• Tidak ada hasil yang ditemukan

BELAJAR TENTANG MASALAH PENELITIAN

N/A
N/A
Salman Alfarez

Academic year: 2024

Membagikan "BELAJAR TENTANG MASALAH PENELITIAN"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Vivin Nur Hafifah, S.Kep., Ns., M.Kes.

MASALAH PENELITIAN

(2)

Identifikasi topik penelitian

Topik adalah pokok permasalahan yg akan diperkirakan atau masalah yg hendak dikemukakan dlm karya ilmiah.

Topik penelitian dapat diartikan sebagai kejadian atau peristiwa yg akan dijadikan sebagai lapangan penelitian.

Terdapat hal-hal yg perlu dipertimbangkan oleh calon peneliti sebelum menentukan topik penelitian antara lain : manageable topic, obtainable data, interested topic,

significance of topic, apakah topik tersebut dapat

diselidiki, serta keadaan waktu dan biaya

(3)

Manageable topic (topik yang dipilih hendaknya berada dalam jangkauan)

Baik ataupun tidaknya suatu penelitian tidak selalu tergantung kepada luas tidaknya topik dan permasalahan yang diteliti.

Suatu topik penelitian yang masih berada dalam jangkauan peneliti dan tidak terlalu luas pada akhirnya semakin

mempermudah peneliti dlm mengorganisasikan, mengatur dan mengendalikan jalannya penelitian.

Paling tidak perlu dipertimbangkan kemampuan yang dimiliki, lamanya waktu penelitian, jumlah dana yang tersedia, keadaan personel peneliti serta peralatan yang dimiliki.

(4)

Obtainable data (tersedianya data untuk membahas topik)

Suatu penelitian yang dijalankan tidak akan memenuhi sasaran tanpa didukung oleh data yang memadai dan tidak dapat

dipertanggung jawabkan atau tidak obyektif.

Kegagalan penelitian seringkali karena data yang tersedia tidak lengkap atau tidak obyektif.

Peneliti harus mampu melakukan perkiraan kemungkinan- kemungkinan ada tidaknya data dan kesulitan-kesulitan

penggalian data.

(5)

Interested topic (topik tersebut menarik untuk diteliti)

Daya tarik topik perlu pula diperhatikan, topik yang dipilih harus menarik bagi si peneliti sendiri, selain itu topik

tersebut juga harus mampu membangkitkan minat bagi

pembacanya, pemesan maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.

Significance of topic (topik tersebut cukup penting untuk diteliti)

Begitu pula halnya dengan tingkat keberartian topik, hal ini perlu mendapat perhatian.

Pemilihan topik selayaknya disesuaikan dan diarahkan kepada tingkat kebutuhan dan sumbangannya, baik utk kepentingan pembangunan, khalayak banyak, pengembangan ilmu

pengetahuan ataupun permintaan pemesanan.

(6)

Apakah topik tersebut dapat diselidiki

Selanjutnya, faktor penting lainnya dlm pemilihan topik dlh mengenai kemungkinan keberhasilan penyelidikan.

Topik yang dipilih hendaknya secara logis dapat diselidiki.

Penelitian-penelitian yang kemungkinannya kita tdk dpt

memperoleh data ataupun hasil konklusi yg akan dibuat sebaiknya perlu dihindari.

Keadaan waktu dan biaya

Peneliti yg memiliki biaya relatif sedikit ada baiknya menghindari pemilihan topik yg luas dan rumit.

Begitupun halnya keadaan waktu yg dimiliki, jika yang tersedia relatif singkat sebaiknya peneliti memilih topik yg diperkirakan memerlukan waktu penelitian yang relatif singkat pula.

Keseimbangan antara ketersediaan waktu dan biaya penelitian dengan topik memungkinkan peneliti mampu memenuhi sasaran penelitian dengan hasil yang memuaskan.

(7)

Tiga hal penting dalam pemilihan topik penelitian

1) Judul atau topik yg dipilih memang layak diteliti

2) Topik tersebut diminati peneliti

3) Topik tidak dipaksakan oleh pihak lain

(8)

Masalah Penelitian

Penelitian adalah proses penemuan masalah dan pemecahan masalah

Penemuan masalah adalah identifikasi bidang masalah, penentuan atau pemilihan pokok masalah (topik), dan perumusan masalah

Masalah penelitian (Sugiyono, 2000) dapat diketahui bila :

a)

Terdapat penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan

b)

Terdapat penyimpangan antara apa yg telah direncanakan dg kenyataan

c)

Ada pengaduan

d)

Kompetisi

(9)

Sumber Penemuan Masalah Penelitian

Menurut Mac Millan dan Schumacher (Hadjar, 1996: 40-42) : Observasi

Observasi adalah sumber yg paling kaya akan masalah penelitian.

Kebanyakan keputusan praktis didasarkan atas praduga yg tdk didukung oleh data empiris.

Masalah penelitian bisa diangkat dari hasil observasi thd suatu hubungan tertentu yg masih belum memiliki dasar penjelasan yg memadai dan cara2 rutin yg di dlm melakukan suatu tindakan didasarkan atas tradisi atau otoritas.

Penyelidikan kemungkinan dpt menghasilkan teori yg baru, rekomendasi pemecahan masalah praktis dan mengidentifikasi variabel yg belum ada dlm bahasan literatur

(10)

Deduksi dari teori

Teori itu sendiri merupakan konsep - konsep yang masih berupa prinsip - prinsip umum yang penerapannya belum bisa diketahui selama belum dilakukan pengujian secara empiris.

Penyelidikan terhadap suatu masalah yang diangkat berasal dari teori bermanfaat untuk memperoleh penjelasan secara empiris praktik tentang teori tersebut.

(11)

Kepustakaan

Hasil dari penelitian kemungkinan dpt memberikan

rekomendasi akan perlunya dilakukan suatu penelitian ulang (replikasi), baik dengan ataupun tanpa variasi.

Replikasi bisa meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan secara lebih luas.

Laporan penelitian tidak jarang juga menyampaikan suatu rekomendasi kepada peneliti lain mengenai apa saja yg perlu dilakukan penelitian yg lebih lanjut.

Hasil penelitian ini juga dpt menjadi sumber utk menentukan masalah yg perlu diangkat untuk dilakukan suatu penelitian.

(12)

Masalah sosial

Masalah sosial bisa juga menjadi sumber masalah penelitian.

Seperti seringnya terjadi perkelahian siswa antar sekolah, bisa memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pelaksanaan

pendidikan agama dan moral serta pembinaan sikap disiplin di lingkungan sekolah.

Banyaknya pengangguran lulusan perguruan tinggi juga dapat memunculkan pertanyaan tentang kesesuaian kurikulum

dengan kebutuhan masyarakat.

(13)

Situasi praktis

Pada tahap pembuatan suatu keputusan tertentu, tidak jarang mendesak untuk dilakukannya suatu penelitian evaluatif.

Hasil penelitian ini sangat diperlukan guna dijadikan dasar dalam pembuatan keputusan yang lebih lanjut.

Pengalaman pribadi

Pengalaman pribadi bisa memunculkan masalah yang membutuhkan jawaban empiris guna mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.

(14)

Beberapa aspek yg dpt digunakan peneliti utk

pertimbangan dlm tahap penemuan masalah penelitian antara lain :

a)

Bidang topik dan masalah yg baik

b)

Mempunyai kontribusi secara teoritis dan praktis

c)

Dpt diuji melalui proses pengumpulan dan analisa data

d)

Sesuai dg waktu dan biaya yg tersedia

(15)

Tipe Masalah Penelitian

Permasalahan Deskriptif

Mrp permasalahan dengan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri).

Dalam penelitian ini, peneliti tidak membuat perbandingan variabel yang satu pada sampel yang lain, hanya mencari hubungan variabel yang satu dengan variabel yang lain.

Contoh permasalahan deskriptif :

Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid sekolah di Indonesia?

Seberapa besar efektivitas model pembelajaran jigsaw terhadap prestasi belajar siswa ?

(16)

Permasalahan Komparatif

Permasalahan ini merupakan rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda pada waktu yang berbeda.

Contoh :

Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah A dan sekolah B ? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel sekolah A dan sekolah B).

Adakah perbedaan pemahaman terhadap materi listrik antara siswa di sekolah formal dengan siswa homeschooling?

(17)

Permasalahan Asosiatif

Merupakan rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.

Terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu : a) Hubungan simetris

Adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama.

Contoh perumusan masalahnya adalah sebagai berikut:

Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin negara?

Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah murid sekolah?

(18)

b) Hubungan kausal

Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat.

Jadi disini ada variabel independen (variabel yang

mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contoh:

Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel dependen).

Seberapa besar pengaruh kurikulum, media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum, media, dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel

dependen).

(19)

c) Hubungan interaktif/ resiprocal/ timbal balik

Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling

mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh:

Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di kecamatan A. Di sini dapat dinyatakan motivasi

mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi.

Hubungan antara makan di pagi hari dengan kecerdasan siswa.

(20)

Kriteria Masalah

Ada tiga kriteria untuk menentukan permasalahan yg baik dan pernyataan masalah yg baik (Kerlinger, 2006 : 29-30), yaitu :

1) Masalah harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian, masalah-masalah itu mengajukan pernyataan-pernyataan seperti :

ApakahA terkait dengan B ?

Apakah motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar ?

2) Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak ambigu dalam bentuk pertanyaan.

3) Masalah dan pernyataan masalah harus dirumuskan dengan cara tertentu yang menyiratkan adanya pengujian yang empiris.

(21)

Karakteristik Permasalahan

1) Topik atau judul menarik

2) Masalah yg dibahas mrp masalah yg baru

3) Mengundang rancangan penelitian yg kompleks

4) Dpt diselesaikan sesuai waktu dan dana yg diagihkan

5) Tidak bertentangan dg moral atau etika

(22)

Perumusan masalah

Mrp suatu pertanyaan penelitian yg akan dicari jawabannya melalui proses penelitian yg berasal dr masalah

Rumusan masalah hrs terdiri atas beberapa syarat, yaitu :

1) Merupakan pertanyaan

2) Harus jelas, singkat, dan bermakna

3) Dirumuskan secara operasional (jelas variabel dan cara mengukurnya)

4) Jelas ruang lingkupnya (mempermudah penarikan kesimpulan)

(23)

Contoh perumusan masalah

Apakah terdapat hubungan antara suhu ruangan dengan produktivitas kerja?

Apakah terdapat hubungan antara konsentrasi benzena dengan IgA?

(24)

Jenis masalah penelitian

1. Masalah utk mengetahui status & mendeskripsikan fenomena (masalah deskriptif)

Rumusan masalahnya berkenaan dg pertanyaan thd variabel mandiri & peneliti tdk membuat perbandingan atau hubungan antara variabel itu dg variabel tsb

Contoh :

1) Berapa resiko paparan benzena terhadap di industri sepatu?

2) Berapa kemampuan akomodasi pengguna komputer di bagian administrasi rumah sakit A?

3) Berapa dosis aman benzena di industri sepatu?

(25)

2. Masalah utk membandingkan dua atau lebih fenomena (masalah komparatif)

Contoh

Apakah terdapat perbedaan konsentrasi ttMA pekerja terpapar benzena dengan kelompok kontrol?

Apakah terdapat perbedaan kemampuan akomodasi mata

pekerja terpapar komputer dengan tidak terpapar komputer?

Apakah terdapat perbedaan penurunan pendengaran antara kelompok terpapar bising dengan tidak terpapar bising?

(26)

3. Masalah utk mencari hubungan antarfenomena (masalah asosiatif/korelatif)

a. Hubungan simetris (hubungan antara dua variabel atau lebih yg kebutulan munculnya bersamaan)

Contoh rumusan masalahnya :

Adakah hubungan antara asam hipurat urin dengan IgA?

Adakah hubungan antara IgA dengan ttMA?

Adakah hubungan antara kotinin dengan dopamin darah pada perokok?

(27)

b. Hubungan kausal (yg bersifat hubungan sebab akibat, ada variabel independen dan variabel dependen)

Contoh rumusan masalahnya :

Adakah pengaruh kebisingan terhadap penurunan pendengaran?

Adakah pengaruh konsentrasi benzena terhadap leukemia?

Adakah pengaruh glutation dalam darah dengan fenol dalam darah?

(28)

c. Hubungan interaktif /timbal balik/resiprokal (hubungan yang saling mempengaruhi serta tidak diketahui mana variabel independen dan variabel dependen)

Contoh rumusan masalahnya :

Seberapa besar hubungan antara suhu dengan stress kerja?

Seberapa besar hubungan antara kortisol darah dengan kadar glutation darah?

Seberapa besar hubungan antara asam laktar dengan pH darah?

(29)

Tinjauan pustaka atau survei literature

Secara umum 50% kegiatan dlm seluruh proses penelitian adalah membaca

LandasanTeori

Mengemukakan kaidah keilmuan, dalil2, ketentuan, konsep2 yg dijadikan dasar acuan dlm menyelesaikan masalah atau

menciptakan karya teknologi

Landasan teori diperoleh dr kajian pustaka dg cara memilih2, membanding2kan & membahasnya secara kritis, bukan

sekedar soal “kutip-mengutip”. Cantumkan referensi yg digunakan.

(30)

Landasan teori diangkat (disarikan) dr tinjauan pustaka ttg kerangka teori yg melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalah yg diteliti

Landasan teori mrp satu set teori yg dipilih oleh peneliti sbg tuntunan utk mengerjakan penelitian lebih lanjut & jg utk menulis hipotesis

Landasan teori dpt berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaaan2.

(31)

Tinjauan Pustaka

Tinjauan pustaka mempunyai arti : peninjauan kembali pustaka2 yg terkait (review of related literature)

Sesuai dg artinya tsb, suatu tinjauan pustaka berfungsi sbg

peninjauan kembali (review) pustaka (laporan penelitian, dsb) ttg masalah yg terkait.

Literature review mrp suatu cara utk menemukan, mencari artikel2, buku2 & sumber2 lain spt tesis, disertasi, prosiding yg relevan pd suatu isu tertentu atau teori atau riset yg

menjadi interest kita

(32)

Tinjauan pustaka diakhiri dg kesimpulan atau ringkasan yg menjelaskan ttg “ apa arti semua tinjauan pustaka tsb (what does it all mean?)”

Teori yg didpt mrp langkah awal agar peneliti dpt lebih memahami permasalahan yg sdg diteliti dg benar sesuai dg kerangka berpikir ilmiah

Utk mendapatkan landasan teori yg bisa mendukung pemecahan masalah yg sedang diteliti

Utk mendapatkan gambaran yg berkenaan dg apa yg sudah pernah dikerjakan orang lain sebelumnya.

(33)

Manfaat tinjauan pustaka

1) Menggali teori2 dasar, konsep, pemikiran dan hasil2 penelitian yg dikemukakan para ahli terdahulu

2) Membantu utk menentukan arah perkembangan tema penelitian terkini sesuai dg bidang keahlian

3) Menyediakan informasi & wawasan ilmiah lebih luas ttg tema & topik yg dipilih

4) Dominan dimanfaatkan utk melengkapi data sekunder

5) Mengarahkan penyusunan buah pikir yg lebih sistematis, terarah, logis, saling terkait, kritis &ekonomis & tdk

menyimpang dr kaidah ilmiah

6) Mencegah duplikasi karya penelitian

(34)

Sumber Bacaan

Bacaan umum : utk menemukan teori atau konsep yg sifatnya umum (textbook, ensiklopedia, dll)

Bacaan khusus : utk menemukan hal2 bersifat khusus (jurnal, buletin, skripsi, tesis, disertasi)

(35)

Sumber literature review

Paper yg dipublikasikan dlm jurnal nasional dan internasional baik dari pemerintah, perguruan tinggi atau swasta

Tesis mrp penulisan ilmiah yg sifatnya mendalam dan mengungkapkan suatu pengetahuan baru yg diperoleh

melalui penelitian. Tesis biasanya ditulis oleh mhs pascasarjana (S2) yg ingin mengambil gelar master

Disertasi mrp penulisan ilmiah tingkat tinggi yg biasanya ditulis utk mendapatkan gelar doktor falsafah (Ph.D).

Disertasi berisi fakta berupa penemuan dr penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yg dpt dipertahankan

kebenarannya

(36)

Jurnal maupun hasil2 konferensi. Jurnal biasanya digunakan sbg bahan sitiran utama dlm penelitian krn jurnal memuat suatu informasi baru yg bersifat spesifik & terfokus pd

pemecahan masalah pd suatu topik penelitian

Majalah, famflet, kliping. Majalah ilmiah mrp sumber

publikasi yg biasanya berupa teori, penemuan baru, maupun berupa materi2 yg sdg populer dibicarakan & diteliti.

Biasanya materi yg disajikan dlm makalah tdk terdapat dlm buku. Contohnya majalah trubus, majalah ecommerce, dsb.

Majalah mrp literatur yg disenangi para peneliti utk dijadikan sitiran krn frekuensi terbitnya teratur & cepat shg artikel yg dimuatnya cukup mutakhir.

(37)

Abstrak hasil penelitian

Prosiding bisa dijadikan sbg bahan literatur krn prosiding ditulis oleh seorang profesor & telah dipublikasikan.

Pengambilan prosiding sbg bahan literatur bisa memudahkan peneliti krn adanya kolaborasi antara peneliti dg penulis

prosiding yg mungkin berada pd satu institusi yg sama.

Web site yg memuat ilmu komputer, misalnya http://citeseer.nj.nec.com/cs

(38)

Kriteria pemilihan sumber bacaan

Kemuktahiran (recency) : semakin baru sumber yg diperoleh, semakin muktahir teori dan hasil penelitian yg digunakan

Relevansi/Relevancy (Relevance) : bacaan haruslah

mempunyai relevansi dg masalah yg dibahas. Bacaan perlu dicari sebanyak mungkin agar bisa dibandingkan satu dg yg lain. Pada studi pustaka peneliti hrs melihat kembali semua penelitian yg pernah dilakukan sebelum ataupun yg sdg

dilakukan, yg memiliki hubungan dg penelitian yg akan dilakukan

Kelengkapan : semakin byk sumber bacaan semakin lengkap penjelasan dpt diuraikan dlm tinjauan pustaka

(39)

Proses tinjauan pustaka

Survei pustaka : melakukan identifikasi berbagai macam

bahan pustaka (tidak diterbitkan/diterbitkan). Mencari akses utk memperoleh bahan tsb

Mengumpulkan bahan/informasi kepustakaan atau sumbel online

Menulis/mencatat tinjauan pustaka

(40)

Review literature bisa dilakukan dg beberapa cara

Mencari kesamaan (compare)

Mencari ketidaksamaan (contrast)

Memberikan pandangan (criticize)

Membandingkan (sinthesize)

Meringkas (summarize)

(41)

Referensi

Dokumen terkait

Mata kuliah ini mengkaji tentang; Penemuan kebenaran (Ilmiah dan Non Ilmiah), Konsep Penelitian, Paradigma penelitian, Topik-topik penelitian, Identifikasi

Anak yg mempunyai IQ diatas tingkat retardasi ; yang memiliki kesulitan yg signifkan dlm bidang akademis ;.. dan kesulitan mereka tidak diakibatkan oleh beberapa masalah

Penentuan kombinasi yg tepat antara pembelanjaan dg utang jangka pendek dan jangka panjang utk mendukung investasi modal kerja Ada 2 masalah kunci dlm penentuan tingkat aktiva

Selain itu,kemasukan golongan profesional dan pakar asing telah menguntungkan negara spt dapat mengatasi masalah kekurangan tenaga mahir dlm sesuatu bidang,membuka peluang utk

Objek yang ditemukan dari suatu masalah penemuan disebut solusi (penyelesaian) masalah tersebut Dalam masalah matematika, solusi dapat berupa hasil operasi,

Penelitian umumnya mencakup dua tahap, yaitu penemuan masalah dan pemecahan masalah. Penemuan masalah dalam penelitian meliputi identifikasi bidang masalah, penentuan

Topik penelitian adalah wilayah masalah yang cakupannya sangat luas yang terdiri dari bermacam-macam potensi masalah penelitian (Brink & Walt, 2005). Topik penelitian

Apabila dengan menerapkan Ketentuan 2 b / utk berbagai alasan lain, barang yg dengan pertimbangan awal dapat diklasifikasikan dlm dua pos / lebih, maka klasifikasinya harus diberlakukan