• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aku Anak Cerdas dan Percaya Diri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Aku Anak Cerdas dan Percaya Diri"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

“Tabarakallah ... Dengan membaca buku ini anak dapat tumbuh rasa percaya dirinya dengan berani mengutarakan

pendapatnya serta melatih public speakingya. Melalui berbagai cerita-cerita menarik. Ayo, kita baca!”

Rosaline,S.Pd.AUD Pendidik dan Penulis Cernak

“Yessss… Bukunya keren. Ikutilah jejaknya, dalam kumpulan buku cerita Aku Anak Cerdas dan Percaya Diri.

Adik-adik pasti bisa.”

Daeng Siti Hurriyah, S.S.,S.E.

Pendidik dan Penulis

(2)

Halo Adik-adik, Leguty Media mempersembahkan buku Aku Anak Cerdas dan Percaya Diri.

Buku ini bagus lho untuk meningkatkan tingkat kepercayaandiri kita. Kita bisa semakin cerdas dan bijak dengan berani menyampaikan pendapat di depan banyak orang. Ketika kita percaya diri maka kita akan mudah bersosialisasi dengan orang lain. Apalagi kalau kita menambah sikap ramah dan berpikir positif, maka akan semakin terlihat kecerdasan emosional yang kita miliki.

Jadi jangan menyerah ya Adik-adik, kecerdasan dan kepercayaan diri bisa dipelajari, jangan menyerah untuk kebaikan. Salam hangat dari Kakak Penulis. Semoga kalian sehat selalu dan terus percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki ya.

Salam Sayang, Kakak Penulis

Kata Pengantar

2 25

Aku Anak Cerdas dan Percaya Diri

Penulis : Tim Leguty Media

Editor : Teguh Indriawan dan S. Sholekah. S.

ISBN : 978-623-5948-44-7

Cetakan Pertama : Mei 2022

Penerbit : Leguty Media (Tangerang Selatan) Anggota IKAPI : (No.056/BANTEN/2021)

Website : https://legutykids.com Program Menulis Buku : 0821-1260-0268

Berani Mengambil Keputusan

Ridha Muslimah Sacha

Rahma bingung. Ia diundang oleh Arifah untuk datang ke acara ulang tahunnya. Sementara hari ini, Bunda sedang pergi menjenguk temannya yang sakit.

Rahma tidak terbiasa memilih baju untuk bepergian. Biasanya, Bunda yang memilihkannya pakaian. Sebenarnya Bunda sudah sering membiarkan Rahma memilih sendiri. Namun,

Rahma kurang percaya diri dengan pilihannya.

Rahma bingung memilih baju yang mana. Beberapa kali ia mencoba baju. Namun, ia merasa penampilannya kurang cantik.

“Aduh, aku juga belum menyiapkan hadiah untuk Rahma. Biasanya, Bunda yang

menyiapkannya. Bagaimana ini? Kalau aku datang dengan pakaian sembarangan dan tanpa hadiah, tentu memalukan. Aku juga bingung mau naik apa,” keluh Rahma.

Namun, Rahma ingat janjinya kepada Arifah. Ia juga sudah bersedia bernyanyi menghibur anak yatim yang diundang ke acara itu. Rahma memilih baju merah. Ia memutuskan untuk datang walaupun tanpa hadiah.

Sesampainya di sana, Arifah menyambutnya dengan gembira. Para undangan terhibur dengan penampilannya. Rahma bersyukur, ia sudah berani mengambil keputusan. ***

(3)

3 24

Daftar Isi Ramah

Rofiatul Mayasari, S.Pd.

Zayyan sudah rapi berseragam dan hendak berangkat. Sekolahnya tidak jauh dari rumah, hanya sekitar dua menit dengan mengendarai sepeda. Zayyan segera berpamitan kepada Bunda yang sedang membereskan meja makan.

“Zayyan berangkat dulu ya, Bun. Asalamualaikum,” ucap Zayyan sembari mencium punggung tangan bundanya.

“Waalaikumsalam, hati-hati di jalan,” jawab Bunda.

Zayyan mengayuh sepeda menuju sekolah dengan riang gembira. Sesampainya di gerbang sekolah, ia menyapa dengan ramah Pak Satpam yang sedang bertugas membantu menyebrangkan murid-murid.

“Selamat pagi, Pak!”

“Pagi Zayyan, sepedanya disusun yang rapi di parkiran ya!” kata Pak Satpam.

“Siap, Pak,” jawab Zayyan lantang sambil menuntun sepeda menuju tempat parkir.

Di tempat parkir, Zayyan bertemu dengan Bian.

“Hai, Bian!”

“Halo, Zayyan! Parkirkan dulu sepedamu, aku tunggu di sini ya! Nanti kita masuk kelas bersama- sama,” kata Bian.

Tiba di kelas, teman-teman Zayyan sudah berhamburan menyambut Zayyan, sebagian yang lain menyapanya dari kejauhan. Zayyan yang ramah memang sangat dikenal oleh teman-temannya karena sikap ramah Zayyan sangat menyenangkan bagi teman-temannya. ***

1. Percaya Diri Endang Fatmawati 4

(4)

4 23

Percaya Diri

Endang Fatmawa

Hari Senin besok merupakan hari pertama ujian Penilaian Akhir Semester (PAS). Beberapa hari sebelumnya, Uswah mempersiapkannya dengan rajin belajar. Catatan materi pelajaran dan bukunya selalu dibaca berulang-ulang.

Ada hal lain yang menjadi kelebihan Uswah. Di samping rajin belajar, ia juga rajin dalam hal ibadah.

Senin pagi sebelum masuk sekolah, Uswah sudah mempersiapkan tas sekolah. Bekal makanan dan minuman sudah disiapkan Ibu di meja.

“Ibu, tolong doakan aku bisa mengerjakan, ya!” pinta Uswah sambil salim mencium tangan ibunya.

“Iya Us, kamu pasti mampu melaluinya dengan lancar,” kata Ibu.

“Amin, terima kasih banyak doa restunya, Bu,” jawab Uswah.

Sembari melangkah menuju sekolah, Uswah begitu yakin dengan kemampuannya. Telah tumbuh sikap mental dalam menilai diri sehingga memiliki keyakinan akan kemampuan dirinya dapat

melakukan sesuatu dengan kemampuannya.

Oleh karena sudah mempersiapkan dengan belajar dan berdoa, maka Uswah begitu percaya diri bisa meraih keberhasilan dengan nilai sempurna. ***

Anak Tangguh

Neng Nurhemah

Pagi itu, seperti biasa aku berangkat ke sekolah untuk menempuh perjalanan sejauh 18 KM.

Tetapi hatiku hancur karena Ayah dan Ibu berpisah, tidak lagi tinggal dalam satu rumah. Ibuku kehilangan arah.

Sore itu aku menyendiri mengingat cita-cita besarku, Kupandangi foto Ayah yang segera akan meninggalkanku. Dengan penuh air mata dan menguatkan diri, aku terus berpikir untuk bisa menyelamatkan keluargaku. Kuperhatikan adikku yang sedang membaca buku cerita. Dengan penuh tekad aku akan menyelamatkan adik-adikku, kudatangi ibuku yang sedang berbaring dan penuh air mata. Aku memohon dan meminta Ibu untuk terus bertahan bersama aku dan adik-adik.

“Ibu, biarlah bumi yang kita injak ini tidak rata seperti bumi yang mereka injak, tetapi kita akan berjuang untuk berdiri sama tinggi seperti mereka yang menginjak bumi yang rata.

Walaupun tanah yang kita injak bergelombang, mari kita terlihat sama tinggi.”

Kami berikrar untuk bertahan sampai kepada cita-cita dan akan menyelamatkan keluargaku.

Saat ini, kami semua sudah berhasil dan sukses. ***

(5)

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu hasil penelitian dapat di simpulkan bahwa metode bermain peran dapat meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan interaksi sosial pada anak kelompok B di

Dengan demikian dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Melalui penerapan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan percaya diri dalam pembelajaran sub tema aku

Dengan penuh rasa percaya diri, yakin terhadap kemampuan yang dimiliki dan berinteraksi sosial dengan individu-individu lain di sekitar dalam berkomunikasi, bergaul,

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi interpersonal orang tua dalam meningkatkan rasa percaya diri anak penyandang disabilitas kategori

Berdasarkan tabel 1 diperoleh data bahwa percaya diri yang dimiliki anak menun- jukan pada kriteria berkembang sangat baik sebanyak 6 anak terdiri dari 2 anak

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul “ PENGARUH PERCAYA DIRI DAN BERANI MENGAMBIL RISIKO TERHADAP KEBERHASILAN USAHA PADA UMKM MAKANAN RINGAN

ABSTRAK PENGARUH PRESTASI AKADEMIS, PERAN GURU PEMBIMBING DAN PERCAYA DIRI TERHADAP KEBERHASILAN PELAKSANAAN PROGRAM PLP RP MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AKUNTANSI,

Berdasarkan hasil penelitian mengenai pola asuh orang tua dalam meningkatkan rasa percaya diri anak tuna rungu dalam berinteraksi sosial diperoleh beberapa point kesimpulan,