• Tidak ada hasil yang ditemukan

Adaptasi Alat Ukur Kecerdasan Emosi

N/A
N/A
Johndickstuth

Academic year: 2025

Membagikan "Adaptasi Alat Ukur Kecerdasan Emosi"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

ADAPTASI ALAT UKUR KECERDASAN EMOSI

Oleh :

Dr. Natris Idriyani, M.Si

FAKULTAS PSIKOLOGI

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2020

(2)

KAJIAN LITERATUR Definisi Kecerdasan Emosi

Pengertian dari kecerdasan emosi dalam penelitian ini menggunakan definsi teori dari Salovey & Mayer (1990) yang menjelaskan bahwa kecerdasan emosi merupakan sejumlah keterampilan memproses informasi yang berhubungan dengan keakuratan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain, dapat mengatur emosi secara efektif serta kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuan kehidupan.

2. Dimensi Kecerdasan Emosi

Salovey dan Mayer (1990) menjelaskan dimensi-dimesi dari : a. Pengungkapan emosi

Pengungkapan emosi adalah kemampuan seseorang dalam menilai emosi diri mereka dan dapat mengungkapkan secara verbal dan non verbal, selain itu mereka mampu menilai atau merasakan persepsi emosi orang secara verbal atau non verbal. Keterampilan ini memungkinkan individu untuk mengukur secara akurat respon afektif pada orang lain dan memilih perilaku adaptif sosial sebagai respons. Individu-individu seperti itu harus dianggap sebagai orang yang tulus dan hangat oleh orang lain, sementara orang-orang yang tidak memiliki keterampilan ini akan tampak tidak peduli dan tidak sopan.

b. Pengaturan emosi

Pengaturan emosi adalah mereka yang dapat mengatur emosi dalam diri mereka sendiri dan orang lain sehingga meningkatkan suasana hati mereka dan orang lain. Pengaturan emosi dapat membuat keadaan mood yang lebih adaptif dan menguatkan.Sebagian besar penelitian dalam ranah ini lebih memperhatikan suasana hati daripada emosi.Suasana hati, meskipun kurang intens dan umumnya

(3)

lebih tahan lama daripada emosi, harus diatur dan dikelola secara efektif oleh individu dengan keterampilan yang cerdas secara emosional.

c. Penggunaan emosi

Penggunaan emosi adalah kemampuan mereka untuk mengendalikan emosi mereka sendiri untuk memecahkan masalah.Suasana hati dan emosi mempengaruhi beberapa komponen dan strategi yang terlibat dalam pemecahan masalah.Individu juga berbeda dalam kemampuan mereka untuk mengendalikan emosi mereka sendiri untuk memecahkan masalah.

Variabel dan Operasionalisasi Variabel

Variabel dalam kajian alat ukur ini adalah kecerdasan emosi. Adapun definisi operasional dari kecerdasan emosi adalah sejumlah keterampilan memproses informasi yang berhubungan dengan keakuratan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain, dapat mengatur emosi secara efektif serta kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuan kehidupan (Salovey & Mayer, 1990), menurutnya kecerdasan emosi terbagi menjadi tiga dimensi, yaitu :

- Pengungkapan emosi dalam kecerdasan emosi adalah kemampuan dalam mengekspresikan emosi diri secara verbal dan non verbal serta mampu menilai presepsi verbal dan non verbal pada emosi orang lain.

- Pengaturan emosi dalam kecerdasan emosi adalah bagaimana seseorang mampu mengatur emosi yang ada pada dirinya dan mengatur emosi pada orang lain.

- Penggunaan emosi dalam kecerdasan emosi adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk berpikir kreatif, memiliki fleksibilitas terhadap rencana, mampu mengarahkan perhatian, dan memiliki motivasi yang baik

(4)

Alat Ukur Kecerdasan Emosi

Untuk mengukur kecerdasan emosi peneliti memodifikasi alat ukurAssesing Emotional Scale (AES) yang dikembangkan oleh Schutee, et.al.tahun 1998 dan dibuat berdasarkan teori Salovey &

Mayer tahun 1990. Proses modifikasi alat ukur dilakukan dengan mengubah pilihan jawaban yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), tidak sesuai(TS), sangat tidak sesuai(STS). Dimensi yang akan diukur dalam variabel ini adalah pengungkapan emosi, pengaturan emosi, dan penggunaan emosi.

Uraian blue print skala Assesing Emotional Scale (AES )dapat dilihat pada tabel 1 di bawah ini : Tabel 1. Blueprint Skala Kecerdasan Emosi

Dimensi Indikator No. Item Contoh Item

Pengungkapan Emosi

 Mampu

mengekspresikan emosi diri sendiri secara verbal

1, 4, 5, 7, 9, 10, 15, 18, 19, 22, 25, 29, 32

1. Saya mengetahui sat harus bicara tentang masalah pribadi kepada orang lain.

32. Saya dapat mengetahui perasaan orang-orang dengan mendengarkan suara mereka

 Mampu

mengekspresikan emosi diri sendiri dalam bentuk non verbal

 Mampu menilai presepsi nonverbal dari emosi orang lain

 Mampu menunjukkan empati pada orang lain Pengaturan

Emosi

 Dapat mengatur emosi pada diri sendiri

2, 3, 6, 8, 16, 12, 14, 21, 28*, 31

21. Saya mempunyai kendali emosi diri

31. Saya memanfaatkan suasana hati yang baik guna membantu diri untuk terus berupaya menghadapi rintangan

 Dapat mengatur emosi pada orang lain

Penggunaan Emosi

 Memiliki fleksibilitas terhadap perencanaan

11, 13, 30, 17, 20, 23, 24, 26, 27, 33*

20. Saya dapat menemukan ide-ide baru, saat dalam suasana hati positif,.

24. Saya memuji orang lain, saat mereka melakukan suatu kebaikan

 Mampu berpikir kreatif

 Mengarahkan perhatian

 Motivasi

(5)

Keterangan (*) :Unfavorable

Uji Validitas Konstruk Kecerdasan Emosi 3.4.3.1 Uji Validitas Kontruk Pengungkapan Emosi

Pada uji validitas konstruk pengungkapan emosi penulis menguji 13 item dari konstruk pengungkapan emosi.hasil uji awal validitas pengungkapan emosi didapat model satu faktor yang tidak fit, dengan Chi-Square = 346.42, df=65, P-value=0.00000, dan RMSEA=0.141karena hasil awal yang didapat model satu faktor tidak fit, maka penulis melakukan modifikasi sebanyak 20 kali. Setelah dilakukan modifikasi, didapat model satu faktor yang fit karena nilai P-value>0.05, yang berarti model dapat diterima, dengan Chi-Square =60.90, df= 45P-value=0.5707, dan RMSEA= 0.040Setelah didapatkan model satu faktor yang fit, langkah selanjutnya adalah melihat T-value dan koefisien muatan faktor setiap item, jika T-value> 1.96 dan koefisien muatan faktor positif maka item dapat dilanjutkan untuk dimasukkan ke dalam analisis data berikutnya, nilai T- value dan koefisien muatan faktor item pengungkapan emosi dapat dilihat pada tabel 3.7

Tabel 3.7 Muatan Faktor Item Pengungkapan Emosi

No. Item Koefisien Standar Error T-value Sginifikan

1 0.36 0.07 5.07 

2 0.60 0.06 9.24 

3 0.23 0.07 3.22 

4 0.49 0.07 7.39 

5 0.35 0.07 4.99 

6 0.48 0.07 7.13 

7 0.71 0.06 11.55 

8 0.81 0.06 14.15 

9 0.70 0.06 11.35 

10 0.65 0.06 10.10 

11 0.59 0.07 9.00 

12 0.52 0.07 7.93 

13 0.68 0.06 10.91 

Keterangan : tanda ( √ ) = signifikan ( t > 1.96), tanda ( X ) = tidak signifikan

Total 33

(6)

Berdasarkan tabel 3.7, semua item memiliki muatan koefisien yang signifikan dengan nilai T- value> 1.96 sehingga semua item dari pengungkapan emosi bisa diikutsertakan pada analisis berikutnya.

3.4.3.2 Uji Validitas Konstruk Pengaturan Emosi

Pada uji validitas konstruk pengaturan emosi penulis menguji 10 item dari konstruk pengaturan emosi.hasil uji awal validitas pengaturan emosi didapat model satu faktor yang tidak fit, dengan Chi-Square = 111.32, df=35, P-value=0.00000, dan RMSEA=0.100karena hasil awal yang didapat model satu faktor tidak fit, maka penulis melakukan modifikasi sebanyak 9 kali.

Setelah dilakukan modifikasi, didapat model satu faktor yang fit karena nilai P-value>0.05, yang berarti model dapat diterima, dengan Chi-Square =31.03df=26, P-value=0.22709, dan RMSEA=0.030 Setelah didapatkan model satu faktor yang fit, langkah selanjutnya adalah melihat T-value dan koefisien muatan faktor setiap item, jika T-value> 1.96 dan koefisien muatan faktor positif maka item dapat dilanjutkan untuk dimasukkan ke dalam analisis data berikutnya, nilai T- value dan koefisien muatan faktor item pengaturan emosi dapat dilihat pada tabel 3.8

Tabel 3.8 Muatan faktor item pengaturan emosi

No. Item Koefisien Standar Error T-value Sginifikan

1 0.50 0.07 7.16 

2 0.64 0.07 9.71 

3 0.54 0.07 7.93 

4 0.57 0.07 8.40 

5 0.60 0.07 8.97 

6 0.74 0.06 11.78 

7 0.65 0.07 9.82 

(7)

8 0.51 0.07 6.99 

9 0.22 0.08 2.83 

10 0.52 0.07 7.51 

Keterangan : tanda ( √ ) = signifikan ( t > 1.96), tanda ( X ) = tidak signifikan

Berdasarkan tabel 3.8, semua item memiliki muatan koefisien yang signifikan dengan nilai T-value > 1.96 sehingga semua item dari pengaturan emosi bisa diikutsertakan pada analisis berikutnya.

3.4.3.3 Uji Validitas Konstruk Penggunaan Emosi

Pada uji validitas konstruk penggunaan emosi penulis menguji 10 item dari konstruk penggunaan emosi. Hasil uji awal validitas penggunaan emosi didapat model satu faktor yang tidak fit, dengan Chi-Square = 126.23, df=35, P-value=0.00000, dan RMSEA=0.109 karena hasil awal yang didapat model satu faktor tidak fit, maka penulis melakukan modifikasi sebanyak 8kali.

Setelah dilakukan modifikasi, didapat model satu faktor yang fit karena nilai P-value>0.05, yang berarti model dapat diterima, dengan Chi-Square = 36.99, df=27, P-value=0.09535, dan RMSEA=0.041.

Setelah didapatkan model satu faktor yang fit, langkah selanjutnya adalah melihat T-value dan koefisien muatan faktor setiap item, jika T-value > 1.96 dan koefisien muatan faktor positif maka item dapat dilanjutkan untuk dimasukkan ke dalam analisis data berikutnya, nilai T-value dan koefisien muatan faktor item penggunaan emosi dapat dilihat pada tabel 3.9

Tabel 3.9 Muatan Faktor Item Penggunaan Emosi

No. Item Koefisien Standar Error T-value Sginifikan

1 0.19 0.07 2.69 

(8)

2 0.44 0.07 6.48 

3 0.85 0.06 14.88 

4 0.75 0.06 12.37 

5 0.79 0.06 13.19 

6 0.57 0.06 8.61 

7 0.35 0.07 4.97 

8 0.50 0.07 7.50 

9 0.55 0.07 8.29 

10 0.16 0.07 2.10 

Keterangan : tanda ( √ ) = signifikan ( t > 1.96), tanda ( X ) = tidak signifikan

Berdasarkan tabel 3.9, semua item memiliki muatan koefisien yang signifikan dengan nilai T-value> 1.96 sehingga semua item dari penggunaan emosi bisa diikutsertakan pada analisis berikutnya.

DAFTAR PUSTAKA

Salovey, P.& Mayer, J.D. (1990).Emotional intelligence.Imagination, Cognition And Personality, Vol. 9(3) 185-211, 1989-90

Schutte, N. S., Malouff, J. M., Hall, L. E., Haggerty, D. J., Cooper, J. T., Golden, C. J., &

Dornheim, L. (1998). Development and validation of a measure of emotional intelligence.Personality and Individual Differences, 25(2), 167–

177.doi:10.1016/s0191-8869(98)00001-4

LAMPIRAN

Hasil Uji Validitas Penggunaan Emosi

UJI VALIDITAS KONSTRUK PENGGUNAANEMOSI DA NI=10 NO=220 MA=PM

(9)

LA

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 PM SY FI=PENGGUNAANEMOSI.COR MO NX=10 NK=1 LX=FR TD=SY PH=ST LK

PENGGUNAANEMOSI

FR LX 1 1 LX 2 1 LX 3 1 LX 4 1 LX 5 1 LX 6 1 LX 7 1 LX 8 1 LX 9 1 LX 10 1 FR TD 7 1 TD 7 6 TD 8 7 TD 10 8 TD 10 9 TD 10 6 TD 10 4 TD 6 2

PD

OU SS TV MI

Hasil Uji Validitas Pengungkapan Emosi

UJI VALIDITAS KONSTRUK PENGUNGKAPANEMOSI DA NI=13 NO=220 MA=PM

LA

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 X11 X12 X13

(10)

PM SY FI=PENGUNGKAPANEMOSI.COR MO NX=13 NK=1 LX=FR TD=SY PH=ST LK

PENGUNGKAPANEMOSI

FR LX 1 1 LX 2 1 LX 3 1 LX 4 1 LX 5 1 LX 6 1 LX 7 1 LX 8 1 LX 9 1 LX 10 1 LX 11 1 LX 12 1 LX 13 1

FR TD 11 7 TD 5 4 TD 7 5 TD 10 5 TD 5 1 TD 13 12 TD 6 5 TD 11 3 TD 12 11 TD 12 8 TD 7 6 TD 11 8

FR TD 10 1 TD 13 1 TD 5 2 TD 9 5 TD 13 10 TD 8 3 TD 7 3 TD 9 1 PD

OU SS TV MI

Hasil Uji Validitas Pengaturan Emosi

UJI VALIDITAS KONSTRUK PENGATURANEMOSI

(11)

DA NI=10 NO=220 MA=PM LA

X1 X2 X3 X4 X5 X6 X7 X8 X9 X10 PM SY FI=PENGATURANEMOSI.COR MO NX=10 NK=1 LX=FR TD=SY PH=ST LK

PENGATURANEMOSI

FR LX 1 1 LX 2 1 LX 3 1 LX 4 1 LX 5 1 LX 6 1 LX 7 1 LX 8 1 LX 9 1 LX 10 1 FR TD 8 5 TD 2 1 TD 10 9 TD 9 3 TD 9 6 TD 4 1 TD 10 8 TD 8 7 TD 8 3 PD

OU SS TV MI

Skala Kecerdasan Emosi

NO PERNYATAAN SS S TS STS

(12)

1 Saya tahu kapan harus berbicara tentang masalah pribadi saya kepada orang lain.

2 Ketika saya dihadapkan dengan rintangan, saya ingat saat saya menghadapi rintangan yang sama dan teratasi

3 Saya berharap saya akan berhasil dengan baik pada sebagian besar hal yang saya coba.

4 Orang lain merasa mudah untuk percaya pada saya

5 Saya merasa sulit untuk memahami pesan non-verbal orang lain

*

6 Beberapa peristiwa besar dalam hidup saya telah mengarahkan saya untuk mengevaluasi kembali apa yang penting dan tidak penting

7 Ketika suasana hati saya berubah, saya melihat kemungkinan- kemungkinan baru

8 Gairah adalah salah satu hal yang membuat hidup saya layak dijalani.

9 Saya menyadari emosi saya ketika saya mengalaminya 10 Saya mengharapkan hal-hal baik terjadi

11 Saya suka berbagi emosi dengan orang lain

12 Ketika saya mengalami perasaan positif, saya tahu bagaimana membuatnya bertahan lama

13 mengadakan acara yang orang lain nikmati

14 Saya mencari kegiatan yang membuat saya bahagia.

(13)

15 Saya mengetahui pesan non-verbal yang saya sampaikan ke orang lain.

16 Saya menampilkan diri saya dengan cara yang membuat kesan baik pada orang lain

17 Ketika saya dalam suasana hati yang positif, menyelesaikan masalah adalah mudah bagi saya

18 Dengan melihat ekspresi wajah mereka, saya mengenali emosi yang dialami orang-orang

19 Saya tahu penyebab emosi saya berubah

20 Ketika saya dalam suasana hati yang positif, saya dapat menemukan ide-ide baru

21 Saya memiliki kendali atas emosi saya

22 Saya dengan mudah mengenali emosi saya ketika saya mengalaminya

23 Saya memotivasi diri sendiri dengan membayangkan hasil yang baik untuk tugas yang saya ambil

24 Saya memuji orang lain ketika mereka telah melakukan sesuatu dengan baik

25 Saya mengetahui pesan non-verbal yang dikirim orang lain 26 Ketika orang lain memberi tahu saya tentang peristiwa penting

dalam hidupnya, saya hampir merasa seolah-olah saya sendiri pernah mengalami peristiwa ini

(14)

27 Ketika saya merasakan perubahan emosi, saya cenderung memunculkan ide-ide baru

28 Ketika saya dihadapkan dengan tantangan, saya menyerah karena saya yakin saya akan gagal

29 Saya tahu apa yang orang lain rasakan hanya dengan melihat mereka.

30 Saya membantu orang lain merasa lebih baik ketika mereka sedang down

31 Saya menggunakan suasana hati yang baik untuk membantu diri saya terus berusaha dalam menghadapi rintangan

32 Saya bisa tahu bagaimana perasaan orang-orang dengan mendengarkan nada suara mereka

33 Sulit bagi saya memahami apa yang orang lain rasakan atas apa yang terjadi pada mereka

(15)

RESUME NOVELTY ADAPTASI ALAT UKUR KECERDASAN EMOSI

Karya tulis ilmiah yang dibuat kali ini adalah dalam bentuk adaptasi alat ukur Psikologi.

Judul dari karya tulis ini adalah “Adaptasi Alat Ukur Kecerdasan Emosi” denga kekhasan dan kebaruan versi Indonesia. Tujuan dari dibuatnya adapatasi alat ukur iini adalah untuk memperkaya khazanah keilmuan dalam bidang Psikologi terkait dengan assessmen dan pengembangan alat ukur kecerdasan emosi individu. Teori utama yang digunakan dalam menjelaskan mengenai kecerdasan emosi adalah dari Salovey dan Mayer (1990). Konsep ini menjelaskan mengenai arti dari kecerdasan emosi dan juga dimensi-dimensinya. Menurutnya kecerdasan emosi adalah sebagai sejumlah keterampilan memproses informasi yang berhubungan dengan keakuratan penilaian tentang emosi diri sendiri dan orang lain, dapat mengatur emosi secara efektif serta kemampuan mengelola perasaan untuk memotivasi, merencanakan, dan meraih tujuan kehidupan. Adapun dimensi-dimensi dari kecerdasan emosi, yakni: pengungkapan emosi, pengaturan emosi dan penggunaan emosi. Proses adaptasi alat ukur ini sudah melalui proses uji validitas dan reliabilitas.

Tertanda Natris Idriyani Penulis

Referensi

Dokumen terkait

Alat ukur mekanik merupakan perkakas/alat yang digunakan untuk mengukur dimensi peralatan atau benda kerja mekanik pada bengkel mekanik.. Terdapat dua jenis alat ukur yaitu

Kecerdasan emosional dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengelola, mengekspresikan dan mengendalikan emosi dalam hal ini kecerdasan emosi diukur berdasarkan

Selain itu alat ini juga atau biasa disebut AVO (ampere, volt, dan ohm) meter yang artinya suatu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengukur kuat arus listrik (I)

Untuk itu diperlukan suatu perancangan alat ukur yang lebih praktis yaitu mengukur nilai resistor, induktor dan kapasitor hanya dengan satu alat ukur,range

Kecerdasan Emosi untuk mencapai

Pada panduan wawancara Selman terdapat empat domain yang diukur, namun dalam penelitian adaptasi alat ukur ini, peneliti mengambil kemampuan perspective taking

Pada tahap uji coba, alat ukur Refleksi Diri Adaptif mengukur tiga dimensi refleksi diri yaitu reaksi emosi, konten pikiran dan penghindaran yang terdiri dari 99

Alat ukur penelitian berupa Skala Persepsi Pada Beban Kerja Guru Sertifikasi, Skala Kecerdasan Emosi dan Skala Stres Kerja Guru yang Telah Disertifikasi yang diberikan kepada seluruh