xii
ABSTRAK
Lintang Abu Bakar (11172520), Mohammad Fadli Hidayatulloh (11172145), Adesiana Fadila Astrisno (11172266), Yudha Ismhu Nandar (11172057), Pemanfaatan Limbah Serbuk Kayu Sebagai Bahan Campuran Bata Ringan Dengan Pemasaran Berbasis Web
Perusahaan penggergajian kayu dan kayu lapis menghasilkan limbah kayu dalam jumlah besar. Kapasitas produksi kayu gergajian Indonesia mencapai 2,6 juta m3, dan limbah mencapai 1,4 juta m3 setiap tahun. Limbah biasanya berupa potongan kayu kecil, serbuk kayu, sampah potongan tipis kayu dan serpihan kayu. Dikhawatirkan permasalahan lingkungan tersendiri dapat timbul apabila jumlah limbah kayu cenderung semakin meningkat secara signifikan, oleh karena itu perlu dilakukan sebuah upaya untuk mengurangi volume limbah serbuk kayu dengan memanfaatkan limbah tersebut menjadi bahan material lain. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan menjadikan limbah serbuk kayu sebagai bahan campuran dalam pembuatan bata ringan CLC (Cellular Lighweight Concrete). Dari segi kelayakan usaha penulis telah melakukan beberapa perhitungan seperti Break Event Point (BEP) menghasilkan produksi sebanyak 327 dengan syarat minimal produksi lebih dari sama dengan 194, Net Present Value (NPV) menghasilkan Rp.2.948.423,30 dengan syarat minimal lebih dari Rp.0 atau harus bernilai positif, Internal Rate of Return (IRR) menghasilkan nilai lebih besar dari bunga yaitu sebesar 69% > 10%, dan Payback Period (PP) menghasilkan periode pengembalian investasi selama 2 Bulan dengan syarat minimal periode pengembalian investasi harus kurang dari 3 bulan. Hasil tersebut menunjukan bahwa semua perhitungan telah memenuhi syarat, sehingga usaha ini layak untuk dijalankan.
Kata Kunci : Serbuk Kayu, Bata Ringan, Kelayakan Usaha
xiii ABSTRACT
Lintang Abu Bakar (11172520), Mohammad Fadli Hidayatulloh (11172145), Adesiana Fadila Astrisno (11172266), Yudha Ismhu Nandar (11172057), Utilization of Wood Powder Waste as a Light Brick Mix Material With Web-Based Marketing
Sawmills and plywood companies produce large amounts of wood waste. Indonesia's sawn timber production capacity reaches 2.6 million m3, and waste reaches 1.4 million m3 annually. Waste is usually in the form of small pieces of wood, wood grain, thin pieces of wood waste and wood chips. It is feared that environmental problems can arise if the amount of wood waste tends to increase significantly therefore it is necessary to make an effort to reduce the volume of wood grain waste by utilizing the waste into other materials. One way that can be done is to make wood grain waste as a mixed material in the manufacture of light brick CLC (Cellular Lighweight Concrete). In terms of business feasibility the author has done several calculations such as Break Event Point (BEP) produced 327 production with minimum production requirements more than equal to 194, Net Present Value (NPV) produced Rp.2,948,423.30 with a minimum requirement of more than Rp.0 or must be positive value, Internal Rate of Return (IRR) produces a greater value of interest of 69% >
10% , and Payback Period (PP) generates a period of return on investment for 2 Months with a minimum period of return on investment must be less than 3 months.
The results show that all calculations are eligible, so this effort is worth carrying out.
Keywords: Wood Grain, Light Brick, Business Feasibility