• Tidak ada hasil yang ditemukan

99 Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Hasanah,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "99 Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Hasanah,"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia 7(2) : 99 - 112 (2019). Hasanah, et :al. (2019) ISSN 2303-2960. TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP DAN KINERJA PERTUMBUHAN IKAN SELINCAH (Belontia hasselti) DENGAN pH BERBEDA Survival Rate and Growth performance of Selincah fish (Belontia hasselti) with different pH. Novia Hasanah1*, Robin1, Eva Prasetiyono1 1. Program Studi Akuakuktur Fakultas Pertanian, Perikanan dan Biologi Universitas Bangka Belitung, Balunijuk, Bangka * Korespondensi email : [email protected]. ABSTRACT This study aims to evaluate the effect of pH on growth performance and sustainability of Selincah fish, and to test the optimal pH range that can trigger the best growth performance of Selincah fish. The research method used is single RAL. The results showed that treatment with different pH had significant effect on feed conversion and survival rate of Selincah fish (P>0,05). However, no significant effect on the growth of absolute weight, absolute length and daily growth rate of Selincah fish (P>0,05). The optimal pH range that can trigger the best growth performance of Selincah fish is pH 7,07,5 with average value of absolute weight equal to 21,42 gram and average survival value equal to 75 %. Key words : Growth, pH, Survival Rate, Selincah fish. rawa untuk menjadikan Pulau Bangka. PENDAHULUAN. Belitung Bangka. Belitung. merupakan. sebagai. salah. satu. sentra. penghasil perikanan tawar di Bangka. wilayah yang tergolong memiliki perairan. Belitung.. yang luas serta mempunyai banyak rawa.. perairan rawa didominasi oleh jenis-jenis. Luas rawa di Bangka Belitung yaitu. ikan yang mempunyai alat pernapasan. sekitar 126.434 Ha, yang terdiri dari rawa. tambahan seperti ikan Selincah (Belontia. pasang surut dengan luas 55.084 Ha dan. hasselti). Rawa di Bangka Belitung sangat. rawa lebak dengan luas 71.350 Ha. Luas. berpotensi untuk dimanfaatkan seperti. wilayah. tempat untuk pemancingan ikan dan bisa. rawa. yang. dimiliki. perlu. Umumnya. ikan-ikan. lokal. dilakukan pengelolaan dan pemanfaatan. 99. (2) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). di manfaatkan juga untuk tempat budidaya. untuk kegiatan budidaya ikan lokal,. untuk peningkatan ekonomi masyarakat.. karena ikan-ikan di perairan rawa semakin. Kegiatan sektor budidaya perairan. tertekan dengan aktivitas penangkapan. rawa di Bangka Belitung tergolong kecil.. masyarakat yang semakin meningkat.. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor. Kondisi tersebut, semakin di perparah. diantaranya. dengan. yaitu. belum. dikuasainya. penangkapan. tanpa. teknologi tentang budidaya, minimnya. mempertimbangkan,. informasi mengenai ikan air tawar, serta. untuk jangka waktu lama oleh masyarakat. keterbatasan sumber daya manusia untuk. dan. mengembangkan. budidaya.. penambangan rakyat. Jika kegiatan ini. Secara potensi, diair rawa terdapat banyak. dilakukan secara terus menerus maka,. jenis species ikan-ikan lokal sepert ikan. berpotensi menyebabakan berkurangnya. Selincah, ikan Gabus, ikan Sepat dan. jenis ikan di perairan tersebut sehingga. lainnya.. menyebabkan kepunahan. Sebagai upaya. kegiatan. perusakan. ketersediaan. lahan. rawa. ikan. akibat. Ikan Selincah merupakan ikan lokal. antisipasi dari kepunahan ikan lokal, maka. Bangka Belitung yang sangat membuka. perlu dilakukannya kegiatan budidaya.. peluang bagi masyarakat. Ikan Selincah. Kegiatan budidaya untuk ikan yang masih. memiliki nilai ekonomis tinggi karena. bersifat. selain dimanfaatkan untuk konsumsi, ikan. aklimatisasi,dan. ini juga berpotensi untuk dikembangkan. informasi dasar terkait kebutuhan hidup.. sebagai ikan hias. Tetapi, ikan Selincah. Serta untuk mengoptimalkan potensi air. sejauh. rawa juga, diperlukan strategi untuk. ini. penangkapan dibudidayakan. didapatkan dari pH. alam. dengan dan. lingkungan. cara jarang. liar,. menanggulangi. perlu. adanya. diperlukan. masalah. proses. informasi-. pH. rendah.. yang. Untuk itu, perlu pendekatan biologis. optimal untuk pemeliharaan ikan Selincah. dengan memanfaatkan secara optimal ikan. belum diketahui. Nilai pH ini perlu. lokal yang telah beradaptasi dengan. ditentukan sebagai langkah awal untuk. lingkungan untuk dibudidayakan.. melakukan proses domestikasi. Proses domestikasi merupakan langkah awal. 100. (3) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). yang digunakan dalam penelitian ini yaitu. BAHAN DAN METODA. ikan Selincah berjumlah 120 Ekor, dengan. Tempat dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan pada 25. berat rata-rata 19,22 gram dan panjang. Januari sampai 7 maret2018 di Desa Paya. rata- rata 10,6 cm. Selama penelitian ini. Benua Kecamatan Mendobarat Kabupaten. ikan di beri pakan komersil dan perlakuan. Bangka. pada media air yaitu penambahan Asam. Provinsi. Kepulauan. Bangka. Belitung.. asetat untuk menurunkan pH.. Bahan dan Alat Alat. yang. digunakan. dalam. penelitian ini adalah bak pemeliharaan. Rancangan Penelitian Rancangan. percobaan. yang. di. yaitu Bak Plastik berukuran 40 x 40 x 20. gunakan dalam penelitian ini adalah. cm, pH meter, DO meter, Timbangan. Rancangan Acak Legkap (RAL) Dengan 5. Analitik,. perlakuan dan 3 ulangan sebagai berikut:. Pengukur. TDS,. Blower,. Thermometer dan Pipet Tetes. Bahan. 1. Perlakuan E : pemeliharaan ikan selincah pada pH 7-7,5 2. Perlakuan D : pemeliharaan ikan selincah pada pH 6,5,7 3. Perlakuan C : pemeliharaan ikan selincah pada pH 6-6,5 4. Perlakuan B : pemeliharaan ikan selincah pada pH 5,5-6 5. Kontrol. A. : pemeliharaan ikan selincah pada pH 5-5,5. Data yang diperoleh selanjutnya. dan kinerja pertumbuhan ikan. Hasil yang. dianalisis dengan analisis ragam / analisis. berpengaruh. of. Duncan. Variance. (ANOVA). untuk. mengetahui pengaruh perlakuan yang. dilanjutkan. (DMRT). dengan. untuk. uji. melihat. perlakuan yang berbeda nyata.. diterapkan terhadap kelangsungan hidup Tingkat Kelangsungan Hidup Cara Kerja Parameter dalam Penelitian. Tingkat kelangsungan hidup ikan uji adalah membandingkan jumlah ikan 101. (4) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). uji yang hidup pada akhir penelitian. Pertumbuhan Panjang Mutlak. dengan jumlah ikan uji pada awal. Panjang mutlak dihitung untuk. penelitian yang dapat dihitung dengan. mengetahui pertambahan panjang ikan. menggunakan rumus Effendie (2002). Selincah selama pemeliharaan. Panjang. yaitu :. mutlak dapat dihitung dengan rumus SR = Nt x 100%. Effendi (2002) sebagai berikut :. N0. L= Lt - L0. Keterangan :. Keterangan :. SR: Derajat kelangsungan hidup ikan (%). L: Pertumbuhan panjang mutlak ikan. Nt: Jumlah ikan akhir pemeliharaan. yang dipelihara (cm). N0: Jumlah ikan awal pemeliharaan. Lt: Panjang ikan pada akhir pemeliharaan. Kinerja Pertumbuhan. (cm). Pertumbuhan. diukur. dengan. L0: Panjang ikan pada awal pemeliharaan. mengambil sample sebanyak 10% dari. (cm). padat tebar selama pemeliharaan.. Laju Pertumbuhan Harian (LPH). Pertumbuhan Bobot Mutlak. Laju pertumbuhan harian dihitung untuk. Bobot. mutlak. dihitung. untuk. mengetahui. persentase. pertambahan. mengetahui pertambahan bobot ikan. bobot ikan setiap harinya.. Selincah selama pemeliharaan. Bobot. Laju pertumbuhan harian dapat dihitung. mutlak dapat dihitung dengan rumus. dengan persamaan berikut (Zonneveld et. Effendi (2002) sebagai berikut :. al. 1991) :. W = Wt – W0. LPH = ln WT – ln W0 X 100 %. Keterangan:. t. W: Pertumbuhan berat mutlak ikan yang. keterangan :. di pelihara (gram). LPH: Laju pertumbuhan harian (% hari). Wt: Berat ikan pada akhir pemeliharaan. Wt : Bobot rata-rata akhir (%). (gram). W0: Bobot rata-rata awal (%). W0: Berat ikan pada awal pemeliharaan. T: Waktu yang di butuhkan (hari). (gram). 102. (5) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). B0: Rata-rata berat awal ikan uji (g). Konversi Pakan (KP) Konversi pakan. pakan. yang. adalah. diberikan. pemeliharaan.. jumah. D: Jumlah berat ikan yang mati selama. selama. pemeliharaan. oleh. Kualitas Air. Dirumuskan. Djajasewaka (1985) sebagai berikut : FCR =. f. Parameter kualitas air yang diukur yaitu pH, suhu, oksigen terlarut dan TDS.. ( Bt + D ) – B0). Pengukuran. fisika. kimia. perairan. Keterangan :. dilakukan pengukuran setiap hari serta. FCR: Konversi pakan. diamati pada awal dan akhir penelitian.. F: Jumlah pakan yang di berikan selama pemeliharaan (g) Bt: Rata-rata berat akhir ikan uji (g) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil pengamatan pada pengaruh pH air. disajikan pada tabel 2 dan pengukuran. yang. derajat. kualitas air disajikan pada Tabel 3.. dan. kinerja. Selincah,. meliputi. Tingkat Kelangsungan Hidup (SR) ikan Selincah Secara keseluruhan, SR ikan. berbeda. kelangsungan pertumbuhan kinerja. terhadap hidup. ikan. pertumbuhan,. tingkat. kelangsungan hidup, dan kualitas air. Parameter yang diukur untuk kinerja pertumbuhan terdiri dari, nilai konversi pakan, bobot mutlak, panjang mutlak, dan laju pertumbuhan harian. Hasil penelitian juga. mengukur. tingkat. kelangsungan. hidup dan kualitas air. Hasil pengukuran Tingkat kelangsungan hidup disajikan. Selincah selama 21 hari yang dipelihara di pH air berbeda mengalami penurunan (Gambar 3). Penurunan nilai SR ikan uji terbesar ditemukan pada perlakuan pH 6,5. Sedangkan penurunan nilai SR ikan uji terkecil ditunjukan pada perlakuan pH 5. Besarnya. penurunan. nilai. SR. ikan. Selincah pada perlakuan pH 6,5 diduga karena ikan mengalami stress.. pada gambar 3, kinerja pertumbuhan. 103. (6) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). Keterangan : Huruf yang berbeda menujukan hasil yang berbeda nyata (P>0,05). Berdasarkan. hasil. uji. analisis. terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan. statistik, tingkat kelangsungan hidup ikan. Selincah. Selincah menunjukan bahwa perlakuan. analisis sidik ragam (ANOVA) lengkap. yang diberikan tidak berpengaruh nyata. disajikan pada Lampiran.. Kinerja Pertumbuhan. berpengaruh nyata terhadap penambahan. Konversi pakan (FCR) ikan Selincah. (P>0,05).. Data. perhitungan. bobot mutlak ikan Selincah (P>0,05).. yang diberi perlakuan pH berbeda selama. Hasil pengukuran panjang mutlak. 21 hari pemeliharaan, menunjukan hasil. ikan. yang. statistik. pemeliharaan, memberikan hasil bahwa,. yang. berdasarkan hasil uji statistik menunjukan. nyata. perlakuan. bervariasi.. menunjukan diberikan. secara. bahwa tidak. perlakuan. berpengaruh. Selincah. yang. selama. 21. diberikan. hari. tidak. terhadap Konversi pakan ikan Selincah. berpengaruh nyata terhadap penambahan. (P>0,05).. panjang mutlak ikan Selincah (P>0,05).. Hasil pengukuran bobot mutlak ikan. Hasil pengukuran laju pertumbuhan. Selincah selama 21 hari pemeliharaan,. harian ikan Selincah selama 21 hari. secara. pemeliharaan. statistik. perlakuan. yang. menunjukan. bahwa. diberikan. tidak. didapatkan. hasil. yang. terlihat pada tabel 2.Berdasarkan hasil uji analisa statistik menunjukan perlakuan. 104. (7) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). yang diberikan tidak berpengaruh nyata. harian ikan Selincah (P>0,05).. terhadap penambahan Laju pertumbuhan Tabel 2. Nilai rata-rata konversi pakan, pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian. Perlakuan Parameter pH pH pH pH pH 5-5,5 5,5-6 6-6,5 6,5-7 7-7,5 FCR 1,65 ±0,77a 0,66±0,077a 0,75±0,02a 0,83±0,25a 1,30±0,95a Bobot Mutlak 9,76±1,87a 8,38±1,85a 5,73±0,40a 6,56±1,17a 10,76±0,90a (gram) Panjang Mutlak 1,5±0,71a 0,85±0,21a 1,85±0,21a 1,25±1,35a 2,25±0,35a (cm) Laju 0,107±0,009 0,100±0,011 0,875±0,03 0,086±0,005 0,112±0,04a a a a Pertumbuhan 5 Harian (gram) Keterangan : Huruf yang sama menujukan hasil yang tidak berbeda nyata (P>0,05) Kualitas air Tabel 3. Kualitas air ikan Selincah Parameter Perlakuan. pH. P1 P2 P3 P4 P5 Berdasarkan kualitas. hasil. (◦C). (mg.L-1). (mg.L-1). 8,3±0,05 8,1±0,05 8,3±0,05 8,7±0,15 8,5±0,1. 153±0,57 146±1 148±1 108±1,52 128±0,57. 25±0,57 25±0,57 25±0,57 25±0,57 25±0. pengukuran. 4.2 Pembahasan. untuk. kelangsungan hidup ikan Selincah pada. berkisar. perlakuan pH 6,5 diduga karena ikan. antara 250C-290C dan DO berkisar antara. mengalami stress. Ikan yang mengalami. 8,1-8,7 mg.L-1 serta TDS berkisar antara. stress disebabkan oleh ketidakseimbangan. 108-153 mg.L-1.. kondisi daya tahan tubuh ikan dengan. dalam selama. parameter. TDS. Besarnya penurunan nilai tingkat. ikan.Suhu. seluruh. DO. yang. diujikan. air,. 5-5,5 5,5-6 6-6,5 6,5-7 7-7,5. Suhu. kondisi. baik. penelitian. 105. (8) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). lingkungannya. Ikan uji pada perlakuan ini. bisa hidup normal diduga karena sesuai. mengalami stress dengan beberapa ciri-ciri. dengan habitat aslinya. Tetapi pada pH. seperti gerakan abnormal, rusak fisiologis. rendah biasanya jumlah energi yang. dan. yaitu. digunakan lebih banyak. Adapun gejala. perubahan warna. Hal ini di dukung oleh. terlihat yang dialami ikan seperti gerakan. pernyataan Sandy (2015), bahwa ikan. ikan yang tidak teratur, tutup insang. yang mengalami stress menunjukkan ciri. bergerak aktif serta ikan berenang sangat. yang berbeda seperti warna tubuh yang. cepat dipermukaan air, hal itu yang. lebih gelap secara drastis.. memicu ikan untuk menggunakan hasil. tampak. secara. Berdasarkan. langsung. analisis. energi dari makanan. Sehingga pada pH 5. statistik, perlakuan pH berbeda yang. ini ikan menggunakan energinya bukan. diberikan. untuk pertumbuhan tetapi untuk bertahan. tidak. hasil. uji. berpengaruh. nyata. terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan. hidup.. Selincah (P>0,05). Pada penelitian ini. Hal ini sama halnya dengan pH. dapat diartikan bahwa ikan Selincah dapat. terlalu tinggi (basa) maka pertumbuhan. hidup dalam kisaran pH yang luas. ikan akan lambat (Cahyono, 2011). Hal ini. sehingga. memiliki. sesuai dengan penelitian Khoirun (2013),. kemampuan lebih untuk beradaptasi. Hal. bahwa tingkat kelangsungan hidup ikan. tersebut dikarenakan pada perlakuan pH 5. gabus terbaik pada kisaran dari pH 5,57 –. merupakan pH yang sesuai dengan habitat. 5,0. Namun pada pH 6 juga memberikan. asli.. pada. nilai respon yang baik untuk tingkat. perlakuan ini tahan terhadap pH air yang. kelangsungan hidup ikan Selincah karena,. rendah. Selincah. ikan Selincah mampu beradaptasi pada. memiliki alat pernapasan tambahan dan. kisaran pH yang luas. Hal ini didukung. sisik lebih keras. Pada pH rendah seperti 5,. oleh. untuk sebagian ikan yang tidak mampu. menyatakan bahwa kelangsungan hidup. beradaptasi maka dapat menyebabkan. ikan sepat tertinggi pada perlakuan pH 6.. kematian. pada. Sedangkan pada perlakuan pH 7 juga. penelitian ini, untuk ikan Selincah ikan. memberikan respon yang baik pada tingkat. ikan. Sehingga. Selincah. ikan. dikarenakan,. pada. ikan.. Selincah. ikan. Namun. pernyataan. Sari. et.al.. (2016). 106. (9) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan. penggunaan pakan untuk menghasilkan 1. Selincah. Hal ini didukung oleh Murjani. kg daging ikan (Effendy, 2004).. (2009), bahwa daya kelangsungan hidup. Berdasarkan uji statistik perlakuan. ikan sangat tergantung pada daya adaptasi. pH berbeda memberikan respon yang tidak. ikan terhadap makanan yang baik, serta. berbeda nyata (P>0,05) terhadap konversi. kualitas. pakan. Dari hasil nilai konversi pakan. air. yang. mendukung. untuk. pertumbuhan. Pada penelitian ini kisaran. yang. pH yang digunakan masih termasuk pH. pertumbuhan yang baik. Hal ini dapat. yang baik sehingga ikan bisa bertahan. diartikan bahwa pada pH 5 memberikan. hidup. Tingkat pH lebih kecil dari 4,8 dan. nilai konversi pakan tertinggi, tetapi. lebih besar dari 9,2 dapat dianggap. memberi. tercemar. pertumbuhan. Sedangkan pada pH 7. (Sary,. menyatakan. 2006).. bahwa. (Boyd,1982). nilai. pH. rendah. maka. respon. didapatkan. kurang. baik. bagi. yang. memberikan nilai konversi pakan rendah,. mematikan bagi ikan yaitu nilai pH kurang. namun memberi respon yang seimbang. dari 4 dan lebih dari 11 karena tidak semua. bagi pertumbuhan. Maka dengan ini pH. ikan bisa bertahan terhadap perubahan. yang memberikan nilai konversi pakan. nilai pH.. rendah memberikan perlakuan terbaik bagi. Tingginya nilai FCR pada pH 5. nilai. konversi. pakan. karena. dalam. diduga karena kualitas air dengan pH yang. kegiatan budidaya semakin rendah nilai. asam dapat memacu metabolisme ikan.. konversi pakan maka semakin baik karena. Hal ini diperkuat oleh Qadri (2011),. jumlah pakan yang digunakan untuk. menyatakan bahwa beberapa faktor yang. meningkatkan. mempengaruhi besar kecil nilai konversi. sedikit.. pakan ikan maskoki yaitu kuantitas dan. Nilai. pertumbuhan. konversi. semakin. pakan. juga. kualitas pakan, ukuran ikan dan kualitas. menentukan nilai efisiensi pakan sehingga. air pemeliharaan. Feed Convertion Ratio. pakan bisa termanfaat dengan baik dan. (FCR) atau konversi pakan yaitu suatu hal. tidak merusak. yang. diperkuat oleh pernyataan (Malik, 2008),. berkaitan. dengan. rasio. jumlah. kualitas. air. Hal. ini. bahwa semakin tinggi pertumbuhan ikan. 107. (10) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). mas koki maka semakin rendah nilai. digunakan untuk bergerak dan beraktivitas. konversi pakan. Sedangkan pada kualitas. sehingga terjadi. air yang baik akan menambah nafsu. berlebihan dilihat dari kelangsungan hidup. makan ikan sehingga pakan yang diberikan. ikan yang menurun. pH merupakan faktor. bisa dimaanfaatkan secara optimal oleh. pembatas yang mempengaruhi kecepatan. ikan.. reaksi metabolisme pada ikan, selanjutnya Penambahan nilai bobot mutlak dan. panjang mutlak ikan Selincah diduga. respons. stress. yang. berpengaruh terhadap laju pertumbuhan dan sintasannya.. karena lingkungan air pemeliharaan yang. Tingginya nilai laju pertumbuhan. mempengaruhi nafsu makan ikan untuk. harian pada pH 7 diduga karena pengaruh. menghasilkan energi. Hal ini diperkuat. lingkungan terhadap proses metabolisme. oleh Khoirun (2013),. yang menyatakan. ikan. Hal tersebut sesuai pernyataan. bahwa pertumbuhan di pengaruhi oleh. (Royce, 1973) dalam Pratiwi (2014),. lingkungan. bahwa derajat keasaman mempengaruhi. jumlah. dan. energi. ikan. untuk. proses kecepatan reaksi kimiawi dalam air. bertahan hidup daripada pertumbuhan.. dan biokimiawi dalam tubuh ikan. Laju. Pada. memberikan. pertumbuhan harian ikan selincah dengan. perlakuan terbaik untuk pertumbuhan. Hal. perlakuan pH berbeda dilakukan guna. ini. (2014),. untuk melihat perlakuan pH optimal yang. menyatakan bahwa kisaran pH untuk. terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan. pertumbuhan optimal terjadi pada pH 7-8.. harian ikan selincah. Berdasarkan uji. Berbeda dengan pH 6,5 yang memberikan. ANOVA (P>0,05) pemeliharaan dengan. hasil. perlakuan pH berbeda selama 21 hari tidak. perlakuan. diperkuat. yang. dari. memanfaatkan makanan. pH. oleh. cukup. 7. Pratiwi. rendah,. hal. ini. dikarenakan pengaruh lingkungan dan. berpengaruh. kualitas air yang menyebabkan ikan. pertumbuhan ikan Selincah. Nilai rata-rata. mengalami stress akibat lingkungan yang. laju pertumbuhan ikan Selincah setiap hari. membuat ikan sulit beradaptasi sehingga. didapatkan nilai tertinggi pada perlakuan. akibatnya ikan cenderung lambat untuk. pH 7 yaitu sebesar 0,112 g dan nilai rata-. tumbuh,. rata terendah pada perlakuan pH 6,5 yaitu. karena. energi. ikan. banyak. nyata. terhadap. laju. 108. (11) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. sebesar. 0.086. g.. Hasanah, et al. (2019). Perlakuan. pH. 7. mempengaruhi. sintasan. memberikan perlakuan terbaik bagi laju. perairan.. rata-rata. pertumbuhan harian sebanding dengan laju. penelitian berkisar antara 25-290C. Hal ini. pertambahan bobot mutlak dan panjang. sesuai dengan pernyataan Effendi (2015),. mutlak. Hal ini diperkuat oleh pernyataan. bahwa. (Boyd, 1990) dalam Pratiwi (2014), yang. pertumbuhan ikan antara 25-320C. Suhu. menjelaskan bahwa pengaruh pH terhadap. berkaitan erat dengan pH karena suhu akan. pertumbuhan ikan pada pH 4-6,5 dan pH. mempengaruhi aktivitas enzim dimana. 9-11 pertumbuhan ikan lambat, sedangkan. kenaikan suhu akan menurunkan pH enzim. pH 6,5-9,0 pertumbuhan optimum dan pH. dan pada pH rendah enzim akan mudah. <4,0 dan pH >11,0 menyebabkan kematian. menghancurkan materi-materi kasar yang. pada ikan. Sedangkan perlakuan pH 6,5. berasal dari pakan yang dikonsumsi.. Nilai. kisaran. suhu. organisme suhu. optimal. pada. untuk. merupakan perlakuan dengan nilai rata-. Oksigen terlarut selama penelitian. rata terendah. Hal ini dikarenakan pada. berkisar antara 8,1-8,7 mg/L-1. Kelarutan. perlakuan pH 6,5 ikan bergerak aktif.. oksigen dalam air dipengaruhi oleh suhu.. Diduga pada perlakuan ini jumlah pakan. Kisaran oksigen terlarut selama penelitian. yang dikonsumsi dan jumlah energi yang. yaitu tergolong bagus karena pernyataan. dihasilkan. ini didukung oleh (Boyd, 1982) dalam. dimanfaatkan. untuk. aktif. bergerak bukan untuk pertumbuhan.. Yuli (2008), bahwa kandungan oksigen < pada. 1 mg/L-1 bersifat Lethal bagi ikan apabila. penelitian ini berada pada kisaran optimum. terpapar dalam waktu beberapa jam dalam. untuk. Selincah.. air yang mengandung oksigen 1-5 mg/L-1. Parameter kualitas air yang diamati yaitu. ikan akan bertahan namun pertumbuhan. Suhu, DO dan TDS. Suhu, DO dan TDS. lambat, sedangkan pada air mengandung. digunakan. oksigen >5 mg/L-1 ikan dapat hidup dan. Parameter. kualitas. pemeliharaan. sebagai. air. ikan. parameter. untuk. mengetahui pengaruh pH terhadap kualitas air. selama. pemeliharaan.. Suhu. air. tumbuh secara normal. Total. Dissolved. Solid. (TDS). merupakan komponen penting sebagai. selama penelitian berkisar antara 128-153. Controling. mg/l. TDS adalah bahan-bahan terlarut. factor. yang. dapat. 109. (12) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Hasanah, et al. (2019). atau kaloid yang tidak tersaring pada. Saran. kertas saring. Penyebab dari TDS biasanya. Diperlukan. lanjutan. oleh bahan anorganik berupa ion yang. berupa. terkandung dalam perairan. Berdasarkan. Selincah, menggunakan pH optimal dalam. hasil. selama. kegiatan budidaya, dengan jenis pakan. penelitian, nilai tersebut masih dalam batas. terbaik yang dapat memicu pertumbuhan. normal. Hal ini diperkuat menurut PP. ikan. No.82 Tahun 2001 tentang baku mutu. Pertumbuhan. kandungan jumlah padatan terlarut pada. menghasilkan nilai tingkat kelangsungan. perairan (kelas II) yang dianjurkan adalah. hidup yang tinggi.. pengamatan. nilai. TDS. aplikasi. penelitian. Selincah,. pemeliharaan. yang. optimal. ikan. menghasilkan namun,. tetap. maksimal 500 mg/l. DAFTAR PUSTAKA KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan. hasil. penelitian. didapatkan simpulan sebagai berikut. 1. Perlakuan dengan pH berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup, konversi pakan , bobot mutlak, panjang mutlak dan laju pertumbuhan harian ikan Selincah 2. Ikan Selincah dapat hidup pada kisaran pH 5,0-7,0 namun kisaran pH optimal yang dapat memicu kinerja terbaik pertumbuhan ikan Selincah yaitu pH 7,0-7,5 dengan nilai rata-rata bobot mutlak sebesar 10,76 gram dan nilai rata-rata kelangsungan hidup sebesar 79 %.. Allen, K. O. 1974. Effect Of Stocking Density And Water Rate On Growth And Survival Of Channel Catfish (Letalurus Punctatus) In Circular Tanks. Aquaculture. 4 :29-39. Astri. A. 2010. Kinerja Pertumbuhan Ikan Nila Strain Best Pada Media Pemeliharaan Dengan Derajat Kemasaman Berbeda. IPB. Bogor Averus,A., Endang E. 2013. Pengaruh Kepadatan Yang Berbeda Terhadap Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Ikan Nila Pada Sistem Resirkulasi Dengan Filter Bioball. Jurnal OfAquaculture Management And Technology. Vol 2 (3). Cahyono, bambang. 2001. Budidaya Ikan di Perairan Umum. Kanasius. Yogyakarta. Effendi H., Amairullah B.U., Maruto G.D., Elfida R.K. 2015. Fitoremediasi Limbah Budidaya Ikan Lele (Claris 110. (13) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. sp) Dengan Kankung (Ipomoea Aquatik) Dan Pakcoy (Barassica rapa chinensis) Dalam Sistem Resirkulasi. Ecolab 9 (2); 47-104. Effendi, M.I . 1979. Biologi perikanan. Yayasan Pustaka Nusantara. Bogor. Effendi,M.I. 2003. Telaah Kualitas Air bagi pengelola sumber daya lingkungan perairan. Jakarta: Kanasius. Firdaus. 2014. A Study on fish composition in the air hitam River, Pekanbaru, Provinsi Riau. Huwoyon. G.H. dan Rudhy. G. Peningkatan Produktivitas Budidaya Ikan Dilahan Gambut. Balai Penelitian Dan Pengembangan Budidaya Ika Air Tawar. Bogor. Khoirun Nisa, Marsi, Mirna. F. Pengaruh Ph Pada Media Air Rawa Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Gabus (Chana striata). Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Vol 1(1) : 57-65 (2013). Kottelat. M. 2013. The Fishes Of The Inland Waters Of Southeast Asia: A Catalogue And Core Bibliography Of The Fishes Known To Occur Infreshwaters, Mangroves And Estuaries. The Raffles Bulletin Of Zoology. (27) : 1-663. Linda sari. Eva . U. Dan Dwi. R. 2015. Pengaruh Umpan Alga (Spirogya sp) Terhadap Hasil Tangkapan Bubu Dasar Di Perairan Perlang Bangka Tengah. Jurnal Akuatik. Vol 9 (2).. Hasanah, et al. (2019). Malik, A. 2008. Pengaruh Pemberian Suplemen Dan Probiotik Terhadap Hasil Panen Bandeng (Chanos Chanos) Diwilayah Desa Kentong Kecamatan Gelagah Kabupaten Lamongan. Jurnal . Universitas Islam Lamongan. Mattjik & made. 2002. Perancangan Percobaan. IPB press. Bogor. Murjani,A. 2009. Budidaya Ikan Sepat Rawa (Trichogasteririchopterus) Dengan Pemeberian Pakan Komersil. Fakultas Perikanan. Universitas Lambung Mangkurat. Muslim. 2007. Potensi Rawa Lebak Lebung Untuk Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar Di Sumatera Selatan. Prodi Budidaya Perairan. Fakultas Pertanian. UNSRI. Palembang. NTAC. 1968. Water Quality Criteria, Federal Pollution Control Administration, Washington DC. (PERDA). Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Tengah No 22 tahun 2014. Pengelolaan Dan Pemanfaatan Rawa Dan Sungai. Pebriani,A,D., AyuP.W. 2016. Analisis Daya Dukung Perairan Berdasarkan Kualitas Air Terhadap Peluang Budidaya Abalon ( Haliotis Sp) Di Perairan Kutuh. Bali. Jurnal Ilmu Perikanan. Vol 7 (2). Qadri, M.S. 2011. Respon Biologis Pakan Buatan Yang Menggunakan Beberapa Sumber Tepung Rumput Laut (Eucheuma Spp) Pada Ikan. 111. (14) Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Nila Gift. Jurnal. Hisanudin Makasar.. Universitas. Rifqah. P. 2014. Korelasi Kualitas Air Terhadap Pertumbuhan Benih Ikan Patin (Pangasius Hypopyhalmus) Ukuran 1 Inci di BPBAT Subang. Bogor [Skripsi]. IPB. Ruli Agustin. Ade Dwi. S. Dan Yulisman. 2014. Konversi Pakan, Laju Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup Dan Populasi Bakteri Benih Ikan Gabus ( Chana Striata) Yang Diberi Pakan Dengan Penambahan Probiotik. Universitas Sriwijaya. Jurnal Akuakultur Rawa Indonesia. Vol 2(1). 55-56.. Hasanah, et al. (2019). Yoseph. K. 2010. Kajian Potensi Air Rawa Dan Kearifan Lokal Sebagai Dasar Pengelolaan Air Bersih Didistrik Agats Kab,. Asmat. Prov. Papua. ISSN 0125-1790, MGI . Vol 24 (2). (UGM). Yuli, A. 2008. Kinerja Pertumbuhan Ikan Gurame Pada Media Bersalinitas 3 Ppt Dengan Paparan Media Listrik. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor.. Sandy, A. 2015. Isolasi DNA Parsial Gen Tyrosinase-Relatid Protein-I (TYRPI) Pada Ikan Gurame (Osphoronemus Guramy). Universitas Pendidikan Indonesia. Sa’diyah. 2006. Pemanfaatan Buah Mahkota Dewa Phaleria Macrocarpa Untuk Pencegahan Penyakit Infeksi MAS (Motiel Aeromonad Septicemia) Ditinjau Dari Gambaran Darah Ikan Patin. [Skripsi]. Bogor (ID). Institut Pertanian Bogor. Sumantriyadi. 2014. Pemanfaatan Sumber Daya Perairan Rawa Lebak Untuk Perikanan. Jurnal Ilmu-Ilmu Perikanan Dan Budidaya Perairan. Vol 9 (1). Syarifah. N. Dan Dadiek. P. 2007. Fauna Ikan Ekosistem Hutan Rawa Di Sumatera Selatan. Jurnal Biologi Indonesia. Vol 7 (1).. 112. (15)

Referensi

Dokumen terkait

Pergantian air berpengaruh nyata terhadap laju pertumbuhan bobot harian, pertumbuhan panjang mutlak, dan efisiensi pakan (p&lt;0,05), tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap

Laju pertumbuhan bobot harian dan konversi pakan benih ikan patin jambal yang tertinggi pada perlakuan dengan tingkat pemberian pakan 10% dari bobot total ikan

Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian pakan mengandung hormon tiroksin (T 4 ) terhadap pertumbuhan bobot mutlak, panjang mutlak, laju pertumbuhan

Ini menunjukkan bahwa pakan yang mengandung campuran sambilito dan daun jambu biji tidak membahayakan terhadap kelangsungan hidup ikan baung dan terbukti mampu

diterapkan pada pemeliharaan ikan patin dengan teknologi bioflok untuk waktu pemeliharaan 30 hari, dengan rerata pertumbuhan panjang mutlak sebesar 4,55 cm,

Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa penambahan tepung keong mas tidak berpengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup benih ikan gabus, peningkatan persentase

Laju Pertumbuhan Bobot Harian Hasil pengukuran laju pertumbuhan rata-rata bobot harian ikan motan dari masing-masing perlakuan dosis hormon tiroksin yang diberikan pada pakan

Hasil percobaan memperlihatkan bahwa pemberian ikan segar 5% dari biomassa perlakuan B berbeda nyata pada nilai pertumbuhan bobot mutlak, laju pertumbuhan harian, efiensi pakan serta