Apa saja bentuk-bentuk upaya pendidikan orang tua terhadap anak pada masa prenatal dalam Al-Qur'an Tafsir Al-Misbah karya M. Untuk mengetahui bentuk-bentuk upaya pendidikan orang tua terhadap anak pada masa prenatal dalam Al-Qur'an Karya Tafsir Al-Misbah M
Kerangka Teoritik dan Telaah Hasil Penelitian Terdahulu 1. Kerangka Teoritik
13 Mustafa P, M. Kuraish Shihab Membumikan Kalam di Indonesia, Cet I (Yogyakarta: .. 3) Bagaimana menerapkan strategi mendidik anak oleh „Abdullah Nashih „Ulwan dalam kitab Tarbiyah al aulad fi al Islam. Pendidikan yang ditawarkan oleh "Abdullah Nashih "Ulwan bermula dari pendidikan pra-perkahwinan sehinggalah pendidikan anak-anak apabila dewasa.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Data dan Sumber Data
12) M. Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur'an, Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: PT Mizan, 2002. 14) M. Quraish Shihab, Membumikan Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat, Bandung: PT Mizan Pustaka, 2013.
Teknik Pengumpulan Data
Metode induksi merupakan suatu metode yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dengan memulai dari pengamatan terhadap suatu hal atau masalah tertentu kemudian menarik kesimpulan yang bersifat umum. Sedangkan inferensi adalah cara yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah dengan cara diawali dengan pengamatan terhadap hal-hal atau masalah yang bersifat umum kemudian ditarik kesimpulan yang khusus.
SISTEMATIKA PEMBAHASAN
Bab ketiga ini bertujuan untuk menjelaskan konsep pendidikan prenatal dan permasalahan yang berkaitan dengannya. Yakni analisis terhadap berbagai data yang diperoleh sekaligus menentukan titik temu yaitu sisi kesesuaian konsep pendidikan pralahir dalam Al-Quran.
Pengertian Pendidikan prenatal
Dari pernyataan di atas dapat kita simpulkan bahwa pendidikan pralahir adalah suatu upaya sadar yang dilakukan orang tua (suami istri) untuk mendidik anaknya yang masih dalam kandungan istri. Upaya sadar ini terutama ditujukan kepada kedua orang tuanya, karena seorang anak dalam kandungan tidak dapat dididik, apalagi diajar, kecuali oleh orang tuanya sendiri.
Perkembangan Pada Masa Prenatal
Pada masa germinal dan embrio, membesarkan anak dalam kandungan belum dapat dilakukan secara utuh, karena janin belum lengkap, namun sudah dapat dikenali sebagai manusia. Pada masa janin ini, anak dalam kandungan sudah bisa berkomunikasi dengan ibu dan lingkungannya.
Bentuk-bentuk Usaha Pendidikan pada Masa Prenatal
73 Nur Uhbiyati, Pendidikan Sepanjang Hayat: Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan Hingga Lanjut Usia, (Semarang: Walisongo Press, 2009), 12. 74 Nur Uhbiyati, Pendidikan Sepanjang Hayat: Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan hingga Lanjut Usia, (Semarang: Walisongo Press 76 Nur Uhbiyati, Pendidikan Sepanjang Hayat : Pendidikan anak sejak dalam kandungan hingga lanjut usia, (Semarang: Walisongo Press.
77 Nur Uhbiyati, Pendidikan Sepanjang Hayat: Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan Hingga Lanjut Usia, (Semarang: Walisongo Press, 2009), 29. 82 Nur Uhbiyati, Pendidikan Sepanjang Hayat: Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan hingga Lanjut Usia, (Semarang: Walisongo Press bercampur dengan setidaknya ada sedikit keraguan 84 Nur Uhbiyati, Pendidikan seumur hidup: Mendidik anak dari kandungan hingga lanjut usia, (Semarang: Walisongo Press karena segala usaha pada akhirnya hanya Tuhan yang menentukan hasilnya.
85 Nur Uhbiyati, Pendidikan Panjang Umur: Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan Hingga Lanjut Usia, (Semarang: Walisongo Press, 2009), 35. 87 Mansur, Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan Hadiah untuk Pengantin Baru, Ibu Hamil dan Ibu Hamil, (Yogyakarta: Mitra Referensi.
Gambaran Umum Tafsir Al-Misbah 1. Biografi
Tafsir Al-Misbah
Selepas pengenalan, kaum Quraisy mula menafsirkan dengan menganalisis secara kronologi dan menunjukkan pelbagai aspek yang terkandung dalam ayat-ayat al-Quran mengikut susunan bacaan musaf. Tafsir a>l-Misba>h termasuk tafsir yang menggunakan kaedah analitikal berupa tafsir bi a>l-ra>'yi, iaitu kaedah penafsiran ayat-ayat al-Quran dengan menunjukkan pelbagai aspek yang terkandung. dalam ayat-ayat yang ditafsirkan, serta tafsiran makna-makna yang terlibat di dalamnya mengikut kepakaran dan kecenderungan ahli tafsir. Penggunaan kaedah ini adalah untuk menjelaskan maksud yang terkandung dalam al-Quran, ayat demi ayat dan huruf demi huruf mengikut susunan dalam musha>f.
Penjelasannya mencakup berbagai aspek ayat yang ditafsirkan, seperti makna kosa kata, konotasi kalimat, latar belakang ayat, hubungannya dengan ayat lain baik sebelum maupun sesudahnya (muna>sa>ba > t), dan tidak ketinggalan pendapat-pendapat yang dikemukakan mengenai penafsiran ayat-ayat tersebut, baik yang disampaikan oleh para sahabat Nabi, maupun para ta>bi'in dan tokoh tafsir lainnya.94. Tafsir Al-Misbah ini tentu saja bukan semata-mata hasil tafsir (ijtihad) Quraish Shihab. 94 Nasrudin Baidan, Metode Menafsirkan Al-Qur'an: Kajian Kritis Ayat dengan Redaktur Sejenis, Cet.I (Yogyakarta: Pustaka Mahasiswa.
Muhammad Husein Thabathab'i, seorang ulama Syiah moden yang menulis kitab Tafsîr al-Mizan lengkap 30 juz, juga menjadi rujukan kepada Quraisy dalam tafsirnya. Selain al-Biqa„i dan Thabathaba'i, Quraish juga banyak menukilkan pemikiran Muhammad at-Thantawi, Mutawalli as-Sya„rawi, Sayyid Quthb dan Muhammad Thahir ibn Asyur. 95.
Ayat-ayat Pendidikan Prenatal 1. Masa prenatal
Masa Peniupan Ruh
Quraish Shihab memetik daripada al-Bika>'i membenarkan ayat ini dengan ayat sebelum al-A‟raf, yang mengatakan bahawa Bani Israel mengingati perjanjian khusus yang telah terikat dengan kuat kepada mereka. Kesimpulan daripada huraian Surah al-A'raf ayat 172 ialah Allah menurunkan ayat ini untuk mengadakan perjanjian dengan manusia supaya mereka berdiri sendiri dan tidak menyalahkan ibu bapa mereka apabila mereka dihisab. Melalui ayat ini, Allah mengarahkan qalam kepada Nabi Muhammad saw dalam kedudukannya sebagai pemimpin umat, agar bersama-sama manusia mentaati perintah Allah.
Kata pelindung yang digunakan dalam ayat ini mengacu pada keadaan atau kondisi penciptaan, sebagaimana juga tersirat dari kelanjutan ayat tersebut yang menyatakan bahwa manusia diciptakan atas dasar itu. Quraish Shihab mengutip dari Al-Biqa>'i mengenai munasabah ayat ini dengan ayat sebelum al-Isra', yang membicarakan tentang pertanyaan kaum musyrik mengenai kebangkitan setelah manusia menjadi tulang belulang dan potongan-potongan kecil seperti debu. Tha>hir Ibnu 'Assyur berpendapat bahwa ayat ini diturunkan karena pertanyaan-pertanyaan dari kaum musyrik.128.
Tha>ba>tha>ba>'i mengawali penafsiran ayat ini dengan penjelasan kebahasaan mengenai makna jiwa. Dari sini Tha>ba>tha>ba>'i menyimpulkan bahwa ruh yang ditanyakan ayat ini adalah hakikat jiwa yang dibicarakan dalam firman-Nya, dan jawaban yang diberikan dalam ayat ini adalah: “Inilah pekerjaan Tuhan. .meskipun pengetahuan yang kamu miliki itulah yang diberikan Tuhan kepadamu, sedangkan roh adalah sebagian dari sekian banyak ilmu yang ada.
Usaha Pendidikan Prenatal
Tujuan yang ingin dicapai Al-Qur’an adalah membina manusia agar mampu menjalankan tugasnya sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya. Oleh karena itu, materi pendidikan yang disampaikan Al-Qur’an hampir selalu berkaitan dengan jiwa, pikiran, dan raga manusia. Ketika menyajikan materi pendidikan, Al-Qur’an membuktikan realitas materi tersebut dengan bukti-bukti, baik dengan dalil-dalil yang diberikannya maupun yang dapat dibuktikan sendiri oleh manusia melalui pemikirannya sendiri.
Quraish Shihab, Membumikan Al-Qur'an Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Bermasyarakat, (Bandung: PT Mizan Pustaka. Al-Qur'an menyebut suatu masyarakat dengan sebutan Ummah, dan menyebut ibu yang melahirkan keturunan dengan sebutan umm. Ar -Ra >ghib a> l- Ashfa>ha>ni, seorang ahli bahasa Al-Qur'an, melihat di sini kata ta>qwim sebagai isyarat keunggulan manusia dibandingkan hewan, yaitu kecerdasan, pemahaman dan bentuk fisiknya. . .
Kesimpulan dari huraian ayat di atas ialah perhatian ibu bapa terhadap keluarga, dengan harapan mereka akan dihiasi dengan sifat-sifat terpuji agar dapat dicontohi. Anak-anak mereka boleh bersikap dingin di mata ibu bapa dan orang lain melalui perwatakan dan.
Hakikat Masa Prenatal
Dalam psikologi Barat, ini disebut masa germinal, yang berlangsung 2 minggu setelah pembuahan. ق ع„ala>qa>h diartikan sebagai segumpal darah yang membeku, sesuatu seperti cacing, sesuatu yang tergantung atau menempel. Quraish Shihab menjelaskan tahap-tahap pralahir, nutf>h, 'ala>qa>h, mudgha>h, kemudian menjelaskan tahap keempat, yaitu kha>la>qa>n a>kha>r atau makhluk lainnya, yang mengandung arti bahwa makhluk tersebut adalah sesuatu yang diberikan... yang dibicarakan itulah yang membedakannya dengan makhluk lain.
Kemudian setelah tahap-tahap tersebut selesai barulah ruh bernafas, yang dijelaskan juga dengan kata ansya>'a yang artinya menciptakan sesuatu, memelihara dan mendidik. Dalam Al-Qur'an pertama kali dijelaskan tentang penciptaan manusia pertama yaitu Adam, kemudian Allah mengangkatnya menjadi keturunan manusia, yang tidak dijelaskan terlebih dahulu dalam ilmu psikologi. Setelah adanya ruh, dalam diri janin sudah ada potensi-potensi yang bisa dikembangkan oleh orang tua dan ada fitrah dari Allah.
Mulai dari penciptaan manusia pertama yaitu Adam (AS), reproduksi manusia, serta tahapan-tahapan dalam kandungan atau. Dari wawancara Allah SWT hendaknya manusia berusaha untuk melanjutkan revolusinya hingga menjadi makhluk sempurna dengan upaya-upaya yang dijelaskan dalam agama Islam, misalnya saja bentuk upayanya dalam bentuk pendidikan.
Usaha-Usaha Orang tua terhadap Pendidikan Prenatal
Cara dan materi yang digunakan kedua orang tua dalam membesarkan anak dalam kandungan dapat berupa senam atau kegiatan keagamaan. Islam mengajarkan bahwa orang tua bertanggung jawab penuh atas detail pendidikan anak-anaknya. Orang tua lebih aktif dan kreatif dalam memberikan rangsangan, dan bayi kesulitan memberikan jawaban.
Tujuan pendidikan pralahir adalah membantu orang tua dan anggota keluarga menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi anak yang belum lahir, memberikan kesempatan belajar sejak dini dan anak yang dapat bertahan seumur hidup. Berkaitan dengan hal tersebut, orang tua harus benar-benar memperhatikan pendidikan anaknya meskipun masih dalam kandungan (prenatal). Artinya kedua orang tua bertanggung jawab terhadap anaknya dan pasangannya masing-masing.
Agar keluarganya terhindar dari api neraka, karena diterangkan dengan jelas dalam Al-Quran bahwa orang tualah yang membesarkan, membina dan merawat keturunannya. Peran dan upaya orang tualah yang menjadi prioritas utama dalam pengasuhan anak, dan pengasuhan dimulai sejak anak berada dalam kandungan.
PENUTUP
Kesimpulan
Ayah dan ibu Quraish Shihab memegang peranan penting dalam penciptaan anak-anaknya, termasuk menyempurnakan kondisi fisik dan psikisnya. Para ilmuwan mengakui bahwa faktor keturunan, bersama dengan pendidikan, merupakan dua faktor yang sangat dominan dalam pembentukan tubuh fisik dan kepribadian anak. Doa-doa mereka tentu saja dibarengi dengan upaya untuk membesarkan anak dan keluarganya menjadi manusia yang terhormat, karena anak dan pasangan tidak akan bisa enak dipandang tanpa agama yang baik, akhlak yang mulia dan ilmu yang cukup dan berlimpah.
Bentuk ikhtiar yang dilakukan kedua orang tua dalam membesarkan anak dalam kandungan antara lain melaksanakan ibadah, membaca, menghafal, berdzikir, berdialog, menghadiri Majlis Ta’lim.
Saran
Hikmah Al-Qur'an Rahasia Mengapa Al-Qur'an Abadi, Kumpulan Ayat Al-Quran Sedunia.