• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ABSTRAK"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

v

ABSTRAK

Kota Semarang mengalami pertumbuhan dan perkembangan, salah satunya adalah jumlah penduduk yang meningkat menyebabkan urbanisasi sulit dikendalikan. Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perkotaan mengalami sulitnya daya beli untuk menjangkau tempat tinggal layak huni. Permukiman tumbuh secara tidak teratur dan menciptakan kawasan kumuh karena masyarakat miskin ingin menetap di kota namun jumlah hunian tersedia tidak dapat memenuhi kebutuhan.

Penanganan permukiman kumuh perlu dilakukan namun biaya yang diperlukan tidak sedikit.

Alternatif sumber pembiayaan diperlukan untuk melaksanakannya.

Konsep Land Value Capture (LVC) adalah konsep pembiayaan praktik mereformasi sistem pajak untuk mengumpulkan nilai lahan yang meningkat sebagai hasil dari adanya investasi publik atau perubahan aturan penggunaan lahan karena kebijakan pemerintah. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis LVC sebagai pembiayaan alternatif penanganan permukiman kumuh dengan studi kasus di Kelurahan Kaligawe. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif analisis deskriptif. Skema LVC terbentuk berdasarkan yang regulasi berlaku, sumber pembiayaan, dan sistem kelembagaan yang berhubungan dengan penanganan permukiman kumuh.

Bentuk penanganan yang dianggap mampu mengatasi kumuh di Kelurahan Kaligawe adalah pembangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pembangunan rusunawa dapat dilakukan dengan membentuk badan usaha atas kerja sama pemerintah dengan pengembang swasta.

Kenaikan nilai lahan pada Kelurahan Kaligawe adalah 10,2% tiap tahun, menandakan LVC berpotensi untuk diterapkan. Dana sewa yang dikeluarkan oleh pengembang swasta adalah sumber dana terbesar dalam pembangunan rusunawa. Asumsi nilai lahan pada tahun 2027 ketika pembangunan selesai adalah Rp 2.328.750/m2 yang sebelumnya pada tahun 2022 adalah Rp 1.863.000/m2. Pengembang swasta akan membayar besaran sewa sejumlah Rp 3.024.347.625 tiap tahunnya kepada Badan Usaha. Masa sewa dapat diperpanjang sesuai kontrak dan peraturan yang berlaku.

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa LVC berpotensi untuk diterapkan sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah kajian ulang dan pengesahan kebijakan yang dapat mendukung penerapan LVC. Penerapan LVC perlu didukung secara penuh oleh pihak yang terlibat, dalam kasus ini adalah Pemerintah Kota Semarang, Badan Usaha, dan Pengembang Swasta.

Kata kunci: Land Value Capture, permukiman kumuh, nilai lahan, rumah susun, pembiayaan alternatif.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan naiknya investasi permintaan pembiayaan pada bank syariah juga akan meningkat, dan selanjutnya akan berpengaruh terhadap rasio keuangan bank tetapi bila

Penulisan ini ingin mengetahui konsep koperasi, Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS) dan pembiayaan dalam ekonomi islam dan analisis kesesuaian praktik pembiayaan

Dari 30 % luas lahan yang dialokasikan untuk RTH tersebut, 20% diantaranya akan dicukupi oleh RTH Publik, yang dikembangkan pada area publik milik pemerintah. Adapun sisanya

difasilitasi menemukan topik yang akan dipelajari oleh mahsiswa, sampai dengan mengumpulkan data, menganalisis dan mengkomunikasikan hasil penyelidikan akan

Transaksi investasi lainnya di sisi kewajiban untuk sektor publik pada triwulan laporan mencatat defisit sebesar USD1,6 miliar, meningkat signifikan dibanding periode

1) Hasil pajak daerah yaitu Pungutan daerah menurut peraturan yang ditetapkan oleh daerah untuk pembiayaan rumah tangganya sebagai badan hukum publik. Pajak

Pelanggaran terhadap hak – hak masyarakat adat di Indonesia setiap tahun terus meningkat antara lain adalah perampasan terhadap lahan milik masyarakat adat, batas wilayah antar

1 Meskipun pajak dan manfaat pajak bukan merupakan satu-satunya faktor, maka keputusan tersebut bisa dipertimbangkan dalam praktik investasi asing di Indonesia, tapi merupakan salah