ىد-
A. Kesimpulan
72 BAB V PENUTUP
73 B. Saran
1. Sebagai seorang Muslim, dalam menjadikan hadis Nabi sebagai dasar hukum, hendaklah berhati-hati. Dengan meneliti terlebih dahulu mengenai kualitas hadis tersebut. Karena tidak semua hadis memiliki kualitas shahih dan dijadikan hujjah. Oleh karena itu, pada hadis tentang larangan jual beli di masjid hendaklah diikuti untuk tidak melakukan jual beli di masjid serta melakukan transaksi lainnya. Sebagaimana manusia akan bersama dengan orang-orang yang baik dengan menjalankan apa yang diperintahkan Allah dan Rasulnya serta menjauhi larangannya.
2. Untuk penelitian selanjutnya, penelitian ini belum bisa mencapai titik kesempurnaan. Maka dari itu penulis mengharapkan agar selanjutnya dapat dilakukan lagi penelitian yang jauh lebih baik lagi.
74
DAFTAR PUSTAKA
Aan Supian, 2014“Konsep Syadz dan I’llat; Kriteria Keshahihan Matan Hadis”, Jakarta: Studia Press,
Aan Supian, 2014, “Ulumul Hadis”, Bogor: PT Penerbit IPB Press.
Abdul Majid Khon 2016, “Ulumul Hadis”, Jakarta: Amzah.
Abdul Mustaqim 2008, “Ilmu Ma’anil Hadis”, Yogyakarta: IDEA Press.
Abdul Syani 1995, “Sosiologi dan Perubahan Masyarakat”, Lampung: Pustaka Jaya.
Abdurrahman al-Jaziri 2015, “Kitab al-Fiqh ‘ala> al-Mazahib al-Arba’ah (Fikih Empat Madzhab)”, terj. Shofa‟u Qolbi Djabir, dkk Jakarta: Pustaka al- Kautsar.
Abdurrahman al-Jaziri, t.th, t.tp Kitab al-Fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba’ah (Fikih Empat Madzhab),
Abu Abdur Rahman Ahmad An-Nasa‟i 1992, “Tarjamah Sunan An Nasa’i, terj.
Bey Arifin, dkk”, Semarang: CV. Asy Syifa‟,
Abudin Nata 2002, “Metodologi Studi Islam”, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ad darimi, t,th, t.tp“larangan mengumumkan barang hilang di masjid” Kitab Shalat :Hadis 1365.
A.J. Wensinck 1936, “Mu’jam al-Mufahras li aldaz al-Hadis al-Nabawi”, Leiden:
E.J. Brill juz 1.
Al kodi abu bakar al arobi 2007, masalik sarah muatta malik, bairut darul ghorbil al islami,cet.I ,jus 3 hal.237
A. Qadir Hasan, 2007, “Ilmu Mushthalahul Hadis”, Bandung: Diponegoro
Ali bin ‘Abdillah al-Madani 1980, “I’llat al-Hadis wa Ma’rifat al-Rijal, editor
‘Abdul Mu’ti Amin al-Nashir: Dar al-Wa’yi Halab”.
Ali Mustafa Ya’qub 2016, “Cara Benar Memahami Hadis”, Jakarta: Pustaka Firdaus.
Al-Suyuti yang ditahqiq oleh Yahya Isma’il Ahmad, 1984, “al-Luma’ fi Asbab Wurud al-Hadis”, Cet. I; Beirut: Daar al-Kutub al-Ilmiyyah.
Anton Baker 1992, “Metode Research, cet, ke-1” Yogyakarta: Kanisius.
Athoillah Umar 2011,”Budaya Kritik Ulama Hadis ‘’, Jurnal Mutawatir Faku;tas Ushuluddin UINSA, 1, No. 1, Surabaya.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan 1988, “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, Jakarta: Dapartemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Hans Wehr 1970, “A Dictionary of Modern Written Arabic”, London: Geogre Allen.
Harsojo 1984, “Pengantar Antropologi”, Jakarta: Penerbit Rineka Cipta.
Hasan asy’ari Ulama’i 2010,”Metode Tematik Memahami Hadis Nabi SAW”, Semarang : Walisongo Press.
Hasjim Abbas 2016, “Kritik Matan Hadis Versus Muhaddisin dan Fuqaha”, Yogyakarta: Kalimedia.
HR. Imam Malik t.h, t.tp dalam al-Muwaththa’, 2: 244, no.60
75
Ibn al-Salih 1972, “‘Ulum al-Hadis, ed. Nur al-Din al-Ltr”, al-Madinah al- Munawarah: al-Maktabah al-Ilmiyah.
Ibn Mandzur 1885, “Lisan al-Arab”, Beirut: Daar Lisan al-Arab.
Imam Abi ‘Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughiroh al- Bukhari 2009, “Shahih Bukhari”, (Lebanon: Dar al-Kotob al-Ilmiyah,), hadis no. 1, Kitab Permulaan Wahyu.
Imam Abi ‘Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin Mughiroh al- Bukhari 2009“Shahih Bukhari”, hadis no. 5950, Kitab Pakaian.
Inayatul lailiyah, 2020 skirpsi. Pemahaman hadits tekstual dan implikasinya terhadap radikalisme beragama persepektif yususf Qordawi. Surabaya:
UIN sunan Ampel.
Kamil, Syukron, Naqd Al-Hasis 2015, ter. “Metode Kritik Sanad dan Matan Hadis”, Pusat Penelitian Islam Al-Huda, Jurnal Komunikasi dan Pendidikan Islam,Volume 4, Nomor 1.
Lois Ma’luf 1992, “al-Munjid Fi al-Lughah wa al- ‘A’lam”, Beirut: Daar al- Mashriq.
M. ‘Ajjaj al-Khatib 1963, “al-Sunnah Qabl al-Tadwin”, Kairo: Maktabah Wahbah.
M. Agus Solahudin dan Agus Suryadi 2009, “Ulumul Hadis”, Bandung: Pustaka Setia.
M. Musthofa al-A’zhami 1982, “Manhaj al-Naqd ‘inda al-Muhadditsin”, Riyadh:
al-Ummariyah.
M.‘Ajjaj al-Khatib,t.th,t.tp “al-Sunnah Qabl al-Tadwin”, hal. 276
Mahmud Thahan 1979, “Taisir Musthalahul al-Hadis”, Beirut: Daar al-Qur’an al-Karim.
Mudasir 1999, “Ilmu Hadis”, Bandung: Pustaka Setia.
Muhammad Ali 2015, “Asbabul Wurud Hadis”, Jurnal fakultas Ushuluddin UIN Alauddin, Vol. 6, No. 2, Makassar.
Muhammad Asriady 2017, “Metode Pemahaman Hadis”, Jurnal Institut Parahikma Indonesia, Vol. 16, No. 1, Sulawesi.
Muhammad bin Ismail al-Amir Ash-Shan‟ani . 2008, “Subulu al-Salam Syarah Bulug alMaram”, terj. Muhammad Isnani, dkk Jakarta: Darus Sunnah.
Muhammad Hasbi as-Shiddiqy , 2009, “Sejarah dan Pengantar Ilmu Hadis”, Semarang: PT Pustaka Rizki Putra.
Muhammad Idris 2016, “Metode Pemahaman Hadis Muhammad al-Ghazali”, Jurnal Ulunnuha fakultas Ushuluddin IAIN Imam Bonjol, Vol. 6, No. 1, Padang.
Muhammad Nashiruddin Al Albani 2006, “Shahih Sunan At-Tirmidzi”. Terj Fachrurazi, (Jakarta: Pustaka Azzam.
Muhammad Nashiruddin Al Albani 2006, “Shahih Sunan at-Tirmizi”, terj.
Fachrurazi, Jakarta: Pustaka Azzam.
Nizar Ali 2001, “Memahami Hadis Nabi”, Yogyakarta: YPI Ar-Rahmah.
Nizar Ali 2001, Memahami Hadis Nabi “Metode dan Pendekatan”, Yogyakarta:
YPI Ar-Rahmah.
76
Pungky Mrahendra Putra Perwira, tth,“Redesain komplek Masjid Jatinom Dengan Pendekatan Infil Desain”.
Salma, Rijal al-Hadis 2014: “Suatu Metode Ijtihad dalam Penelitian Hadis”, Manado: Penerbit STAIN Manado Press.
Skripsi , Wiwik Wulandari 2019, “Jual beli di masjid persfektif hukum islam (Studi Kitab Al-fiqh ‘ala al-Mazahib al-Arba ‘ah Karya Syaikh Abdurrahman al-jaziri)”, Iain purwakarto,.
Skripsi Ardyansyah Yacob 2011, “Persepsi masyarakat terhadap aktifitas jual beli di Masjid Agung An’nur Propinsi Riau Uin Sultan Syarif Kasim”,Riau.
Subhi as-Shalih 1997, “Ulum al-Hadis wa Musthalahul”, Beirut: al-Ilm Li al- Malayin.
Sumber: https://almanhaj.or.id/3072 -jual-beli-di-komplek-masjid-menjual-buku- buku-harokah.html di unduh pada tanggal 3 februari 2021
Suryadi 2016, “Pentingnya Memahami Hadis Dengan Mempertimbangkan Setting Historis Perspektif Yusuf al-Qardhawy”, Jurnal Living Hadis, Vol. 1, No. 1, Yogyakarta.
Syaikh Salim bin „ied al-Hilali , 2012, “Bahjatu al-Naz{irin Syarh Riyadi al- Salihin”, terj. A. Sjinqithy Djamaludin Jakarta: Pustaka Imam Asy- Syafi‟i.
Syuhudi Ismail , 1990, “Hadis Nabi Menurut Pembela Pengingkar dan Pemalsunya”, Jakarta: Gema Insani Press.
Syuhudi Ismail , 1992, “Metodologi Penelitian Hadis Nabi”, Jakarta: Bulan Bintang.
Syuhudi Ismail 2009, “Hadis Nabi yang Tekstual dan Kontekstual, (Telaah Ma’anil al-Hadis tentang Ajaran Agama Islam yang Universal, Temporal dan Lokal)”, Jakarta: Bulan Bintang.
Ulin Ni’am , 2015, “Metode Syarah Hadis”, Semarang: CV. Karya Abadi Jaya.
Wahbah az-Zuhaili 2011>, “Al-Fiqh al-Islami wa Adillatuhu”, terj. Abdul Hayyie al-Kattani, dkk ,Jakarta: Gema Insani.
77
78