• Tidak ada hasil yang ditemukan

9. Klasifikasi Barang

N/A
N/A
Hansa Nv

Academic year: 2024

Membagikan " 9. Klasifikasi Barang"

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Kuliah 9:

Klasifikasi Barang

Wahyu Wibowo, S.S.T., M.Acc.

Disampaikan kpd

Mahasiswa D3 UI, Program Vokasi, Administrasi Perpajakan

@2023

(2)

HS CODE, AHTN, BTKI

(3)

APA ITU HARMONIZED SYSTEM (HS) ?

“HARMONIZED COMMODITY DESCRIPTION & CODING SYSTEM (HS) is

a multipurpose international product nomenclature developed by the World Customs Organization (WCO)

Pengelompokkan barang ke dlm pos tarif yg paling sesuai dlm struktur nomenklatur Harmonized System (HS).

ü Mulai diimplementasikan sejak tahun 1988 ü HS 2022 akan menjadi Revisi ke-6 dan

diminta utk dapat diimplementasikan mulai 1 Januari 2022

ü Dikelola oleh World Customs Organization dan digunakan oleh 211 negara dan ekonomi ü Jumlah Negara Pihak Konvensi HS saat ini

berjumlah 157

(4)

Revisi HS

Harmonized System (HS) secara rutin (setiap

5 th) di amandemen oleh WCO, sesuai:

(5)

Struktur HS

Buku HS terdiri atas:

• General Rules For The Interpretation of HS (GIR) à Ketentuan Umum Mengintepretasi HS (KUMHS)

• 21 Section / Bagian

• 97 Chapter / Bab

• Legal Notes à Catatan Bagian, Catatan Bab, Catatan Subpos

• Heading / Pos (4 Digit)

• Sub Heading / Subpos (6 Digit)

(6)

AHTN

Dilengkapi dengan

supporting references : 1. Supplementary

Explanatory Notes / Catatan Penjelasan Tambahan utk

memberikan penjelasan teknis dan spesifikasi barang-barang yg dirinci pada pos AHTN.

2. Concordance Tables / Tabel Korelasi yg memuat mengenai korelasi pos- pos AHTN sebelumnya dg AHTN existing dan

sebaliknya.

(7)

BTKI

• BTKI = Buku Tarif Kepabeanan Indonesia yg memuat nomenklatur klasifikasi barang yg disusun brdsrkn dua

nomenklatur internasional: Harmonized System (HS) dari WCO

& ASEAN Harmonised Tariff Nomenclature (AHTN) dari ASEAN.

• Memuat informasi struktur klasifikasi, bea masuk, bea keluar dan pajak dlm rangka impor .

• yg digunakan saat ini adalah BTKI 2022

BTKI 2022 >

PMK No.26/

PMK.010/2022

(8)

ALUR PENYUSUNAN BTKI

BTKI 2022 >

PMK No.26/

PMK.010/2022

(9)

Klasifikasi Barang

(10)

DASAR HUKUM KLASIFIKASI BARANG

1. Keppres 35 Tahun 1993

“Ratifikasi HS Convention Description & Coding System beserta protocolnya“

2. UU nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan

a. Pasal 1 ayat 1 huruf 21 :

“Tarif adalah klasifikasi barang dan pembebanan bea masuk / bea keluar “ b. Pasal 14 ayat 1 :

“utk penetapan tarif bea

masuk dan bea keluar, barang dikelompokkan berdasarkan sistem klasifikasi barang”

Penjelasan pasal :

yg dimaksud dengan sistem klasifikasi barang dlm pasal ini yaitu suatu daftar

penggolongan barang yg dibuat secara sistematis dengan tujuan utk

mempermudah penarifan, transaksi perdagangan, pengangkutan, dan statistik

MFN > BTKI 2022 >

PMK

No.26/PMK.010/2022

(11)

LANGKAH-LANGKAH KLASIFIKASI BARANG

1. Identifikasi Barang à dapatkan informasi sebanyak2nya ttg spesifikasi teknis barang yg akan kita klasifikasikan, bukan nama dagang/umum

2. Lihat Daftar Isi à tentukan bab-bab terkait.

3. Teliti masing-masing Bab à baca catatan Bagian/Bab/Pos/Subpos 4. Telusuri Pos yg relevan à bila ada satu pos yg menyebut langsung

spesifikasi barang tersebut, cek ulang!

5. Jika ada 2/lebih pos terkait à Bandingkan uraian masing-masing pos gunakan General Rules for the Intepretation of HS (GIR)/ Ketentuan Umum untuk

Mengintepretasi HS (KUMHS)

6. Gunakan proses eliminasi à sampai menemukan satu pos yg paling sesuai.

7. Lanjutkan dengan langkah yg sama utk menemukan subpos HS/AHTN dan Pos Tarif Nasional yg paling sesuai.

8. Setelah yakin menemukan pos tarif yg paling sesuai à lihat pembebanan

tarif BM, PDRI.

(12)

1. IDENTIFIKASI BARANG

1. IDENTIFIKASI BARANG

dlm menetapkan klasifikasi suatu barang, proses identifikasi adalah langkah paling penting yg menentukan hasil penetapan klasifikasi.

à dapatkan informasi sebanyak2nya ttg SPESIFIKASI TEKNIS barang yg akan kita klasifikasikan, BUKAN NAMA DAGANG/UMUM,

Bagaimana? à 3W 1H

What is it? Barang apa yg diimpor? Bahan baku,

setengah jadi? Produk pertanian, kimia, elektronika/mesin?

What is it made of? Dibuat dari apa barang tersebut?

Komposisi, campuran, bahan yg dominan?

What for? Digunakan utk apa? Kegunaan tertentu, bagian dari barang lain, asesoris / lebih dari satu macam kegunaan?

How is it imported? Bagaimana saat diimpor?

Kemasan? Belum lengkap? Terurai? dlm bentuk set? What is it?

Parameter Identifikasi per Jenis Barang:

Dokumen sumber informasi:

ü Brochure/Catalogue

ü Material Safety Data Sheet (MSDS) ü Certificate of Analysis (CoA)

ü Milling Certificate ü Manual Book

ü Encyclopedia / Literature

ü Dokap pabean (B/L, invoice, LHP dsb)

(13)

2. D A FT A R IS I B TK I

(14)

3. BACA

CATATAN BAGIAN,

BAB, POS &

SUBPOS

(15)

4. Telusuri

Pos

(16)

GIR /KUMHS 1

1.Judul dari Bagian, Bab & Sub-bab dimaksudkan hanya utk mempermudah referensi saja; utk keperluan hukum, klasifikasi harus ditentukan berdasarkan uraian yg terdapat dlm pos & berbagai Catatan Bagian/Bab yg berkaitan serta berdasarkan ketentuan berikut ini, asalkan pos/Catatan tersebut tdk menentukan lain.

(17)

GIR /KUMHS 2a

2. (a) Setiap referensi utk suatu barang dlm suatu pos harus dianggap meliputi juga referensi utk barang tersebut dlm keadaan tdk lengkap / belum rampung, asalkan pada saat diajukan, barang yg tdk lengkap / belum rampung tersebut mempunyai karakter utama dari barang itu dlm keadaan lengkap / rampung. Referensi ini harus dianggap juga meliputi referensi utk barang tersebut dlm keadaan lengkap / rampung (atau berdasarkan Ketentuan ini dapat digolongkan sebagai lengkap / rampung) yg diajukan dlm keadaan belum dirakit / terbongkar.

(18)

GIR /KUMHS 2b

2. b) Setiap referensi utk suatu bahan / zat dlm suatu pos, harus dianggap juga meliputi referensi utk campuran / kombinasi dari bahan / zat itu dengan bahan / zat lain. Setiap referensi utk barang dari bahan / zat tertentu harus dianggap juga meliputi referensi utk barang yg sebagian / seluruhnya terdiri dari bahan / zat tersebut. Barang yg terdiri lebih dari satu jenis bahan / zat harus diklasifikasikan sesuai dengan prinsip dari ketentuan 3.

(19)

GIR /KUMHS 3a

3. Apabila dengan menerapkan Ketentuan 2 (b) / utk berbagai alasan lain, barang yg dengan pertimbangan awal dapat diklasifikasikan dlm dua pos / lebih, maka klasifikasinya harus diberlakukan sebagai berikut:

(a) Pos yg memberikan uraian yg paling spesifik, harus lebih diutamakan dari pos yg memberikan uraian yg lebih umum. Namun demikian, apabila dua pos / Iebih yg masing-masing pos hanya merujuk kepada bagian dari bahan / zat yg terkandung dlm barang campuran / barang komposisi / hanya merujuk kepada bagian dari barang dlm set yg disiapkan utk penjualan eceran, maka pos tersebut harus dianggap setara sepanjang berkaitan dengan barang tersebut, walaupun salah satu dari pos tersebut memberikan uraian barang yg lebih lengkap / lebih tepat.

(20)

GIR/KUMHS 3b

3. Apabila dengan menerapkan Ketentuan 2 (b) / utk berbagai alasan lain, barang yg dengan pertimbangan awal dapat diklasifikasikan dlm dua pos / lebih, maka klasifikasinya harus diberlakukan sebagai berikut:

(b) Barang campuran dan barang komposisi yg terdiri dari bahan yg berbeda / dibuat dari komponen yg berbeda, serta barang yg disiapkan dlm set utk penjualan eceran yg tdk dapat diklasifikasikan berdasarkan referensi 3 (a), harus diklasifikasikan berdasarkan bahan / komponen yg memberikan karakter utama barang tersebut, sepanjang kriteria ini dapat diterapkan.

(21)

GIR /KUMHS 3c

3. Apabila dengan menerapkan Ketentuan 2 (b) / utk berbagai alasan lain, barang yg dengan pertimbangan awal dapat diklasifikasikan dlm dua pos / lebih, maka klasifikasinya harus diberlakukan sebagai berikut:

(c) Apabila barang tdk dapat diklasifikasikan berdasarkan referensi 3 (a) / 3 (b), maka barang tersebut harus diklasifikasikan dlm pos tarif terakhir berdasarkan urutan penomorannya di antara pos tarif yg mempunyai pertimbangan yg setara.

(22)

GIR /KUMHS 4

4. Barang yg tdk dapat diklasifikasikan berdasarkan Ketentuan di atas, harus diklasifikasikan dlm pos yg sesuai utk barang yg paling menyerupai.

(23)

GIR/KUMHS 5a

5. Sebagai tambahan aturan di atas, Ketentuan berikut ini harus diberlakukan terhadap barang tersebut di bawah ini:

(a) Tas kamera, tas instrumen musik, kopor senapan, tas instrumen gambar, kotak kalung dan kemasan semacam itu, dibentuk secara khusus / pas utk menyimpan barang / perangkat barang tertentu, cocok utk penggunaan jangka panjang dan diajukan bersama dengan barangnya, harus diklasifikasikan menurut barangnya, apabila kemasan tersebut memang biasa dijual dengan barang tersebut. Namun demikian, ketentuan ini tdk berlaku utk kemasan yg memberikan seluruh karakter utamanya.

(24)

GIR /KUMHS 5b

5. Sebagai tambahan aturan di atas, Ketentuan berikut ini harus diberlakukan terhadap barang tersebut di bawah ini:

(b) Berdasarkan aturan dari Ketentuan 5 (a) di atas, bahan pembungkus dan kemasan pembungkus yg diajukan bersama dengan barangnya, harus diklasifikasikan menurut barangnya, apabila bahan / kemasan pembungkus tersebut memang biasa digunakan utk membungkus barang tersebut. Namun demikian, Ketentuan ini tdk mengikat apabila bahan / kemasan pembungkus tersebut secara nyata cocok utk digunakan berulang-ulang.

(25)

GIR/KUMHS 6

6. Utk keperluan hukum, klasifikasi barang dlm subpos dari suatu pos harus ditentukan berdasarkan uraian dari subpos tersebut dan Catatan Subpos bersangkutan, serta Ketentuan di atas dengan penyesuaian seperlunya, dengan pengertian bahwa hanya subpos yg setara yg dapat diperbandingkan. Kecuali apabila konteksnya menentukan Iain, utk keperluan ketentuan ini diberlakukan juga Catatan Bagian dan Catatan Bab bersangkutan.

(26)

LATIHAN KLASIFIKASI BARANG

1. Olahan makanan terbuat dari leci dan lengkeng dikupas serta ditambah bahan pengawet dan larutan gula. Disimpan dalam kemasan kedap udara kaleng kapasitas 500 ml

2. Larutan asam cuka (acetic acid) dengan kadar 8 %

3. Ubin vinil untuk lantai, ukuran 30 x 30 cm dibuat dari bahan polivinil klorida

4. Karung dari serat jute dalam keadaan baru untuk pembungkus arang dengan ukuran 30 x 6 cm diimpor dari Pakistan 5. Sekrup berulir tidak menakik sendiri, dari baja digunakan untuk memasang interior plafon logam mobil diameter ukuran

0,6 cm

6. Kompresor untuk alat pendingin yang memilki kapasitas 22 kW per jam dan kemampuan memindahkan 230 cc setiap putaran bisa digunakan untuk kendaraan bermotor

7. Safety airbag digunakan sebagai pelindung pengemudi dalam mengendarai kendaraan apabila tabrakan, menggunakan

balon udara sistem inflater untuk jenis sedan

(27)

Terima Kasih

Referensi

Dokumen terkait