• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akad-akad dalam syariah

N/A
N/A
Mutiara Armelita

Academic year: 2023

Membagikan "Akad-akad dalam syariah"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

MENGENAL AKAD – AKAD SYARI’AH Oleh : DIAT KARDIAT, SHI., M.Sy

(2)

PENGERTIAN

# Akad syariah adalah istilah yang digunakan untuk menyebut jenis perjanjian atau kesepakatan

dalam transaksi syariah#

(3)

3 Klaster Akad Syari’ah

A. Akad Jual Beli Barang

B. Akad Jual Beli Jasa/Manfaat

C. Akad Kerjasama Usaha

(4)

A. JUAL BELI BARANG

1. Muraabahah

2. Istishna’

3. Salam

4. Tawarruq

(5)

A.1. Muraabahah

Murabahah adalah akad transaksi dimana penjual menyatakan harga beli produk kepada pembeli dan pembeli membeli dengan harga lebih sebagai perolehan laba penjual.

Keuntungan harga disepakati oleh kedua belah pihak.

Sehingga pihak pembeli mengetahui harga beli produk dan margin keuntungan yang didapatkan oleh penjual.

(6)

A.2. Salam

Salam adalah akad transaksi dimana pembeli memesan produk dan melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada pembeli, kemudian pembeli akan memproses produk sesuai permintaan pembeli dengan syarat dan jangka waktu tertentu. Penerapan akad salam dapat dilihat dari sistem pembelian secara pre-order.

(7)

A.3. Istishna’

Istishna’ yaitu jual beli produk dengan sistem pemesanan terlebih dahulu kepada penjual berdasarkan syarat dan kriteria tertentu, kemudian pihak penjual baru melakukan proses pembuatannya. Sekilas mirip

dengan akad salam,

perbedaannya adalah produk akad istishna' diproduksi sesuai permintaan pembeli.

(8)

A. 3. Tawarruq

Tawarruq adalah dimana anggota yang membutuhkan tersebut membeli komuditas dari koperasi. Kemudian dijual kepada nasabah dengan janji akan dijual kepada pihak ketiga sehingga yang bersagkutan akan mendapatkan uang tunai. Misalnya anggota butuh uang 5 juta, maka kemudian koperasi menjual komuditas 5 juta dengan cara tidak tunai. Kemudian anggota menjual komuditas yang dibeli tersebut kepada pihak ketiga dengan tunai, dan selanjutnya angota tersebut membayar angsuran kepada koperasi. Dengan demikian yang bersangkutan mendapatkan uang tunai.

(9)

B. JUAL BELI JASA

1. Wadi’ah

2. Wakalah

3. Kafalah bil ujroh

4. Ijarah

5. Ijarah bil’iqtina/muntahiyah bittamlik

(10)

B.1. Wadi’ah

Wadi’ah merupakan akad transaksi dengan skema penitipan barang/uang antara pihak pertama dan pihak kedua. Sehingga pihak pertama sebagai pemilik dana/barang telah mempercayakan asetnya kepada pihak kedua sebagai penyimpan aset.

Oleh sebab itu, pihak kedua (lembaga keuangan syariah) harus menjaga titipan nasabah dengan selamat, aman, dan utuh.

(11)

B.2. Wakalah

Wakalah adalah akad akad syariah dengan sistem perwakilan antara salah satu pihak kepada pihak lain. Akad ini banyak diterapkan pada transaksi pembelian barang luar negeri atau impor untuk menyusun Letter of Credit atau meneruskan permintaan pembeli.

(12)

B.3. Kafalah

Kafalah yaitu akad penjaminan salah satu pihak kepada pihak lain. Penerapan akad kafalah biasa dijumpai pada pembelian produk beserta garansi. Pada bidang jasa, akad ini digunakan dalam menyusun garansi atas suatu proyek.

(13)

B.4. Ijarah

Ijarah adalah pembiayaan dengan sistem sewa antara kedua belah pihak. Salah satu pihak sebagai penyewa membayar kepada pihak lain (pemilik produk) untuk mendapatkan manfaat atau hak guna atas produk yang dipinjam tanpa memindahkan kepemilikan barang tersebut.

(14)

B.5. Ijarah Muntahia bittamlik

Ijarah Muntahiyah bit Tamlik adalah jenis akad syariah dimana penyewa membayarkan sejumlah dana untuk memperoleh manfaat atas produk tersebut, tetapi pihak penyewa dapat mengambil opsi pemindahan hak milik produk tersebut di akhir transaksi

(15)

C. KERJASAMA USAHA

1. Mudharabah

2. Mudharabah Muqayyadah

3. Musyarakah

4. Musyarakah Mutanaqisah

(16)

C.1. Mudharabah

Mudharabah adalah jenis akad syariah berbentuk kerjasama usaha antara pihak pemilik modal dan pihak pengelola modal dengan kesepakatan tertentu.

Besaran pembagian laba ditentukan di awal perjanjian. Sedangkan apabila terjadi kerugian, maka pemilik modal akan menanggung sepenuhnya dengan catatan pengelola tidak melakukan kesalahan atau kelalaian disengaja atau melanggar kesepakatan.

(17)

C.2. Mudharabah Muqayyadah

Akad ini memiliki pengertian sama dengan akad mudharabah, yaitu akad kerja sama antara pemilik dana dengan pengelola.

Bedanya dengan akad mudharabah, jika akad mudharabah muqayyadah terdapat ketentuan yang disyaratkan oleh pemilik modal terkait obyek usaha. Sehingga pengelola dana harus menjalankan usaha sesuai ketetapan dari pemodal. Biasanya akad Mudharabah Muqayyadah digunakan dalam bisnis berprospek tinggi.

(18)

C.3. Musyarakah

Musyarakah merupakan akad berbentuk kerja sama usaha dimana masing-masing pihak menyetorkan dana sebagai modal dengan porsi sesuai kesepakatan. Sehingga modal dari berbagai pihak disatukan untuk menjalankan suatu usaha.

Kemudian usaha tersebut dikelola oleh salah satu dari pemodal atau meminta bantuan pihak ketiga sebagai pegawai.

(19)

C.4.

Musyarakah Mutanaqishoh

Musyarakah Mutanaqisah adalah akad kerja sama antar pihak untuk membeli suatu produk atau aset. Nantinya, salah satu pihak akan membeli produk secara utuh dengan melakukan pembayaran bertahap pada pihak lain. Dalam lembaga keuangan syariah, akad Musyarakah Mutanaqisah biasa digunakan pada pembiayaan proyek dengan nasabah. Pihak nasabah akan mencicil modal pokok kepada perbankan syariah, tetapi pengelolaan usaha tetap beraktivitas dengan modal tetap.

(20)

D. PINJAM MEMINJAM

Qardhul Hasan

Rahn (Gadai)

(21)

D.1. Qardhul Hasan

Qardhul Hasan adalah sistem transaksi syariah dimana nasabah meminjam dana talangan yang dibutuhkan segara dalam periode singkat.

Sehingga uang tersebut akan dikembalikan secepatnya kepada bank

(22)

D.2. Rahn (Gadai)

Rahn adalah perjanjian dalam pegadaian suatu barang atau aset dari pihak satu kepada pihak lain. Jadi nasabah meminjam uang kepada lembaga keuangan syariah dengan memberikan jaminan berupa aset atau barang berharga, tetapi pihak perbankan syariah hanya

membebankan biaya

pemeliharaan aset kepada nasabah.

(23)

باوّصلاب ملعأ هللاو ةمحرو مكيلع املّسلاو

هتاكربو هللا

Referensi

Dokumen terkait

Ijarah Mumtahiyah Bittamlik disebut juga dengan ijarah wa iqtina adalah akad sewa menyewa antara pemilik objek sewa ( lessor ) dan penyewa ( lessee ), atas barang yang

bahawa Ijarah muntahiyah bi tamlik adalah selaras dengan Syariah sekiranya ia menetapi beberapa syarat yang telah ditetapkan antaranya ialah aktiviti. sewaan

1) Pada saat diawal akad, permohonan fasilitas pembiayaan yang diajukan oleh PT. X adalah fasilitas pembiayaan Ijarah Muntahiyah Bit Tamlik, sehingga ketentuan penyusutan

Diantara produk populer pada Perbankan Syariah yang tidak ada di bank konvensional yaitu Ijarah dan Ijarah Muntahia Bit-Tamlik (IMBT), dalam hal ini penulis menemukan bahwa akad

Dasar penerapan transaksi antara perusahaan leasing syariah nasabah melalui akad Ijarah Al Muntahiyah bi Al Tamlik dengan berdasar adalah Fatwa Dewan Syariah Nasional

Wal Ijarah Muntahiyah Bit tamlik dalam pembiayaan kongsi kepemilikan rumah Syariah(KP RS) Baiti Jannati di BNI Cabang Pekalongan. dan pustaka dan interview.

Diantara produk populer pada Perbankan Syariah yang tidak ada di bank konvensional yaitu Ijarah dan Ijarah Muntahia Bit-Tamlik (IMBT), dalam hal ini penulis menemukan bahwa akad

Akad Ijarah Muntahiya Bit Tamlik memfasilitasi transaksi ijarah, yang pada akhir masa sewa, penyewa diberi hak pilih untuk memiliki barang yang disewa dengan cara