• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aktualisasi Aqidah Aswaja Dalam Kehidupan Masyarakat

N/A
N/A
Rosa Seran

Academic year: 2024

Membagikan "Aktualisasi Aqidah Aswaja Dalam Kehidupan Masyarakat"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH

AKTUALISASI AQIDAH ASWAJA DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT

DISUSUN OLEH:

kelompok 6

1. Muhammad adil wijaya ( 20065014002) 2. Siti nur jannah ( 23232624)

3. Era febbianti nur aini ( 22061014006)

FAKULTAS AGAMA ISLAM

UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur Alhamdulillah saya panjatkan kehadirat Allah SWT atas Rahmat Hidayah dan Inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah “Aktualisasi Aqidah Aswaja Dalam Kehidupan Masyarakat”.Tepat pada waktunya,

Penyusun berharap tulisan ini bisa memberikan wawasan luas untuk memahami tentang isi dari makalah. Selain itu penyusun berharap tulisan ini dapat menjadi dasar pengantar dan pemenuhan materi perkuliahan.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan tugas makalah ini masih jauh dari kesempurnaan maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca yang bersifat sangat membangun, penulis mengharapkan demi kesempurnaan makalah ini dan semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu penyusunan tulisan ini. Semoga Allah SWT memberkati kita semua.

(3)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...i

DAFTAR ISI...ii

A. Latar Belakang...1

BAB II PEMBAHASAN...2

A. Doa Untuk Orang Meninggal...2

B. Tahlilan...4

C. Ziarah Kubur...5

D. Talqinul Mayyid...6

BAB III PENUTUP...9

A. KESIMPULAN...9

DAFTAR PUSTAKA...10

(4)

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang

Sejarah diterimannya kehadiran Islam di Nusantara dengan kondisi keagamaan masyarakat yang menganut paham animisme (Hindu-Budha), tidak bisa dilepaskan dari cara dan model pendekatan dakwah para mubaligh Islam kalaitu yang ramah dan bersedia menghargai kearifan budaya dan tradisi lokal. Sebuah pendekatan dakwah yang terbuka dan tidak antisipati terdapat nilai-nilai normatifdi luar Islam, melainkan mengakulturasikannya dengan membenahi penyimpangan-penyimpangan di dalamnya memasukkan ruh-ruh keislaman kedalam subtstansinya. Maka lumrah jika kemudian corak amaliah ritualitas muslim Nusantara (khususnya Jawa) hari ini, kita saksikan begitu kental diwarnai dengantradisi dan budaya khas lokal, seperti ritual selametan, kenduri, dan lain-lain.

Amaliah keagamaan seperti itu tetap dipertahankan karena kaum Nahdliyyin meyakini bahwa ritual-ritual dan amaliyah yang bercorak lokaltersebut. Hanyalah sebatas teknis atau bentuk luaran saja, sedangkan yang menjadi substansi didalamnya murni ajaran-ajaran Islam. Dengan kata lain, ritual-ritual yang bercorak tradisi lokal hanyalah bungkus luar, sedangkan isinya adalah nilai-nilai ibadah yang dianjurkan oleh Islam.

Dalam pandangan kaum Nahdliyyin, kehadiran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Bukanlah untuk menolak segala tradisi yang mengakar menjadikultur budaya masyarakat, melainkan sekedar untuk melakukan pembenahan-pembenahan dan pelurusan-pelurusan terhadap tradisi dan budaya yang tidaksesuai dengan risalah Rasulullah saw. Budaya yang telah mapan menjadi nilainormatif masyarakat dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam akan mengakulturasikannya bahkan mengakuinnya sebagai bagian dari budaya dantradisi Islam itu sendiri. Dalam hal ini, Rasululullah saw. Bersabda:apa yang dilihat orang Muslim baik, maka hal itu baik disisi Allah." (HR.Malik).Kendati demikian, amaliah dan ritual keagamaan kaum Nahdliyin sepertiitu, sering mengobsesi sebagian pihak untuk menganggapnya sebagai praktikpraktik sengkritisme, mitisme, khurafat, bid'ah bahkan syirik.

Anggapan demikian sebenarnya lebih merupakan subyektifitas akibat terjebak dalam pemahaman Islam yang sempit dan dangkal serta tidak benarbenar memahami hakikat amaliah dan ritual-ritual hukum Nahdliyyin tersebut.Pihak-pihak yang seperti ini, wajar apabila kemudian dengan mudah melontarkan'tuduhan' bid'ah atau syirik terhadap amaliah dan ritualitas kaum Nahdliyyin,seperti ritual tahlilan, peringatan Maulid Nabi, Istighfar, Pembacan berzanji,Manaqib, Ziarah kubur, dan amaliah-amaliah lainnya. Tuduhan-tuduhan bid'ah seperti itu, sangat tidak berdasar baik secara dalil maupun ilmiah, dan lebih merupakan sikap yang mencerminkan kedangkalan pemahaman keislaman. Sebab sekalipun demikian terdapat kaidah fiqh yang menyatakan: “hukum asal ritual ibadah adalah haram”.

(5)

BAB II PEMBAHASAN

A. Doa Untuk Orang Meninggal

Dalam ajaran Islam, seorang muslim dianjurkan untuk mendoakan kepergian orang yang sudah meninggal dunia. Anjuran ini didasarkan pada hadis yang tercantum dalam kitab al-Adzkar an-Nawawi, yang menyebutkan: "Dari Ummu Salamah Radhiyallahu'anha, ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda,

“Ketika kalian menyaksikan orang sakit atau meninggal maka berkatalah yang baik.

Sesungguhnya malaikat mengamini terhadap apa yang kalian katakan.” (HR. Muslim).

Ketika ada orang yang meninggal, sebaiknya kita mengucapkan doa sebagai berikut:

“Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha)’uqbaa hasanah”

Artinya: “Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik.” Saat membacanya sesuaikan dengan dlamir (kata ganti orang), boleh dibaca “wa la hu” bila yang meninggal adalah seorang laki-laki dan “wa la ha” bila yang meninggal adalah seorang perempuan. Doa di atas bersumber dari kisah Ummu Salamah ketika ia mengadu kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

(Ummu Salamah) berkata: "Ketika Abu Salamah wafat, aku menemui Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, Abu Salamah telah meninggal.'

Doa di atas bersumber dari kisah Ummu Salamah ketika ia mengadu kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam. (Ummu Salamah) berkata: "Ketika Abu Salamah wafat, aku menemui Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, lalu berkata: 'Wahai Rasulullah, Abu Salamah telah meninggal.' Beliau bersabda: 'Ucapkanlah:

"Allahummaghfirli wa lahu wa’qibni minhu ‘uqbaa hasanah" (Ya Allah, ampunilah aku dan dia, dan berikanlah kepadaku darinya pengganti yang baik)".' (Ummu Salamah) berkata: "Aku membacanya, lalu Allah memberikanku ganti yang lebih baik setelah dia, yakni

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

(6)

Doa untuk orang meninggal laki-laki

“Allaahummaghfir lahu warham hu wa’aafi hii wa’fu anhu wa akrim nuzula hu wa wassi’

madkhola hu waghsil hu bilmaai wats-tsalji walbarodi wanaqqi hi minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minaddanasi wa abdil hu daaron khoiron min daari hi wa ahlan khoiron min ahli hi wazaujan khoiron min zaoji hi wa adkhil hul jannata wa ‘aidz hu min

‘adzaabil qobri wa fitnati hi wa min ‘adzaabin naar.”

Artinya: "Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula.

Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka."

Doa untuk orang meninggal perempuan

Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’

madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahli ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Artinya: "Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya,

(7)

luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka." Selain membaca doa untuk mayit , diiringi pula dengan melantunkan surat Al-Fatihah agar mayyit mendapatkan ketenangan di alam kubur.

B. Tahlilan

1. Pengertian Tahlil

Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang.kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya. Begitu juga tahlilan seringdilakukan secara rutin pada malam jum'at dan malam-malam tertentu lainnya.

Bacaan ayat-ayat al-Qur'an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapatmayoritas ulama' boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut.

2. Berdasarkan beberapa dalil, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya;

Dari sahabat Ma'qal bin Yasar r.a. bahwa Rasulallah s.a.w. bersabda: surat Yasin adalah pokok dari al-Qur'an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosadosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian. (H.R. Abu Dawud, dll)

Adapun beberapa ulama juga berpendapat seperti Imam Syafi'i yang mengatakan bahwa

(8)

Bahwa, disunahkan membacakan ayat-ayat al-Qur'an kepada mayit, dan jikasampai khatam al-Qur'an maka akan lebih baik.

Bahkan Imam Nawawi dalam kitab Majmu'-nya menerangkan bahwatidak hanya tahlil dan doa, tetapi juga disunahkan bagi orang yang ziarah kuburuntuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an lalu setelahnya diiringi berdoa untuk mayit.

Begitu juga Imam al-Qurthubi memberikan penjelasan bahwa, dalil yangdijadikan acuan oleh ulama' kita tentang sampainya pahala kepada mayit adalahbahwa, Rasulallah saw pernah membelah pelepah kurma untuk ditancapkan diatas kubur dua sahabatnya sembari bersabda "Semoga ini dapat meringankankeduanya di alam kubur sebelum pelepah ini menjadi kering".

Imam al-Qurtubi kemudian berpendapat, jika pelepah kurma saja dapat meringankan beban si mayit, lalu bagaimanakah dengan membaca-bacaan al-Qur'an dari sanak saudara dan teman-temannya Tentu saja bacaan-bacaan al-Qur'an dan lainlainnyaakan lebih bermanfaat bagi si mayit.

Abul Walid Ibnu Rusyd Juga Mengatakan:

Seseorang yang membaca ayat al-Qur'an dan menghadiahkan pahalanya kepadamayit, maka pahala tersebut bisa sampai kepada mayit tersebut.

C. Ziarah Kubur

1. Ziarah kubur menurut Rasulallah SAW

Kita telah diperintahkan untuk ziarah kubur, Rasulallah s.aw. dan para sahabat juga menjalankan ziarah kubur. Jadi tidak ada dasar yang sama sekali untuk menganut ziarah kubur, karena kita semua tahu bahwa Rasulallah pernah ziarah ke Makam Baqi' dan membagikan kata-kata yang ditujukan kepada para ahli kubur di Makam Baqi' tersebut.

(9)

2. Dalil-dalil tentang ziarah kubur

ArtinyaRasulallah s.a.w bersabda: Dahulu aku telah melarang kalianberziarah ke kubur. Namun sekarang, berziarahlah kalian ke sana. (H.R.Muslim)

Artinya: Dari Abu Hurairah r.a. Berkata, Rasulallah s.a.w. bersabda: Aku meminta ijin kepada Allah untuk meminta ampunan bagi ibuku, tetapi Allah tidak mengijinkan. Kemudian aku meminta ijin kepada Allah untukberziarah ke makam ibuku, lalu Allah mengijinkanku. (H.R. Muslim)

Artinya: Dalam riwayat yang lain dari Abu Hurairah bahwa: Nabi s.a.w.

ziarah ke makam ibunya kemudian menangis lalu menangislah orang-orang sekitarnya.

D. Talqinul Mayyid

Susunan bacaan talqin mayit ini bisa dikatakan tidak terpisahkan dari keislaman masyarakat di Nusantara. Bacaan talqin mayit dapat ditemukan dalam buku-buku kumpulan doa yang masyhur.

Mulai dari kitab Majmū’ Syarīf, buku Yasin dan Tahlil, kitab Perukunan Melayu, hingga kitab kumplan doa yang klasik seperti Maslaku al-Akhyār karya Sayyid

‘Uthmān bin Yaḥyā sebagaimana dikutip dari NU Online.

Berikut susunan bacaan talqin mayit ini beserta transliterasi dan terjemahnya,

لهللإإ لل للإإ

ُهلد ْحلو ُا لكْيإرلش لل

،ُهلل

ُكْلُملا ُهلل

ُهلللو

ُدْْْملحلا ىإيْحُي

، ُتْيإمُيلو لوُْْهلو

ّيلح

ٌمإئالد

، ُت ْوُملي لل إهإدْْليإب

ُرْْْيلخلا

ُلْْلعْفلي الم

ُءا لْْشلي لوُْْهلو ىلللع

ّلُْْك

ٍء ْي لْْش

،ٌرْيإدْْلق

ّلُْْك

ٍسْفلن

ُةْْلقإئالذ

إت ْولملا الملنإإلو

لن ْولفلوُت

ْمُكلر ْوُجُأ لم ْولي

،إةْْلماليإقلا

ْنلملف لحإزْْْحُز إرالنلا إنلع

للْْإخْدُألو لةلنلجلا

ْدْْلقلف

،لزالف الملو

ُةاليلحلا اليْنّدلا

ُعالتلم للإإ إر ْوُرُغلا

Lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, lahul mulku wa lahul hamdu yuhyī wa yumītu, wa huwa dā’imun lā yamūtu, bi yadihil khayru, yaf‘alu mā yasyā’u, wa huwa

(10)

‘alā kulli syay’in qadīrun. Kullu nafsin dzā’iqatul mawti, wa innamā tuwaffawna ujūrakum yaumal qiyāmati, fa man zuhziha anin nāri wa udkhilal jannaha fa qad fāza, wa mal hayātud duniyā illā matā‘ul ghurūri.Tiada Tuhan selain Allah, tiada patut ada sekututu bagiNya. Hanya Dia yang berhak menerima pujian, Dia yang menghidupkan dan mematikan. Dia yang seantiasa Maha Hidup, tidak pernah mati. Di genggaman- Nya ada kebaikan.

Dia Maha berkuasa untuk melakukan apa yang Dia kehendaki. Setiap yang bernyawa (jelas) akan merasakan kematian,dan ganjaran bagi kalian (yang bernyawa) akan diberikan di hari kiamat. Maka siapa yang dianugerahi jauh dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga maka ia (sungguh) beruntung. Dan, kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan yang semu.

Sekarang, engkau sudah berada di bawah tanah dan diantara pasukan orang mati. Maka saat datang kepadamu (-ki = perempuan) dua malaikat yang diutus menemuimu, mereka adalah Munkar dan Nakir, maka jangan engkau merasa kaget (-yufzi’āki = perempuan) juga takut.

Karena sesungguhnya dua malaikat itu adalah ciptaan Allah ‘azza wa jalla juga. Jika kedua malaikat bertanya kepadamu: “siapa Tuhanmu?”; “siapa Nabimu?”; “apa agamamu?”;

“kemana kiblat ibadahmu?”; “siapa imammu?”; “dan siapa saudaramu?”,

maka jawablah mereka berdua dengan lisan yang lancar lagi keyakinan yang benar: “Allah Tuhanku, Muhammad Nabiku, Ka’bah kiblat ibadahku, al-Quran imamku, dan orang muslim lagi beriman adalah saudaraku.

” Dan katakan juga, “Aku ridha Allah Tuhanku, Islam Agamaku, Muhammad Saw. Nabi dan Rasulku, berdasarkan itu semua aku dihidupkan dan atas keyakinan itu juga aku diwafatkan dan jika Allah menghendaki, karena itu pula aku kelak dibangkitkan sebagai bagian dari orang-orang yang beriman.”

(إتإبالثلا إلْولقلاإب ُا إكلتلبلث) إتإبالثلا إلْولقلاإب ُا لكلتلبلث 3 ) x)

Allah kuatkan dirimu (-ki= perempuan) dengan ucapan yang tegas (kalimat tauhid)

(11)

إكّبلر ىللإإ يإعإج ْرا ،ُةلنإئلمْطُملا ُسْفلنلا اْْلهُتليلأ الي ،إةلرإخلا يإفلو اليْنّدلا إةاليلحلا يإف إتإبالثلا إل ْولقلاإب ا ْوُنلمآ لنْيإذللا ُا ُتّبلثُي يإتلنلج يإلُخْدالو يإدالبإع يإف ىإلُخْدالف ،ًةليإضْرلم ًةليإضالر

Allah kuatkan kepada orang-orang yang beriman dengan ucapan yang tegas (kalimat tauhid) tidak hanya di kehidupan dunia dan akhirat. Wahai jiwa-jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhan-Mu dengan kondisi ridha dan Tuhan pun ridhai, bergabunglah bersama para hamba- Ku, di dalam surga-Ku.

(12)

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN

Dalam pandangan kaum Nahdliyyin, kehadiran Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw. Bukanlah untuk menolak segala tradisi yang mengakar menjadikultur budaya masyarakat, melainkan sekedar untuk melakukan pembenahan-pembenahan dan pelurusan-pelurusan terhadap tradisi dan budaya yang tidaksesuai dengan risalah Rasulullah saw. Budaya yang telah mapan menjadi nilainormatif masyarakat dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam akan mengakulturasikannya bahkan mengakuinnya sebagai bagian dari budaya dantradisi Islam itu sendiri. Dalam hal ini, Rasululullah saw. Bersabda:apa yang dilihat orang Muslim baik, maka hal itu baik disisi Allah." (HR.Malik).Kendati demikian, amaliah dan ritual keagamaan kaum Nahdliyin sepertiitu, sering mengobsesi sebagian pihak untuk menganggapnya sebagai praktik-praktik sengkritisme, mitisme, khurafat, bid'ah bahkan syirik.

Doa Untuk Orang Meninggal, Dalam ajaran Islam, seorang muslim dianjurkan untuk mendoakan kepergian orang yang sudah meninggal dunia.

Tahlilan,Biasanya tahlilan dilakukan selama 7 hari dari meninggalnya seseorang.kemudian hari ke 40, 100, dan pada hari ke 1000 nya. Begitu juga tahlilan seringdilakukan secara rutin pada malam jum'at dan malam-malam tertentu lainnya.

Ziarah kubur.Kita telah diperintahkan untuk ziarah kubur, Rasulallah s.aw. dan para sahabat juga menjalankan ziarah kubur. Jadi tidak ada dasar yang sama sekali untuk menganut ziarah kubur, karena kita semua tahu bahwa Rasulallah pernah ziarah ke Makam Baqi' dan membagikan kata-kata yang ditujukan kepada para ahli kubur di Makam Baqi' tersebut.

Talqinul Mayyid, Susunan bacaan talqin mayit ini bisa dikatakan tidak terpisahkan dari keislaman masyarakat di Nusantara. Bacaan talqin mayit dapat ditemukan dalam buku-buku kumpulan doa yang masyhur.

(13)

DAFTAR PUSTAKA

https://fisi.ipmafa.ac.id/2016/04/aktualisasi-nilai-nilai-aswaja.html?m=1 https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/bacaan-talqin-mayit-dan- terjemahnya/

Referensi

Dokumen terkait

Adapun tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui implementasi nilai At- Tawasuth aqidah Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam pendidikan karakter di MA ASWAJA Ngunut

4 Salah satu faktor berhasilnya penerapan nilai At-Tawasuth aqidah di MA ASWAJA , selain penekanan terhadap sikap dari peserta didik, juga harus ditekankan kepada

Maka dapat dimaknai aktualisasi tasawuf dalam spiritualitas kehidupan dapat dimaknai keinginan seseorang untuk menggunakan semua kemampuan dirinya untuk

Dari hasil wawancara di atas dengan ustadz dan masyarakat dapat diketahui bahwa kendala yang dihadapi oleh ustadz dalam meningkatkan aqidah masyarakat di desa

Dalam penguraian Asmaul husna dengan materi aqidah yang umum diajarkan kepada masyarakat, untuk mengajak masyarakat melihat Asmaul husna sebagai materi aqidah, yang

mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat : 1) Kehidupan sosial ekonomi masyarakat di daerah Teluk Kendari yang merupakan daerah perdagangan, keluar dan

Keadaan penduduk dan wilayah yang dilibatkan dalam kehidupan poltik tersebut, menyebabkan gesekan dan persaingan politik di masyarakat sangat tinggi, sehingga untuk

Kata Kunci : Internalisasi, Nilai Aswaja, Penyimpangan Aqidah dan Akhlak Seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan kemudahan dalam mengakses informasi terkait pemahaman dalam