PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sedangkan berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam nomor: 26/Pdt.G/2018/PN.Lbp telah memutus perkara pembatalan lelang eksekusi hak tanggungan. Akibat Hukum Pembatalan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan Atas Perbuatan Ilegal oleh Bank, Keputusan No.
Rumusan Masalah
Ketua Mahkamah Agung membatalkan penyitaan hak gadai hipotek penggugat karena lelang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Apa akibat hukum dari pembatalan lelang pelaksanaan hak tanggungan atau perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Bank?
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Manfaat praktis bagi penulis untuk menambah wawasan hukum perdata yang berlaku dalam lelang penyitaan hak tanggungan. Melalui penelitian ini, kami berharap dapat lebih memahami penilaian hukum gugatan perdata, khususnya dalam mengetahui penyelesaian gugatan dan menganalisis aspek-aspek pasal-pasal yang dikandungnya.
Hipotesis
Namun seringkali timbul permasalahan dalam prosesnya, yaitu tuntutan hukum melawan hukum yang dilakukan oleh pihak bank. Sesuai dengan uraian di atas, dapat menjadi dasar gugatan di pengadilan untuk membatalkan lelang penegakan hak tanggungan karena perbuatan melawan hukum bank.
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Umum tentang Akibat hukum
Perjanjian yang mengikat menjadi undang-undang, Pasal 1338 KUH Perdata menjelaskan bahwa semua perjanjian yang telah dibuat dengan sah menjadi undang-undang bagi yang mengikatnya. Perjanjian yang dibentuk secara sah mempunyai kuasa untuk mengikat dan memaksa pelaksanaan perjanjian dan memberikan kepastian hukum kepada pihak yang telah memeterainya.
Tinjauan Umum tentang Lelang Eksekusi
Bahwa penggugat telah memberikan jaminan berupa tanah dan bangunan sebagai jaminan pelunasan hutang/kewajibannya kepada tergugat I sesuai dengan sertifikat hak milik no. Lubuk Pakam I-II terdaftar atas nama PT. Bank CIMB Niaga Tbk) dan memberikan pinjaman kredit kepada penggugat sebesar Rp. Mengingat majelis kini akan memeriksa dan mempertimbangkan permohonan penggugat secara keseluruhan;
Bahwa Majelis Hakim selanjutnya akan mempertimbangkan seluruh bukti-bukti surat dan saksi-saksi yang diajukan baik oleh penggugat maupun tergugat melalui kuasa hukumnya sebagaimana di atas. Mengingat seperti dalam gugatan penggugat disebutkan tergugat I melakukan perbuatan melawan hukum karena penjualan harta benda milik penggugat dianggap tidak berdasarkan prosedur hukum yang sah. Mengingat berdasarkan uraian pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas, penggugat berhasil membuktikan pokok-pokok perkara.
Mengingat hal tersebut di atas, maka dalil para penggugat pada angka 2 permohonan gugatannya terbukti dan dapat dikabulkan;
Tinjauan Umum tentang Hak Tanggungan
Tinjauan Umum tentang Perbuatan Melawan Hukum
Jadi, pasal ini tidak mengatur tentang rechtmatigedaad, melainkan mengatur syarat-syarat untuk meminta ganti rugi atas kerugian yang timbul akibat perbuatan melawan hukum.27. Dengan kata lain, dahulu perbuatan melawan hukum diartikan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan hak dan kewajiban hukum menurut undang-undang. Berdasarkan ketentuan Pasal 1365 B.W, tuntutan ganti rugi atas perbuatan melawan hukum harus memenuhi syarat atau unsur sebagai berikut.
Berdasarkan kutipan artikel di atas, secara umum terkesan membatasi cakupan dampak berdasarkan suatu perbuatan melawan hukum. Akibat hukum dari perbuatan melawan hukum mempunyai akibat bagi pelakunya maupun orang-orang yang melakukan pergaulan hukum berupa pekerjaan yang mengakibatkan terjadinya perbuatan melawan hukum.
Tinjauan Umum tentang Bank
Pengertian Bank dalam Pasal 1 Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Kegiatan Perbankan, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 1998 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992, selanjutnya diklaim dengan Undang-Undang Perbankan Tahun 1998, mengatakan bahwa “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk tabungan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman dan/atau bentuk lain untuk meningkatkan taraf hidup orang banyak. jaminan yang ditentukan oleh undang-undang. Agunan yang timbul karena suatu perjanjian merupakan suatu jaminan yang khusus, secara hukum timbul hanya karena adanya perjanjian antara bank dengan nasabah atau pemberi agunan.
Jaminan perseorangan diatur dalam Pasal 1820 KUH Perdata, jaminan ini menimbulkan hubungan langsung dengan orang tertentu, dimana pihak ketiga untuk kepentingan debitur (kreditur) menyanggupi untuk memenuhi kewajiban debitur (debitur) apabila orang itu sendiri ( debitur) tidak memenuhinya. Hak gadai diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Gadai atas tanah dan benda-benda yang berkaitan dengan tanah.
METODE PENELITIAN
Waktu dan Tempat penelitian
- Waktu Penelitian
- Tempat Penelitian
Metodologi Penelitian
- Jenis Penelitian
- Sifat Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Analisis Data
Menimbang bahwa terhadap gugatan Penggugat, Kuasa Hukum Tergugat I mengajukan Eksepsi dan Jawaban yang intinya sebagai berikut. Bahwa kami dengan rendah hati memperkenankan Tergugat I untuk menjelaskan kepada Penggugat bahwa sesuai dengan ketentuan UU No. Dalam pelaksanaan Lelang Eksekusi, agunan milik Penggugat dimenangkan oleh Saudara Agus Heriadi selaku kuasa hukum PT.
Majelis hakim yang mempertimbangkan, mengadili, dan memutus perkara ini menolak gugatan penggugat untuk seluruhnya dan menjatuhkan hukuman kepada penggugat untuk membayar. Mengingat terhadap gugatan penggugat, kuasa hukum tergugat IV telah mengajukan eksepsi dan tanggapan, pada pokoknya sebagai berikut. Mengingat untuk membuktikan dalil-dalil gugatan, maka kuasa hukum penggugat mengajukan bukti berupa surat berikut ini.
Mengingat bahwa terhadap permohonan para penggugat gugatan nomor 1, maka permohonan-permohonan berikut ini harus dipertimbangkan terlebih dahulu, apakah dikabulkan seluruhnya atau sebagian.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Prosedur perikatan Oleh Nasabah di Perbankan
- Penyelesaian Sengketa Alternatif di Perbankan
- Pertimbangan Hukum Pututsan dalam Perkara No.26/Pdt. G/2018/ PN.Lbp
Pembahasan
- Mekanisme Pembatalan Lelang Eksekusi atas Perbuatan Melawan Hukum
- Akibat Hukum atas Pembatalan Lelang Eksekusi Hak Tanggungan atas
KESIMPULAN DAN SARAN
KESIMPULAN
Ketentuan lelang penegakan hipotek atas perbuatan melawan hukum perbankan di Indonesia diatur dalam Pasal 224 HIR/258Rbg yang mengatur bahwa lelang penegakan harus dilakukan berdasarkan keputusan pengadilan negeri setempat, dan Pasal 200(1) HIR/216 Rbg yang menyatakan bahwa lelang denda merupakan kelanjutan dari lelang denda sesuai dengan Pasal 200(1) HIR/216 Rbg, maka denda tersebut harus disita terlebih dahulu oleh ketua pengadilan negeri, dalam hal ini Bupati Lubuk Pakam. pengadilan. Mekanisme pembatalan lelang eksekusi karena perbuatan melawan hukum diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan PMK no. Peraturan PMK no. 106/PMK.06/2013 pasal 26 ayat (1-6) yang berisi (1) pembatalan lelang atas permintaan penjual dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi penjual; (2) Pembatalan lelang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diajukan secara tertulis disertai alasannya dan harus sudah diterima oleh petugas lelang paling lambat sebelum dimulainya lelang; 3) dalam hal terjadi pembatalan sebelum pelelangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penjual dan petugas lelang wajib memberitahukan hal tersebut kepada peserta lelang pada saat pelelangan; (4) dihapus; (5) termasuk pembatalan pelelangan atas permintaan penjual, apabila penjual tidak hadir pada pelelangan sehingga menyebabkan pelelangan dibatalkan; (6) Pembatalan lelang atas permintaan penjual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (5) dikenakan pembatalan biaya lelang sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang Jenis dan Tarif Jenis Barang. negara bebas pajak. Pendapatan yang berlaku di Kementerian Keuangan. Akibat hukum pembatalan lelang sita hipotek mempunyai beberapa dampak bagi peserta lelang.
Akibat hukum yang ada terhadap benda lelang tersebut adalah benda lelang tersebut akan kembali pada keadaan semula, yaitu menjadi benda jaminan yang dipegang oleh pemegang sertifikat hipotek.
SARAN
Buku
Undang-Undang
Sifat saling melengkapi dari hak tanggungan ditegaskan dalam Pasal 10 ayat (1) UU No. 4 Tahun 1996, tentang hak tanggungan atas tanah dan hal-hal yang berkaitan dengan penggunaan tanah (UUHT) yang berbunyi. Pemberi hak tanggungan dapat berupa orang perseorangan atau badan hukum, yang ingat pernah melakukan perbuatan melawan hukum terhadap obyek hak tanggungan. Dalam perjanjian hak tanggungan terdapat dua pihak yang mengikat, yaitu sebagai berikut.
Pemegang hak tanggungan yaitu orang atau pihak yang mempunyai hak tanggungan sebagai jaminan menurut debitur yang diberikannya. Maksud hak tanggungan dalam Pasal 4 Ayat (1) UU No. 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan menjelaskan bahwa hak atas tanah yang dapat dibebani dengan hak tanggungan: 22. Namun selain hak-hak tersebut, ternyata pasal 4 ayat (2) UUHT memperluas hak atas tanah yang dapat dijadikan jaminan. hutang selain hak atas tanah sebagaimana dimaksud dalam pasal 4 ayat (1) UUHT, tujuan hak tanggungan juga dapat berbentuk.
Permasalahan penelitian ini berkaitan dengan akibat hukum pembatalan lelang pelaksanaan hak tanggungan akibat perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh bank.
Lain-lain
Oleh karena itu gugatan penggugat tanggal 19 Februari 2018 mengandung kekurangan formil, sehingga gugatan penggugat harus ditolak seluruhnya atau setidak-tidaknya dinyatakan tidak dapat diterima (Niet Onvantkelijke Verklaard);-. bahwa besarnya utang/kewajiban penggugat kepada tergugat I per tanggal 31 Juli 2009 menurut surat teguran terakhir no. Penggugat sehubungan dengan pelaksanaan lelang pemberlakuan hak tanggungan atas barang jaminan milik penggugat, sesuai dengan surat no: 400/RL/RMLWG-SMT/X/2009 tanggal 8 Oktober 2009, perihal sampai dengan pemberitahuan lelang eksekusi ulang. hak tanggungan ditujukan kepada Bapak/Ibu Sania Mustami, Jl.
Menimbang bahwa oleh karena diberikannya kesempatan kepada penggugat untuk menghadirkan saksi-saksi, maka kuasa hukum penggugat menghadirkan dua (dua) orang saksi yang memberikan keterangan yaitu. Menimbang bahwa penggugat dalam gugatannya mendalilkan bahwa benar penggugat meminjam uang senilai Rp. enam ratus juta rupiah, dengan angsuran selama jangka waktu 7 (tujuh tahun) kepada tergugat I yaitu PT Bank CIMB, yang mana atas pinjaman tersebut penggugat telah mengajukan sertifikat hak milik No. 89 atas nama penerima hak Victor Maruli, S.Sos, berlokasi di Jalan Tengku Raja Muda No. 27 Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara; Menimbang bahwa, setelah pengadilan memeriksa isi gugatan penggugat, jawaban tergugat I dan tergugat IV, jawaban penggugat, serta duplikat tergugat I dan tergugat IV, berdasarkan bukti-bukti surat dan pernyataan itikad baik. , saksi-saksi yang diajukan penggugat, majelis hakim mempertimbangkan hal yang paling penting dalam perkara ini, yaitu: mengenai lelang harta kekayaan milik penggugat yaitu sertifikat hak milik No. 89 atas nama Victor Maruli, S. Sos yang kepemilikannya telah beralih menjadi milik tergugat I yaitu sertifikat atas nama Bank CIMB, apakah telah sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, sehingga dianggap oleh penggugat sebagai perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam gugatan penggugat.
Mengingat berdasarkan hal tersebut, tergugat I mencoba dengan bukti surat T.I.5 sampai dengan T.I.7 untuk mengeluarkan surat panggilan/teguran tertulis kepada penggugat untuk pelunasan kewajiban akibat keterlambatan pembayaran angsuran kredit. , termasuk bunga. dan denda yang menurut tergugat I karena tidak dipenuhinya kewajiban penggugat, akhirnya tergugat I menjual di lelang sertifikat hak milik no. 89 atas nama Victor Maruli S.Sos yang menjadi jaminan dalam perjanjian kredit, dengan menggunakan tata cara yang sah yaitu dengan pembuktian surat T.I.8 yaitu dengan pemberitahuan lelang pemberlakuan hak tanggungan pada hari Rabu, September 16, 2009 sampai.