• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA DALAM SERIAL FILM ANIMASI ARCANE: LEAGUE OF LEGENDS

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA DALAM SERIAL FILM ANIMASI ARCANE: LEAGUE OF LEGENDS "

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 376

AKTUALISASI DIRI TOKOH UTAMA DALAM SERIAL FILM ANIMASI ARCANE: LEAGUE OF LEGENDS

Ghina Salsabela1 dan Rudi Haryadi2

1Bimbingan Konseling,86201,FKIP,Universitas Islam Kalimantan MAB

2Bimbingan Konseling,86201,FKIP,Universitas Islam Kalimantan MAB [email protected]1

[email protected]2

ABSTRAK

Sebagian besar cerita pada film series Arcane: League of Legends menceritakan tentang trauma masa lalu tokoh utama sebelum memiliki akibat rasa bersalahnya karena ia tidak sengaja membunuh kedua temannya dan menjadi seorang maniak yang terus meneror orang-orang Peltover. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa 5 kebutuhan (kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan akan aktualisasi diri) tokoh utama Powder (Jinx) dalam serial film animasi Arcane: League of Legends. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan humanistik dengan teori aktualisasi diri Carl Rogers. Data penelitian berupa dialog dan tingkah laku yang memuat informasi tentang permasalahan psikologis tokoh utama. Teknik tengumpulan data meliputi: menonton, mengamati, memahami dialog serta monolog secara cermat dicatat. Hasil penelitian tokoh Powder (Jinx) dapat mengekpresikan dirinya bahwa ia mampu menjadikan kota Zaun diakui setara dengan kota Peltover meski ditinggalkan kakaknya, membunuh kedua temannya dan membunuh ayah angkatnya. Ia memiliki tekad untuk meneror kota Piltover setelah melalui banyak pengorbanan dan kehilangan. Powder (Jinx) dapat meraih aktualisasi dirinya.

Kata kunci: Aktualisasi diri; Hierarki Kebutuhan; Arcane: LoL; Film animasi

ABSTRACT

Most of the stories in the Arcane: League of Legends film series tell about the main character's past trauma before having the consequences of his guilt because he accidentally killed her two friends and became a maniac who constantly terrorized the people of Peltover. The purpose of this study is to analyze 5 needs (physiological needs, the need for security, the need for love and belonging, the need for self-esteem, the need for self- actualization) the main character Powder (Jinx) in the animated film series Arcane: League of Legends. The research approach uses a humanistic approach with Carl Rogers' self-actualization theory. Research data in the form of dialogue and behavior that contains information about the main character's psychological problems.

Data collection techniques include: watching, observing, understanding dialogue and monologue carefully and recorded. The results of the research, the character Powder (Jinx) can express herself that he is able to make the city of Zaun recognized as equal to the city of Peltover despite being abandoned by his brother, killing his two friends and killing his adoptive father. He was determined to terrorize the city of Piltover after many sacrifices and losses. Powder (Jinx) can achieve self-actualization.

Keywords: Self-actualization; Hierarchy of Needs; Arcane: LoL; Animated Movie

(2)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 377

PENDAHULUAN

Film secara harfiah merupakan Cinemathograpie yang berasal dari kata Cinematho yang beratikan cahaya dan Graphie beratikan tulisan, gambar, dan citra. Film menjadi media yang paling berpengaruh melebihi media lain karena dalam audio dan visual membuat film menjadi media yang paling baik untuk menyampaikan informasi. Film juga dikatagorikan sebagai media komunikasi massa.

Menurut jenis, film dikategorikan menjadi fiksi dan non-fiksi. Film fiksi adalah film yang dibuat atau diproduksi bedasarkan cerita yang dikarang secara imajnatif oleh pengarang. Sedangkan film non-fiksi adalah film yang didasari fakta atau kenyataan. Menurut cara pembuatannya, film dibagi menjadi film eksperimental dan film animasi. Film eksperiental adalah metode pembuatan film yang mengevaluasi ulang sinematik dan mengeksplorasi bentuk alternatif dan non-naratif. Sedangkan film animasi adalah metode pembuatan film dengan cara memamfaatkan gambar maupun benda mati agar terlihat hidup.

Kini film animasi tidak hanya diminati oleh anak-anak tetapi juga orang dewasa karena pada film animasi disajikan dengan gambar yang begitu menggugah untuk ditonton. Karena hal tersebut, film animasi pun kini juga memiliki kategori umur tergantung pemahaman informasi yang terdapat dalam film. Salah satu film yang hanya bisa dipertontonkan pada anak 16 tahun keatas adalah serial film animasi Arcane: League of Legends musim 1 yang terdiri dari 9 episode oleh Christian Linke, Alex Yee, Cornor Sheeshy, dan Ash Brannon yang disutradarai oleh Pascal Charrue dan Arnaud Delord. Arcane dirilis pada 6 November 2021 pada layanan televisi Netflix.

Penulis tertarik untuk meneliti serial film animasi Arcane: League of Legends dari segi psikologi humanistik karena menampilkan cerita latar kehidupan seorang maniak yang berambisi memerdekakan kotanya dengan cara membangkang dan membuat orang memusuhi dirinya serta bagaimana upaya tokoh utama mengaktualisasikan dirinya untuk dibenci meski sebenarnya ia sangat ingin dipercaya dan dicintai orang lain.

Pada penelitian ini, peneliti menjelaskan kasus yang dialami tokoh utama dengan menggunakan teori Humanistik. Teori Aktualisasi Diri oleh Carl Rogers digunakan pada penelitian ini untuk memahami 5 kebutuhan (kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan akan aktualisasi diri) dalam tokoh utama Powder (Jinx) dalam serial film animasi Arcane: League of Legends.

METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan humanistik dengan teori aktualisasi diri Carl Rogers. Penelitian ini untuk menganalisa 5 kebutuhan (kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan akan aktualisasi diri) tokoh utama Powder (Jinx) dalam serial film animasi Arcane: League of Legends.

B. Data Penelitian

Data penelitian ini berupa dialog dan tingkah laku yang memuat informasi tentang permasalahan psikologis tokoh utama dalam penelitian ini yang menyangkut 5 kebutuhan (kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki, kebutuhan akan harga diri, kebutuhan akan aktualisasi diri) tokoh utama dalam Arcane: League of Legends.

C. Sumber Data

Sumber data penelitian ini yaitu serial film animasi Arcane: League of Legends musim 1 yang terdiri dari 9 episode oleh Christian Linke, Alex Yee, Cornor Sheeshy, dan Ash Brannon yang disutradarai oleh Pascal Charrue dan Arnaud Delord. Arcane dirilis pada 6 November 2021 pada layanan televisi Netflix.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menonton, mengamati, memahami, dan mencatat dialog dan monolog. Dalam hal ini peneliti menonton Arcane dengan secara cermat dan berulang-ulang untuk mendapatkan pemahaman dari data yang berkaitan dengan permasalahan yang diteliti. Data yang didapat ialah dari hasil menonton, mengamati, memahami dialog serta monolog secara cermat dicatat dan data tersebut dinyatakan sebagai data penelitian.

E. Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian dalam penelitian ini adalah manusia (Human Instrument) yaitu peneliti sendiri yang berperan sebagai perencana, pengumpul data, penafsir data, penganalisis, dan pelapor hasil penelitian (Moleong, 2002: 121). Peneliti melakukan perencanaan hingga melaporkan hasil penelitian dengan kemampuan dan interpretasi sendiri untuk menganalisis Arcne: League of Legends. Selanjutnya hasil penelitian dicatat dan kemudian digunakan untuk mengidentifikasi unsur-unsur yang akan dianalisis.

F. Keabsahan Data

(3)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 378

Dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data dalam penelitian kualitatif yaitu dengan menggali data, teori, dan informasi secara real atau sebenarnya kemudian mencocokkan dangan data penemuan peneliti. Penelitian ini menggunakan validitas semantis, yakni dengan cara mengamati data-data yang berupa dialog, monolog, dan tingkah laku yang mempunyai makna sesuai dengan kepribadian tokoh utama.

G. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam menganalisis serial film Arcane: League of Legends adalah teknik deskriptif kualitatif. Hal ini dikarenakan data yang akan dianalisis berupa dialog, mololog, dan tingkah laku yang memuat permasalahan psikologis tokoh utama membutuhkan penjelasan secara deskriptif.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan:

1. Menonton berulang-ulang dan kemudian memahami secara cermat seluruh.

2. Melakukan penandaan dengan menggunakan hasil jepretan dari cuplikan film sesuai data yang ditemukan kemudian data tersebut dicatat. Pencatatan data pada objek penelitian meliputi dialog, monolog, dan tingkh laku yang menunjukkan adanya struktur kepribadian tokoh utama, dinamika kepribadian tokoh utama, dan perkembangan kepribadian tokoh utama Powder dalam Arcane: League of Legends. Hasil gambar jepretan dan pencatatan data bertujuan untuk mempermudah analisis data.

3. Menerjemahkan dialog dan monolog yang terdapat dalam Arcane: League of Legends.

4. Mengkategorikan data menurut jenisnya, yaitu struktur kepribadian tokoh utama, dinamika kepribadian tokoh utama, dan perkembangan kepribadian tokoh utama Powder dalam Arcane: League of legends.

5. Mendeskripsikan masing-masing jenis data dalam kaitannya dengan teori yang digunakan, yakni struktur kepribadian tokoh utama, dinamika kepribadian tokoh utama, dan perkembangan kepribadian tokoh utama Powder dalam Arcane: League of Legends dengan menggunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud.

6. Kemudian menarik kesimpulan.

LANDASAN TEORI A. Kepribadian Humanistik

Abraham Maslow, seorang psikologi berasumsi bahwa manusia sejatinya merupakan makhluk yang baik, sehingga manusia memiliki hak untuk merealisasikan jatidirinya agar mencapai self-actualization. Menurut Krech (melalui Minderop, 2016: 48-49) Manusia berupaya memenuhi dan mengekspresikan potensi dan bakatnya yang kerap kali terhambat oleh kondisi masyarakat yang menolaknya. Kondisi ini membuat seseorang menyangkal keberadaan dirinya dan menghambat dirinya sendiri untuk mencapai real-self nya.

Keadaan semacam ini pula yang dapat menyebabkan seseorang mengalami problem kejiwaan dan ketimpangan perilaku. Individu semacam ini membutuhkan suatu terapi agar memperoleh kesempatan bagi dirinya untuk mengekspresikan dirinya secara bebas dan berupaya melepaskan perasaan dan pikiran yang disembunyikan dan dihindarinya. Apabila ia mampu menerima dirinya secara penuh, ia akan mampu mencapai integrasi psikologis yang memuaskan.

Menurut Maslow, tingkah laku manusia lebih ditentukan oleh kecenderungan individu untuk mencapai tujuan agar kehidupan si individu lebih berbahagia sekaligus memuaskan. Maslow menyampaikan teorinya tentang kebutuhan bertingkat. Teori kebutuhan bertingkat menurut Maslow, semua motif, termasuk reduksi tensi dan lainnya, tergabung di dalam suatu skema, maksudnya motif mendasar dari seseorang adalah mengekspresikan potensi-potensinya yang menuju pada kebutuhan aktualisasi diri.

B. Teori Kebutuhan Bertingkat

Menurut Maslow (melalui Koeswara, 1991:118), manusia sebagai makhluk yang tidak pernah berada dalam keadaan yang sepenuhnya puas. Bagi manusia, kepuasan itu sifatnya sementara. Jika suatu kebutuhan telah terpuaskan, maka kebutuhan-kebutuhan yang lain menuntut pemuasan, begitu seterusnya. Berdasarkan ciri demikian, Maslow mengajukan gagasan bahwa kebutuhan yang ada pada manusia adalah merupakan bawaan, tersusun bertingkat. Oleh Maslow kebutuhan manusia yang tersusun bertingkat itu dirinci ke dalam lima tingkat kebutuhan, yakni:

1. Kebutuhan-Kebutuhan Dasar Fisiologis (physiological needs)

Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (physiological needs) adalah sekumpulan kebutuhan dasar yang paling mendesak pemuasannya karena berkaitan langsung dengan pemeliharaan biologis dan kelangsungan hidup. Kebutuhan-kebutuhan dasar fisiologis tersebut antara lain kebutuhan akan makanan, air, oksigen, aktif, istirahat, keseimbangan temperatur, seks dan kebutuhan akan stimulasi sensoris. Karena merupakan kebutuhan yang paling mendesak, maka kebutuhan-kebutuhan fisiologis akan paling didahulukan pemuasannya oleh individu. Jika kebutuhan fisiologis ini tidak terpenuhi atau belum terpuaskan, maka individu tidak akan tergerak untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan lain yang lebih

(4)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 379

tinggi. Sebagai contoh, jika kita sedang lapar, maka kita tidak akan bergerak untuk belajar,membuat komposisi musik, atau membangun sesuatu. Pada saat lapar kita

akan dikuasai oleh hasrat untuk memperoleh makanan secepatnya (Koeswara, 1991:119-120).

2. Kebutuhan Akan Rasa Aman (need for self-security)

Apabila kebutuhan fisiologis individu telah terpuaskan, maka dalam diri individu akan muncul satu kebutuhan lain sebagai kebutuhan yang dominan dan menuntut pemuasan, yakni kebutuhan akan rasa aman (need for self-security). Menurut Maslow, kebutuhan akan rasa aman adalah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kepastian, dan keteraturan dari keadaan lingkungannya (Koeswara, 1991:120-121).

Maslow mengemukakan kebutuhan akan rasa aman dapat diamati pada bayi, anak-anak bahkan pada orang dewasa sekalipun. Seorang bayi akan memberikan respon ketakutan apabila dia secara tiba-tiba mendengar suara keras atau cahaya yang menyilaukan, akan tetapi dengan pengalaman belajarnya, si bayi di kemudian hari akan mempunyai persepsi bahwa suara keras atau cahaya yang menyilaukan bukanlah hal yang membahayakan sehingga tidak perlu ditakuti. Anak-anak akan memperoleh rasa aman yang cukup apabila mereka berada dalam ikatan dengan keluarganya, sebaliknya jika ikatan ini tidak ada, maka si anak akan merasa kurang aman, cemas, dan kurang percaya diri yang akan mendorong si anak untuk mencari area-area hidup di mana dia dapat memperoleh ketenteraman dan rasa aman.

Maslow mencatat bahwa perlakuan orang tua memiliki pengaruh yang menentukan terhadap derajat rasa aman anak-anak. Orang tua yang memperlakukan anak-anaknya tak acuh dan permisif, tidak memungkinkan anak-anaknya dapat memperoleh rasa aman. Pada orang dewasa, kebutuhan akan rasa aman nampak secara aktif. Usaha-usaha untuk memperoleh perlindungan dan keselamatan kerja serta penghasilan tetap, merupakan contoh dari tingkah laku yang mencerminkan kebutuhan akan rasa aman pada orang-orang dewasa (Koeswara, 1991:121-122).

3. Kebutuhan Akan Rasa Cinta dan Rasa Memiliki (need for love and belongingness)

Kebutuhan akan rasa cinta dan Rasa memiliki (need for love and belongingness) adalah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk mengadakan hubungan afektif atau ikatan emosional dengan individu lain, baik dengan sesama jenis maupun dengan yang berlainan jenis, di lingkungan keluarga ataupun di lingkungan kelompok di masyarakat. Bagi individu-individu, keanggotaan dalam kelompok sering menjadi tujuan yang dominan, dan mereka dapat menderita kesepian, terasing, dan tak berdaya apabila keluarga, pasangan hidup, atau teman-teman meninggalkannya. Seorang mahasiswa perantauan yang jauh dari kampung halamannya akan kehilangan ikatan atau rasa memiliki. Keadaan ini mendorong mahasiswa perantauan tersebut membentuk ikatan barudengan orang-orang atau kelompok di tempat ia merantau (Koeswara,

1991:122-123).

4. Kebutuhan Akan Rasa Harga Diri (need for self-esteem)

Harga diri (self esteem) merupakan suatu penilaian yang mendeskripsikan sejauh mana individu menilai dirinya sebagai orang yang berharga, berkompeten, dan berkemampuan. Menurut Maslow (melalui Koeswara, 1991:124) kebutuhan akan rasa harga diri (need for self-esteem) dibagi ke dalam dua bagian, yaitu:

1) Penghargaan atas diri sendiri

Penghargaan atas diri sendiri mencakup hasrat untuk memperoleh kompetensi, rasa percaya diri, kekuatan pribadi, adekuasi, kemandirian, dan kebebasan.

2) Penghargaan atas orang lain

Penghargaan atas diri orang lain meliputi antara lain prestasi. Dalam hal ini individu butuh penghargaan atas apa-apa yang dilakukannya. Terpuaskanya kebutuhan akan rasa harga diri pada individu akan menghasilkan sikap percaya diri, rasa berharga, rasa kuat, rasa mampu, dan perasaan berguna. Sebaliknya, terhambatnya pemuasan kebutuhan akan rasa harga diri akan menghasilkan sikap rendah diri, rasa tak pantas, rasa lemah, rasa tak mampu, dan rasa tak berguna, yang menyebabkan individu mengalami kehampaan, keraguan, dan keputusasaan dalam menghadapi tuntutan-tuntutan hidupnya, serta memiliki penilaian yang rendah atas dirinya sendiri. Maslow menegaskan bahwa rasa harga dirI individu yang sehat adalah hasil usaha individu yang bersangkutan, dan merupakan bahaya psikologis yang nyata apabila seseorang lebih mengandalkan rasa harga dirinya pada opini orang lain daripada kemampuan dan prestasi nyata dirinya sendiri (Koeswara, 1991:125).

5. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri (need for self-actualization)

(5)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 380

Kebutuhan untuk mengungkapkan diri atau aktualisasi diri (need for self-actualization) merupakan kebutuhan manusia yang paling tinggi dalam teori Maslow. Kebutuhan ini akan muncul apabila kebutuhan-kebutuhan yang ada dibawahnya telah terpuaskan dengan baik. Maslow menandai kebutuhan akan aktualisasi sebagai hasrat individu untuk menjadi orang yang sesuai dengan keinginan dan potensi yang dimilikinya. Contoh aktualisasi diri adalah seseorang yang berbakat di bidang musik menciptakan komposisi musik, serta orang yang memiliki potensi intelektual menjadi ilmuwan (Koeswara, 1991:125).

Bentuk pengaktualisasian diri berbeda pada setiap individu. Hal ini disebabkan cerminan dari adanya perbedaan-perbedaan individual. Maslow mengakui bahwa untuk mencapai taraf aktualisasi diri tidaklah mudah, sebab upaya aktualisasi diri banyak sekali hambatannya. Hambatan yang pertama berasal dari dalam diri individu, yakni berupa ketidaktahuan, keraguan, dan bahkan juga rasa takut dari individu untuk mengungkapkan potensi-potensi yang dimilikinya, sehingga potensi-potensi itu tetap laten. Hambatan yang kedua berasal dari luar atauberasal dari masyarakat yang berupa kecenderungan mendepersonalisasi individu, juga berupa perepresian sifat-sifat, bakat, atau potensi (Koeswara, 1991:126).

Hambatan terakhir atas upaya aktualisasi diri berupa pengaruh negatif yang dihasilkan oleh kebutuhan yang kuat akan rasa aman. Seperti diketahui, proses-proses perkembangan menuju kematangan menuntut kesediaan individu untuk mengambil risiko, membuat kesalahan, dan melepaskan kebiasaan- kebiasaan lama yang tidak konstruktif. Semuanya itu memerlukan keberanian. Oleh individu-individu yang kebutuhan akan rasa amannya terlalu kuat, pengambilan risiko, pembuatan kesalahan, dan pelepasan kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak konstruktif itu justru akan menjadi hal-hal yang mengancam atau menakutkan, dan pada akhirnya ketakutan ini akan mendorong individu-individu tersebut bergerak mundur menuju pemuasan kebutuhan akan rasa aman.

Kenyataannya banyak orang yang mengekang dirinya dari pengembangan kreativitas dan kebiasaan- kebiasaannya yang spesifik dan konstruktif, dan lebih suka memilih kebiasaan-kebiasaan yang tidak konstruktif dengan akibat mereka menutup kemungkinannya sendiri bagi pencapaian aktualisasi diri.

Dapat disimpulkan, bahwa pencapaian aktualisasi diri, tidak hanya membutuhkan kondisi lingkungan yang menunjang, namun juga menuntut adanya kesediaan atau keterbukaan individu terhadap gagasan- gagasan dan pengalaman-pengalaman baru (Koeswara, 1991:127).

PEMBAHASAN

Tokoh dan Perwatakan A. Tokoh Utama

a. Powder (saat masih anak-anak)

Powder adalah anak lugu, polos, pintar dan pemberani namun karena fisiknya yang masih kecil ia sering menjadi beban bagi teman-temannya yang berumur lebih tua darinya. Ia sangat menyayangi satu-satunya keluarganya yang tersisa yaitu kakaknya, Vi. Ia terkadang merasa tidak berguna karena ia sering mengacau dan sering dikatakan pembawa sial (Jinx) oleh Mylo. Ia pandai menembak dan merakit bom walaupun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Namun ia pantang menyerah dan terus berusaha membuat bomnya bekerja.

b. Jinx (saat remaja)

Jinx merupakan remaja yang sangat pintar dan selalu selangkah maju dari musuh-musuhnya. Namun ia sering membangkang dan tidak sopan. Ia juga memiliki masalah pada kejiwaannya. Ia sering berhalusinasi mendengar bisikan dan selalu melihat kilasan coretan. Hal ini disebabkan karena rasa bersalah dan rasa penolakan kakaknya.

B. Tokoh Tambahan a. Vi

Vi adalah kakak kandung Powder. Sejak ia kehilangan orang tuanya, ia selalu menyayangi dan selalu menjaga Powder. Ia menjadi kakak yang perhatian namun Vi sangatlah keras kepala, kasar, dan suka mengambil jalan kekerasan. Vi memiliki fisik yang kuat dan pandai meninju.

b. Silco

Silco adalah orang sangat ambisius untuk menyetarakan kota Zaun dengan kota Peltover dengan cara yang salah. Ia pernah memiliki mimpi yang sama dengan Vander, namun Vander mengkhianatinya dengan mencoba menenggelamkannya di sungai yang terkontaminasi kimia beracun. Sejak itu tujuan mereka tidak lagi sama. Ia merupakan orang yang keras dan manipulatif. Namun tidak saat ia bersama Jinx. Ia sanggatlah lembut dan memperlakukan Jinx seperti anaknya. Ketika Jinx membuat kesalahan, ia tak pernah menganggap Jinx beban. Ia sangat menyayangi dan tidak rela menyerahkan Jinx kepada

(6)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 381

siapapun. Bahkan ia tidak ingin menyerahkan Jinx demi memerdekakan kota Zaun atas tawaran Jayce.

Sampai akhir hayatnya, ia tetap memandang Jinx itu sempurna.

c. Mylo

Mylo adalah teman Powder dan Vi. Ia merupakan orang yang sering menggerutu dan menyalahkan Powder sebagai pembawa sial (Jinx) namun ia ahli menggunakan lockpick. Ketika ledakan saat ia menyelamatkan Vander, ia tertusuk besi dan tertimpa reruntuhan yang membuat ia meninggal ditempat.

Setelah itu Mylo sering muncul ketika Jinx behalusinasi.

d. Sevika

Sevika adalah tangan kanan Silco yang dapat diandalkan. Ia sangat setia dan loyal kepada Silco namun ia juga sering memanipulatif Jinx.

e. Vander

Vander adalah orang yang merawat Powder dan Vi sejak mereka kehilangan orang tua. Vander sangatlah kuat dan pandai berkelahi. Ia sangat bijaksana dan menjadi orang yang paling disegani di kota Zaun. Ia menjadi sosok ayah yang baik dan sangat menjaga Powder, Vi, Mylo, dan Clggor.

f. Claggor

Claggor adalah salah satu teman Powder dan Vi. Ia sangat penurut dan pendiam. Ia meninggal direruntuhan sama seperti Mylo. Claggor juga sering muncul saat Jinx mulai berhalusinasi.

g. Caitlyn

Caitlyn adalah seorang enforcer kota Piltover yang penasaran tentang konspirasi kota Zaun dan kekacauan yang dibuat Jinx. Ia kemudian menyelediki atas perintas Jayce untuk mencari keberadaan Jinx dan Gemstone.

h. Ekko

Ekko adalah teman masa kecil Vi dan Powder. Ia mulai membenci Jinx karena telah menjadi salah satu anak buah Silco. Ia merupakan salah satu Firelight yang berusaha untuk mengacaukan perdagangan Shimmer.

i. Jayce

Jayce dulunya merupakan peneliti yang membuat batu sihir yang dilarang untuk diteliti. Namun setalah ia membuktikan bahwa energi sihir dapat mengubah kemajuan kota Peltover, ia menjadi orang yang diakui dan diangkat menjadi salah satu dewan kota Piltover. Jayce merupakan orang yang keras kepala namun pintar.

Ringkasan Cerita

Arcane: League of Legends menceritakan konflik dua saudari Powder (Jinx) dan Vi ditengah perselisihan kota maju Peltover dan kota miskin Zaun yang menewaskan banyak orang. Powder (Jinx) dan Vi merupakan orang kota Zaun yang memiliki dendam kepada orang kota Peltover. Hal ini dikarena saat kecil mereka kehilangan kedua orang tuanya akibat terbunuh saat berseteru dengan orang kota Peltover.

Powder dan Vi kecil serta kedua teman-temannya yang lain yaitu Mylo dan Claggor dirawat oleh orang yang disegani para penduduk wilayah Lanes yang bernama Vander. Vi selalu melindungi adiknya tersebut dan mereka berdua saling menyayangi satu sama lain. Namun, Mylo dan Claggor menganggap Powder sebagai pembawa sial (Jinx). Suatu hari Vi, Jinx, Mylo, dan Claggor ingin mencuri sesuatu yang berhaga di kota Peltover. Mereka baru menyadari ruangan yang mereka jarah merupakan di kantor penelitian ilegal seorang ilmuan bernama Jayce. Mereka ketahuan dan sesaat ingin kabur, Powder tidak sengaja menjatuhkan batu energi sihir yang bernama Hextech. Batu energi penuh sihir itu sangat rapuh dan tidak tahan akan benturan sehingga bisa membuat suatu ledakan. Setelah terjadi ledakan, ruang kantor Jayce roboh membuat mereka ketahuan para enforcer dan menjadi boronan.

Setelah mereka kembali, Vander mengetahui masalah yang mereka buat sangatlah fatal. Tidak lama berselang, datang sepasang enforcer Grayson dan marcus menanyakan keberadaan boronannya. Grayson dan Vander sebelumnya sudah membuat kesepakatan dengan membiarkan orang-orang Undercity untuk tidak mendekati Northside untuk menjaga perdamaian antara kedua tersebut. Namun perdamaian ini terancam oleh kejadian ini. Grayson meminta Vander untuk menyerahkan keempat buronan yang merupakan anak asuhnya sendiri. Namun Vander tidak sanggup dan memutuskan jalan terbaik ialah menyerahkan dirinya sendiri.

Namun setelah sesaat Vander hendak dibawa, Grayson dibunuh anak buah Silco yang saat itu sedang menguji coba penemuannya yaitu Shimmer. Shimmer adalah obat yang membuat penggunanya memiliki kekuatan luar biasa. Dulunya Silco dan Vander memiliki impian yang sama yaitu mengubah Undercity diakui setara dengan kota Piltover. Namun Vander mengkhianati Silco dengan mencoba menenggelamkan Silco disungai yang terkontaminasi racun. Silco sempat menusukkan pisau pada Vander dan ia berhasil kabur. Kali ini Silco menawan Vander dan mencoba kembali membujuk Vander untuk melakukan tujuan mereka seperti dulu.

Silco berencana untuk menakut-nakuti kota Peltover menggunakan Shimmer tetapi Vander menolak.

(7)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 382

Mengetahui Vander yang telah ditawan Silco membuat Vi, Mylo dan Claggor ingin menyelamatkannya.

Powder sangat ingin ikut namun dilarang oleh Vi karena sangat berbahaya. Setelah ditinggal, Powder menangis sejadi-jadinya dan ia sadar masih menyimpan beberapa batu Hextech. Setelah Powder menyusul, ia melihat Vi dan yang lainnya terjebak dan disudutkan oleh mutan manusia Shimmer. Tanpa pikir panjang Powder menggunakan batu Hextech yang telah digabungkan mainan monyet dan membuatnya seperti bom. Namun ledakan itu sangat dahsyat dan membuat gedung runtuh. Mereka semua tertimpa reruntuhan sedangkan Mylo dan Claggor langsung meninggal ditempat. Vander sempat berhasil keluar dari reruntuhan namun kekuatannya tidak sebanding dengan manusia mutan Shimmer. Kemudian ia ditusuk dengan pisau oleh Silco membuatnya sekarat dan terjatuh. Ia terjatuh di tumpukan cairan Shimmer yang membuatnya menjadi manusia mutan. Belum sempat ia melawan anak buah Silco, reruntuhan kembali berjatuhan membuat Vander tidak punya pilihan selain menyelamatkan Vi yang masih selamat dari reruntuhan. Sayangnya, setelah keluar dari sana Vander tidak selamat dan membuat Vi sangat murka.

Tidak berselang lama, Powder muncul dan dengan bangga mengatakan bahwa bomnya akhirnya berhasil berkerja. Vi yang mengetahui ledakan yang menewaskan temanya-temannya disebabkan oleh Powder seketika membuatnya sangat marah dan memukul wajah adiknya sendiri seraya mengatakan bahwa Powder adalah pembawa sial (Jinx). Kemudian Vi tersadar ia telah menyakiti adiknya. Ia lebih memilih pergi menjauh meninggalkan Powder bersama jasad Vander untuk menenangkan dirinya. Saat Vi sedang berusaha mencerna apa yang sudah terjadi, ia melihat Powder dari kejauhan sedang dihampiri Silco sambil menggenggam pisau.

Tak peduli dangan yang telah adiknya lakukan, ia berusaha menyelamatkan Powder. Namun, enforcer Marcus datang dan membius Vi. Marcus mengatakan Vi tidak akan selamat jika mengejar Silco dan lebih baik ia dipenjara daripada mati ditangan Silco.

Silco menghampiri Powder yang menangis keras dan menanyakan keberadaan kakaknya tersebut sambil.

Tetapi Powder malah menerjangnya dan memeluk Silco. Powder mengatakan ia telah dibuang dan tidak menganggap Vi sebagai kakaknya lagi. Silco melihat dirinya yang dulu saat ia dikhianati Vander. Powder yang bernasib sama dengan dirinya seketika membuat ia luluh dan memeluk balik Powder seraya mengatakan bahwa mereka akan membalas kepada mereka semua. Sejak itu Powder mengubah namanya sebagai Jinx sesuai yang dikatakan terakhir kali oleh kakaknya.

Powder dirawat oleh Silco seperti anaknya sendiri. Powder yang lugu dan polos berevolusi menjadi Jinx yang gemar membuat kekacauan dan kehancuran. Namun, rasa bersalah karena telah tidak sengaja membuat teman-temannya meninggal dan rasa penolakan Vi selalu menghantui dirinya. Ia bahkan membuat replika boneka teman-temannya dan berhalusinasi mendengar bisikan dari mereka. Ia juga sering melihat kilasan masa lalu yang penuh coretan.

Silco sendiri menanamkan kepribadian kuat pada diri Powder yang baru (Jinx) dan mengatakan Jinx itu sempurna dibandingkan dengan dirinya yang dulu (Powder). Silco juga menjadi orang yang paling mengerti Jinx. Begitu pula Jinx sanggat mempercayai Silco seperti keluarganya sendiri. Jinx sangat takut ia dibuang seperti ia dibuang oleh kakaknya dulu sehingga ia sangat berusaha untuk berguna bagi Silco. Ia pun membuat senjata peluncur rudal yang ingin ia gunakan untuk menakut-takuti orang kota Piltover seperti tujuan utama Silco. Untuk menyempurnakan senjatanya, ia mencuri batu energi Hextech yang kini telah lebih stabil yaitu, Gemstone. Gemstone tersebut ia kombinasikan dengan penembak rudal berbentuk hiu yang ia beri nama Fishbones.

Penemu Gemstone sekaligus dewan Piltover mengutus salah satu enforcer bernama Caitlyn untuk mengusut dan mencari tau keberadaan Jinx beserta Gemstone yang dicuri. Bertemulah ia dengan Vi yang selama ini dipenjara. Caitlyn merasa Vi bisa membantunya kemudian menebus masa tahanan Vi. Sesaat ia kembali ke Undercity, Vi dan Caitlyn bertemu dengan Sevika yang merupakan tangan kanan Silco. Namun tak memukan titik terang dimana Jinx berada. Setelah Sevika kembali menemui Silco, Jinx mengintrogasi Sevika. Sevika mengatakan Vi mencari Jinx tetapi ia bersama seorang enforcer. Yang artinya Vi mencari dirinya karena bekerja sama dengan enforcer untuk merebut kembali Gemstone. Dalam diri Jinx sebenarnya berharap bahwa kakaknya hanya mencari dirinya, bukan Gemstone.

Untuk membuktikannya sendiri, Jinx menyalakan pistol suar pemberian Vi yang ia simpan selama ini. Vi mengenali pistol suar itu. Ia pun mendatangi sumber asap pistol suar tersebut dan mendapati Jinx disana. Pada awal reuni mereka, Jinx kembali mendapatkan kepercayaannya kepada Vi. Namun kemunculan Caitlyn menjadi sebuah ancaman bagi Jinx. Rasa kepercayannya yang sempat ia dapat pada Vi kini hilang kembali. Jinx semakin beranggapan kakaknya sendiri telah menjebaknya. Karena trauma masa lalunya, Jinx mulai berhalusinasi mendengar kembali bisikan teman-temannya. Namun sebelum ia kehilangan kontrol, para Firelight menyerbu lokasi tersebut. Caitlyn sempat mengambil Gemstone yang terjatuh dari tangan Jinx sebelum ia dihajar dan pingsan. Vi melihat perubahan pada diri adiknya menjadi lengah dan dipukul jatuh salah satu Firelight. Pada akhirnya para Firelight membawa Vi dan Caitlyn dan meninggalkan Jinx sendirian.

(8)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 383

Para Firelight adalah penduduk Undercity yang selamat dari perbuatan enforcer dan Silco. Salah satunya Ekko yang merupakan teman masa kecil Jinx dan Vi. Ekko sempat mengira Vi juga bekerja untuk Silco. Namun hal itu dibantah Vi. Ekko pun mengatakan Jinx bekerja dengan Silco bukan karena ia terpaksa tetapi itu memang keinginannya sendiri. Vi masih tidak percaya adiknya telah berubah. Lalu ia berencana untuk menyadarkan Jinx dan berharap masih ada sisi Powder di dalam diri Jinx.

Silco mendapatkan surat untuk bertemu langsung dengan Jayce. Jayce menawarkan kemerdekaan kota Zaun seperti yang Silco inginkan dengan syarat ia harus menyerahkan Jinx beserta Gemstone padanya. Silco yang bimbang dan merasakan dilema kemudian mendatangi patung Vander. Kini ia akhirnya mengerti mengapa Vander rela berkorban dan lebih memiih untuk meyerahkan dirinya sendiri. Ia menyadari bagaimana rasanya harus merelakan kepergian anaknya demi memenuhi tujuan yang selama ini ia inginkan. Tanpa ia sadari, Jinx sedang menguping curhatan Silco membuat ia sangat marah dan berpikir ia kembali dikhianati orang yang ia percaya selama ini.

Hal tersebut membuat kejiwaan Jinx semakin memburuk. Ia kemudian menyekap Vi, Silco, dan Caitlyn. Vi meyakinkan Jinx untuk pergi menjauh dan tidak perlu melihat Silco lagi. Namun, Silco yang tidak ingin Jinx pergi dari dirinya meyakinkan Jinx bahwa ia adalah keluarga Jinx sekarang. Ia juga meyakinkan bahwa Vi hanya akan menghianatinya dan meninggalkannya kembali seperti dulu. Vi pun kesal dan mulai berteriak mengingatkan kenangan masa lalu adiknya. Ia ingin membuat adiknya sadar tetapi itu malah membuat Jinx kebingungan dan mulai berhalusinasi tentang traumanya. Silco yang mengetahui Vi hanya membuat psikologis Jinx tergangu mulai menodongkan pistol kearah Vi untuk membuatnya diam. Namun, Jinx yang sudah tidak terkontrol karena tekanan yang ia dapat. Ia mulai menembakkan mesin gun kesegala arah. Tembakan tersebut tidak sengaja mengenai Silco dan membuatnya sekarat. Jinx yang mulai mendapatkan kesadarannya kembali segera mendatangi Silco dan sangat menyesali perbuatannya. Sebanyak apapun kesalahan Jinx, Silco selalu memaafkannya. Walau Jinx tidak sengaja menembaknya, ia tetap memenangkan Jinx agar tidak merasa bersalah. Disaat detik-detik terakhir ia tetap mengatakan Jinx sangat sempurna dimatanya. Sampai akhirpun, Silco menjadi sosok ayah yang sangat baik bagi Jinx.

Atas kematian Silco dan rasa pengkhianatan Vi yang lebih memilih Caitlyn membuat Jinx tidak memiliki orang yang ia percayai. Ia hanya memiliki satu tujuan, yaitu kehancuran kota Piltover. Kini dengan senjata Fishbones yang sudah sempurna, ia membidik dan menembak gedung rapat para dewan kota Piltover.

Analisis Aktualisasi Diri Tokoh Utama

Aktualisasi diri didefinisikan sebagai perkembangan yang paling tinggi dari semua bakat, pemenuhan semua kualitas dan kapasitas sesuai dengan potensi seseorang untuk menjadi, atau dengan kata lain aktualisasi diri merupakan kebutuhan psikologis untuk menumbuhkan, mengembangkan dan menggunakan kemampuannya untuk menjadi diri sendiri sesuai dengan kemampuannya (Ritandiyono dan Retnaningsih 1896:6-7).

Sebenarnya Powder memiliki potensi. Ia pintar merakit bom dan pandai menembak. Namun ketika ia mulai mengacau, Mylo sering mengejeknya dan mengatainya sebagai pembawa sial (Jinx) karena tidak bisa bertarung.

Hal itu membuat ia sering tidak percaya diri dan beranggapan bahwa ia mengacaukan segalanya (Gambar 1).

Hal ini juga terbukti dari kutipan dialog Powder dan Vi berikut:

Powder : “Aku mengacaukan segalanya. Selalu begitu”

Vi : “Tidak ada yang mengatakan itu”

Powder : “Tidak. Tapi kakak jauh lebih dewasa dariku saat usia kakak setengah usiaku. Mereka benar, aku bukan petarung”

Gambar 1. Powder berbicara dengan kakaknya, Vi

Saat orang-orang Lanes ingin melawan para enforcer, Powder juga ingin ikut. Ia ingin menjadi berguna untuk orang lain dan juga kakaknya. Ia pun mulai memperbaiki dan menyempurnakan rakitan bomnya untuk

(9)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 384

bersama-sama melawan enforcer. Kali ini ia yakin bahwa bomnya akan berhasil (Gambar 2). Hal ini juga terbukti dari kutipan dialog Powder dan Vi berikut:

Powder : “Lihat, aku membuatnya untuk melawan para enforcer. Ini bom asap dan yang kedua itu bom yang penuh dengan paku. Kali ini pasti berhasil. Aku yakin.”

Vi : “Aku juga. Kau tahu Powder, yang membuatmu berbeda itu membuatmu kuat. Ingat itu baik baik, oke?”

Gambar 2. Powder percaya bom yang ia rakit akan bekerja

Saat Jinx tidak terkendali dan menembak rusak sebagian kapal terbang, ia disuruh Silco untuk bersantai sejenak. Namun, Perintah Silco malah disimpulkan oleh Jinx bahwa Silco menganggap dirinya lemah (Gambar 3). Namun ia sendiri juga meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia tidaklah lemah. Ia akan menunjukkan bahwa ia mampu dan berguna untuk Silco. Berikut bukti dari kutipan monolog Jinx yang berbicara dengan halusinasi teman-temannya yang telah meninggal:

Jinx : “sekarang Silco pikir aku lemah. „Sevika akan membereskannya‟, Sevika hanya tangan kanan Biasa”

(bisikan-bisikan)

Jinx : “Aku tidak lemah! Dan aku akan tunjukkan padanya. Akan kutunjukkan kepadanya! Lihat saja!”

Gambar 3. Jinx tidak ingin dipandang sebagai orang lemah

Dalam pencuriannya, ia meledakkan sebuah gedung dan membuat setengah lusin enforcer meninggal. Hal ini didengar oleh Silco membuat Silco bertanya apa yang ia perbuat. Namun Jinx meyakinkan Silco bahwa ia tau apa yang ia lakukan yaitu mewujudkan impian Silco untuk memerdekakan kota Zaun.Hal ini juga terbukti dari kutipan dialog Jinx dan Silco berikut:

Silco : “Setengah lusin enforcer mati! Enforcer! Mati!

Jinx : “Ya…”

Silco : “Sebuah gedung meledak!”

Jinx : “Ohh haha, ya…”

Silco : “Kau tahu apa yang sudah kau lakukan?”

Jinx : “Sebenarnya, iya” seraya menunjukkan Gemstone.

Pada saat Jinx dan Vi bertemu kembali, Jinx mengatakan ia telah berubah kepada Vi setelah ia ditinggalkan Vi. Ia bukan Powder lugu dan polos seperti dulu. Jinx sendiri mengatakan Powder sudah mati dan sekarang hanyalah Jinx yang ada dalam dirinya saat ini. (Gambar 4).Hal ini juga terbukti dari kutipan dialog Jinx, Vi, dan Caitlyn berikut:

(10)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 385

Vi : “Oh Powder. Maafkan kakak, Powder. Kakak mencoba kembali. Kakak janji, sungguh. Tetapi kakak… kakak dipenjara.”

Jinx : “Marcus?”

Vi : “Entahlah. Itu tidak penting. Kakak hanya… kakak berpikir tidak akan melihatmu lagi.”

Jinx : “Apa kau sungguhan?”

Vi : “Ya, tentu saja. Ini aku, Vi. Kakakmu. Aku disini.”

Jinx : “Situasi banyak berubah setelah kakak pergi. Aku juga berubah.”

Vi : “Kakak tahu, Pow-pow. Kakak tahu. Kau lakukan apapun untuk bertahan hidup. Aku juga, tidak apa-apa. Yang terpenting kita kembali bersama.”

(Caitlyn datang) Jinx : “Siapa dia?”

Caitlyn : “Kau siapa?”

Vi : “Tidak apa-apa, dia teman kakak.”

Jinx : “Sevika tidak berbohon. Kakak bersama seorang enforcer?”

Caitlyn : “Adikmu adalah Jinx?”

Vi : “Caitlyn, dengar kita bisa menyelesaikannya.”

Jinx : “Ini jebakan! Kakak mempermainkanku!” (terdengar bisikan-bisikan). Diam! Maksudku jangan bergerak.”

Caitlyn : “Aku tidak mengatakan apapun”

Jinx : “Aku bukan bicara padamu!”

Vi : “Powder, tidak apa-apa.”

Jinx : “Berhenti memanggilku begitu! Sekarang aku Jinx (pembawa sial). Powder sudah mati.”

Gambar 4. Jinx mengakui ia telah berubah semenjak ia ditinggalkan Vi

Saat Jinx tidak terkendali ia menembak kesegala arah dan tidak sengaja membuat Silco meninggal. Jinx sadar dan mengatakan Vi tidak akan mungkin mencintai dirinya seperti dulu setelah ia berubah (Gambar 5).Hal ini juga terbukti dari kutipan dialog Jinx dan Vi berikut:

Vi : “Powder? Tidak apa-apa. Semua akan baik-baik saja.”

Jinx : “Kupikir, mungkin kakak bisa menyayangiku seperti dahulu. Meskipun tahu aku berbeda. Tapi kakak juga berubah.”

Gambar 5. Jinx setelah ia kehilangan Silco

Akibat rasa kehilangan yang mendalam kini ia berevolusi sebagai Jinx seutuhnya. Tekad dan ambisi dari sisi Jinx telah memenuhi dirinya. Tidak ada lagi sisi Powder yang dikenal sebagai anak lugu tetapi sisi Jinx yang akan menunjukkan teror yang sebenarnya kepada kota Peltover (Gambar 6).

(11)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 386

Gambar 6. Jinx menembakkan rudal kearah gedung rapat dewan Peltover

Aktualisasi diri merupakan kebutuhan tertinggi manusia dalam konsep hierarki kebutuhan yang diungkapkan Abraham Maslow, untuk mencapai aktualisasi diri maka kebutuhan-kebutuhan pada level paling rendah harus terpenuhi dahulu sebelum memenuhi kebutuhan pada level yang lebih tinggi.

A. Kebutuhan-Kebutuhan Dasar Fisiologis

Kebutuhan-kebutuhan fisiologis atau physiological needs adalah kebutuhan-kebutuhan dasar yang paling mendesak pemuasannya. Hal ini dikarena kebutuhan-kebutuhan tersebut berkaitan langsung dengan pemeliharaan biologis dan kelangsungan hidup. Powder terbiasa mencuri benda-benda berharga milik orang kota Peltover untuk mendapatkan uang agar dapat bertahan hidup (Gambar 7). Sedangkan Jinx (Powder saat remaja) menyelundupkan obat Shimmer untuk menghasilkan uang dan bertahan hidup (Gambar 8).

Gambar 7. Powder, Vi, Mylo, dan Claggor membobol kantor Jayce

Gambar 8. Jinx ditugaskan untuk menjaga kargo

B. Kebutuhan Akan Rasa Aman

Kebutuhan akan rasa aman adalah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh rasa aman fisik, stabilitas, ketergantungan, perlindungan dan kebebasan dari berbagai ancaman baik dari teroris,

(12)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 387

penyakit, takut, cemas dan atau bencana alam. Powder tidak lagi aman setelah ia, kakak, dan temannya menjadi buronan enforcer. Ia terus-menerus sembunyi dari kejaran enforcer (Gambar 9). Tidak hanya itu, ia juga tidak lagi merasa aman ketika Vi meninggalkannya sendirian sampai Silco datang dan merawatnya (Gambar 10).

Jinx sendiri merasa aman bersama Silco karena Silco sudah ia anggap keluarganya sendiri. Silco juga sangat mengerti dan memahami Jinx. Silco juga sangat baik dalam merawat Jinx yang memiliki trauma masa lalunya sehingga Jinx sangat mempercayai Silco (Gambar 11)

Gambar 9. Powder bersembunyi saat enforcer menggeledah The Last Drop

Gambar 10. Powder ditinggalkan Vi

Gambar 11. Salah satu momen kedekatan Jinx dan Silco

C. Kebutuhan Akan Rasa Cinta dan Memiliki

Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki ialah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk mengadakan hubungan afektif atau ikatan emosional dengan individu lain, baik dengan sesama jenis maupun dengan yang berlainan jenis, di lingkungan keluarga ataupun di lingkungan kelompok di masyarakat. Kebutuhan akan rasa cinta bisa didapatkan dari keluarga, teman dan pasangan.

Saat kecil Powder kehilangan orang tua dan tidak memiliki cinta dan kasih sayang orang tua yang utuh.

Tetapi kakaknya Vi selalu memberikan Powder cinta dan kasih sayang yang tulus (Gambar 12).

(13)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 388

Gambar 12. Vi mengusap pipi Powder dengan lembut dan penuh perhatian

Sejak ia ditinggalkan Vi Powder tidak lagi mempunyai orang yang ia sayangi. Kemudian kasih sayang yang ia miliki sekarang adalah Silco. Sifat Silco yang telah melunak setelah ia merawat Jinx. Hal ini membuat Jinx memiliki kasih dan cinta Silco seperti ayah dan anak yang tidak bisa terlepaskan. Hal ini dibuktikan dengan kalimat terakhir Silco setelah tidak sengaja tertembak oleh Jinx.

Jinx : “Tidak… tidak tidak. Maafkan aku. Maafkan aku, maafkan aku, maafkan...”

Silco : “Aku tidak akan menyerahkanmu pada mereka (Peltover). Tidak demi apapun. Jangan menangis, kau sempurna”

D. Kebutuhan Akan Rasa Harga Diri

Harga diri adalah suatu penilaian yang mendeskripsikan sejauh mana individu menilai dirinya sebagai orang yang berharga, berkompeten, dan berkemampuan. Kebutuhan ini dibagi menjadi dua bagian, bagian pertama adalah penghormatan atau penghargaan diri sendiri, bagian kedua yaitu penghargaan atas apa yang telah dilakukan, dalam hal ini individu butuh penghargaan yang telah diraih.

Kepercayaan diri sangat erat kaitannya dengan penghargaan diri dan penghormatan kepada diri sendiri.

Powder sering dikata-katai Mylo karena ia anak kecil yang tidak berguna dan tidak bisa bertarung. Akan tetapi Powder merupakan anak yang pintar dan ahli menembak. Powder membuktikan ia lebih pintar dan lebih ahli menembak dibanding Mylo (Gambar 13).

Gambar 13. Powder berhasil menembak semua sasaran dan meremehkan Mylo

Setelah kekacauan yang ia perbuat di kapal terbang, Silco mengatakan biar Sevika yang membereskannya.

Hal ini membuat Jinx kesal karena Sevika lebih bisa diandalkan dibandingkan dirinya. Jinx pun mempunyai rencana untuk membuat senjata peluncur rudal untuk membuktikan ia lebih pantas dan berguna di banding Sevika. Jinx selalu selangkah lebih maju dari Sevika. Seperti saat ia tau Sevika sedang berusaha mencari Vi, ia menjebak Sevika dengan gas tidur (Gambar 14).

(14)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 389

Gambar 14. Jinx menjebak Sevika

E. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Aktualisasi adalah kebutuhan individu yang tergolong merupakan kebutuhan utama untuk memperoleh pengakuan atas dirinya dari lingkungan. Tetapi untuk memperoleh pengakuan tersebut tidak mudah, banyak sekali hambatan-hambatannya. Hambatan itu bisa berasal dari dalam individu itu sendiri atau bahkan dapat berasal dari luar individu.

Untuk memperoleh pengakuan bahwa ia dapat membantu, Powder berusaha merakit bom asap dan bom penuh paku. Namun bom itu tidak pernah bekerja membuat Mylo sering mengejeknya sebagai beban. Saat bomnya benar-benar telah berhasil, ia merasa sangat bangga. Tetapi hasil ledakan tersebut malah membuat teman-temannya terbunuh. Sehingga membuat Vi dan mengatakan Powder adalah pembawa sial (Jinx).

Untuk memperoleh pengakuan bahwa ia tidak lemah, Jinx membuat senjata peluncur rudal. Senjata tersebut akan digunakan untuk meneror orang kota Peltover. Silco merasa ini kesempatan mereka untuk menyetarakan Lanes sebagai kota Zaun sehingga Silco mengakui dan mempersilahkan Jinx untuk tetap melanjutkan pembuatan senjata tersebut.

PENUTUP

Powder merupakan anak yang pintar namun ia tidak pandai bertarung. Ia juga sering membuat kekacauan sehingga Mylo selalu mengejeknya sebagai pembawa sial. Karena hal itu membuat Powder menjadi tidak percaya diri. Namun kakaknya, Vi selalu menyemangati dirinya. Setelah disemangati Vi, Powder lebih percaya diri untuk menunjukkan kemampuannya dalam menembak dan merakit bom.

Setelah Powder ditinggalkan Vi, Powder berevolusi menjadi Jinx. Silco merawat Jinx dan menginginkan Jinx untuk membuat suatu perubahan pada kotanya. Untuk itu, ia membuat senjata peluncur rudal bernama Fishbones yang sumber tenaganya menggunakan Gemstone. Senjata itu digunakan untuk menakut-takuti kota Peltover agar kota Zaun diakui setara dengan kota Peltover. Karena tekad dan potensi serta kepintarannya yang sekarang, ia dapat membuktikan bahwa ia mampu mencapai tujuannya tersebut. Powder (Jinx) dapat mengekpresikan dirinya bahwa ia mampu menjadikan kota Zaun diakui setara dengan kota Peltover meski ditinggalkan kakaknya, membunuh kedua temannya dan membunuh ayah angkatnya. Ia memiliki tekad untuk meneror kota Piltover setelah melalui banyak pengorbanan dan kehilangan. Powder (Jinx) dapat meraih aktualisasi dirinya.

Aktualisasi diri tokoh utama usaha yang dilakukan Powder (Jinx) untuk memenuhi hierarki kebutuhan diantaranya:

A. Kebutuhan-Kebutuhan Dasar Fisiologis

Untuk bertahan hidup, Powder sering mencuri barang-barang orang kota Peltover. Sedangkan Jinx (Powder remaja) menjadi penyelundup obat terlarang untuk ia bertahan hidup.

B. Kebutuhan Akan Rasa Aman

Powder tidak merasa aman setelah ia menjadi buronan enforcer karena telah mencuri. Sedangkan Jinx (Powder remaja) merasa aman ketika bersama ayah angkatnya, Silco.

C. Kebutuhan Akan Rasa Cinta dan Memiliki

Powder memiliki kakak yang mencintai dan menyayangi dirinya dengan tulus. Tetapi setelah ia dtinggalkan, Jinx (Powder remaja) miliki ayah angkat yang mengerti dan memahami dirinya.

D. Kebutuhan Akan Rasa Harga Diri

Powder membuktikan bahwa ia memiliki keahlian dihadapan Mylo yang sering mengejek dirinya.

Sedangkan Jinx (Powder remaja) membuktikan dirinya dapat diandalkan dan lebih maju satu langkah dari Sevika. Rasa harga dirinya terbayarkan dengan rasa puas karena dapat membuktikan bahwa ia mampu melakukan sesuatu melebihi orang lain.

E. Kebutuhan Akan Aktualisasi Diri

Powder mendapat pengakuan dari Vi bahwa ia anak yang pintar. Sedangkan Jinx (Powder remaja) membuktikan ia dapat diandalkan Silco dan mendapatkan pengakuan olehnya.

REFERENSI

Aini, Nur. (2019). Aktualisasi Diri Tokoh Utama dalam Anime Kuragehime Karya Akiko Higashimura Kajian Psikologi Humanistik (Skripsi). Sarjana Universitas Diponegoro Semarang). Diakses dari:

http://eprints.undip.ac.id/76501/

Capuzzi, D., & Stauffer, M.D. (2016). Counseling and Psychotherapy: Theories and Intervention (6th Edition).

Alexandria, VA: American Counseling Association.

(15)

TEACHING AND LEARNING IN THE 21 ST CENTURY :

Challenges and Opportunities For Educator 390

Corey, G. (2017). Theory and Practice of Counseling and Psychotherapy (10th Edition). Boston, MA: Cengage Learning.

Erford, B.T. (2016). 40 Teknik yang Harus Diketahui Setiap Konselor (Edisi Kedua). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Fall, K.A., Holden, J.M., & Marquis, A. (2017). Theoretical Models of Counseling and Psychotherapy (3rd Edition). New York, NY: Routledge.

Fortiche. (Produser). (2021). Arcane: League of Legends [Bluray]. Tersedia di https://www.netflix.com Koeswara, E. 1991. Teori-teori Kepribadian. Bandung: PT Eresco.

Riondita, Deby. (2017). Aktualisasi Diri Tokoh Utama dalam Novel IQ84 Karya Murakami Haruki Sebuah Kajian Psikologi Humanistik (Skripsi). Sarjana Universitas Diponegoro Semarang). Diakses dari:

http://eprints.undip.ac.id/58725/

Sweeney, T. J. (2009). Adlerian Counseling and Psychotherapy: a Practicioners Approach (5th edition). New York, NY: Routledge.

Yusuf, S. (2016). Konseling Individual: Konsep Dasar dan Pendekatan. Bandung: Refika Aditama.

Referensi

Dokumen terkait

Hal itu sejalan dengan teori hierarki kebutuhan ( hierarchy of needs ) dari Abraham Maslow, yang terdiri dari: kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman,

Hasil analisis dari penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) Motivasi kebutuhan akan rasa aman dalam tindakan menciptakan rasa nyaman dalam dirinya dibuktikan

Motivasi yang akan digambarkan pada informan merupakan motivasi untuk memenuhi kebutuhan seseuai hirarki kebutuhan Maslow yaitu kebutuhan fisiologis, rasa aman, rasa memiliki dan

Tokoh Utama Melur dalam novel peREmpuan karya Maman Suherman, dapat memenuhi kebutuhan pencapaian aktualisasi diri dan mampu mengaktualisasikan dirinya sesuai

Jika ada film yang alurnya sama biasanya hanya menceritakan tokoh utama pria bagaimana memenuhi kebutuhan mereka dari yang terendah sampai tertinggi, tetapi kedua film

Hasil penelitian menunjukkan terdapat tokoh dan penokohan, konflik batin tokoh utama dan bentuk psikologi novel Janji Karya Tere Liye Kebutuhan Fisiologis, Kebutuhan Akan Rasa Aman,

KESIMPULAN Adapun Hasil penelitian mengenai kepribadiannya mencakup kebutuhan hierarki yang telah sepenuhnya di lakukan oleh Zayni Barakat, meliputi: a kebutuhan fisiologis

HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil penelitian tentang aktualisasi diri tokoh utama dalam novel Bidadari Berbisik karya Asma Nadia yang terdapat dua tokoh utama yang merupakan