Vivin Nur Hafifah, S.Kep., Ns., M.Kes.
MASALAH PENELITIAN
Identifikasi topik penelitian
Topik adalah pokok permasalahan yg akan diperkirakan atau masalah yg hendak dikemukakan dlm karya ilmiah.
Topik penelitian dapat diartikan sebagai kejadian atau peristiwa yg akan dijadikan sebagai lapangan penelitian.
Terdapat hal-hal yg perlu dipertimbangkan oleh calon peneliti sebelum menentukan topik penelitian antara lain : manageable topic, obtainable data, interested topic,
significance of topic, apakah topik tersebut dapat
diselidiki, serta keadaan waktu dan biaya
Manageable topic (topik yang dipilih hendaknya berada dalam jangkauan)
Baik ataupun tidaknya suatu penelitian tidak selalu tergantung kepada luas tidaknya topik dan permasalahan yang diteliti.
Suatu topik penelitian yang masih berada dalam jangkauan peneliti dan tidak terlalu luas pada akhirnya semakin
mempermudah peneliti dlm mengorganisasikan, mengatur dan mengendalikan jalannya penelitian.
Paling tidak perlu dipertimbangkan kemampuan yang dimiliki, lamanya waktu penelitian, jumlah dana yang tersedia, keadaan personel peneliti serta peralatan yang dimiliki.
Obtainable data (tersedianya data untuk membahas topik)
Suatu penelitian yang dijalankan tidak akan memenuhi sasaran tanpa didukung oleh data yang memadai dan tidak dapat
dipertanggung jawabkan atau tidak obyektif.
Kegagalan penelitian seringkali karena data yang tersedia tidak lengkap atau tidak obyektif.
Peneliti harus mampu melakukan perkiraan kemungkinan- kemungkinan ada tidaknya data dan kesulitan-kesulitan
penggalian data.
Interested topic (topik tersebut menarik untuk diteliti)
Daya tarik topik perlu pula diperhatikan, topik yang dipilih harus menarik bagi si peneliti sendiri, selain itu topik
tersebut juga harus mampu membangkitkan minat bagi
pembacanya, pemesan maupun pihak-pihak yang terlibat di dalamnya.
Significance of topic (topik tersebut cukup penting untuk diteliti)
Begitu pula halnya dengan tingkat keberartian topik, hal ini perlu mendapat perhatian.
Pemilihan topik selayaknya disesuaikan dan diarahkan kepada tingkat kebutuhan dan sumbangannya, baik utk kepentingan pembangunan, khalayak banyak, pengembangan ilmu
pengetahuan ataupun permintaan pemesanan.
Apakah topik tersebut dapat diselidiki
Selanjutnya, faktor penting lainnya dlm pemilihan topik dlh mengenai kemungkinan keberhasilan penyelidikan.
Topik yang dipilih hendaknya secara logis dapat diselidiki.
Penelitian-penelitian yang kemungkinannya kita tdk dpt
memperoleh data ataupun hasil konklusi yg akan dibuat sebaiknya perlu dihindari.
Keadaan waktu dan biaya
Peneliti yg memiliki biaya relatif sedikit ada baiknya menghindari pemilihan topik yg luas dan rumit.
Begitupun halnya keadaan waktu yg dimiliki, jika yang tersedia relatif singkat sebaiknya peneliti memilih topik yg diperkirakan memerlukan waktu penelitian yang relatif singkat pula.
Keseimbangan antara ketersediaan waktu dan biaya penelitian dengan topik memungkinkan peneliti mampu memenuhi sasaran penelitian dengan hasil yang memuaskan.
Tiga hal penting dalam pemilihan topik penelitian
1) Judul atau topik yg dipilih memang layak diteliti
2) Topik tersebut diminati peneliti
3) Topik tidak dipaksakan oleh pihak lain
Masalah Penelitian
Penelitian adalah proses penemuan masalah dan pemecahan masalah
Penemuan masalah adalah identifikasi bidang masalah, penentuan atau pemilihan pokok masalah (topik), dan perumusan masalah
Masalah penelitian (Sugiyono, 2000) dapat diketahui bila :
a)
Terdapat penyimpangan antara pengalaman dan kenyataan
b)
Terdapat penyimpangan antara apa yg telah direncanakan dg kenyataan
c)
Ada pengaduan
d)
Kompetisi
Sumber Penemuan Masalah Penelitian
Menurut Mac Millan dan Schumacher (Hadjar, 1996: 40-42) : Observasi
− Observasi adalah sumber yg paling kaya akan masalah penelitian.
Kebanyakan keputusan praktis didasarkan atas praduga yg tdk didukung oleh data empiris.
− Masalah penelitian bisa diangkat dari hasil observasi thd suatu hubungan tertentu yg masih belum memiliki dasar penjelasan yg memadai dan cara2 rutin yg di dlm melakukan suatu tindakan didasarkan atas tradisi atau otoritas.
− Penyelidikan kemungkinan dpt menghasilkan teori yg baru, rekomendasi pemecahan masalah praktis dan mengidentifikasi variabel yg belum ada dlm bahasan literatur
Deduksi dari teori
− Teori itu sendiri merupakan konsep - konsep yang masih berupa prinsip - prinsip umum yang penerapannya belum bisa diketahui selama belum dilakukan pengujian secara empiris.
− Penyelidikan terhadap suatu masalah yang diangkat berasal dari teori bermanfaat untuk memperoleh penjelasan secara empiris praktik tentang teori tersebut.
Kepustakaan
− Hasil dari penelitian kemungkinan dpt memberikan
rekomendasi akan perlunya dilakukan suatu penelitian ulang (replikasi), baik dengan ataupun tanpa variasi.
− Replikasi bisa meningkatkan validitas hasil penelitian dan kemampuan untuk digeneralisasikan secara lebih luas.
− Laporan penelitian tidak jarang juga menyampaikan suatu rekomendasi kepada peneliti lain mengenai apa saja yg perlu dilakukan penelitian yg lebih lanjut.
− Hasil penelitian ini juga dpt menjadi sumber utk menentukan masalah yg perlu diangkat untuk dilakukan suatu penelitian.
Masalah sosial
− Masalah sosial bisa juga menjadi sumber masalah penelitian.
Seperti seringnya terjadi perkelahian siswa antar sekolah, bisa memunculkan pertanyaan tentang efektivitas pelaksanaan
pendidikan agama dan moral serta pembinaan sikap disiplin di lingkungan sekolah.
− Banyaknya pengangguran lulusan perguruan tinggi juga dapat memunculkan pertanyaan tentang kesesuaian kurikulum
dengan kebutuhan masyarakat.
Situasi praktis
− Pada tahap pembuatan suatu keputusan tertentu, tidak jarang mendesak untuk dilakukannya suatu penelitian evaluatif.
− Hasil penelitian ini sangat diperlukan guna dijadikan dasar dalam pembuatan keputusan yang lebih lanjut.
Pengalaman pribadi
− Pengalaman pribadi bisa memunculkan masalah yang membutuhkan jawaban empiris guna mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam.
Beberapa aspek yg dpt digunakan peneliti utk
pertimbangan dlm tahap penemuan masalah penelitian antara lain :
a)
Bidang topik dan masalah yg baik
b)
Mempunyai kontribusi secara teoritis dan praktis
c)
Dpt diuji melalui proses pengumpulan dan analisa data
d)
Sesuai dg waktu dan biaya yg tersedia
Tipe Masalah Penelitian
Permasalahan Deskriptif
Mrp permasalahan dengan variabel mandiri baik hanya pada satu variabel atau lebih (variabel yang berdiri sendiri).
Dalam penelitian ini, peneliti tidak membuat perbandingan variabel yang satu pada sampel yang lain, hanya mencari hubungan variabel yang satu dengan variabel yang lain.
Contoh permasalahan deskriptif :
− Seberapa tinggi minat baca dan lama belajar rata-rata per hari murid-murid sekolah di Indonesia?
− Seberapa besar efektivitas model pembelajaran jigsaw terhadap prestasi belajar siswa ?
Permasalahan Komparatif
Permasalahan ini merupakan rumusan masalah penelitian yang membandingkan keberadaan satu variabel atau lebih pada dua atau lebih sampel yang berbeda pada waktu yang berbeda.
Contoh :
− Adakah perbedaan prestasi belajar antara murid dari sekolah A dan sekolah B ? (variabel penelitian adalah prestasi belajar pada dua sampel sekolah A dan sekolah B).
− Adakah perbedaan pemahaman terhadap materi listrik antara siswa di sekolah formal dengan siswa homeschooling?
Permasalahan Asosiatif
Merupakan rumusan masalah penelitian yang bersifat menanyakan hubungan antara dua variabel atau lebih.
Terdapat tiga bentuk hubungan, yaitu : a) Hubungan simetris
Adalah suatu hubungan antara dua variabel atau lebih yang kebetulan munculnya bersama.
Contoh perumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
− Adakah hubungan antara warna rambut dengan kemampuan memimpin negara?
− Adakah hubungan antara jumlah payung yang terjual dengan jumlah murid sekolah?
b) Hubungan kausal
Hubungan kausal adalah hubungan yang bersifat sebab akibat.
Jadi disini ada variabel independen (variabel yang
mempengaruhi) dan dependen (dipengaruhi), contoh:
− Adakah pengaruh pendidikan orang tua terhadap prestasi belajar anak? (pendidikan orang tua variabel independen dan prestasi belajar variabel dependen).
− Seberapa besar pengaruh kurikulum, media pendidikan dan kualitas guru terhadap kualitas SDM yang dihasilkan dari suatu sekolah? (kurikulum, media, dan kualitas guru sebagai variabel independen dan kualitas SDM sebagai variabel
dependen).
c) Hubungan interaktif/ resiprocal/ timbal balik
Hubungan interaktif adalah hubungan yang saling
mempengaruhi. Di sini tidak diketahui mana variabel independen dan dependen, contoh:
− Hubungan antara motivasi dan prestasi belajar anak SD di kecamatan A. Di sini dapat dinyatakan motivasi
mempengaruhi prestasi tetapi juga prestasi dapat mempengaruhi motivasi.
− Hubungan antara makan di pagi hari dengan kecerdasan siswa.
Kriteria Masalah
Ada tiga kriteria untuk menentukan permasalahan yg baik dan pernyataan masalah yg baik (Kerlinger, 2006 : 29-30), yaitu :
1) Masalah harus mengungkapkan suatu hubungan antara dua variabel atau lebih. Dengan demikian, masalah-masalah itu mengajukan pernyataan-pernyataan seperti :
ApakahA terkait dengan B ?
Apakah motivasi belajar mempengaruhi hasil belajar ?
2) Masalah harus dinyatakan secara jelas dan tidak ambigu dalam bentuk pertanyaan.
3) Masalah dan pernyataan masalah harus dirumuskan dengan cara tertentu yang menyiratkan adanya pengujian yang empiris.
Karakteristik Permasalahan
1) Topik atau judul menarik
2) Masalah yg dibahas mrp masalah yg baru
3) Mengundang rancangan penelitian yg kompleks
4) Dpt diselesaikan sesuai waktu dan dana yg diagihkan
5) Tidak bertentangan dg moral atau etika
Perumusan masalah
Mrp suatu pertanyaan penelitian yg akan dicari jawabannya melalui proses penelitian yg berasal dr masalah
Rumusan masalah hrs terdiri atas beberapa syarat, yaitu :
1) Merupakan pertanyaan
2) Harus jelas, singkat, dan bermakna
3) Dirumuskan secara operasional (jelas variabel dan cara mengukurnya)
4) Jelas ruang lingkupnya (mempermudah penarikan kesimpulan)
Contoh perumusan masalah
Apakah terdapat hubungan antara suhu ruangan dengan produktivitas kerja?
Apakah terdapat hubungan antara konsentrasi benzena dengan IgA?
Jenis masalah penelitian
1. Masalah utk mengetahui status & mendeskripsikan fenomena (masalah deskriptif)
Rumusan masalahnya berkenaan dg pertanyaan thd variabel mandiri & peneliti tdk membuat perbandingan atau hubungan antara variabel itu dg variabel tsb
Contoh :
1) Berapa resiko paparan benzena terhadap di industri sepatu?
2) Berapa kemampuan akomodasi pengguna komputer di bagian administrasi rumah sakit A?
3) Berapa dosis aman benzena di industri sepatu?
2. Masalah utk membandingkan dua atau lebih fenomena (masalah komparatif)
Contoh
Apakah terdapat perbedaan konsentrasi ttMA pekerja terpapar benzena dengan kelompok kontrol?
Apakah terdapat perbedaan kemampuan akomodasi mata
pekerja terpapar komputer dengan tidak terpapar komputer?
Apakah terdapat perbedaan penurunan pendengaran antara kelompok terpapar bising dengan tidak terpapar bising?
3. Masalah utk mencari hubungan antarfenomena (masalah asosiatif/korelatif)
a. Hubungan simetris (hubungan antara dua variabel atau lebih yg kebutulan munculnya bersamaan)
Contoh rumusan masalahnya :
Adakah hubungan antara asam hipurat urin dengan IgA?
Adakah hubungan antara IgA dengan ttMA?
Adakah hubungan antara kotinin dengan dopamin darah pada perokok?
b. Hubungan kausal (yg bersifat hubungan sebab akibat, ada variabel independen dan variabel dependen)
Contoh rumusan masalahnya :
Adakah pengaruh kebisingan terhadap penurunan pendengaran?
Adakah pengaruh konsentrasi benzena terhadap leukemia?
Adakah pengaruh glutation dalam darah dengan fenol dalam darah?
c. Hubungan interaktif /timbal balik/resiprokal (hubungan yang saling mempengaruhi serta tidak diketahui mana variabel independen dan variabel dependen)
Contoh rumusan masalahnya :
Seberapa besar hubungan antara suhu dengan stress kerja?
Seberapa besar hubungan antara kortisol darah dengan kadar glutation darah?
Seberapa besar hubungan antara asam laktar dengan pH darah?
Tinjauan pustaka atau survei literature
Secara umum 50% kegiatan dlm seluruh proses penelitian adalah membaca
LandasanTeori
Mengemukakan kaidah keilmuan, dalil2, ketentuan, konsep2 yg dijadikan dasar acuan dlm menyelesaikan masalah atau
menciptakan karya teknologi
Landasan teori diperoleh dr kajian pustaka dg cara memilih2, membanding2kan & membahasnya secara kritis, bukan
sekedar soal “kutip-mengutip”. Cantumkan referensi yg digunakan.
Landasan teori diangkat (disarikan) dr tinjauan pustaka ttg kerangka teori yg melatarbelakangi (menjadi landasan) bagi permasalah yg diteliti
Landasan teori mrp satu set teori yg dipilih oleh peneliti sbg tuntunan utk mengerjakan penelitian lebih lanjut & jg utk menulis hipotesis
Landasan teori dpt berbentuk uraian kualitatif, model matematis, atau persamaaan2.
Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka mempunyai arti : peninjauan kembali pustaka2 yg terkait (review of related literature)
Sesuai dg artinya tsb, suatu tinjauan pustaka berfungsi sbg
peninjauan kembali (review) pustaka (laporan penelitian, dsb) ttg masalah yg terkait.
Literature review mrp suatu cara utk menemukan, mencari artikel2, buku2 & sumber2 lain spt tesis, disertasi, prosiding yg relevan pd suatu isu tertentu atau teori atau riset yg
menjadi interest kita
Tinjauan pustaka diakhiri dg kesimpulan atau ringkasan yg menjelaskan ttg “ apa arti semua tinjauan pustaka tsb (what does it all mean?)”
Teori yg didpt mrp langkah awal agar peneliti dpt lebih memahami permasalahan yg sdg diteliti dg benar sesuai dg kerangka berpikir ilmiah
Utk mendapatkan landasan teori yg bisa mendukung pemecahan masalah yg sedang diteliti
Utk mendapatkan gambaran yg berkenaan dg apa yg sudah pernah dikerjakan orang lain sebelumnya.
Manfaat tinjauan pustaka
1) Menggali teori2 dasar, konsep, pemikiran dan hasil2 penelitian yg dikemukakan para ahli terdahulu
2) Membantu utk menentukan arah perkembangan tema penelitian terkini sesuai dg bidang keahlian
3) Menyediakan informasi & wawasan ilmiah lebih luas ttg tema & topik yg dipilih
4) Dominan dimanfaatkan utk melengkapi data sekunder
5) Mengarahkan penyusunan buah pikir yg lebih sistematis, terarah, logis, saling terkait, kritis &ekonomis & tdk
menyimpang dr kaidah ilmiah
6) Mencegah duplikasi karya penelitian
Sumber Bacaan
➢ Bacaan umum : utk menemukan teori atau konsep yg sifatnya umum (textbook, ensiklopedia, dll)
➢ Bacaan khusus : utk menemukan hal2 bersifat khusus (jurnal, buletin, skripsi, tesis, disertasi)
Sumber literature review
Paper yg dipublikasikan dlm jurnal nasional dan internasional baik dari pemerintah, perguruan tinggi atau swasta
Tesis mrp penulisan ilmiah yg sifatnya mendalam dan mengungkapkan suatu pengetahuan baru yg diperoleh
melalui penelitian. Tesis biasanya ditulis oleh mhs pascasarjana (S2) yg ingin mengambil gelar master
Disertasi mrp penulisan ilmiah tingkat tinggi yg biasanya ditulis utk mendapatkan gelar doktor falsafah (Ph.D).
Disertasi berisi fakta berupa penemuan dr penulis itu sendiri berdasarkan metode dan analisis yg dpt dipertahankan
kebenarannya
Jurnal maupun hasil2 konferensi. Jurnal biasanya digunakan sbg bahan sitiran utama dlm penelitian krn jurnal memuat suatu informasi baru yg bersifat spesifik & terfokus pd
pemecahan masalah pd suatu topik penelitian
Majalah, famflet, kliping. Majalah ilmiah mrp sumber
publikasi yg biasanya berupa teori, penemuan baru, maupun berupa materi2 yg sdg populer dibicarakan & diteliti.
Biasanya materi yg disajikan dlm makalah tdk terdapat dlm buku. Contohnya majalah trubus, majalah ecommerce, dsb.
Majalah mrp literatur yg disenangi para peneliti utk dijadikan sitiran krn frekuensi terbitnya teratur & cepat shg artikel yg dimuatnya cukup mutakhir.
Abstrak hasil penelitian
Prosiding bisa dijadikan sbg bahan literatur krn prosiding ditulis oleh seorang profesor & telah dipublikasikan.
Pengambilan prosiding sbg bahan literatur bisa memudahkan peneliti krn adanya kolaborasi antara peneliti dg penulis
prosiding yg mungkin berada pd satu institusi yg sama.
Web site yg memuat ilmu komputer, misalnya http://citeseer.nj.nec.com/cs
Kriteria pemilihan sumber bacaan
Kemuktahiran (recency) : semakin baru sumber yg diperoleh, semakin muktahir teori dan hasil penelitian yg digunakan
Relevansi/Relevancy (Relevance) : bacaan haruslah
mempunyai relevansi dg masalah yg dibahas. Bacaan perlu dicari sebanyak mungkin agar bisa dibandingkan satu dg yg lain. Pada studi pustaka peneliti hrs melihat kembali semua penelitian yg pernah dilakukan sebelum ataupun yg sdg
dilakukan, yg memiliki hubungan dg penelitian yg akan dilakukan
Kelengkapan : semakin byk sumber bacaan semakin lengkap penjelasan dpt diuraikan dlm tinjauan pustaka
Proses tinjauan pustaka
Survei pustaka : melakukan identifikasi berbagai macam
bahan pustaka (tidak diterbitkan/diterbitkan). Mencari akses utk memperoleh bahan tsb
Mengumpulkan bahan/informasi kepustakaan atau sumbel online
Menulis/mencatat tinjauan pustaka
Review literature bisa dilakukan dg beberapa cara
Mencari kesamaan (compare)
Mencari ketidaksamaan (contrast)
Memberikan pandangan (criticize)
Membandingkan (sinthesize)
Meringkas (summarize)