• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "ABSTRAK"

Copied!
77
0
0

Teks penuh

Mengingat pentingnya karakter dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, maka perlu dilakukan pendidikan karakter secara tepat. Penelitian ini fokus pada nilai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo dan internalisasi nilai pendidikan karakter.

Pendekatan dan Jenis Penelitian

Kehadiran Peneliti

Lokasi Penelitian

Sumber Data

Teknik Pengumpulan Data

Wawancara terbuka artinya subjek dalam penelitian ini mengetahui dirinya sedang diwawancara dan juga mengetahui apa tujuan wawancara tersebut. Teknik dokumentasi dalam penelitian ini juga digunakan untuk memperoleh data berupa: sejarah berdirinya SDN 1 Nologaten Ponorogo, letak geografis, visi dan misi sekolah, struktur organisasi, sarana dan prasarana.

Analisis Data

Teknik dokumentasi ini digunakan dalam penelitian ini mengingat sumber ini selalu tersedia dan murah, terutama dari segi konsumsi waktu. Dalam penelitian ini, setelah semua data yang relevan telah dikumpulkan, untuk memudahkan analisis data yang kompleks, selanjutnya.

Pengecekan Keabsahan Temuan

Kita mengenal empat jenis triangulasi data sebagai teknik penyelidikan yang menggunakan: sumber, metode, peneliti dan teori.28 Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik triangulasi dengan sumber yang artinya membandingkan dan mengecek silang tingkat kredibilitas sumber. informasi yang diperoleh. melalui waktu dan alat yang berbeda, ke dalam metode kualitatif.

Tahapan-Tahapan Penelitian

Sistematika Pembahasan

Kajian Teori

Nilai Pendidikan Karakter

Dari sini dapat dipahami bahwa pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengajarkan budi pekerti, moral, tingkah laku dan kepribadian. Sejalan dengan itu, David Elkind dan Freddy Sweet menambahkan bahwa pendidikan karakter adalah upaya yang disengaja atau disadari untuk membantu masyarakat memahami, peduli, dan menerapkan nilai-nilai inti etika. Dari penjelasan tersebut dapat dipahami bahwa inti pendidikan karakter adalah suatu bentuk pengarahan dan bimbingan agar seseorang mempunyai perilaku yang baik sesuai dengan nilai-nilai moralitas dan keberagaman.

Pembentukan karakter hendaknya dimulai sejak anak masih balita karena pada masa ini mereka belum mempunyai pengalaman. Tujuan pendidikan karakter adalah untuk mengajarkan nilai-nilai kepada siswa dan bersama-sama melakukan inovasi cara hidup yang lebih menghargai kebebasan individu. 46Rohinah, Mengembangkan Karakter Anak, 41. . Dengan pendidikan karakter ini diharapkan degradasi moral yang dialami bangsa ini dapat dikurangi.

Artinya, pendidikan karakter bertujuan untuk mengklasifikasikan kebudayaan bangsa sendiri dan menyaring kebudayaan bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa, budi pekerti, harkat dan martabatnya. Ada delapan belas nilai pendidikan karakter yang sebaiknya diterapkan dalam setiap proses pendidikan atau pembelajaran.

Kerja Keras , tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan

Kreatif , berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki

Mandiri , sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas

Demokratis , cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama hak dan kewajiban dirinya dan orang lain

Rasa Ingin Tahu , sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang

Semangat Kebangsaan , cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas

Cinta Tanah Air , cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas

Menghargai Prestasi , sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi

Gemar Membaca , kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya

Tanggung Jawab , sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia

Ekstrakurikuler

Menurut Husni Rahim, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang berlangsung di luar jam mengajar yang tercantum dalam komposisi program sesuai dengan kebutuhan yang dipersyaratkan.53 Sedangkan menurut Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang dilaksanakan di luar jam pelajaran. jam mengajar tatap muka. , dilaksanakan di sekolah atau di luar sekolah untuk lebih memperkaya dan memperluas pengetahuan dan keterampilan yang dipelajari dari berbagai mata pelajaran kurikulum.54. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan di luar struktur pendidikan, yang dilaksanakan di luar jam mengajar normal dengan tujuan untuk memperkaya dan memperluas pengetahuan dan kemampuan siswa. Pada dasarnya pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler di dunia sekolah bertujuan untuk menggali dan memotivasi siswa dalam bidangnya.

Dengan berpedoman pada maksud dan tujuan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah, maka prinsip-prinsip program ekstrakurikuler dapat ditentukan. Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah akan memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi siswa, namun juga bagi efektivitas penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Oleh karena itu, pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler melibatkan banyak pihak sehingga memerlukan tingkat administrasi yang lebih tinggi.

Seperti halnya pembelajaran di kelas, kegiatan ekstrakurikuler akan berjalan lancar jika didukung dengan tersedianya fasilitas rekreasi yang memadai. Yang dimaksud dengan tersedianya fasilitas rekreasi adalah apakah terdapat fasilitas yang dapat disediakan sekolah untuk memudahkan siswa dalam mengikuti kegiatan waktu luang.63.

Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakurikuler

Untuk itu perlu adanya pembinaan diri yang masuk ke dalam hati agar tumbuh dari dalam diri.Nilai-nilai karakter seperti menghargai orang lain, disiplin, jujur, amanah, sabar, dan lain-lain dapat diintegrasikan dan diinternalisasikan dalam seluruh kegiatan sekolah, baik dalam kegiatan intra dan ekstra kurikuler 67 . Dalam buku Sri Narwanti dijelaskan bahwa penerapan nilai-nilai pendidikan karakter di sekolah dasar dilakukan dalam proses pembelajaran, pengembangan budaya sekolah, pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler, serta koordinasi keluarga. 68 Dalam hal ini penulis akan membahas tentang penanaman pendidikan karakter melalui kegiatan di luar sekolah. Nilai-nilai karakter dapat ditanamkan melalui kegiatan ekstrakurikuler khususnya futsal, salah satunya adalah karakter disiplin dan tanggung jawab yang rutin diterapkan saat latihan. Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa, sehingga siswa berdasarkan kesadarannya sendiri dapat membentuk nilai-nilai karakter dalam dirinya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan guru untuk menanamkan rasa tanggung jawab yang tinggi pada setiap siswa. 68 Sri Narwanti, Pendidikan Karakter (Yogyakarta: Familia Media Core Relations Group melakukan kesalahan, 3) Segala sesuatu ada konsekuensinya, 4) Sering mendiskusikan pentingnya tanggung jawab.69. Namun tetap diperlukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang baik dalam kegiatan ekstrakurikuler tersebut untuk melaksanakan pendidikan karakter bagi siswa.70.

Kegiatan ekstrakurikuler di sekolah dapat dijadikan jawaban terhadap pendidikan karakter yang bersifat universal dan mengandung nilai-nilai, sedangkan alokasi waktu yang tersedia terbatas, sehingga harus dicari upaya lain agar nilai-nilai tersebut terinternalisasi dalam diri setiap individu siswa sehingga tumbuh kesadaran. sebagai pribadi.agama .71.

Telaah Hasil Penelitian Terdahulu

Upaya internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter di MI Ma'arif Mayak Tonatan Ponorogo adalah: dengan memasukkan nilai-nilai karakter pada indikator setiap mata pelajaran, dengan menjalankan kantin kejujuran yang bertujuan untuk membentuk nilai-nilai tersebut. ​karakter kejujuran pada anak, serta dengan mencantumkan aktivitas di sekolah, kemudian juga memberikan hukuman kepada siswa yang melanggar peraturan sekolah. Dampak dari internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter di MI Ma’arif Mayak Tonatan Ponorogo adalah: siswa menjadi lebih bertanggung jawab, disiplin dan menjaga lingkungan, siswa tidak suka berkelahi, siswa lebih menghargai sesama siswa, siswa menjadi individu yang baik, siswa lebih mengikuti peraturan di sekolah. Sama dengan penelitian sebelumnya, keduanya mengkaji internalisasi nilai-nilai pendidikan karakter siswa.

Dan yang membedakan adalah penelitian ini dilakukan pada ekstrakurikuler sepak bola indoor dan sebelumnya pada budaya sekolah. Pada penelitian sebelumnya terdapat peneliti yang membahas mengenai kegiatan ekstrakurikuler yaitu: Ajidah Nur Rohmah NIM. Ekstrakurikuler di SDN Patihan Wetan Tahun Pelajaran dengan kesimpulan: kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan sebagai wadah pengembangan bakat siswa dan menyikapi banyaknya kompetisi pendidikan di sekolah yang semakin maju.

Perbedaan tinjauan pustaka dengan penelitian ini adalah penelitian di atas mengkaji tentang peran kepala sekolah dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler, sedangkan penelitian ini berkaitan dengan penerapan nilai-nilai karakter dalam ekstrakurikuler futsal.

DESKRIPSI DATA

Deskripsi Data Umum

  • Sejarah Singkat Berdirinya SDN 1 Nologaten
  • Letak Geografis SDN 1 Nologaten
  • Tujuan SDN 1 Nologaten
  • Sarana dan Prasarana SDN 1 Nologaten
  • Keadaan Guru dan Siswa SDN 1 Nologaten

Lokasi SDN 1 Nologaten berada di sebelah timur jalan raya dan ruang kelas belajar mengajar terletak tepat di sebelah jalan raya. Namun proses pembelajaran tidak terganggu dengan kebisingan kendaraan yang melintasi Jalan Raya Sultan Agung. Menjalin kerjasama yang baik dalam mewujudkan visi dan misi serta tercapainya tujuan pendidikan di SDN 1 Nologaten Ponorogo.

Sarana dan prasarana yang dimaksud merupakan komponen yang menentukan keberhasilan proses pendidikan dan pengajaran di SDN 1 Nologaten Ponorogo. Dengan sarana dan prasarana yang memadai maka proses belajar mengajar dapat berjalan dengan lancar, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara maksimal sesuai harapan. Sarana dan prasarana di SDN 1 Nologaten Ponorogo antara lain gedung sekolah yang layak, 10 ruang kelas kondisi baik, 1 ruang perpustakaan kondisi baik, ruang UKS, kantin, ruang kepala sekolah dan 2 ruang guru dalam kondisi baik dan.

Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses pendidikan, oleh karena itu kondisi guru harus diperhatikan. Sedangkan populasi siswa SDN 1 Nologaten berdasarkan data yang diperoleh peneliti di lapangan mencapai 253 siswa pada tahun ajaran 2014/2015.

Deskripsi Data Khusus

  • Data Tentang Penanaman Nilai Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakurikuler Futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo Tahun
  • Data Tentang Dampak Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakurikuler Futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo Tahun

Data Dampak Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Ekstrakurikuler Futsal SDN 1 Nologaten Ponorogo Pada Ekstrakurikuler Futsal SDN 1 Nologaten Ponorogo Tahun 2014/2015. Begitu pula dengan implementasi perolehan nilai-nilai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo juga berdampak pada keberlangsungan pembelajaran di lingkungan sekolah. Berdasarkan wawancara dengan Kepala SDN 1 Nologaten, pelaksanaan ekstrakurikuler futsal memberikan dampak yang sangat baik, demikian diungkapkan Hartoyo.

Di SDN 1 Nologaten sendiri, pelaksanaan ekstrakurikuler futsal memberikan dampak yang sangat baik terhadap perkembangan siswa. Permasalahan terkait dampak perolehan nilai pendidikan karakter dalam program ekstrakurikuler futsal lebih lanjut ditonjolkan dari penjelasan Didin Sumono yang merupakan pelatih futsal di SDN 1 Nologaten, bahwa. Lebih lanjut, dampak penerapan nilai-nilai pendidikan karakter pada program ekstrakurikuler futsal juga terlihat ketika siswa berada di dalam kelas, hal ini antara lain meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar siswa.

Saat jam istirahat, mereka yang mengikuti ekstrakurikuler sepak bola indoor bersama teman-teman lainnya bermain di halaman sekolah. Jadi dapat dikatakan dampak dari kegiatan ekstrakurikuler futsal di SDN I Nologaten cukup berhasil karena meningkatkan karakter setiap siswa.

ANALISIS DATA

  • Analisis Tentang Penanaman Nilai Pendidikan karakter Dalam Ekstrakurikuler Futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo Tahun 2014/2015
  • Analisis Tentang Dampak Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Dalam Ekstrakurikuler Futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo Tahun 2014/2015
  • Kesimpulan
  • Saran

Dalam ekstrakurikuler futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo banyak sekali materi yang menunjukkan betapa pentingnya ekstrakurikuler ini dalam kaitannya dengan keterlibatannya dalam internalisasi nilai pendidikan karakter. Saat itu, beliau menyampaikan upaya pembentukan nilai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler futsal adalah: (1) Mendorong pelatih untuk belajar cinta kepada Allah SWT. Dalam prosesnya, nilai pendidikan karakter pada peserta didik tidak dapat dilakukan sekaligus atau sekaligus.

Analisis Dampak Internalisasi Nilai Pendidikan Karakter Pada Ekstrakurikuler Futsal SDN 1 Nologaten Ponorogo Tahun 2014/2015 Ekstrakurikuler Futsal SDN 1 Nologaten Ponorogo Tahun 2014/2015. Begitu pula dengan implementasi internalisasi nilai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler sepak bola indoor di SDN 1 Nologaten Ponorogo. Dampak penerapan nilai-nilai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler sepak bola indoor juga terjadi di lingkungan sekolah dan di dalam kelas.

Pengenalan nilai-nilai pendidikan karakter pada ekstrakurikuler futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo adalah memperkenalkan beberapa nilai pendidikan karakter yang dapat dimasukkan dalam program ekstrakurikuler. Dampak penanaman nilai pendidikan karakter dalam ekstrakurikuler futsal di SDN 1 Nologaten Ponorogo sangat positif hal ini terlihat di tempat latihan, di lingkungan sekolah, di masyarakat dan juga di dalam kelas.

DAFTAR PUSTAKA

Referensi

Dokumen terkait

Based on the results of the analysis and discussion regarding the research and development of interactive teaching materials based on android applications for grade 5 elementary

simulated severe accident environments Kyungha Ryua, Inyoung Song b, Taehyun Leea, Sanghyuk Leea, Youngjoong Kima, Ji Hyun Kimb,* aResearch Division of Environmental and Energy