ii ABSTRAK
Syukri, 2016. Model Kemitraan Guru Mata Pelajaran dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor (Studi pada SMAN Kabupaten Lombok Timur). Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Padang.
Penelitian ini didasari oleh kinerja kemitraan antara Guru Mata Pelajaran (disingkat GMP) dengan Guru Bimbingan dan Konseling (disingkat GBK) atau Konselor yang cenderung bekerja sendiri-sendiri dalam peningkatan potensi siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap kondisi kemitraan antara GMP dan GBK atau Konselor dewasa ini dan terarah pada dihasilkannya sebuah model kemitraan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik tugas pokok dan fungsi GMP dan GBK atau Konselor.
Penelitian ini termasuk jenis Penelitian dan Pengembangan untuk mengembangan Model Kemitraan menggunakan pola ADDIE yang dimodifikasi.
Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan populasi GMP dan GBK atau Konselor pada SMAN 1 Masbagik dan SMAN 2 Selong Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat, terakreditasi A. Sampel yang digunakan bersifat purposive sampling dengan kriteria tertentu, yakni responden penelitian berkualifikasi Sarjana Strata Satu (S1) pendidikan, sudah lulus sertifikasi, dan pernah mengikuti pelatihan Kurikulum Tahun 2013. Data kuantitatif dikumpulkan menggunakan angket kemitraan dan selanjutnya dianalisis menggunakan statistik deskriptif; sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui diskusi dengan calon pengguna Model Kemitraan dan selanjutnya dinarasikan untuk menjelaskan hasil penelitian yang dicapai.
Temuan penelitian menunjukkan kondisi kemitraan dewasa ini, yaitu bahwa GMP dan GBK atau Konselor sama-sama sangat mendukung kemitraan di antara mereka, namun belum berusaha untuk saling mendekati dan mendorong dilaksanakannya kemitraan. Untuk keempat substansi pokok kemitraan, yaitu: saling memahami kesamaan unsur dalam kemitraan, saling memahami perbedaan tugas pokok dan fungsi, saling membantu dalam kinerja, dan saling menenggang dan mendorong dalam kemitraan, menunjukkan bahwa mereka sama-sama sangat mendukung, namun sama-sama belum terdorong untuk melaksanakannya.
Hasil akhir penelitian ini adalah terwujudnya “Buku Model Kemitraan Guru Mata Pelajaran dengan Guru Bimbingan dan Konseling atau Konselor di SMA”
untuk dijadikan pedoman peningkatan kualitas kemitraan dalam satuan pendidikan. Validasi pakar terhadap Model Kemitraan yang dimaksudkan itu cukup tinggi dan dinyatakan layak dan cukup baik untuk diimplementasikan.