,
memory)yang tidak lebih dari
padaaktivitas belajar
hafal-menghafal.Alur logika
dan hubungan kausal yang dibangun oleh proses perkuliahan 225 t3,aat
"{\
Model Perkuliahan Berdasarkan Konsep Kineria pad'a Pembelaiaran Seiarah
sejarah
juga masih cukup
longgardan tidak
seketat padadisiplin ilmu-ilmu
eksaktadan tpR, y*g .*"*ang lebih empirical
danobservable.
Oleh
sebabitu
sampai padaIahap
sekarang sebagaisarana pembangu,,an sumber daya manusia
kontribusi
pendidikansejarah dalam ,*g;;*San kemampuan dan
keterampilan akademik rnasih terbatas'Mentrut
pengamatanpeneliti kondisi dan situasi
prosesoerkuliatran ,.:*ut "ilrn- Ulf'u* beranjak jauh dari
.pendekatani;;;;;;7 ;,r"iii i*'iitod, ..r*ah. brientasi
perkutiahan lebih mengarahpuau o,ilntuti pt"a'f dan
bukannya berorientasi pada proses. Perkuliahan;;j"*h di
kelas menjadi kurang berkualitas dankurang
mengembangkan kemampuanakademik'
flg". pada gili-
rannya
bukan .uju itng"usaan
konsep-konsep-materi
sejarah para mahasiswa*"rriuiiit*i'g *tmadai'
iebihjauh lagi
pengembangan kemampuanr.*ulti'u-pian
akademik pun menjadi sangat rendah'Penerapan
model perkuliahan sejarlh
berdasarkanOT::l
kinerja tprrfor*oniii ini'
dimaksudkan sebagaiupaya
mengataslpermasalah*-p"r**utahan di
atas' yaitu*tut
mendapatkan model perkuliahanuft.*utit V*g 9i tm pihak Tu*p' -T:ningkatkan kualitas
prosespt'f"fi*'*
dengan memperkayavariasi
aktivitastugas perkuriarran marrasiswq sehingga pericutiahan tersebut menjadi lebih menaril. oan n emoiivasi belaj-aI para mahasi.sla,
di pihak
lainmilmpumeningkatkankualitaspengeta}ruandanketerampilanaka.
demik mahasiswa dengan indikator meningkatnya prestasi belajar.
Yang dimaksud dengan model perkuliahan
YT'h
berdasar-kan
konsep ki".,j"
(p;ifoiin'"")
adalah model perkuliahan sejarah yanglebih aiaratrlan
pudu upuyu'pengembangarkemamptnn
uniuk tceria(perfor*oi'i tnut'utit*u sglasai
dasar pengukuran pengua- saanilmu d* k;;;pil"" ,*g aipJrujT-(9Po*'
etal'' r98l:24)' Teori Piaget d;-';;;t icuinine' iglS:tz) menuniuk arti
danperanan pentingnya
,i*t t*'t onr.p"(r*
turesof
concepts) sejarahptin dan agai ikan lilan
OSCS
latan Iebih
pada
;
dangili-
para mgan ,dah.
lnsep satasi nodel :atkan rivitas enjadi
k
lainr
aka-!ar.
dasar-
;ejarah . unjuk engua- B1:24).
ni
dansejarah
Jurnal Kependidikan, llomor 2, Tahun XXXilL November 2003
dalam model perkuliatran sejarah berdasarkan unjuk
kerja Qterformance). Menurutteori ini
perkuliahan sejarah pada dasarnya adalah kegiatanbelajar untuk
mengkaji, menyusun dan menguasai strukf,ur konsep-konsepdalam bidang studi
sejarahmelalui
tahap-tahap mencari sumber (sources), uji sumber, interpretasi,
danmenyusun rekonstruksi dan historiografi beserta ciri-ciri
khas, ketrampilan dan metodeinkuiri
yang diperlukan.Teori Bloom (Gunning
1978:34-36)memodifikasi 6
(enam)jenjang struktur kognitifnya dan
menerapkannyapada
konsep perkuliahan sejarah menjadi7
(tujuh)jenjang, yaitu: (l)
translasi,(2) interpretasi, (3) aplikasi, (4)
ekstrapolasi,(5)
evaluasi,(6)
ana-lisis, dan (7)
sintesis. Penerapanteori Bloom memiliki
perananpenting dalam meningkatkan kualitas perkuliahan sejarah
dan mempertajam ketrampilanberfikir
historis:(1) berfikir
kronologis,(2) analisis dan
interpretasi,(3)
mengambil sikap dan keputusanisu-isu historis serta (4)
kemampuanmeneliti sejarah (National
Centerfor History
in the Schools, 1994 17-19). Kegiatan perkuliahan sejarah berdasarkanunjuk keda
menuntutprocess oriented
danstudent oriented, sehingga bukan saja seluruh
struktur konsep(structures of
concepts)ilmu
sejarah dapat dikembangkan secarasimultan, demikian pula
keterampilanakademik dan
intelektualdapat ditingkatkan secara utuh
(Percoco, 1997:3). Proses perku-liahan student oriented bukanlatr perkuliahan monologis
dengan dosen pemegangperan
utama,melainkan dialogis antar
berbagai subjek dan nara sumber, sehingga kerjasama antar mahasiswa dalam kelompok-kelompok kerja atau kelompok belajar menjadi bagian tak terpisahkan dari manajemen perkuliahan berdasarkan konsep kinerja Qterformance).Dosen lebih bersifat
sebagaifasilitator, dan
bukanlagi
sebagai satu-satunya nara sumber.Untuk
mengevaluasihasil
pembelajarandiperlukan
bentukevaluasi unjuk kerja Qterformance evaluation), yaitu
prosesModet Perkuliahan Berdasarkan Konsep Kineria pada Pembelaiaran Seiarah
pengumpulan informasi atau data mengenai kemampuan
unjuk
kerjamelalui observasNi'tt*utift
untuk menentukanskor individu
atauseseorang.
oefinisi"iii"."rG* 5 0ima)
komponen.yang
harusdiperhatikandatammetarsanat.anevaluasiunjukkerja.Pertama evaluasi unjuk f..':u uaAah
Pro.sls'bukan tes atau
pengukurantunggal.Keduafokusdariproslsiniadalahkegiatanmengumpulkan informasi
atau data dengan menggunakan berbagai pengukuran atau strategi.Ketiga #;;ri fu iltu ailr*pulkan melalui
observasisistematik
a* trrutir.l rl.*pu,,
data-dataiipadukan,
dianalisis'dandisimpulkan ,.il;;' Ju'*'untuk mengambil 9T. *tntntukan
kebijakan. fetiml stt*t t'Uit1,
kebiJakanadalah
mahasiswa(datam
hal ini *i"rir;;"Semestlr Vf
gr,ardapi, 2000:3). Evaluasiunjuk
kerla(peri'ion" evaluatiani
paaanantatnya dapat
sajaterdiri dari
tugas-tugas yangtebih seiitit jumlahnya"
namun lebihsignifikan aiuanaiiilan itl*" i'*A t"gut vung banvak
tetapili*g tignifikan." gerbeda ae1gan kemampuan
penguasaanmahasiswa akan konsep dan matqri. sejarah dapat
diukur
dengan tespilihan
ganda,"*ttrrr t"'J'"ti unjuk
Ueria lpeiQor-mance evaluation) sejarahhanva #; ;tfi;; riy]aui"pratctit< kerja
mengerjakantugas seperti #;y*;' rekonstruksi' memberikan
interpretast' membuatkonklusi,
mengadakan- komparasi, menyusunartikel
dan mempresenturiltu#Vu[i'*.A"ft1si
atau seminar'Melalui
penger-jaan tugas_rug* ,".jlnl-ill.h
mahasiswa diarahkanuntuk
mampumenemukan,
*"nJilt*gk*'
dan menerapkan-k91sep-konsep serta membangun
kil;tj' {pirforya.nce)
sendiri'-Melalui kerja
samadalam
p.ng.rSuui'i"gu***dus kelompok ltttt|ut
diharapkan bukansaj a dapat
ai*r:uif.i*Vu
"pentefcatan perkuliahan yang berorientasi pada prose,@;;;;iii'n"Adan
beiorientasi pada siswa (studentoriented), nu**-itUih
jauh'juga
diharapkanqapat
mewujudkan prosesperkulialian;;j;"il
yane;ktit
memotivasi'dg efektif'
vangpada giliranny; rf.* *J"6,*,m
pencapaianbelajar
(indeksprestasi ) Yang
tinggi'
la
au US 1a
an
.ol I
[aU asi lan (an i\\ a rasi
_^t^5ala :bih tapi iaan
1 fPq
':orl';
1-\ 4r t
,'o.i
,!9-15 -{on
oipo
sena salna rukan lntasi udent
. -J l.^.^
lJt(dii ) ang ndeks
Jurnal Kependidikan, Nomor 2, Tahun XXXlil, November 2003
Atas dasar kajian teori dan kerangka pemikiran di
atasdapatlah diajukan hipotesis-hipotesis bahwa model
perkuliahan sejaratr berdasarkan konsep kinerja mampu:l.
Menghasilkan pencapaian pembelajaran (prestasi) sejarah dalamproses (skor-skor formatifl, yakni skor-skor
tugasdan
ujiansisipan,
yangtinggi.
2.
Menghasilkan pencapaian pembelajaran (prestasi)akhir
(skor-skor sumatif;, yakni skor ujian akhir
semester dannilai
akhir, yangtinggi.
3. Menghasilkan
pencapaian pembelajaran(prestasi) nilai
akhir yang lebih homogen.Evaluasi hasil pembelajarannnya diukur dari dua
aspek,yaitu
aspek proses(formatif
dan aspekhasil akhir (sumatif).
Dariaspek
prosesdievaluasi tentang: (l) teknik belajar, (2) inisiatil (3) kemampuan
berpendapat,(4) motivasi, (5) partisipasi,
dan(6)
ketepatan penyelesaian tugas, semuanyadengan
bobot20.
Dari aspek hasil pembelajarannyadievaluasi:
(1) kebenaran dan keluasanfaktual/konsep, (2) analisis kritis, (3) kemampuan
rekonstruksi, (4)historiografi,
serta (5) kemampuan aplikasi isu-isupenting,
yang kelimanya dengan bobot 80, sehingga secara keseluruhan, proses dan hasil belajar berbobot 100.Hasil-hasil
pencapaian (prestasi)yang tinggi diukur
denganindikator distribusi skor-skor prestasi yang juling negatif,
yang memberiindikator
bahwa sebagian terbesar mahasiswa peserta ujian memperoleh skor-skor yang tinggi.Cara Penelitian
Penelitian ini
dirancangmenurut
desain pra-eksperimental,yakni
menurutjenis studi
kasus bentuktunggal (the
one-shot case 229:-:_
Modet P erkuliahan Berdas
arlun
Konsep Kineri a pada"P
embel ai ar an Sei ar ah
study)dan
menurutpola X O'
denganmemberikan treatment
atavmanipulasi
variaue't""d#;;l
* l*a para
mahasiswa' danhasil perlaku*
utouffii-pdtti. ;td;i k;*uoi*
diobservasi(o)
dan dieval.ruri.
p.ri.titiuo
studi kasusL.nrur. tunggal (the
one'shotcase
study)ini tatpu ""nggunakan [i'-iit' dan-[elompok kontrol
(c o ntr
ol
sroup) (cli#;ii"& st*ltvl' igg' et
6- 1 1)"'Dengan bentukoola desain v*g'Lit'hana' maka desain penelitian-'studi
kasustentuk tunggal (thi one-shot
case-stuiv) ini banyak
dipergunakan terutamadalam o.r.hrr;-lenelitian
"ri*.t
pembelajaran
di
kelas(learning process'i'''i'
aZssroom)'s;L;g"i^
bentuk perlakuan('f) dalam penelitian ini
adalahp.n.rupJn- *"oJ.r perkufahan
sejarah berdasarkankonsep kingrjl @erformaice) dan'
'
sgbagai
objek observasiuo', tt'i-(b)
uaurin proses dan hasil pembelajarannya'Penerapan
model
perkutiahan sejarah berdasarkan evaluasikinerja tpr*'*o"i>- ini aitatcs*"rt* p"a" perkuliahan
Sejarah IndonesiaAbad ii-ri".Jii;'p.".ri i*
adatah mahasiswa semestervI Program stodi';;;tiid stj;;' ;is' utti'"rsitas
NegeriYogyakarta,
Tal'i; d;;ik ioool ooi
dengan bobot3
SKS(3 x
50 menit). teserta perkuliahan sebanyak 55 orang'
Perkuliahaninididesain*:tff *;Hi;:tffirl'-j;:ffii**
8'l l'IffiXil, f,llffi 1[i:'il!i';^ 6; ;6-;'*o i"r'*
bentuktugas-tugas
t r"ilp&' a5ryti
dan.seminar' serta penyerahan tugas-fitgas(met"d';';;i;iio)'Tugas-tusasperkuliahantelahterencana dan tersus* b;;ffi;kun ,itiuu, "d;,;t Lembar Tugas
KegiatanPerkuliahan Sejarah
atas .dasar Kineda Qterformance)'
yang sekaligus*'*purg jadwal p,'-Y*
kegiatanyang harus diikuti
oleh mahasiswa dalam prosespt'*-Ji*'*-'elama
satu semester (16kali pertem**i'"'G"fi;;
iletompokterdiri
dari6
(enam) tugas:3 (tiga) t'g* iuliu"u"gi i"iup-rtt'r'J*por a*
dimaksudkan untuk mengukur*i"[?"i" rtEltt*pn;i.n;;;aan struktur
konsep danau
tan
o)
hot
rol
r.rk sus kan :ias
r.O uah rjek
uasi arah
3 Ster
:3eri
r3
xrias)
mbar entuk
r r o2S,-
,,inu
_Ilatan ) ang
irikuti
er (16 rugas::ntuk
:p danJurnal Kependidikan, Nomor 2, Tahun XXXIll, November 2003
pengetahuan sejarah,
dan
3 (tiga) tugaspilihan
yang masing-masingtopik
untuk dikerjakan oleh 2 (dua) kelompok dengan maksud untukmengukur
kemampuanunjuk kerja
mempresentasikan penguasaanstruktur konsep dan
pengetahuansejarah (seminar dan
diskusi).Mahasiswa dibagi dalam 6 kelompok kerja (yang setaraf
dan mendekati distribusi normal, 5 kelompok beranggotakan 9 orang danI kelompok
selebihnya beranggotakan 10orang),
masing-masingkelompok
harus mengerjakan4
(empat) tugaskelompok.
Dengan kerjakelompok ini
diharapkan akan terbangun kerjasama, interaksi, tolong-menolong dan harga-menghargai,di
satupihak untuk
meng-hindarkan persaingan yang tak sehat, di pihak lain
untukmengembangkan tanggungjawab bersama
dalam upaya
mencapaitujuan
bersama,yakni
keberhasilanstudi
denganindikator
indeksprestasi (IP) yang tinggi dan lebih homogen. Melalui
metodeportfolio dilakukan
pengumpulan tugas-tugasdan evaluasi
sertasecara teratur dan sistematik dapat dilihat perkembangan
dan kemajuan perkuliahan mahasiswa.Pendekatan
perkuliahannya lebih
bersifat student oriented,dan aktivitas
perkuliahan berpusat pada mahasiswa.Fungsi
dosenlebih bersifat
sebagaifasilitator,
supervisor,dinamisator,
direktordan
evaluator, agar proses perkuliahanmenjadi lebih dinamis
dan menggairahkan.Pelaksanaan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa
dilakukan dengan
menggunakanteknik tes dan teknik
nontes.Teknik
nontes mencakup pemberian tugas, presentasi seminar, dan observasi.Validitas
instrumen nontesini
didasarkan pada validitasisi (content validity) atau validitas kurikuler (curuicular validity).
Teknik pemberian tugas secara portfolio dipergunakan
untukmenjaring data
perkembangankinerja
penguasaan konsep-konsepdan
pengetahuan sejarahdalam
tugas-tugaskelompok,
sementara presentasi seminaruntuk
merekamunjuk kerja
mempresentasikan23r
Model Perhrliahan Berdasarkan Konsep Kineria pada Pembelaiaran Seiarah
konsep-konsep
dan penget*"* :Yuh Dengan
menggunakan instrumen lembart'ul"utl'
observasi difergunakan untr{< menjaring kegiatan prosesp"tffii;; Teknik tes mencakup ujian
slslpandan
ujian ,r.r,i,
"'iJiJ i'e" alaSarkan
padavaliditas isi
(contentvalidity).K.dr*v";;;;ti
a"ari 5flima) butir
tes essaidan
dipergu-nakan untuk mengukur
kemampuanunjuk kerja individual
dalamp"igoutu* konsef
dan pengetahuan sejarah'Uji efektivitas dan
keberhasilanmodel
perkuliahan sejarahberdasar(an kineria- qq,*rr:?.,*];- l**Tl#i",$l*H:l
dengan menggunakan
teknik
analtsts sanalisis tendensi
**"i' V'f"i
dengan meng-analisis tempat-tempat kedudukan atauposisi-posisi
mean(i.tutul
median(nilai
tengah)'dan mode
(nilai
yang banyakmuncur), ,ri,inggu dapat
ditentukanstatus tinggi-renffiv"^^i*ri;sil. prestasi pembelajaran
(IP)mahasiswa
r.rr.#"01il;u;ftr"r..iuringun kurve
distribusifrekuensi prestasi ,.rr.CJ.-
Padakurvt aitttiUuti juling
tempatkedudukan
r..tigu t
na.rrsisentralnynirrpitur, ITg.
tutu denganlain'
Padakurve 3ufinf-positif (ekornya di
sebelahkanan)'
meannyaterletak di sebelai f*un'
sedangmodenya di
sebelahkiri'
yangmengandung
*i'f"il'"-'[o' -iat'*t
terendah''dibandingkanmedian dan *;' K;rve juling pJttii menunjukkan
sebagian terbesarindividu*duiu*- airniUuri i.tt.tut terdiii dari individu-
individu
yangnilai
atau skornyu"nJJ'
padu kurvejuling neg?tif
(ekornyaoi ,.u.i?i*tjii-t*"
ketiga tendensi sentralnya berturut-turut dari tiri te tanan ua*ut' *tui' *tOian'
d-a1 mode' serta skormode adalah V*g'[nGgi dari ketiganva''I:1tT'
karenanya'selalu tertetak ;t"#;?;;l; rtai. Kurve juling
negatifmenunjukkan nilai-nilai variabet di
sebelatrkanan
memperolehfrekuensi terbanyak, yang rrcng*J*g
rnukrr? sebagian terbesarindividu memperoleh skor utuu nitui yang tinggi' oleh
karenaoembentukan kelompok-keto*pot--ttt4 a-
pada' awal
belajar.didasarkan
p"d;;;;;ib*i ,"*ia,'r.u[u bila nanti
ternvata hasilrllan
fing
ipan 1[ent
aiam
i arah
,:*kan
ngan mpat gah),
:ikan
riP) r',:usi :mpat r .ain.?*1n)'a
i ang ngkan :agian ir idu-
:e
gatif
r:urut-a
skor- ln1 0
',.gutii
eroleh :rbesar karena belajara
hasilJurnal Kependidikan, Nomor 2, TahunXXXilL November 2003
belajar sebagian terbesar mahasiswa baik, sehingga
distribusi frekuensinya dalam bentuk kurvejuling
negatif, jelas halini
menjadiindikator bahwa hasil belajar yang baik ini
sebagaiakibat
dari adanya treatmen model belajar ini.Hasil Penelitian
dan PembahasanMelalui
observasi pertemuan perkuliahandi kelas,
penger-jaan
tugas-tugaskelompok,
ketepatan penyerahan tugasdan
hasilkerja tugas kelompok, presentasi seminar, partisipasi
paramahasiswa, pelaksanaan
ujian sisipan dan ujian akhir
semester menunjukkan bahwa model perkuliahan Sejarah IndonesiaAbad
19-20
berdasarkankonsep kinerja
Qterformance)mampui
mengem- bangkan prosesperkuliahan
sejarahyang aktif serta efektif,
danmampu
menghasilkan pencapaianhasil
pembelajaran sejarah(lP)
yangtinggi. Hasil
komputasi skor rerata tugas-tugas kelompok (r),ujian
sisipan (s), ujianakhir
semester (a) dannilai
akhir(NA),
yang pengerjaannya didasarkan padaPeraturan Akademik
Universitas Negeri Yogyakarta dengan rumus:t+s+2a NA=
4
menghasilkan data beserta keadaan tendensi sentral dan simpangan
baku (SB)-nya yang
dapatdiringkaskan
sebagai nampak dalam Tabel 1 berikutini
:233
Model Perkuliahan Berdasarkan Konsep Kineria Pada Pembelaiaran Seiarah
Tabel 1'
,0",,:fi lt'if, l:lls::,:,"ffx""Ii1{'t"f r'dfri'gii,ufl *''-"
i',JJ,#tT,:: T:,fi lix ;:,"*ml:
il'
IIJ i "'
'1":,.1,ttrt tffi::
,,,,, offlifr.ffii:Xihffi;;1n'i .*t'a dari
skor-skor tugasklompok (r),
':iurr'iliJ*'(')'
uiiun'lkil;;;ester
(a)' dan nilai
akhir ( Nr4 )
terprs; ffisamu ruin' ytill' rttJ trto'-skor
tendensisentral tersebut ;ffi;il;- dari ';;;;; median' dan
Tod:
menunjukk*
fttOual'ftunOu'i
skor yane rendah ke skor yang trnggl ataudari kiri ke
t<anan' Mean"1t*p?J;;Jt skor
yang rendah' median
ai ttngut'-tiniJ' a*
'n9qt
tertetat< pada skor yang trnggr' Kenyataan-t
.nyu,lll*ili ;"r"rrt
tun uatt*a skor-skor
prestasrhasii
pembttuiu'*ilti"'i'*^ 'luugi'tttluntum
dalam
Tabel 1
diatas
memil'u' o"t'iil"tiritx"f i bft;;il =ku"t juling
negatif'Ini mengandung *uqu. t*11^::;;i;t terbesar
mahasiswa;;d;;"ith
skor ataunilai
Yang ttnggt'Kenyataan-kenyataan di atas
sekligus- membenarkan hipo- tesis perram"d*;;iru-l*,*u, (l) hasil-h-asil
pencapaian pembe- laiaran(p,t'tu"i) ijl*
'**: ('i?t-'tk;'iot*uiiO''sior
tugas danskor ujian
""oun']il* Ii'*'t"ltlb'iliil
aapatditerima'
Kedu-dukan tendensi
""i'"r lror-i[or
tugas (r) dengan m^ean' median' dan mode
ma,ing-masing
sebes*' -Tl:';af0;i* 1;93'
demikian
pulakedua"ta"le'iaensisentrafau'iskor-skorujiansisipan(s)
Tahun kademtK zu'
Skor a Skor
Nl
lilrdt qro' tExl
!Mean (x Median
Skor t Skor s
62-86 62-87
59-85 62-95
4226 42)4
4024 '76,84
73,16
82-,9q R,O 60 lO,5
76.50 81,09_
81,00 84,00 86.UU '7,28-
7,8!
'7,52i
atas daPatlah diana-liana- rugas nilai rdensi mode ringgi :ndah, tinggi.
restasi
11di
regatif.
asiswa
r
hipo- ,rembe- ras danKedu- an. dan :mikian
pan
(s)Jurnal Kependidikan, Nomor 2, TahunXXXill, November 2003
dengan mean, median, dan mode yang masing-masing
sebesar:81,50; 82,00 dan 84,00,
keduanya menunjukkanbahwa
distribusifrekuensi skor-skor
prestasi pembelajaranformatif, skor
tugas danskor ujian sisipan,
berbentukkurve juling negatif, yang
berarti memberikan indikator bahwa sebagian terbesar mahasiswa mencapaiskor prestasi formatif yang tinggi. (2) Hasil-hasil
pencapaian (prestasi)akhir
skor-skor sumatif,yakni skor ujian akhir
semesterdan
nilai akhir,
yangtinggi
terbukti dan dapatditerima.
Kedudukan tendensi sentralskor-skor ujian akhir
semester(a)
dengan mean, median, dan mode yang berturut-turut sebesar:76,84;80,60;
dan 86;demikian
juga
kedudukan mean, median dan modenilai akhir (l/l)
yang berturut-turut
sebesar:76,98; 78,3; dan 81,00;
keduanya menunjukkan bahwadistribusi frekuensi
skor-skor prestasi sumatif, skorujian akhir
semester(a)
dannilai akhir (NA)
berbentuk kurvejuling negatif, yang berarti memberi indikator bahwa
sebagian terbesar mahasiswa mencapai prestasi sumatif yang tinggi.Komputasi dan analisis skor nilai akhir (Nl)
berdasarkan simpang baku(SB):
7,28 menghasilkan mean: 76,98, median: 78,3, dan mode:8l
dengandistribusi
frekuensiskor nilai akhir (1/l)
dannilai huruf (NHl
terdapat dalam Tabel 2di
bawah ini.Tabel 2.
Distribusi
Frekuensi skorNilai Akhir (Nl)
danNilai Hurut (NH)
atas dasar Simpang Baku (SB: 7) dan(N:
55)Interval Skor Aneka
Wilayah Nilai
Huruf F %
85
- 9l
A 9 t6.478-84
B 2,1 38,47t -77
C t4 25,564
-70
C 7 12.757
-63
D 4 7.250-56
E 2 0.0235
q
,:-87 --J+'6.98 t 6,3
3 i.00
r3
Model Perkuliahan Berdasarkan Konsq Kineria Pada Pembelaiaran seiarah
Dengan mencennati Tabel 2 di atas nampaklah
bahwajumlah nilai-B
danA
sebesar 54,8o/o dan berartijumlah nilai B
danA > 50%. Mean (rerata) masih tetap nilai C (76'98)' ialah
padaintervalT:l-TTsebesar.25,5Yodanpadainterval64-Tlsebesar
tii'lr.Namun
median (78,3)dan
mode(81)
sudahberada
padawiiayah nilai B
denganinterval,. (78 - 84) dengan
persentasesebesar 38,4o/o; sementira
jumlah nitai A
pun sebesarl6'4yo' Visualisasitelahterjadinyapergeserantendensisentralke
aratr
interval nilai yang lebih tinggi-
nampak dalambentuk
kurvenitui y*g ..na.*ri 3;ting ntguiif
seperti pada Gambar 1di
bawahini.
Gambar 1
Kurve Juling Negatif Distribusi Frekuensi Hasil
Nilai
Pembelajaran SejarahJurnal Kependidikan, Nomor 2, Tahun XXXIII, November 2003
Model perkuliahan sejarah berdasarkan konsep
kinerja Qterformance) telah berhasil mencapai hasilbelaiar (IP)
yang tinggi.Dibandingkan
dengan persentasekurve normal, nilai B naik
daril4Yo menjadi
38,2oh,dan nilai A naik dafi 2% menjadi
16,40/o;sedang
nilai C menurun dart
68%menjadi tinggal
38,2%o;nilai
Dmenurun dari 14% menjadi
7,2o/o;dan tak seorang pun
(0%) memperolehnilai E
(gagal). Kenyataan-kenyataanini juga
membe- narkan apayang
dihipotesiskanoleh
hipotesis kedua bahwa modelperkuliahan
berdasarkanevaluasi kinerja Qterformance)
mampu menghasilkan prestasi (IP) yang tinggi.Dengan
jumlah
persentsenilai C
danD tinggal
38,2o/o dan 7,2oh serta 0o/o untuknilai
E berarti iarak (range) antarnilai A
dan B terhadapnilai C, D
danE
telah berkurang sebesar36,6oh
(68%+l4%) -
(38,2o/o+ 7,2o + 0%).
Range(rentang nilai) ini
secarakeseluruhan telah diperpendek sebesar 36,60/o dan
ini
mengandung makna tingkat homogenitasnilai
menjadi lebih padat sebesar 36,60 .Kenyataan ini membenarkan hipotesis kedua bahwa
model perkuliahan berdasarkankinerja
mampu menghasilkan pencapaian hasil belajar (IP) yang lebih homogen.Hasil penelitian
penerapanmodel
perkuliahan sejarah yangdidasarkan pada konsep kinerja
Qterformance),khususnya
pada perkuliahan Sejarah IndonesiaAbad
19-20, telahterbukti memiliki hasil-hasil yang positif dan
dalam mencapaikualitas
proses dan kualitashasil
pembelajaran sejarah denganindikator
naiknya indeks prestasi(IP)
mahasiswa. Kenaikan hasil belajar yangpositif
tersebut harus dipahami bersumberdari
proses pembelajaran yang menuntutproses pemikiran yang menyeluruh (structure of concepts)
dan melibatkan mahasiswa dalam banyakaktivitas
pembelajaran (tugas-tugas kelompok) sebagai perwujudan dari pendekatan
students oriented.237
Model p erkul iahan B er das arkan Konsep Kinerj a P ada P embel aj aran sej arah
KesimPulan
Penerapan
model perkuliahan
berdasarkankonsep
kinerja pada perkuliahanoiu'ut',
i*rususnyapada
Sejarah Indonesa Abadlg-zl,telah
dapatmlmenuhi
tujuan yangdiharaql*"y'u'Ialah
telah berhasiluntuk
mencapai kualitaspro".r
dunhasil
pembelajarannya' Dengan konsepkill;'r;;1
danhasil
pembelajarannya menjadilebh
teramatt touserl,atiri a^ terukur
(measurable).. Perkuliahanyaog
bersifal stuint oriented
memacuaktivitas kegiatan
belajarmahasiswa
dengan
peyelesaian tugas-tugas yang telah teragendakan secara terencanaOuririltr*atik
dalamLlmbar-iembar
Tugas'Kerja
kelompok telahmiliinu
,uring kerjasamadi
antara para mahasiswadan menjauhk* ;;t"k" -a*i-ptt*ingan
yang tidak
sehat dalammencapai
tujuan-
i.r.u*u. Kualitas i*
-intinsitas unjuk
kerjaakademik
sejarah;il& me-fayi
penguasaanstruktur
konsep sejaratr yangterdiriA*i"Z
(tujuh)'lenjang (yaitu:
translasi' iterpre-tasi, aplikari, .t tiffi"ti'- i'uf'"si' unuftit' dan sintesis)'
Makaujian sisip* A* u:i* uryi'
se,me:,ter dilaksanakandalam
bentukisrai dan bukannyu
adu*
bentukpilihan
ganda'Hasil
pencapaian indeks prestasi(IP)
mahasiswapositif
dansignifikan. Dib;;i[*uo itng* kurve'normal
terdapat kenaikannilaiBsebesar24,2o/o;kenaikan.nitaiAsebesar|4,2yo.Sebaliknya terdapat p.nu*nui pt;-"*t .Ulf nilai-nilai bawah' Nilai
Cmenurun
,.b.ru,
*29,[Vt-a*
nil{ D
menurun sebesar6'8%
dan tak seorangpunfoyrllanett*ilui E (gaeal)'
Dengan demikan tempatkedudukan ,.nO.iJ-irnuut beradi -pada tingkat nitai-nilai
yanglebih tinggi atau yang lebih baik' Mlskipun
mean(rerata)
masih tetappada nilai i (77),
namun.mgae(gi) aan.-tt9i* (82)
telahbergeser
ke
arah"il|i ri'tir,erval-:
zg-
8+)'aannilai A (interval
85-91),
sehingguL''*t-O'i'iUu'i frekuensi nilai pun menjadi juling
negatif
Jut
SE
pe
br p(
SA
te m
Sr
II p
k, t2
d h
P p o h b tr tr a k
i
S
t
s
(
Jurnal Kependidikan, Nomor 2, TahunXXXil, November 2003
Keberhasilan yang mantap
penerapanmodel
perkuliahan sejarah berdasarkankinerja yang didukung oleh kualitas
proses pembelajarandan
intensitas pengembanganakademik,
diharapkanbukan
saja dapat mencapai indeks prestasi(lP)
mahasiswa secarapositif
dansignifikan
sebagaidituntut
oleh kebijakan pendidikan-di saatini,
namun lebihjauh lagi
diharapkanuntuk
mampu menjamin terwujudnya kualitas sumber daya manusia Indonesia yang handal di masa-masa mendatang.Saran-Saran
Melihat
keberhasilan yangpositif
dansignifikan
eksperimenmodel perkuliahan gejarah berdasarkan konsep kinerja
padaperkuliahan Sejarah Indonesia Abad 19-20, maka dapat
dire- komendasikanuntuk dipergunakamnyaa dan diperluasnya
pene- rapanmodel
perkuliahan tersebut sebagaialternatif
pembe-lajarandalam matakuliah-matakuliah lainnya. Untuk menjamin
keber-hasilannya perlu diperhatikan
persyaratan-persyaratan berikut:Pertama
perkuliahan atas dasar konsepkinerja lebih
beroirentasi pada proses, bukannya pada produk; dan dengan pendekatan student orienteddan
bukan pada lecturer oriented.Kedua
evaluasinya pun harus berdasarkan evaluasikinerja
Qterformanceevaluation)
yang bersifat terus-menerus (continuously) danbukannya melalui
suatu tes atau pengukurantunggal. Ketiga
subjekkebijakan
perkuliahan tetap padasubjek didik
(mahasiswa), dan bukannya pada program atau produk kelompok, maka sekalipun menggunakan strategi belajarkelompok, namun penilaian akhir bermuara pada
penilaianindividual. Keempaf
pemberian tugas-tugasperlu
didasarkan padasignifikansi
tugas, artinya tugas yangsedikit
namun signifikan jauhlebih baik
dibandingkan dengan tugasyang banyak tetapi
kurangsignifikan. Kelima
alat tes harus berupa tugas yangkompleks
(res essai),dan
bukannyates pilihan
ganda.Masing-masing butir
tes239
:: :! lt lrr
Modet Perkuliahan Berdasarkan Konsep Kinerja Pada Pembelaiaran Sejarah
hendakya representatif terhadap suatu poko\- batrasan'
sehinggacakupan semua
'tur'* auput
'dtj;il' KttnTl-- XlttftfJl
keselunrhan
tugas ffit"# :L*:tt
tersusun secaradalam suatu Lembl' rogut' "tttingg; d"at
denganmudah
dan:ffi;n *t aiituti
oleh mahasiswa'Daftar Pustaka
/ 1 ...e r
\
Fttnluatiofi rc inprove learning. New York : Mc"ioo*,
B'S'
et al' (1981)' Evaluafion to."*oo.,,ll*rlil*'"r, s':ll;^f:{"
imentat?l!^!'uo'
i'nxper imentat
a"ig" ;;"l"iin'Boston:
Houghtonn Miffl in'Gunning, D' (1978)' The teaching of history' London: Croom Helm' Husen,
T A po'tt"*haite'-J'
'(1995)'
Internafional encyclopedia
of
'du'otiol'"'ioi'*t
s'
New York: Pergamon'Mardapi,"lJr.**,,'JlooJ,o,o";^,:^#:f:*'u^!;!,1'l;#'K!"';:;'
Nationar
;:flffii""'v g
th: schools' ( 1 ee4)' N alioyat standardsfor
nafional
and world m'r''i]''r'It
- ing"rtt: university of
percoco,