220 Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi ISSN 2407-4322 Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E-ISSN 2503-2933
Analisis Sistem Informasi Manajemen Proyek:
Systematic Literature Review
Information System Management Project Analysis : Systematic Literature Review
Irfan Andika1, Steven2, Steven Nevile3, Richard Satya4, Ahmad Farisi5
1,2,3,4
Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer dan Rekayasa, Universitas Multi Data Palembang
E-mail: 1[email protected], 2[email protected]
3[email protected], 4[email protected], 5[email protected] Abstrak
Perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian proyek merupakan bagian dari Sistem Informasi Manajemen Proyek, yang membantu memastikan waktu, anggaran, dan persyaratan khusus proyek terpenuhi secara efektif dan efisien. Harapannya, penggunaan sistem informasi manajemen proyek dapat meningkatkan efisiensi operasional, struktur organisasi, dan tingkat transparansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metode - metode yang biasanya digunakan dalam riset sistem informasi manajemen proyek selama lima tahun terakhir. Hal ini diharapkan dapat memudahkan pemantauan perkembangan proyek, pengelolaan aset, dan pengambilan keputusan strategis, yang semuanya berperan penting dalam kemajuan proyek secara keseluruhan. Metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan dalam penelitian ini untuk mengidentifikasi, menelaah, mengevaluasi, dan menginterpretasi riset yang telah dikumpulkan secara sistematis. Dari hasil penelitian 10 jurnal dengan topik sistem informasi manajemen proyek dalam rentang waktu 2018 hingga 2023, terlihat bahwa metode yang paling umum digunakan adalah metode air terjun atau waterfall dan bidang yang paling dominan dalam menggunakan sistem informasi manajemen proyek adalah bidang kontraktor.
Kata kunci—Manajemen Proyek, Sistem Informasi, System Development Life Cycle, Systematic Literature Review
Abstract
Project planning, execution, and control are part of the Project Management Information System, which helps to ensure that time, budget, and project-specific requirements are met effectively and efficiently. It is expected that the use of project management information systems can improve operational efficiency, organizational structure, and the level of transparency. This study aims to analyze the methods typically used in project management information system research over the past five years. This is expected to facilitate project progress monitoring, asset management, and strategic decision-making, all of which play an important role in overall project progress. The Systematic Literature Review (SLR) method was used in this research to systematically identify, review, evaluate, and interpret the collected research. From the results of researching 10 journals on the topic of project management information systems in the span of 2018 to 2023, it can be seen that the most commonly used methods are the waterfall method and the most dominant field in using project management information systems is the contractor sector.
Keywords—Information System, Project Management, System Development Life Cycle, Systematic Literature Review
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E- ISSN 2503-2933 221
1. PENDAHULUAN
item informasi manajemen proyek adalah sebuah sistem yang bertugas sebagai perencanaan dan pengendalian internal di dalam sebuah perusahaan. Fungsinya meliputi pengelolaan sumber daya, teknologi, dokumentasi, dan penyediaan informasi yang sesuai dengan kebutuhan yang ada. Sistem informasi manajemen proyek memudahkan perusahaan untuk memantau seluruh pekerjaan proyek yang sedang berlangsung di berbagai wilayah, memberikan informasi kemajuan proyek, dan menghasilkan sasaran waktu, anggaran serta spesifikasi tertentu yang efektif dan efisien [1].
Dalam pengembangan sistem informasi manajemen proyek, bisa memanfaatkan Siklus Hidup Pengembangan Sistem, yang sering disebut SDLC. SDLC adalah serangkaian proses yang menjelaskan bagaimana perangkat lunak dirancang, dikembangkan, dipelihara, dan dibuat menjadi lebih efisien. SDLC merencanakan pengembangan perangkat lunak dengan memanfaatkan beragam model dan pendekatan yang digunakan untuk kemajuan kerangka kerja.
Beberapa contoh model ini meliputi Model Air Terjun, Model Paralel, Model Iteratif, Model Prototipe, Model Pengembangan Aplikasi Cepat (RAD), Model Proses Terpadu Rasional (RUP), Model Spiral, Model Berbentuk V, dan Model Agile [2].
Beberapa penelitian terdahulu telah menggunakan SDLC sebagai model pengembangan sistem informasi manajemen proyek, seperti pada penelitian [3] yang dikembangkan dengan metode waterfall. Pada penelitian ini menghasilkan sebuah sistem informasi manajemen proyek berbasis website. Penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa dengan adanya sistem informasi manajemen proyek dapat mempermudah pegawai, dalam mengelola data seputar proyek dengan mudah, cepat, akurat dan tercatat otomatis kedalam sistem. Selain itu, pada penelitian [4] yang dikembangkan dengan metode iteratif menghasilkan sebuah sistem informasi manajemen proyek berbasis website. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberadaan sistem informasi manajemen proyek mengakibatkan pengelolaan data dan progres proyek menjadi lebih cepat, mudah, dan terorganisir dengan baik. Penelitian lain juga mengaplikasikan SDLC untuk mengembangkan sistem informasi manajemen proyek menggunakan metode RUP [5].
Penelitian ini berhasil menciptakan sebuah sistem informasi manajemen proyek yang menggunakan website sebagai basisnya. Hasil penelitian ini juga menyimpulkan bahwa sistem informasi manajemen proyek mempermudah pemantauan kemajuan pembangunan, peninjauan persediaan bahan, pencatatan semua pengeluaran, serta peningkatan manajemen perusahaan melalui pengolahan laporan kemajuan dan biaya proyek.
Berdasarkan penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa metode SDLC sangat berperan penting dalam pengembangan suatu sistem informasi manajemen proyek. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan serta menganalisis model SDLC yang digunakan untuk mengembangkan sistem informasi manajemen proyek dengan menggunakan data dari beberapa jurnal dengan rentang tahun 2018-2023 yang terkait dengan topik tersebut.
Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) atau tinjauan pustaka sistematis. SLR adalah metodologi penelitian yang khusus digunakan untuk mengumpulkan dan mengevaluasi hasil penelitian yang berkonsentrasi pada topik tertentu. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menelaah, mengevaluasi, serta menginterpretasi semua penelitian yang ada pada suatu bidang subjek tertentu dengan menggunakan pertanyaan penelitian spesifik yang relevan [6]. Dalam proses review literatur ini, diharapkan untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai berbagai metode yang digunakan dalam sistem informasi manajemen proyek.
S
222 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E-ISSN 2503-2933
2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Systematic Literature Review (SLR)
Systematic Literature Review adalah istilah mengacu pada metodologi penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan, menilai, dan menganalisis secara komprehensif penelitian yang relevan dengan topik tertentu. Metode ini melibatkan langkah-langkah sistematis dalam pencarian, seleksi, dan sintesis informasi dari berbagai sumber literatur yang ada. Tujuannya adalah untuk menyajikan gambaran menyeluruh tentang pengetahuan yang ada, mengidentifikasi celah penelitian, dan mengevaluasi bukti-bukti yang ada dalam domain penelitian yang spesifik. Sejumlah peneliti yang telah menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dalam riset mereka telah memberikan definisi SLR sebagai berikut [7]:
a. SLR adalah metode untuk membedakan, menilai, dan menguraikan semua eksplorasi yang sesuai pada soal ujian tertentu, atau wilayah titik, atau kekhasan yang diminati.
b. Dengan mendefinisikan secara formal rumusan masalah, sumber informasi, rangkaian pencarian, dan kriteria yang digunakan untuk memilih makalah meliputi syarat penentuan dan pengecualian dalam seleksi literatur tersebut. SLR adalah teknik penelitian untuk menganalisis keadaan seni dalam bidang pengetahuan tertentu. Proses pencarian, analisis berbasis angka yang mungkin diperlukan, serta kerangka kerja untuk menggali informasi dari makalah yang relevan.
c. SLR merupakan suatu teknik pengujian yang digunakan untuk menilai atau mengenali permasalahan yang ada pada bidang Pemrograman.perangkat lunak.
2.2. Manajemen Proyek
Manajemen proyek merupakan bidang yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, manajemen maupun pengendalian untuk mencapai tujuan yang ditetapkan dalam suatu proyek [8]. Sedangkan menurut penelitian [9], manajemen proyek merupakan penerapan pengetahuan, keterampilan, alat serta teknik untuk melakukan kegiatan atau aktivitas yang memenuhi kebutuhan suatu proyek.
2.3. Sistem Informasi
Sistem informasi adalah gabungan antara teknologi informasi dan aktivitas manusia yang menggunakan teknologi sebagai pendukung operasi dan manajemen [9]. Sedangkan menurut [10], sistem informasi adalah alat penting untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif.
Setiap organisasi secara sistematis mengidentifikasi kebutuhan informasinya dan menentukan misi dan fungsi yang akan dijalankan, orang-orang yang menjalankannya, serta data pendukung dan proses yang diperlukan untuk menjalankan berbagai fungsi dan proses yang diperlukan untuk struktur informasi yang paling berguna.
3. METODE PENELITIAN
Metode Studi Literatur adalah pendekatan yang dipakai dalam penelitian saat ini. Prosesnya melibatkan serangkaian langkah dalam mengelola Studi Literatur, seperti:
3.1. Research Question
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode-metode yang digunakan dalam pengembangan Sistem Informasi Manajemen Proyek. Oleh karena itu, beberapa pertanyaan telah diidentifikasi untuk menjadi fokus dalam penelitian ini, di antaranya:
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E- ISSN 2503-2933 223
a. RQ1. Pada periode 2018 hingga 2023, metode apa yang sering diterapkan dalampengembangan sistem informasi manajemen proyek?
b. RQ2. Apa kelebihan dan kekurangan dari metode yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi manajemen proyek?
c. RQ3. Bidang apa yang paling dominan menggunakan sistem informasi manajemen proyek?
3.2. Search Process
Untuk menemukan sumber yang relevan untuk menjawab Research Question (RQ), digunakan proses pencarian. Untuk memulai prosedur ini, akses situs web https://scholar.google.com/ dengan memasukkan frasa "Sistem Informasi Manajemen Proyek"
ke mesin pencari seperti Google Chrome.
3.3. Inclusion and Exclusion Criteria
Pada tahap ini, diputuskan apakah data yang ditemukan dapat digunakan dalam penelitian SLR atau tidak. Kajian kelayakan dilakukan dengan asumsi bahwa syarat berikut telah terpenuhi:
1. Informasi yang relevan ditemukan dalam rentang waktu dari tahun 2018 hingga 2023.
2. Informasi diperoleh melalui platform situs https://scholar.google.com/ dan https://www.google.com.
3. Informasi yang digunakan hanya terkait dengan domain Sistem Informasi Manajemen Proyek.
3.4. Quality Asessment
Quality Assessment (QA) dibuat dari daftar permasalahan yang diidentifikasi sebelumnya. QA ini harus mencakup evaluasi untuk menjawab setiap permasalahan yang dirumuskan. Dalam penelitian ini, data yang ditemukan akan dinilai menggunakan kriteria penilaian kualitas yang mencakup pertanyaan-pertanyaan seperti berikut:
QA1 : Apakah materi literatur itu telah dipublikasikan antara tahun 2018 hingga 2023?
QA2 : Apakah literatur tersebut memberikan informasi terkait metode yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi yang dibahas?
Setiap literatur akan dinilai dan akan diberikan penilaian atas setiap pertanyaan yang telah diajukan
Y (Ya) : Bagi literatur yang terkait atau yang relevan. dengan pertanyaan yang diajukan dalam quality assessment.
T (Tidak) : Bagi literatur yang tidak terkait atau yang tidak relevan dengan pertanyaan yang diajukan dalam quality assessment.
4. HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian Systematic Literature Review (SLR) dilakukan untuk mengidentifikasi berbagai metode yang dipakai dalam manajemen sistem informasi proyek. Rentang waktu yang diambil untuk analisis literatur ini adalah dari tahun 2018 hingga 2023, memastikan inklusi publikasi yang terkini. Data dikumpulkan dari sumber-sumber seperti https://scholar.google.com dan https://www.google.com. Informasi yang disertakan hanya berkaitan dengan teknik-teknik pengembangan dalam manajemen sistem informasi proyek.
Dari 10 literatur yang ditemukan melalui Google Scholar dan Google, tahap awalnya melibatkan review judul-judulnya untuk seleksi awal. Seorang peneliti bertanggung jawab dalam tahap ini, dimana semua judul 10 literatur tersebut terkait erat dengan kata kunci yang
224 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E-ISSN 2503-2933
sudah ditetapkan sebelumnya. Semua literatur tersebut secara fokus membahas metode pengembangan dalam manajemen sistem informasi proyek.Pada tahap kedua, peneliti melakukan seleksi berdasarkan abstrak dari 10 literatur yang ada. Semua judul literatur tersebut masih tetap terkait erat dengan kata kunci yang telah ditetapkan sebelumnya.
Langkah selanjutnya, peneliti mengelompokkan Artikel jurnal yang diklasifikasikan berdasarkan metode pengembangan sistem informasi. Hasilnya menunjukkan bahwa terdapat 3 referensi yang menggunakan metode waterfall, 2 referensi mengadopsi metode RUP, 1 referensi yang menerapkan atau mengadopsi metode extreme programming, 1 referensi menerapkan metode prototype, 1 referensi menggunakan pendekatan iteratif, dan 2 referensi tidak merinci metode pengembangan sistem informasinya.
Pada tahap akhir, setelah penilaian quality assessment, dari 10 referensi yang ditinjau, peneliti berhasil mengidentifikasi 8 referensi yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Ketujuh referensi tersebut akan dijadikan referensi utama dalam melaksanakan Systematic Literature Review oleh peneliti.
Tabel 1. Pengelompokkan Jurnal Berdasarkan Tipe Jurnal
No Jurnal Jumlah
1 Jurnal Sistem Informasi & Manajemen Basis Data (SIMADA) 1
2 Jurnal Teknologi Sistem Informasi (JTSI) 2
3 Jurnal Sistem Informasi dan Informatika (SisInfo) 1
4 Jurnal Teknik 1
5 Jurnal Informatika Kaputama (JIK) 1
6 Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi (JATISI) 1 7 Jurnal Manajemen, Teknik Informatika, dan Rekayasa Komputer
(MATRIK) 1
8 Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika (JIPI) 1
9 Jurnal Manajemen Informatika Jayakarta 1
Tabel 2. Hasil Quality Assessment
No. Literatur Tahun Q1 Q2 Hasil
1 [7] 2019 Y Y ✓
2 [11] 2023 Y Y ✓
3 [12] 2019 Y T ×
4 [13] 2019 Y Y ✓
5 [1] 2021 Y Y ✓
6 [4] 2019 Y Y ✓
7 [3] 2019 Y Y ✓
8 [14] 2022 Y T ×
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E- ISSN 2503-2933 225
9 [15] 2023 Y Y ✓
10 [5] 2022 Y Y ✓
Keterangan Simbol:
✓ : Untuk Data atau bahan pustaka yang dipergunakan dalam penelitian.
× : Untuk Data atau bahan pustaka yang tidak dipergunakan dalam penelitian
a. RQ1. Pada periode 2018 hingga 2023, metode apa yang sering diterapkan dalam pengembangan sistem informasi manajemen proyek?
Tabel 3 menampilkan klasifikasi metode yang memberikan jawaban terhadap RQ1.
Tabel 3. Metode Pengembangan Sistem Informasi
No. Jurnal Metode Pengembangan Sistem Informasi Total
1 [3], [13], [15] Metode Waterfall 3
2 [5], [11] Metode RUP 2
3 [7] Metode Extreme Programming 1
4 [1] Metode Prototype 1
5 [4] Metode Iteratif 1
Dari data dalam Tabel 2, metode yang paling umum digunakan dalam rentang waktu pengembangan sistem informasi (2018–2023) adalah metode air terjun atau waterfall.
Metode waterfall merujuk pada model siklus hidup klasik dalam pengembangan perangkat lunak. Pendekatan ini terdiri dari lima tahapan atau fase yang dilakukan secara berurutan.
Waterfall didasarkan pada kebutuhan perusahaan dalam mengelola data dan informasi terkait, dengan penekanan pada langkah-langkah teknis dan implementasinya. Tahapan-tahapan tersebut mencakup [3]:
a. Communication
Tahap awal dimulai dengan berkomunikasi langsung dengan konsumen atau pengguna.
Tahap inisial ini krusial karena melibatkan pengumpulan informasi tentang kebutuhan dari konsumen atau pengguna.
b. Planning
Tahapan selanjutnya adalah rencana pengembangan perangkat lunak. Hal ini termasuk menentukan tugas teknis yang harus dilakukan, mengidentifikasi potensi risiko, kebutuhan sumber daya, hasil yang diharapkan, serta rencana kerja berdasarkan jadwal pengerjaan yang harus diikuti.
c. Modelling
Dalam proses pemodelan ini, tujuannya adalah menerjemahkan syarat kebutuhan menjadi sebuah desain perangkat lunak yang dapat diprediksi sebelum tahap pembuatan coding.
Fokusnya terletak pada perancangan struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi antarmuka, serta detail prosedural seperti algoritma
226 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E-ISSN 2503-2933
d. ConstructionTahap Construction ialah proses pembuatan kode dalam pengembangan perangkat lunak.
Pengkodean adalah proses menerjemahkan desain ke dalam bahasa yang dapat dipahami oleh komputer. Para programmer bertanggung jawab untuk menerjemahkan instruksi atau transaksi yang diminta oleh pengguna ke dalam kode yang dapat dieksekusi oleh komputer.
Tahap ini merupakan saat-saat konkret dalam pengembangan perangkat lunak, di mana penggunaan komputer dimaksimalkan. Setelah pengkodean selesai, tahap berikutnya adalah testing sistem yang sudah dibuat. Tujuan dari pengujian atau testing adalah untuk mengidentifikasi kesalahan-kesalahan dalam sistem agar dapat diperbaiki.
e. Deployment
Tahap ini dapat dianggap sebagai tahap akhir dalam pembuatan sebuah perangkat lunak atau sistem. Setelah melalui tahapan analisis, desain, dan pengkodean, sistem yang telah selesai akan digunakan oleh pengguna. Kelima tahapan dalam metode waterfall ditampilkan dalam Gambar 1:
Gambar 1. Tahapan Metode Waterfall[3]
RQ2. Apa kelebihan dan kekurangan dari metode yang digunakan dalam pengembangan sistem informasi manajemen proyek?
Tabel 4. Kelebihan dan Kekurangan Metode Pengembangan Sistem Informasi
Metode Kelebihan Kekurangan
Metode Waterfall 1. Manajemen yang mudah karena hampir semua kebutuhan telah
diidentifikasi dan
didokumentasikan secara menyeluruh.
2. Tahapan yang berurutan dan linier, identifikasi, dan juga dokumentasinya yang cukup komprehensif membuat proses ini lebih mudah dipahami oleh semua tim yang terlibat,
1. Proses yang berjalan secara berurutan dan linier tidak memungkinkan untuk kembali ke tahap sebelumnya.
2. Ketidakfleksibelan terhadap suatu perubahan pada kebutuhan yang mungkin terjadi selama tahap pengembangan sistem.
3. Tidak memiliki banyak ruang untuk kesalahan, terutama
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E- ISSN 2503-2933 227
termasuk pemilik proyek [16]. pada tahap perencanaan dandesain dalam metode ini[16].
Metode Extreme Programming
1. Adanya komunikasi yang cukup baik antara klien dan pengembang sehingga sistem yang akan dibangun sesuai dengan keinginan dan kebutuhan klien [17].
2. Metode yang efisien dan mengutamakan penghematan biaya, serta mendukung operasi dalam tim yang lebih kecil.[18].
1. Kurangnya dokumentasi, perubahan yang konstan tidak dapat didokumentasi dengan baik. Hal ini menyebabkan kesalahan yang mungkin akan terulang lagi akibat kurangnya dokumentasi.
2. Minim desain, dalam extreme programming lebih berfokus pada pengkodean dibanding desain.
3. Tidak cocok dikerjakan secara remote, proyek yang menggunakan extreme programming lebih sulit dikerjakan secara online karena kurangnya komunikasi antar tim dibanding dengan on site [19].
Metode Prototype 1. Identifikasi persyaratan yang tepat sebagai hasil dari evaluasi rutin dan menggabungkan masukan dari pemilik proyek ke dalam gambar awal.
2. Peningkatan pengalaman pengguna karena adanya pengujian dan evaluasi berkelanjutan terhadap prototipe yang dibuat.
3. Kesalahan dan data berulang dapat dikurangi karena adanya proses identifikasi yang cermat terhadap prototipe yang sedang dikembangkan.[16].
1. Setiap evaluasi dan umpan balik prototipe akan memerlukan penyesuaian pada prototipe tersebut. Setiap penyesuaian dapat menambah kompleksitas sistem yang dikembangkan.
2. Menghasilkan beban tanggung jawab tambahan bagi para programmer yang harus menyesuaikan perubahan yang terjadi pada prototipe.
3. Biaya tambahan diperlukan terkait dengan pembuatan prototipe dan penyesuaian model agar sesuai dengan kebutuhan, sehingga model tersebut dapat disahkan oleh pemilik usaha[16].
Metode Iteratif 1. Memungkinkan tim pengemba ngan
untuk menunjukkan hasil sebel um proses dilanjutkan kepada client.
2. Mendapatkan masukan yang
1. Setiap iterasi merupakan struktur yang kaku, mirip dengan proyek kecil dalam metode waterfall[20].
228 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E-ISSN 2503-2933
berharga dari pengguna sistem[20].
Metode RUP 1. Membuat pengetahuan dasar mudah diakses oleh anggota tim.
2. Memberikan panduan efektif tentang penggunaan UML 3. Mendukung proses iterasi dalam
pengembangan perangkat lunak.
4. Memungkinkan penambahan dalam proses pengembangan.
5. Memungkinkan pengendalian yang sistematis terhadap perubahan yang terjadi pada perangkat lunak dalam proses pengembangannya.
6. Memungkinan untuk melakukan pengujian[16].
1. Hanya pengembangan perangkat lunak berbasis objek yang tercakup dalam pendekatan ini, dengan UML (Unified Modeling Language) sebagai fokus utama [16].
RQ3. Bidang apa yang paling dominan menggunakan sistem informasi manajemen proyek?
Berikut adalah klasifikasi utama bidang yang paling sering memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Proyek:
Tabel 5. Klasifikasi Bidang yang Memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Proyek
No Model Nomor Jurnal Jumlah
1 Kontraktor [1], [3], [4], [5], [7], [11] 6
2 Pemerintahan [12] 1
3 Keuangan [13] 1
4 Pendidikan [14] 1
5 Penjasaan [15] 1
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa bidang kontraktor mendominasi penggunaan sistem informasi manajemen proyek, terutama dalam perencanaan, kemajuan, pelaksanaan proyek, dan pengelolaan biaya proyek. Selain itu, bidang keuangan juga memanfaatkan sistem ini khususnya dalam sistem penggajian.
5. KESIMPULAN
Hasil dari Research Question 1 (RQ1) menunjukkan bahwa dalam literatur jurnal yang dipublikasikan antara tahun 2018 hingga 2023, metode pengembangan sistem informasi yang paling umum digunakan adalah metode waterfall. Hasil dari Research Question 2 (RQ2) dalam literatur jurnal menjelaskan kelebihan dan kelemahan dari beberapa metode pengembangan sistem informasi, termasuk metode waterfall, extreme programming, prototype, iteratif, dan RUP. Hasil dari Research Question 3 (RQ3) menunjukkan bahwa bidang yang paling dominan
Jatisi ISSN 2407-4322
Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E- ISSN 2503-2933 229
dalam menggunakan sistem informasi manajemen proyek adalah bidang kontraktor.DAFTAR PUSTAKA
[1] W. E. Jayanti, E. Meilinda, dan K. Fitriana, “Implementasi Model Prototype Dalam Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Proyek (Samar) Berbasis Web Bagi Perusahaan Kontraktor,” J. Inform. Kaputama, Vol. 5, No. 1, Hal. 19–27, 2021.
[2] E. R. Rahmi, E. Yumami, dan N. Hidayasari, “Analisis Metode Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Website: Systematic Literature Review,” Remik, Vol. 7, No. 1, Hal.
821–834, 2023, doi: 10.33395/remik.v7i1.12177.
[3] M. P. Putri dan B. Bobby, “Sistem Informasi Manajemen Proyek PT. Samudera Perkasa Konstruksi Berbasis Web,” MATRIK J. Manajemen, Tek. Inform. dan Rekayasa Komput., Vol. 20, No. 1, Hal. 85–96, 2020, doi: 10.30812/matrik.v20i1.716.
[4] A. Gheffira, Z. M. Inayah, R. Teguh, dan D. Oktaviany, “Sistem Informasi Manajemen Proyek Berbasis Website pada PT AKM,” JATISI (Jurnal Tek. Inform. dan Sist.
Informasi), Vol. 6, No. 1, Hal. 62–71, 2019, doi: 10.35957/jatisi.v6i1.160.
[5] S. Wijaya dan M. Mulyati, “Sistem Informasi Manajemen Proyek pada PT Trikon Developindo Sejahtra Berbasis Website,” J. Teknol. Sist. Inf., Vol. 3, No. 1, Hal. 49–58, 2022, doi: 10.35957/jtsi.v3i1.2443.
[6] E. Triandini, S. Jayanatha, A. Indrawan, G. Werla Putra, dan B. Iswara, “Metode Systematic Literature Review untuk Identifikasi Platform dan Metode Pengembangan Sistem Informasi di Indonesia,” Indones. J. Inf. Syst., Vol. 1, No. 2, Hal. 63, 2019, doi:
10.24002/ijis.v1i2.1916.
[7] H. Sanjaya dan J. F. Andry, “Perancangan Sistem Informasi Projek Manajemen Menggunakan Metode Extreme Programming Berbasis Desktop (Studi Kasus:
Perusahaan Kontraktor),” Vol. 02, Hal. 104–113, 2019.
[8] I. P. D. Suarnatha, “Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Ketua BEM Menggunakan Metode Profile Matching,” J. Inf. Syst. Manag., Vol. 4, No. 2, Hal. 73–80, 2023, doi:
10.24076/joism.2023v4i2.952.
[9] L. M. Rompas, “Penerapan Teknologi Pada Sistem Informasi Manajemen Proyek Sistem Informasi Kontraktor dan Konsultan (Studi Kasus Kota Manado),” Tekno, Vol. 17, No.
April, Hal. 101–112, 2020.
[10] D. Safarinah dan I. Hanafi, “Literature Study: Application of Anita Cassidy’s Method in Information System Strategic Planning,” J. Pendidik. Tek. dan Vokasional, Vol. 5, Hal.
14–19, 2022.
[11] F. D. Chandra dan M. Rachmadi, “Sistem Informasi Manajemen Proyek Pembangunan PT . Tuffindo Investama Con,” Vol. 4, No. 1, Hal. 11–20, 2023.
230 Jatisi ISSN 2407-4322 Vol. 11, No. 1, Maret 2024, Hal. 220-230 E-ISSN 2503-2933
[12] T. P. Yoga dan I. Ismail, “Sistem Informasi Manajemen Bantuan Untuk Korban Bencana Alam Berbasis Web,” SisInfo J. Sist. Inf. dan Inform., Vol. 1, No. 1, Hal. 49–58, 2019, doi: 10.37278/sisinfo.v1i1.127.[13] E. Setiawan, “Manajemen Proyek Sistem Informasi Penggajian Berbasis Web,” J. Tek., Vol. 17, No. 2, Hal. 84–93, 2019, doi: 10.37031/jt.v17i2.50.
[14] N. A. Hakim, I. Santosa, dan L. Ramadani, “Asesmen dan Peningkatan Manajemen Proyek Sistem Informasi Pada Area Scope Management dan Time Management Menggunakan Pmmm (Studi Kasus : Puti Universitas Telkom),” JIPI (Jurnal Ilm. Penelit.
dan Pembelajaran Inform., Vol. 7, No. 3, Hal. 935–944, 2022, doi:
10.29100/jipi.v7i3.3173.
[15] T. Budiman et al., “Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Proyek pada PT ABC,” J. Manaj. Inform. Jayakarta, Vol. 3, No. 2, Hal. 128–141, 2023, [Daring].
Tersedia pada: http://journal.stmikjayakarta.ac.id/index.php/JMIJayakarta
[16] Y. Wahyudin dan D. N. Rahayu, “Analisis Metode Pengembangan Sistem Informasi Berbasis Website: A Literatur Review,” J. Interkom J. Publ. Ilm. Bid. Teknol. Inf. dan Komun., Vol. 15, No. 3, Hal. 26–40, 2020, doi: 10.35969/interkom.v15i3.74.
[17] A. Lestari, J. Akbar, dan H. H. Istyarini, “Perancangan SIMA (Sistem Informasi Monitoring Alat) pada Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid Menggunakan Extreme Programming,” Juisik, Vol. 3, No. 1, Hal. 60–76, 2023.
[18] G. Taufiq, Y. Handrianto, dan Suharjanti, “Model Extreme Programming Untuk Rancang Bangun Sistem Informasi Penjadwalan Kuliah,” J. Infortech, Vol. 4, No. 2, Hal. 190–
199, 2022.
[19] L. F. Andriani, “Extreme Programming: Tahapan, Kelebihan, dan Kekurangannya,”
Sekawan Media.
[20] P. Jalote, A Concise Introduce to Software Engineering. New Delhi, India: Springer London, 2008. [Daring]. Tersedia pada: http://www.nber.org/papers/w16019