Mura Praktek di BMT Hasanah pada saat faktur pembelian diterima dan transaksi mura Dari uraian di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terkait status kepemilikan mura Rumusan Masalah Tujuan Penelitian Fiqh adalah syara' yang bersifat praktis, yang diperoleh dengan proses istidlal atau istinbat (kesimpulan) dari sumber hukum yang benar. 23. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai alat yang cocok untuk mengetahui dan memahami secara mendalam transaksi-transaksi yang terjadi di BMT Hasanah, khususnya yang berkaitan dengan masalah mura Penelitian ini sangat bermanfaat bagi penulis untuk menambah pengalaman kuliah di lapangan dan juga untuk menambah khasanah ilmu penulis dan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan jenjang sarjana (S1). Kajian mura 26 Prila Astuti, “Kajian analisis penerapan Fatwa MUI No. 1 Tahun 2004 tentang Larangan Bunga Pembiayaan Mudha Lokasi yang penulis jadikan objek penelitian dalam skripsi ini adalah BMT Hasanah yang beralamat di Jln. BMT Hasanah Darul Fikri yang berlokasi di Kompleks Pesantren Darul Fikri, Bringin, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalah pertama Pengurus BMT Hasanah, dua orang pengelola BMT Hasanah, tiga pegawai BMT Hasanah, keempat bagian masyarakat yang menjadi nasabah di BMT Hasanah. Sumber data adalah objek, benda atau orang dimana peneliti mengamati, membaca atau menanyakan tentang data.30 Data disini meliputi data primer dan data sekunder. Data sekunder adalah data yang telah tersedia atau telah dipelajari oleh peneliti sebelumnya dan kemudian peneliti tambahan mengekstrak data untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Sumber data dalam penulisan tesis ini adalah perkataan dan perbuatan narasumber informan atau peneliti di BMT Hasanah Desa Jabung Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo yang meliputi pengurus, pengurus dan karyawan BMT Hasanah sebagai sumber data primer, sedangkan sumber data sekunder dalam penelitian ini sumber datanya berupa dokumen seperti sumber data tertulis. 35 Observasi adalah melakukan pengamatan langsung terhadap objek penelitian atau hal-hal yang menjadi sumber data. Wawancara awal dilakukan dengan karyawan dan manajer BMT Hasanah untuk memutuskan kemungkinan melanjutkan penelitian ini sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan dan definisi sumber data. Wawancara tahap selanjutnya dilakukan untuk mengetahui lebih jauh tentang BMT Hasanah mulai dari sejarah berdirinya BMT Hasanah, produk yang ditawarkan kepada masyarakat, jumlah pegawai, kemudian tentang akad mura Kemudian melakukan observasi dengan mengunjungi dan melihat langsung praktek pembiayaan mura Bab ini akan memaparkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti di daerah (BMT Hasanah Jabung, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo). Hasil laporan ini berupa data umum yang terdiri dari sejarah berdirinya BMT Hasanah, visi dan misinya, struktur organisasi, produk yang ditawarkan kepada masyarakat, kemudian pelaksanaan akad pembiayaan mura Kesimpulan diberikan sebagai jawaban atas rumusan masalah sedangkan saran diberikan sebagai masukan untuk pengembangan BMT atau lembaga keuangan non perbankan lainnya khususnya BMT Hasanah Kabupaten Ponorogo. Dalam buku Ascarya berjudul Akad dan Produk Bank Islam, ia mendefinisikan ide murabahah sebagai bentuk jual beli tertentu ketika penjual menyatakan biaya untuk memperoleh barang, termasuk harga barang dan biaya lain yang dikeluarkan untuk mendapatkan barang tersebut. , dan tingkat keuntungan (margin yang diinginkan) produk yang dibelinya dan menunjukkan tingkat keuntungan tambahan. Dalam bukunya yang berjudul Akutansi Transaksi Syariah, Sony Warsono mendefinisikan pengertian mura Namun bentuk jual beli ini kemudian digunakan oleh perbankan syariah dengan menambahkan beberapa konsep lain sehingga menjadi suatu bentuk pembiayaan.47 Dalam konteks perbankan, dalam pembiayaan ini bank tidak meminjamkan uang kepada nasabah untuk membeli barang tertentu. barang-barang. , tetapi bank untuk pembelian barang dari pihak ketiga. 46 Warkum Sumitro, Prinsip Perbankan Syariah dan Lembaga Terkait (BMI dan Takaful di Indonesia) (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002), 97. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta satu sama lain dengan sia-sia, kecuali melalui perdagangan yang bersifat sukarela di antara kamu.” 50. Berbeda dengan murabahah, dalam akad ini tidak ada unsur bunga, melainkan hanya digunakan selisih. Lebih lanjut, ayat ini mensyaratkan bahwa sahnya suatu transaksi murabahah harus didasarkan pada prinsip kesepakatan antara para pihak sebagaimana tertuang dalam suatu perjanjian yang menjelaskan dan memahami segala sesuatu yang berkaitan dengan hak dan kewajiban masing-masing pihak. لا ثاث ّنه ف Dalam jual beli mura Sony Warsono, semua biaya langsung harus diperhitungkan sebagai komponen yang menentukan besaran biaya mura Mengikat: penjual membeli barang berdasarkan pesanan dimana pembeli tidak dapat membatalkan transaksi mura Jika kita melihat janji nasabah dalam murabahah berdasarkan pesanan, bisa mengikat dan bisa tidak mengikat. PSAK 102: Akuntansi mura MUI/IX/2000 tanggal 16 September 2000 tentang Potongan Murabahah berdasarkan dasar hukum sebagai berikut: Salah satu prinsip dasar dalam mura Harga jual beli mura Di bank konvensional, diskon yang diterima dari pemasok atau pihak lain tidak perlu diberitahukan atau diserahkan kepada pelanggan bahkan menjadi pendapatan bank konvensional. Namun dalam transaksi murabahah, potongan harga yang diterima bank syariah dari supplier pada prinsipnya adalah milik nasabah sehingga mengurangi harga pokok barang yang diperdagangkan kepada nasabah. Jika potongan harga diterima dari pemasok setelah akad muraPenegasan Istilah
Kegunaan Penelitian
Telaah Pustaka
Metode Penelitian
Sistematika Pembahasan
Pengertian Mura<bah{ah
Dasar Hukum Mura<bah{ah
ABSTRAK
Bebas
49
0
0
Teks penuh
Dokumen terkait
41 THE CORRELATION BETWEEN TEST ANXIETY AND ENGLISH MASTERY OF ELEVENTH GRADE STUDENTS OF SMAN 1 BELITANG Riska Hasanah, Zuraida, Rita Hayati Abstract The objectives of this