• Tidak ada hasil yang ditemukan

Afifah Mukhibatul 126407213085 Guide

N/A
N/A
Akisya Olga

Academic year: 2025

Membagikan "Afifah Mukhibatul 126407213085 Guide"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Afifah Mukhibatul Khoirina Nim : 126407213085

Kelas : Parsya 4C

Merdeka > News

Marak Warga Rusia Jadi Pemandu Wisata Ilegal di Bali Buat Warga Resah

Rabu, 3 Juli 2019 02:17Reporter : Moh. Kadafi

turis di pantai bali. ©2017 AFP PHOTO/SONNY TUMBELAKA

Merdeka.com - I Nyoman Nuarta selaku Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, menyampaikan bahwa warga Negara Rusia yang menjadi tour guide ilegal di Pulau Bali sudah marak dan membuat para pelaku usaha wisata geram.

(2)

"Sebenarnya sudah dari dulu ada WNA Rusia yang melakukan kegiatan menjadi pemandu ilegal di Bali. Cuman dari tahun yang lalu sangat meningkat WNA Rusia jadi guide di Bali," kata Nuarta saat dikonfirmasi via telepon, Selasa (2/7) sore.

Menurut Nuarta, dengan adanya warga Rusia yang menjadi tour guide ilegal di Bali, tentu sangat mengganggu pariwisata karena akan merusak harga tour pasar Rusia.

"Mereka tidak kena pajak, mengambil lahan pekerjaan anggota kami di lapangan dan membawa citra buruk buat pariwisata karena informasi yang di berikan sama wisatawan tidak pass," imbuhnya.

Nuarta juga menjelaskan, pihak hanya sebatas melaporkan akan maraknya warga Rusia yang menjadi tour guide ilegal di Bali. Namun, untuk kewenangan untuk hal tersebut adalah para steakholder terkait.

"Tetapi, stakeholder yang punya kewenangan itu tidak pernah melakukan hal-hal yang sifatnya kongkrit, eksekusi ke lapangan. Terkait dengan laporan yang kami sampaikan,"

jelasnya.

Nuarta juga menceritakan, mengapa sebagai warga Rusia berani menjadi tour guide ilegal di Bali. Karena, yang menjadi tour guide tersebut adalah warga Rusia yang sudah tertangkap dan dideportasi dari Thailand, sehingga mereka memilih untuk pindah ke Indonesia khususnya di Bali.

"Warga negara Rusia ini yang melakukan kegiatan itu kan orang-orang yang terdeportasi dari Thailand. Karena di Thailand sekarang melakukan betul-betul penegakan hukum yang keras dan tegas disana," ungkapnya.

(3)

Menurut Nuarta, jika sudah di deportasi warga Rusia tersebut tidak akan kembali ke negara asalnya. Karena, akan dianggap seorang yang kriminalis.

"Maka salah satu caranya adalah pindah ke negara yang lain. Nah negara lain yang dipilih itu adalah negara Indonesia, utamanya Bali. Kenapa, karena masih ada oknum- oknum penegak hukum yang mau menerima suap, masih mau di bayar oleh karena itu marak di Bali," ujarnya.

Nuarta juga menjelaskan, untuk modus operansinya para warga Rusia tersebut berbeda dengan yang dulu. Kalau dulu, warga Rusia tersebut masuk melalui travel agent yang menggunakan warga asing. Namun, untuk saat ini modus operansinya mereka lebih mudah dengan lewat travel agent dan mereka bisa deteksi dan melakukan kegiatan mandiri.

"Jadi contoh begini, setiap malam dia nongkrong. (misalnya) di Nusa Dua ketemu sama tamu Rusia diajak minum dibayarin. Sambil dia menjual produknya," ujarnya.

"Dia menjual produk itu tidak sama dengan travel agent yang formal. Dia menjual produk semaunya mereka. Ada yang lebih mahal tergantung tournya, ada yang lebih murah sekali. Artinya, ada tiga hal implikasinya, satu dia merusak tatanan niaga paket Rusia, kedua dia tidak membayar pajak, ketiga adalah kesempatan kerja diambil oleh sebagian mereka," jelas Nuarta.

Nuarta juga menjelaskan, jika travel agent yang normal itu sesuai dengan paket tour Rusia dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali yang membuat produk paket tour tersebut.

"Paket Rusia, (Misalnya) ke Kintamani satu orang hampir 65 (ribu) dollar. Kalau ke Kintamani (Warga Rusia) bisa dibuka 35 atau 40 dollar. Kadangn lebih murah, karena

(4)

disana tamunya tanpa lunch umpamanya dia yang menjual lunch disana dengan harga mahal begitu," ujarnya.

Perlu diketahui juga, untuk kunjungan wisatawan asal Rusia ke Bali, dari bulan Januari sampai Mei 2019 mencapai 64.113 orang.

a) Tanggapan terhadap kasus diatas, jika diposisi sebagai:

 Guide

Menurut pendapat saya, tindakan tersebut sangat merugikan bagi guide daerah setempat. Terlebih lagi tour guide tersebut illegal yang artinya turis asing bisa dilebihkan harganya dan tidak sesuai dengan harga normal pada umumnya. Sebagian guide illegal ini juga sudah kerap kali ditegur oleh stakeholder setempat tetapi mereka tetap ngeyel.

 Pemilik travel agent

Sebagai travel agent juga sangat dirugikan. Karena pada umumnya tour guide harus berasal dari sebuah agent yang menanungi

wisatawan yang membutuhkan tour guide. Jika pekerjaan itu diambil secara illegal oleh mereka, agent juga sangat rugi besar, pasalnya pekerjaan mereka diambil begitu saja tanpa ada izin khusus dari pemerintah.

 Masyarakat yang berada dilingkungan DWT

Biasanya sebagai warga local yang berada didaerah wisata tersebut

juga dirugikan. Pasalnya jika pada tour guide yang legal mereka biasa

(5)

menawarkan kerja sama antar masyarakat dengan tour guide.

Seperti menawarkan penginapan (include breakfast,lunch,dinner) yang harganya normal pada umunya. Tetapi pada kasus tour guide illegal ini wisatawan hanya mendapatkan guidenya saja yang

sebenarnya informasinya kurang dan fasilitas yang diberikan begitu sangat tidak memadai tetapi harga yang dibandrol begitu tinggi.

b) Solusi atas kasus terkait

Pemerintah harus segera menindak lanjuti laporan tersebut sebelum maraknya oknum lain yang ikut-ikutan. Terlebih pemerintah juga harus tegas dalam setiap tindakan yang ada.

c) Proteksi agar tidak terjadi dimasa yang akan datang

Untuk saat ini pemerintah masih berusaha untuk mencegah adanya kasus-

kasus lain seperti itu. Perlu juga adanya tindakan tegas agar pelaku jera dan

tidak mengulangi perbuatan yang merugikan banyak pihak.

Referensi

Dokumen terkait