• Tidak ada hasil yang ditemukan

abstrak - Repository IAIN Bengkulu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "abstrak - Repository IAIN Bengkulu"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Bagaimana kualitas hadis larangan jual beli di masjid? (2) Bagaimana pengertian yang benar mengenai hadis larangan jual beli di masjid. Penelitian kepustakaan adalah dengan mengkaji kitab-kitab atau kitab hadis yang membahas tentang larangan jual beli di masjid.

Latar Belakang Masalah

ة لل ض

Jika memahami hadisnya sekilas, maka berdagang atau jual beli di masjid tidak diperbolehkan dan pelakunya akan mendapat dosa. Menurut penulis keharaman hadis ini berbeda atau ada ketidakseimbangan dengan hadis lain yang juga berkaitan dengan masjid, salah satunya adalah diperbolehkannya akad nikah seperti dalam Hadits riwayat Sunan at-Tirmidzi.

3 فوفدللب هيلع اوبرضاو دجلسملا يف هولعجاو حلكْلا اذه اوْلعأ

Rumusan Masalah

Batasan Masalah

Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini, adalah

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah pengetahuan keislaman tentang hadits larangan jual beli di masjid.Dari segi literatur dapat menjadi sebuah karya ilmiah yang dapat menambah koleksi perpustakaan yang bermanfaat bagi pembaca dan dalam umum. , dan penulis pada khususnya, untuk dijadikan bahan referensi bagi penelitian selanjutnya. .

Kajian Pustaka

Permasalahan yang diteliti dalam skripsi ini adalah bagaimana kebijakan pihak manajemen terhadap kegiatan jual beli di Masjid Agung An'nur Provinsi Riau dan bagaimana syariat Islam merevisi kebijakan manajemen tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan manajemen mengenai kegiatan jual beli di masjid.

Metode Penelitian

Metode pengumpulan data yang penulis gunakan adalah metode pustaka yaitu telaah dari sumber-sumber lain yang berkaitan dengan hadis larangan jual beli di masjid...datanya bersumber dari buku-buku. Dalam hal ini penulis hanya membatasi hadits pada tema yang sama yaitu hadits larangan jual beli di masjid.8.

Sistematika Penulisan

Tinjauan Islam Tentang Jual Beli 1. Pengertian Jual Beli

  • Dasar hukum Jual Beli
  • Rukun dan Syarat Jual Beli dalam Islam

Maksudnya: Orang yang makan (mengambil) ikan tidak dapat berdiri, melainkan sebagaimana kedudukan orang yang dirasuk syaitan disebabkan (tekanan) penyakit gila, keadaannya kerana mereka berkata (berpendapat), Sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Agar perniagaan yang kita jalankan menjadi halal, perlulah mengambil perhatian kepada peraturan dan syarat jual beli (perniagaan).

Wawasan Tentang Masjid 1. Pengertian Masjid

  • Sejarah dan Perkembangan Masjid

Barang yang diperjanjikan berada dalam penguasaan, artinya perjanjian jual beli atas suatu barang yang tidak ada dalam genggamannya (di luar penguasaan penjual) dilarang karena barang tersebut dapat rusak atau tidak dapat dijual lagi. diserahkan sesuai kesepakatan 12. Jual beli barang tidak dapat dialihdayakan, karena bila barang tidak dialihdayakan, besar kemungkinan akan terjadi penipuan atau kekecewaan di pihak salah satu pihak. Jika ternyata kita melihat Rasulullah mendirikan sebuah bangunan yang kita kenal sekarang sebagai masjid, berarti diharapkan fungsi bangunan tersebut tidak hanya sekedar tempat ibadah, namun tempat ibadah bisa dimana saja.

Peranan dan fungsi masjid yang sebenarnya perlu dikaji ialah mengkaji sejarah Rasulullah dan generasi pertama umat Islam yang akan berfungsi di masjid. Pada zaman Rasulullah, masjid bukan sahaja menjadi tempat solat, malah sebagai pusat kegiatan Islam, bahkan Rasulullah SAW menjadikan pembinaan masjid sebagai benih dalam pembangunan dunia Islam. Masjid ini berfungsi pada zaman Rasulullah SAW untuk menunaikan solat fardu lima waktu, solat Jumaat, berzikir dan pelbagai bentuk ibadah lain.

Langkah pertama yang dilakukan Rasulullah SAW sesampainya di kota Madinah adalah membangun sebuah masjid yaitu Masjid Nabawi. Masjid bukan sekadar tempat menunaikan shalat lima waktu, namun lebih dari itu: masjid adalah kampus, tempat umat Islam mempelajari ajaran Islam dan mendapat bimbingan, tempat belajar seluruh komponen suku yang berbeda. setelah ditahan. dipisahkan sekian lama oleh konflik jahiliyah, landasan mengatur segala urusan dan pemberangkatan serta parlemen untuk menyelenggarakan sidang musyawarah eksekutif.18.

Metode Kritik Hadis

  • Pengertian Kritik Matan

Maksudnya: Adapun hadith sahih ialah hadith yang tidak putus sanadnya (kepada Nabi), diriwayatkan oleh perawi yang jujur ​​dan dhabit hingga akhir sanadnya, tiada syadz dalam hadith tersebut dan i' 25. Lat. Jika sanadnya terputus, ia mengakibatkan matan hadis yang diriwayatkan tertolak atau dhaif malah maudhu'. Semua sanad yang mengambil matan hadith yang mempunyai masalah yang sama dan dihimpun menjadi satu kemudian dibandingkan.

Fenomena ini bukan disebabkan kesalahan dalam hukum kesahihan sanad hadis yang digunakan, tetapi terdapat faktor lain yang timbul, iaitu: Kerana hadis yang sanadnya sahih dan sumbernya tidak atau sebaliknya, maka ia tidak dinyatakan sahih. hadis. Manakala penanda aras Ibn al-Jauzi dalam menyiasat hadith palsu ialah mengemukakan mana-mana hadith yang bercanggah dengan akal atau bercanggah dengan pegangan agama, maka ketahuilah hadith itu hadith palsu.

Salah satu penyebab terjadinya perbedaan pengucapan pada matan hadits yang mempunyai topik yang sama adalah adanya narasi yang bermakna dalam narasi hadits tersebut. Berbeda dengan Imam Syafi’i, syarat-syarat hadis yang terkesan kontradiktif bisa saja bersifat global dan ada pula yang rinci, mungkin yang satu amm dan yang lain khass, mungkin yang satu radirka atau naskh dan yang lain dihapus atau mansukh dan mungkin keduanya bisa dipraktikkan.

Metode Dan Pendekatan Dalam Pemahaman Hadis

  • Metode Pemahaman Tekstual
  • Metode Kontekstual 51

Abdul Mustaqim mengungkapkan paradigma normatif-tekstual tidak selalu salah dalam memahami hadis Nabi SAW, karena banyak hadis yang perlu dipahami secara normatif-tekstual, tanpa perlu kontekstualisasi. Pemahaman kontekstual terhadap hadis Nabi berarti memahami hadis Nabi berdasarkan peristiwa-peristiwa penting dan mengetahui situasi di mana hadis tersebut diucapkan dan kepada siapa hadis tersebut ditujukan. Di antara ulama hadis yang lebih condong pada pemahaman hadis secara kontekstual adalah Imam Syafi'i (150-204 H.) melalui karyanya Ikhtila>f al-H{adi>th.

Imam Syafi'i mencoba mencari pemahaman hadis yang secara harafiah seolah-olah bertentangan antara satu hadis dengan hadis lainnya dengan menggunakan pemahaman kontekstual melalui pendekatan linguistik, asba>b alwuru>d. Kajian terhadap sirah nabi juga penting untuk memahami hadis, karena hadis erat kaitannya dengan sejarah dan kepribadian nabi, baik dalam pernyataan lisan (aqwa>l), kegiatan (af'a>l) maupun ketetapan ( taqri>r) . . Kelalaian dalam memahami sejarah kehidupan Nabi SAW dikhawatirkan akan menimbulkan terputusnya data dan pandangan yang lebih luas dalam ruang dan waktu munculnya sebuah hadis.

Melalui pengetahuan yang mendalam tentang sirah Nabi SAW, akan diketahui kedudukan dan peranan Nabi Muhammad SAW sama ada dalam peranannya sebagai rasul, ketua kerajaan, panglima perang, hakim, ketua keluarga dan sebagainya. Jika dalam hadis Nabi disebutkan bahawa Nabi makan dengan tiga jari sahaja kerana konteks Nabi SAW makan adalah kurma atau roti.

Kritik Hadis Tentang Larangan Jual Beli Di Masjid 1. Takhrij al-Hadis

ىد-

Penelitian Sanad Hadis

Lingkari: Tabi'ut Tabi'in di kalangan orang tua Kuniyah: Abu'Abdullah Negara semasa hayat: Mekah sebagai perawi tiga lambang riwayat yang digunakan oleh 'an' Mohammad bin 'Abdur Rahman bin Tsauban dengan menerima riwayat daripada gurunya. boleh menjadi berkaitan nilai, kerana selain sejarah biografi, pengkritik juga memberikan ulasan yang berbayar tsiqah dan shaduq, tsubut. Bulatan: tabi'in orang biasa Negeri dalam kehidupan: Madinah sebagai lambang riwayat ketiga yang digunakan oleh akhbrana, yang bermaksud kaedah al-sama' digunakan. Bulatan: Tabi'ut Tabi'in Kelas Menengah Kunia: Abu Muhamad Negara Semasa Hayat: Madinah Meninggal dunia: 187H sebagai perawi.

Hadits ini dapat dianggap bersambung apabila hadis tersebut selamat dari tadlis dan dimungkinkan bertemu dan waktu atau hanya waktu saja, sesuai dengan syarat-syarat yang dianjurkan oleh imam muslim. Arim dan Abdul 'Aziz bin Muhammad bin 'Ubaid bin Abi 'Ubaid sebagai gurunya mempunyai sanad terkait yang diperkuat dengan hadirnya simbol ini. Sehingga terjalin hubungan sanad antara Al Hasan bin 'Ali bin Muhammad dengan Arim sebagai gurunya, yang diperkuat dengan hadirnya simbol tersebut.

Maka antara at-Tirmidzi dan Al Hasan bin 'Ali bin Muhammad sebagai gurunya, terdapat sambungan sanad yang dikuatkan dengan adanya lambang tersebut. Bulatan: Tabi'ut Tabi'in kelas menengah, Kuniyah: Abu Muhamad, Negara semasa hidup: Madinah, Wafat: 187 H.

Tabel  ini  menunjukkan  bahwa  hadis  yang  diriwayatkan  oleh  sunan  at- at-Tirmidzi sanadnya bersambung atau muttasil
Tabel ini menunjukkan bahwa hadis yang diriwayatkan oleh sunan at- at-Tirmidzi sanadnya bersambung atau muttasil

Penelitian Matan Hadis

Adapun sanadnya, hadis ini dikira muttasil (bersambung) kerana sanadnya tidak terputus. Menurut penulis, kandungan hadis tersebut adalah sahih kerana tidak bercanggah dengan ajaran al-Quran. Kemudian sanadnya sampai kepada Nabi saw dan tiada syaz (keraguan). dan status penularannya ialah tsiqoh. Sebagaimana dikuatkan dengan kata-kata dalam hadis Imam Malik dalam kitab Muatho yang dikatakan oleh Atho bin Yasar, hendaklah kamu berada di pasar dunia sedangkan kamu berada di pasar akhirat.

Pemahaman Hadis Dengan Metode Tekstual

Pemahaman Hadis Menurut Para Ulama

Menurut Hanafiyah dan Malikiyah, jual beli di masjid adalah makruh, manakala menurut Syafi’iyah dan Hanabilah adalah haram. Menurut Al-Iraqy, ulama bersepakat bahawa kontrak jualan yang telah dibuat di masjid tidak perlu dibatalkan. Adapun ijmak ulama tentang tidak boleh membatalkan akad jual beli yang telah dibuat di masjid dan akad tersebut tetap sah, bererti tidak ada penolakan antara ini dan larangan.

Menurut mazhab Hanafi, jual beli besar ditolak, tetapi jual beli kecil tidak. Mazhab Maliki berkata: Diharamkan bagi sesiapa yang melakukan jual beli di dalam masjid, dengan syarat barang yang dijual itu ada di dalam masjid. Berbeza pula dengan jual beli melalui perantara di dalam masjid yang hukumnya haram.16.

Jika transaksi jual beli di masjid tidak merusak kehormatan masjid, maka jual beli di masjid bisa makruh. Begitu pula haramnya jika transaksi jual beli di masjid dapat mengganggu orang yang shalat. Jika mengganggu maka haram. 18 Hadits ini menjelaskan tentang larangan jual beli dan mencari barang hilang di masjid.

Kesimpulan

Abdurrahman al-Jaziri 2015, “Kitab al-Fiqh ‘ala> al-Mazahib al-Arba’ah (Fikih dalam madzhab)”, ver. Al-Suyuti die werd getahqiqed door Yahya Isma'il Ahmad, 1984, "al-Luma' fi Asbab Wurud al-Hadith", Cet. Sanad dalam Metode Kritik Hadits Matan", Pusat Penelitian Islam Al-Huda, Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam, tanggal 4, no. 1.

Muhammad Idris 2016, “Metode Muhammad al-Ghazali dalam memahami hadis”, Jurnal Ulunnuha fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol, Vol. Salma, Rijal al-Hadis 2014: “Metode Ijtihad dalam Penelitian Hadits”, Manado: Penerbit STAIN Manado Press. Tesis, Wiwik Wulandari 2019, “Jual Beli Masjid Dalam Perspektif Hukum Islam (Kajian Kitab Al-fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah Karya Syaikh Abdurrahman al-jaziri)”, Iain Purwakarto,.

Syaikh Salim bin 'ied al-Hilali, 2012, "Bahjatu al-Naz{irin Syarh Riyadi al-Salihin", përkth. Syuhudi Ismail 2009, "Hadithi tekstual dhe kontekstual i Profetit, (Ma'anil al-Hadith Study of Universal, Temporal and Local Islamic Teachings)", Xhakarta: Bulan Bintang.

Referensi

Dokumen terkait