v
ABSTRAK
MULYADI. L(105 61 3205 09),dengan judul“Koordinasi Pemerintah dengan Kepolisian dalam Pengendalian Kriminalitas di Kelurahan Malewang Kecamatan Polongbangkeng Utara Kabupaten Takalar”. Di bawah bimbingan Dr. H. Muhammadiah, MM selaku Pembimbing I dan Drs. Ruskin Azikin, MMselaku Pembimbing II.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kepada masyarakat tentang Kriminalitas yang sangat meresahkan masyarakat, bagaimana Motivasi Remaja dalam mengkonsumsi minuman keras, upaya mengatasi dan faktor penyebab dari tindak kriminalitas, serta peran pemerintah dalam pengendalian kriminalitas.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilaksanakan di Kelurahan Malewang Kabupaten Takalar. Selain itu, penulis juga mewawancarai pihak-pihak yang berkaitan langsung dengan masalah yang dibahas, yaitu beberapa anggota Satuan Reserse dan Kriminal di Kepolisian Polsek Takalar, Aparat Kelurahan/RT/RW, Tokoh Masyarakat, dan instansi seperi KESBANG guna memperoleh informasi mengenai Motivasi Remaja dalam Mengkonsumsi Minuman Keras. Faktor penyebab, serta upaya-upaya yang dilakukan oleh aparat pemerintahan yang berwenang dalam menanggulangi Kejahatan dari tindak kriminalitas serta bagaimana koordinasi Pemerintah Terhadap Tindak Kriminalitas, Peneliti juga melakukan pengumpulan data-data berkenaan dengan objek penelitian yang berkaitan dengan masalah yang dibahas dalam penelitian ini.
Hasil yang diperoleh Penulis dalam penelitian ini, antara lain bahwa: (1) motifasi remaja dalam tindak kriminalitas dipengaruhi oleh mengkonsumsi minuman keras adalah motif rasa ingin tahu. Kesempatan, dan sarana dan prasarana. (2) Faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya kriminalitas, faktor lingkungan, faktor pengaruh minuman keras, faktor minimnya pendidikan formal, faktor pergaulan. (3) bahwa peran serta koordinasi pemerintah dalam pengendalian kriminalitas adalah pengawasan masih minim dalam hal yaitu :- Kurangnya kerjasama pemerintah setempat antara Polisi (Penyidik), RT/RW dengan masyarakat. - Kurangnya Pembinaan. yang mampu memberikan tindakan- tindakan persuasif. - kurangnya kegiatan-kegiatan patroli secara rutin; - serta masih minimnya komunikasi antara pemerintah setempat. Upaya aparat hukum yang berwenang dalam menanggulangi kriminalitas, meliputi upaya Preventif dan Represif.