AKSIOLOGI
Ilmuwan klasik menganggap bahwa teori-teori dan riset adalah bebas nilai: ilmu pengetahuan bersifat netral, berupaya mendapat fakta
sebagaimana tampak dalam dunia nyata. Tidak dipengaruhi oleh pertimbangan apapun. Jika pandangan pribadi ilmuwan tercampur, maka menghasilkan ilmu yg bias.
Posisi lain dalam isu ini adalah ilmu pengetahuan adalah tidak bebas nilai.
APAKAH ILMU BEBAS NILAI?
1. Untuk apa pengetahuan tersebut digunakan?
2. Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral?
IT'S NOT JUST ABOUT COMMUNICATION;
IT'S ABOUT IMPACT.
Axios; logos
Axios (nilai), logos (ilmu) suatu acuan atau panduan yang dimiliki manusia untuk melakukan pertimbangan tentang sesuatu.
Aspek aksiologi fi lsafat membahas tentang masalah nilai atau moral yang berlaku di kehidupan manusia. Dari aksiologi, secara garis besar munculah dua cabang fi lsafat yang membahas aspek kualitas hidup
manusia yaitu etika dan estetika.
ESTETIKA
Estetika memberikan perhatian pada sifat keindahan, seni, rasa, selera,
kreasi serta apresiasi mengenai suatu keindahan.Secara ilmiah, estetika
didefinisikan sebagai ilmu mengenai nilai-nilai yang dihasilkan dari emosi- sensorik yang biasa dikenal dengan sebutan sentimentalis atau cita rasa ETIKA
Bidang ilmu yang membahas
tentang moralitas nilai baik atau buruk, etika tersebut bisa di
definisikan sebagai nilai-nilai
atau norma-norma yang menjadi pegangan manusia juga
masyarakat yang mengatur tingkah lakunya.
ETIKA NORMATIF Etika normatif sering disebut filsafat
moral (moral philosophy) atau etika filsafati (philosophical ethics). Etika ini
mempelajari alasan filosofis tindakan
yang berkaitan dengan etika seseorang. TELEOGIS
DEONTOLOGI
WRITING FOR NEWSLETTERS Suatu perilaku baik jika buah dari perilaku itu lebih banyak untung daripada ruginya,
dimana untung dan rugi ini dilihat dari indikator
kepentingan manusia.
Cabangnya adalah etika utilitarianisme dan hedonisme.
Moralitas suatu tindakan ditentukan oleh sebab-sebab yang
menjadi dorongan tindakan itu
Lalu dalam konteks atau aplikasi di
ilmu komunikasi, etika apa yang sebaiknya dipilih?
Contoh kasus:
Seorang wartawan membuntuti, menyadap telepon, mengamati keluarga tersangka korupsi guna
mengungkap kasus tersebut. Apakah wartawan tersebut melanggar etika?
Seorang PR ditugaskan untuk memperbaiki reputasi
perusahaan, pada akhirnya dia berbohong. Apakah
wartawan tersebut melanggar etika?
ESTETIKA
Estetika juga mengalami perkembangan dari zaman ke zaman.
Pada akhir abad ke 19 muncul konsep yang namanya 'medium specifity. Estetika dipandang sebagai kekhasan dari wahana, atau suatu lukisan atau objek dipandang indah sesuai dengan bentuk aslinya.
Akhirnya muncul juga gerakan seni sebagai estesisis. Yaitu seni harus dipandang sebagai seninya.
Pada akhirnya pada peralihan abad 20 ke 21 muncul gerakan baru yang dinamakan estetika relasional.
Bahwa estetika itu bukan hanya perkara indah atau tidak indah, bahwa seni itu perlu dilihat dari hubungan antara seniman dan masyarakat di sekitarnya.
Dengan kata lain, estetika tidak hanya terbatas pada seni. Tapi menyangkut pada produksi/karya dari manusia.
Dengan kata lain dalam komunikasi juga menyangkut nilai-nilai estetika dan pada akhirnya moralitas. Menurut Kant:
• baik yang indah dan agung yang memiliki tujuan mengacu pada moral.
• Apa yang indah mempersiapkan kita untk menyukai apa yang tidak menarik sama sekali.
• Apa yang agung mempersiapkan kita untuk mencintai dan
menyukai sesuatu yang bahkan sangat bertentangan dengan keinginan kita sendiri.
ESTETIKA
Estetika dan kaitannya dengan ilmu komunikasi mempermasalahkan keindahan karya komunikasi yang diproduksi oleh manusia.
Ilmu Komunikasi lalu dianggap sebagai sebuah sarana ekspresi sosial dan ekspresi personal atas suatu realitas.
ESTETIKA EKSTRINSIK ESTETIKA INTRINSIK
Estetika ekstrinsik berkaitan dengan kegunaan dari seni
tersebut.
Estetika intrinsik berkaitan dengan nilai seni dari produk/karya seni/artikel/penelitian tersebut.
Apa kursi-kursi ini estetis? Baik secara nilai seni dan nilai moral?
Apakah penelitian dirancang untuk menuju perubahan sosial atau hanya untuk membangun pengetahuan?
Ini berkaitan dengan etika dan estetika ekstrinsik dari suatu penelitian, apakah penelitian harus memiliki manfaat praktis?