AKUNTANSI BELANJA DAN BEBAN
Cepi Juniar Prayoga,SE.,M.Ak.,Ak.,CPRM.,CFTax
2
Bultek 04 Penyajian dan pengungkapan belanja pemerintah
PMK Nomor 225 Tahun 2019 Tentang kebijakan akuntansi pemerintah pusat
Permendagri nomor 64 tahun 2013 tentang penerapan standar akuntansi pemerintah berbasis akrual pada pemerintah daerah
RUJUKAN ATURAN
Belanja adalah Semua pengeluaran dari RKUD/RKUN (rekening kas umum negara/daerah) yang mengurangi saldo anggaran lebih dalam periode tahun anggran yang bersangkutan yang tidak akan diperoleh pembayarannya kembali oleh pemerintah
Beban adalah penurunan manfaat ekonomi/potensi jasa biaya yang timbul akibat transaksi tersebut dalam periode laporan yang berdampak pada penurunan ekuitas , baik berupa pengeluaran , konsumsi asset, atau timbul kewajiban.
Berbasis Kas Berbasis Akrual
Definsi Belanja dan beban
4
Klasifikasi
Belanja
Beban
Berbasis KAS
Berbasis Akrual
Pengkalsifikasian pengeluaran pada pemerintah pusat maupun daerah:5
Klasifikasi belanja
Belanja Pegawai Belanja Barang
Belanja modal Belanja Bunga
Belanja subsidi Belanja hibah
Belanja Bantuan SOsial
Belanja lain-lain
Klasifikasi belanja
Belanja Pegawai
Belanja Pegawai adalah pengeluaran yang merupakan konpensasi
terhadap pegawai baik dalam bentuk uang atau barang,yang harus di
bayarkan kepada pegawai pemerintah dalam maupun luar negeri baik
kepada pejabat negara, pegawai negeri sipil dan pegawai yang
dipekerjakan oleh pemerintah yang belum status PNS sebagai imbalan atas
pekerjaan yang telah dilaksanakan termasuk pembayaran honorarium
kegiatan kepada non pegawai dan pemberian hadiah atas kegiatan tertentu
terkait dengan suatu prestasi, kecuali pekerjaan yang berkaitan dengan
pembetukan modal
Klasifikasi belanja
Belanja Pegawai
Belanja Pegawai mencakup:
Belanja Gaji dan Tunjangan
Belanja tambahan penghasilan PNS
Belanja Penerimaan lainnya Pimpinan dan anggota DPRD serta KDH/WKDH
Biaya pemungutan pajak daerah
Honorarium pns
Honorarium Non PNS
Uang lembur
Belanja Pegawai BLUD (Dari APBD
Klasifikasi belanja
Belanja Barang
Belanja barang dan jasa dicatat untuk menampung pembelian
barang dan jasa habis pakai untuk memproduksi barang dan
jasa yang di pasarkan maupun yang tidak dipasarkan serta
pengadaan barang yang dimaksudkan untuk diserahkan atau
dijual kepada masyarakat/pihak ketiga termasuk pembayaran
honorarium kegiatan kepada non pegawai, pemberian hadiah
uang atas kegiatan tertentu terkait dengan suatu prestasi dan
belanja perjalanan.
Klasifikasi belanja
Belanja Barang
Belanja Barang dan jasa mencakup
• Belanja Bahan Pakai habis
• Belanja Bahan/material
• Belanja jasa kantor
• Belanja premi asuransi
• Belanja Perawatan
• Kendaraan Bermotor
• Belanja cetak dan pengadaan
• Belanja Sewa rumah/Gedung/Gudang/parkir
• Belanja sewa saran Mobilitas
• Belanja sewa alat berat
• Belanja sewa perlengkapan dan peralatan kantor
• Belanja makan dan minum
• Belanja Pakaian dinas dan atribut
• Belanja pakaian dinas
• Belajan pakaian khusus hari hari tertentu
• Belanja perjalanan dinas
• Belanja Perjalanan pindah tugas
• Belanja pemeliharaan
• Belanja Jasa konsultasi
• Belanja Barang Untuk diserahkan kepada masyarakat/pihak ke tiga
• Belanja barang dan jasa BLUD
• Belanja Beasiswa Pendidikan PNS
Belanja Khusus pelatihan, sosialisasi dan bimbingan teknis PNS
• Pembayaran honorarium kepada non Pegawai
• Pemberian hadiah uang atas kegiatan tertnetu terkait dengan suatu prestasi
Klasifikasi belanja
Belanja Modal
Pengeluaran anggaran yang digunakan dalam rangka
memperoleh atau menambah asset tetap dan asset lainnya
yang memberikan manfaat lebih dari satu period akuntansi
serta melebihi Batasan minimal kapitalisasi asset tetap atau
asset lainnya yang ditetapkan pemerintah daerah. Aset tetap
tersebut di pergunakan untuk operasional kegiatan sehari hari
suatu satuan kerja atau untuk di manfaatkan oleh masyarakat.
Klasifikasi belanja
Belanja Bunga
• Belanja bunga digunakan untuk alokasi pengeluaran pemerintah daerah
untuk pembayaran bunga(interest) yang dilakukan atas kewajiban
penggunaan pokok utang(principal outstanding) termasuk belanja
pembayaran biaya-biaya yang terkait pinjaman dan hibah pemerintah daerah
yang diterima oleh pemerintah daerah seperti biaya commitmen fee dan
biaya denda.Belanja bunga mencakup antara lain Bunga utang pinjaman dan
bunga utang obligasi.
Klasifikasi belanja
Belanja Subsidi
• Pengeluaran atau alokasi anggaran yang diberikan
pemda kepada bumn/bumd atau pihak ketiga lainnya
yang memproduksi dan mengimpor barang serta
menyediakan jasa untuk di jual dan diserahkan dalam
rangka memenuhi hajat hidup orang banyak agar harga
jualnya dapat dijangkua masyarakat.
Klasifikasi belanja
Belanja Hibah
• Pengeluaran pemerintah berupa transfer dalam bentuk uang ,barang
atau jasa bersifat tidak wajib serta spesifik telah ditetapkan
peruntukannya.Belanja hibah mencakup antara lain: belanja hibah
kepada pemerintah pusat, belanja hibah kepada pemerintah daerah
lainnya, belanja hibah kepada perusahaan daerah, belanja hibah
kepada pemerintahan desa, belanja hibah kepada masyarakat,
belanja hibah kepada organisasi, belanja hibah kepada satuan
Pendidikan dasar.
Klasifikasi belanja
Belanja Bantuan sosial
Pengeluaran pemerintah daerah berupa uang atau barang serta jasa yang diberikan kepada masyarakat guna melindungi dari kemungkinan terjadinya risiko social.bantuan social dapat langsung diberikan kepada anggota masyarakat dan atau Lembaga non pemerintah bidang Pendidikan dan keagmaan.Belanja bantuan social mencakup antara lain:
belanja bantuan social kepada organisasi kemasyarakatan dan belanja
bantuan social untuk masyarakat
Klasifikasi belanja
Belanja Lain-lain
Pengeluaran pemerintah pusat atau daerah yang sifat pengeluarannya tidak
diklasifikasikan kedalam pos-pos pengeluaran jenis belanja sebelumnya.biasa
pengeluaran ini bersifat biasa dan tidak diharapkan berulang.
Klasifikasi Beban
• Beban pegawai
• Beban persediaan
• Beban barang dan jasa
• Beban pemeliharaan
• Beban perjalanan dinas
• Beban barang untuk diserahkan kepada masyarakat
• Beban bunga
• Beban subsidi
• Beban hibah
• Beban bansos
• Beban transfer
• Beban lain-lain
• Beban penyisihan piutang
• Beban penyusutan
17
Pengakuan Dan Pengukuran
Belanja (berbasis kas) diukur berdasarkan nilai nominal yang dikeluarkan dan tercantum dalam dokumen sumber pengeluaran yang sah untuk pengeluaran dari kas negara atau pengesahan oleh bendahara umum pemerintah/ daerah dan diukur berdasarkan asa bruto.
Beban (berbasis Acrual) diakui pada saat terjadinya penurunan manfaat
ekonomi atau potensi jasa , terjadinya konsumsi asset dan timbul
kewajiban.
18
Pengakuan Dan Pengukuran
Pengakuan beban:
a) Penurunan manfaat ekonomi dan potensi jasa(contoh penyusutan, penyisihan amortisasi)
b) Konsumsi asset(contoh beban gaji)
c) Timbul kewajiban (terjadinya peralihan hak dari pihak lain kepada
pemerintah tanpa diikuti keluiar kas dari RKUN ). Timbulnya kewajiban yang
diakibatkan penerimaan manfaat ekonomi dari pihak lain yang belum di
bayarkan atau akibat dari perjanjian dengan pihak lain atau karena
peraturan perundang-undangan
19
Pengakuan Dan Pengukuran
Beban di ukur berdasarkan terjadinya peristiwa pada periode tersebut dan beban terdiri dari::
•
Beban pegawai
•
Beban persediaan
•
Beban barang dan jasa
•
Beban pemeliharaan
•
Beban perjalanan dinas
•
Beban barang untuk diserahkan kepada masyarakat
•
Beban bunga
•
Beban subsidi
•
Beban hibah
•
Beban bansos
•
Beban transfer
•
Beban lain-lain
•
Beban penyisihan piutang
•
Beban penyusutan
20
Jurnal Transaksi belanja dan Beban
Belanja /beban
Belanja /beban Operasional Belanja Modal
Mengahsilkan persediaan
Tidak menghasilkan persediaan
Belanja modal karena menghasilkan asset tetap tentu saja tidak langsung menjadi beban namun menjadi asset tetap sesuai perolehannya. Demikian juga untuk belanja operasi yang menghasilkan persediaan maka dicatat sebagai persediaan dan baru menjadi beban ketika persediaan tersebut digunakan /diserahkan(konsumsi).Selain itu, maka beban operasi yang tidak menghasilkan persediaan akan langsung diakui sebagai beban.
21
Jurnal Transaksi belanja dan Beban
Contoh jurnal beban dan belanja
Beban dan belanja pegawai yang pembayarannya melalui mekanisme LS(pembayaran langsung) dimana pembayaran tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing PNS
22
Jurnal Transaksi belanja dan Beban
BEBAN DAN BELANJA PEGAWAI, MISAL PEMBAYARAN LEMBUR, YANG PEMBAYARANNYA MELALUI MEKANISME GU(GANTI UANG) DIMANA PEMBAYARAN OLEH BENDAHARA
PENGELUARAN MELAKUKAN KE MASING-MASING PNS
23
Jurnal Transaksi belanja dan Beban
DIBELI KENDARAAN DINAS DENGAN MEKANISME LS MAKA JURNALNYA SEBAGAI BERIKUT
24
Jurnal Transaksi belanja dan Beban
PADA SAAT BENDAHARA MENERIMA UP/GU/TUP, BERDASARKAN SP2D UP/GU/TUP MAKA JURNALNYA
25